
Happy reading .....
Putra sudah menyusul Gadis masuk ke dalam sebuah bathtub yang berisikan air hangat dengan harum lavender serta berlimpah busa. Nampak sekali kecanggungan Gadis saat Putra sudah juga merendamkan dirinya dan duduk dibelakang Gadis.
Putra menyeringai. “Kenapa, hem?..”
Putra berbisik di telinga Gadis yang seolah membeku ditempatnya duduk berendam saat ini.
“Apa kamu malu?..” Tanya Putra yang kemudian menarik tubuh Gadis agar lebih rapat dengannya.
Putra kembali menyeringai.
“Sudah aku bilang aku sudah melihat semuanya Gadis. Bahkan aku sudah merasakan setiap inci tubuhmu ..”
“Aa .. tidak perlu dibahas! ..”
Putra terkekeh kecil, lalu ia merengkuh tubuh Gadis.
Menyandarkan punggung Gadis dengan dadanya, sembari mengelus-elus lengan Gadis. Dan Gadis masih seolah mematung.
Rasanya canggung sekali bagi Gadis dalam posisi seperti ini dengan Putra yang kini nampak asik menghirup dalam-dalam aroma tubuh Gadis melalui ceruk lehernya, kemudian mengecup bagian itu dari belakang, hingga membuat Gadis meremang.
Lalu Putra sejenak menjauhkan kepalanya dari sana, dan tetap membawa Gadis dalam dekapannya.
Untuk sesaat, keduanya saling diam. Saling merasakan lembutnya kulit satu dengan yang lainnya, serta kenyamanan yang didapat saat ini.
Dan tak lama, Putra memegang lengan Gadis dan memutar tubuhnya, hingga posisi Gadis berhadapan dengannya. Putra menyunggingkan senyum, saat ternyata wajah Gadis sudah memerah merona.
Putra senang melihatnya. “Tidak perlu ditutupi..” Ucap Putra nakal dan Gadis menunduk.
Putra menjauhkan tangan Gadis yang sedang menutupi dua aset kembarnya itu. Lalu menyandarkan dirinya pada dinding bathtub, sembari sejenak menikmati keindahan yang ada dihadapannya saat ini.
“Jangan melihatku seperti itu Putra ..” Gadis meletakkan tangannya menutupi wajah Putra.
“Tenang saja, aku tidak akan menyerangmu lagi ..”
Putra yang sempat terkekeh karena ucapan Gadis berikut tindakannya yang meletakkan tangannya menutupi wajah Putra, kemudian menjauhkan tangan Gadis dari wajahnya itu.
Dan menarik Gadis kembali dalam dekapannya.
Jangan ditanya betapa gemasnya Putra saat ini pada Gadis.
Gairah Putra sudah mulai bangkit sebenarnya sekarang ini, tapi sekuat tenaga Putra tahan.
Betapa inginnya Putra bercinta lagi dengan Gadis. Tapi mengingat jika Gadis sedang kesakitan, maka Putra tidak ingin memaksakan kehendaknya untuk menyatukan dirinya dan Gadis lagi dalam gejolak g*irah saat ini.
“Putra ..” Panggil Gadis yang mendongak sedikit untuk menatap wajah Putra.
“Heemm?..”
Putra masih merengkuh tubuh Gadis.
“Tadi.. aku dengar pembicaraanmu dengan Tuan Arthur ..”
Putra manggut-manggut pelan.
“Aku tahu”
“Maaf, aku tidak bermaksud menguping..” Ucap Gadis.
“Aku tidak mempermasalahkan hal itu..” Ucap Putra sembari mengusap pelan kepala Gadis.
“Mmm Putra..” Panggil Gadis lagi.
“Hemm?..”
“Benar kamu membeliku dari Tuan Frans? ..”
Putra memeluk Gadis di dadanya. “Apa kamu terganggu dengan itu? ..”
Putra merasakan jika Gadis mengangguk dalam dekapannya. “Sedikit ..”
Terdengar dengusan pelan Putra, lalu menyentuh dagu Gadis dan mendongakkan wajah Gadis untuk menatapnya.
“Maaf, aku bukan bermaksud merendahkan mu dengan berkata seperti itu pada Arthur. Aku hanya berpikir jika pemilik JP itu akan meminta ganti-rugi padaku kelak, jika ia sudah tahu kalau aku membawamu dan tidak akan pernah membiarkanmu kembali kesana..”
“.......”
“Maaf jika pemilihan kataku menyinggungmu”
“Iya tidak apa.. aku mengerti”
Gadis lalu meletakkan kepalanya di dada Putra.
“Aku rasa mungkin iya, Bos Frans akan meminta ganti-rugi padamu, mengingat aku terikat kontrak kerja dengannya yang belum berakhir ..”
“.......”
“Tapi Putra, jika aku berhenti sekarang, ada kompensasi yang harus aku bayarkan pada Bos Frans jika aku sampai keluar dr tempatnya sebelum kontrak kerjaku berakhir dan jumlah..”
“Gadis dengar..” Putra mengangkat tubuh Gadis yang sedang bersandar di dadanya itu. “Kamu milikku ..” Ucap Putra. “Dan aku tidak perduli apapun jika menyangkut ‘milikku’ .. kamu, dalam hal ini .. Jika hanya masalah uang, itu bukan masalah besar”
“Tapi Putra..”
“Dengar Gadis, kamu milikku, dan tempatmu disisiku.. aku tidak rela ada orang lain yang menyentuh tubuhmu walau hanya sekedar berdansa dan duduk merangkulmu saat kamu menemani para tamu pria di JP, atau bahkan menatapmu dan memiliki bayangan kotor tentang dirimu..” Ucap Putra.
“.......”
“Aku tidak suka dan aku tidak rela ..”
“.......”
“Apa kamu mengerti?” Tanya Putra.
“Iya, aku mengerti..” Jawab Gadis.
“Bagus jika kamu mengerti. Dan maaf jika aku terlalu mengatur hidupmu. Tapi itu semata-mata karena aku terlalu mencintaimu”
Sudut bibir Gadis tertarik ke atas. “Apa itu sebuah pernyataan cinta?” Ledek Gadis dan Putra juga menarik sudut bibirnya.
“Senang, hem? Melihatku tergila-gila padamu?” Ucap Putra. Gadis menggeleng.
__ADS_1
“Aku tidak hanya senang. Tapi aku bahagia..” Gadis melingkarkan tangannya di leher Putra.
Cup!.
Sebuah kecupan singkat dari Gadis mendarat di pipi Putra.
“Aku juga mencintai kamu, Putra..”
“Nona Gadis ..”
“Ya? ..”
“Apa kamu sedang menggodaku?..” Seringai tipis nampak di wajah Putra.
“Hmm?.. Menggoda apa sih?. Aku kan hanya mengecup pipimu?..” Gadis memiringkan kepalanya dengan tangannya yang masih melingkar di leher Putra.
Lalu mengikuti arah mata Putra menuju.
‘Oh ya ampuunn!..’
Gadis segera menggigit bibir bawahnya sendiri, kala ia tersadar, jika ternyata secara tidak sadar ia telah membuat dirinya berada diatas pangkuan Putra.
“Aku sudah menahan diri sejak tadi Gadis.. tapi dengan seperti ini, kamu membuatnya terpancing”
Gluk!
Gadis menelan salivanya.
Ada seringai nakal yang kemudian muncul di wajah Putra.
“Putra.. kasihanilah aku ..”
****
Gadis menghela nafasnya dengan penuh kelegaan, karena tatapan Putra yang seolah ingin menerkamnya lagi seperti semalam hanya sekedar godaan saja dari pria itu. Putra hanya mencumbui Gadis sebentar, itupun hanya sekedar berbagi saliva dengan dalam dan setelahnya Putra menyuruh Gadis untuk segera bangkit dari bathtub dan membersihkan diri dibawah guyuran shower.
“Pakailah bathrobe dulu .. Ambil yang baru didalam lemari dibawah wastafel. Arthur akan membawakan pakaian untukmu,” Ucap Putra saat Gadis telah selesai membersihkan dirinya dibawah guyuran shower.
Dan Gadis pun mengangguk. Sementara Putra terkekeh melihat Gadis yang berjalan cepat untuk segera mengambil bathrobe dengan menutupi asetnya berharganya.
“Sudah kubilang tidak perlu lagi ditutupi karena aku sudah melihat dan merasakan dirimu dari ujung rambut bahkan sampai jari kakimu! ..”
Bruk!
Gadis spontan melempar Putra dengan handuk yang ia temukan terlipat rapih di tempat yang sama dengan beberapa bathrobe yang tersimpan dalam sebuah lemari dibawah wastafel.
“Dasar pria mesuumm,” Ucap Gadis yang kemudian segera keluar dari dalam kamar mandi meninggalkan Putra yang tergelak.
****
Gadis tanpa sadar meneguk salivanya, kala melihat Putra keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang terbalut dari batas pinggangnya dengan sisa titik-titik air yang masih menempel ditubuh polos bagian atas Putra yang atletis itu dengan satu tangan Putra yang sedang memegang handuk dan mengeringkan rambutnya.
‘Aku baru sadar jika Putra sesempurna itu,’ Batin Gadis yang sedang takjub sembari memperhatikan Putra.
“Sudah puas memandangiku?..”
“Ah!”
“Jika sudah puas, aku ingin berpakaian”
Putra menampakkan wajah jahil dan Gadis pun mencebik.
“Siapa juga yang sedang memandangimu??” Elak Gadis dan Putra mendengus geli.
“Katakan saja jika memang ingin melihat tubuhku, dengan senang hati aku akan melepaskan ini..”
Putra memegang handuknya.
“Agar senantiasa kamu puas memandangi seluruh tubuhku sampai Arthur datang membawakan pakaianmu.. Bagaimana?”
Bruk!
Kini sebuah bantal yang berada didekat Gadis yang sedang duduk di ranjang, ia lemparkan pada Putra.
“Dasar pria mesuuumm! ..” Pekik Gadis lagi dan Putra kembali tergelak seraya melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian.
****
“Putra..” Panggil Gadis lagi saat ia sudah menerima pakaian yang dibawakan Arthur untuknya sesuai permintaan Putra.
“Heemm?..”
“Ini pakaian siapa? ..”
Gadis mulai mengeluarkan satu per satu isi dari dalam tas karton yang dibawa Arthur.
“Ya tentu saja pakaianmu,” Jawab Putra seraya mendekat pada Gadis. “Tenang saja, itu semua baru ..” Sambungnya.
“Memang ada toko baju yang buka sepagi ini?..” Tanya Gadis lagi.
Putra melebarkan tirai dalam kamarnya, lalu menunjuk jam yang tertempel di dinding kamar.
“Ini sudah tidak pagi lagi, calon Nyonya Putra”
“Oh ya Tuhan, sudah se-siang ini ternyata?! ..” Tukas Gadis.
Putra mendengus geli dan berjalan mendekat kembali pada Gadis.
“Salahkan dirimu, tukang tidur”
Gadis langsung mencebik.
“Enak saja bilang aku tukang tidur”
“Memang iya”
“Salahmu yang membuatku sampai kelelahan!”
Putra kemudian tergelak.
“Sudah sana pergilah berpakaian” Ucap Putra.
__ADS_1
Gadis langsung mengangguk.
“Putra ..” Gadis memanggil Putra lagi.
“Kenapa? Apa kamu tidak menyukai pakaiannya?..” Tanya Putra.
“Bukan itu ..” Jawab Gadis cepat.
Gadis nampak ragu sesaat, namun kemudian dia mengeluarkan sepasang penutup yang nampak satu set itu dan menunjukkannya pada Putra.
“Ini kamu juga yang menyuruh Tuan Arthur untuk membelinya??” Tanya Gadis dan Putra terkekeh kecil lalu mengangguk.
“Kenapa memangnya? Sesuai ukuranmu bukan?” Putra balik bertanya.
“Ya iya memang..”
“Sudahlah tidak perlu kamu pikirkan, pakai saja semua yang dibawa Arthur itu..”
“.......”
“Aku yakin itu sesuai dengan ukuranmu. Benar bukan?..”
“Iya..”
Gadis mengangguk.
“Bagaimana Tuan Arthur tahu ukuranku sampai pas begini?”
“Bukan Arthur yang tahu ukuranmu..” Sela Putra. “Tapi aku!”
“.......”
“Aku yang memberikan ukuranmu, Arthur yang bantu mencarikan semua pakaian untuk kamu pakai sekarang ini”
Putra nampak sedikit ketus.
“Memang siapa yang menghabiskan waktu denganmu di atas ranjang ini semalam?..”
Gadis terkikik kecil melihat raut wajah Putra yang menjadi sedikit masam.
“Iya sudah..” Ucap Gadis.
“.......”
“Begitu saja ngambek!”
Gadis mendengus geli lalu bergegas menuju kamar mandi untuk berganti pakaian yang sudah dibawakan Arthur.
*‘Aku heran, katanya Putra tidak punya pengalaman dengan wanita. Tapi mengapa dia bisa tahu dengan tepat ukuran pakaian da*mku bahkan..... Dan lagi .. Semalam dia begitu profesional sekali..’
“Jangan terlalu lama, atau aku yang akan memasang pakaianmu,” Seru Putra.
“Selalu saja mencari kesempatan!” Gadis balik berseru. Sembari mempercepat langkahnya dan buru-buru masuk ke kamar mandi.
“Ku hitung sampai lima .. Jika kamu belum keluar pada hitungan ke lima, aku akan masuk!” Putra berseru lagi dari luar kamar mandi.
“Dasar pria gilaa!!..” Dan suara sahutan kencang dari Gadis pun, langsung terdengar dari dalam kamar mandi.
****
“Biarkan saja di wastafel peralatan itu.. Nanti orang yang membersihkan rumah datang hari ini”
Gadis pun mengangguk. Selepas dia masuk ke dalam kamar mandi tadi, ternyata Putra menyiapkan makanan untuknya, lalu makan bersama juga dengan Arthur.
“Apa kamu tetap akan membawaku ke tempat tinggalmu yang ada di Bandung itu?..” Tanya Gadis.
“Ya ..”
Putra menyahut cepat.
“Aku tidak akan menanggapi protes mu”
“Iya aku tahu! ..” Sambar Gadis.
“Ya sudah, ayo! ..”
Putra meraih lengan Gadis.
“Lalu pakaianku? Setidaknya antarkan aku dulu mengambil tasku di JP, karena kunci rumahku kan ada disana, lalu antarkan aku pulang untuk mengambil pakaianku”
“Tidak perlu”
“Berarti aku tidak menginap di Villa kamu itu?
“Tidak” Jawab Putra singkat.
“Oh ya sudah..”
“Kau akan tinggal disana bukan hanya menginap”
‘Oh ya Tuhan, dia serius soal itu ternyata!’ Batin Gadis.
“Jangan protes..” Ucap Putra.
“Siapa juga yang mau protes!”
“Bagus jika begitu..”
“.......”
“Karena jika kau melayangkan protes, aku akan bekerja keras untuk membuat kamu segera hamil dalam beberapa hari kedepan ..”
“Putraa!!”
****
To be continue ...
Jangan lupa tinggalkan jejak
Terima kasih
__ADS_1