LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 277


__ADS_3

Happy reading.....


****************


London, Inggris..


“Sir, someone’s has win a jackpot in the slot machine (Tuan, seseorang telah memenangkan hadiah terbesar di mesin slot) ---“


Seorang staf Kasino datang dengan tergesa ke hadapan Mickey Pitts dan manajer Kasino yang sudah juga mengayunkan kakinya untuk pergi ke lantai dimana suara bising dan riuh itu terdengar.


“WHAT (APA)?!”


Mickey Pitts dan si manajer Kasino sama – sama memekik dengan wajah keterkejutan mereka yang begitu nampak jelas.


Sementara Putra sudah mengulum senyumnya.


“Seems that I’m not the only one big winner here tonight (Sepertinya bukan hanya aku saja pemenang besar disini malam ini)”


Lalu Putra berucap tenang, sambil ia menampakkan senyum tipis namun menyiratkan ejekan dari senyum, berikut sorot mata Putra kepada Mickey Pitts.


**


Flash back on


“Is he around at his casino (Apa dia ada disekitar kasinonya ini)?-- Looking around (Berkeliling)?..” (Putra).


“Yes he was. He quite often get close to his guest who play in his place if he’s being around  (Iya. Dia sering berkeliling untuk mendekati tamu-tamunya yang bermain di tempatnya itu, jika dia sedang ada di tempat )” (Revel).


“I see –“ (Putra).


“So, still want to get in and put away the risk if he knew you (Jadi, masih ingin masuk dan mengenyampingkan resiko jika dia mengenalimu)? ---“ (Damian).


“Why not (Kenapa tidak)? --- (Putra).


“And what’s your plan (Dan apa rencanamu)?” (Damian).


“OE?” (Putra).


“Alright, let’s do it (Baiklah, ayo kita lakukan)” (Damian).


“Still remember how the way the OE run (Masih ingat bagaimana menjalankan OE)?” (Putra).


“Just concentrate to the cards game, and I’ll do my part at the slots side (Konsentrasi saja pada permainan kartumu, dan aku akan melakukan bagianku pada bagian mesin slot)” (Damian).


“Now, take us in (Sekarang, bawa kami masuk), Revel ..” (Putra).



“Jules.” (Putra).


“Yes Boss? ...” (Jules).


“Get two of our men here (Panggilkan dua orang kita kesini)” (Putra).


“Yes Boss.” (Jules).



“He’s inside that special room right (Dia ada didalam ruangan spesial itu kan), Revel?” (Putra).


“Yes Sir.” (Revel).


“And if you see this guy out from that room before I left, make a distraction  (Dan jika melihat pria ini keluar dari dalam ruangan tersebut sebelum aku pergi, buatlah pengalihan) –“ (Putra).


(Putra menunjukkan satu foto pada kedua orang anak buahnya yang telah datang padanya setelah Jules memanggil mereka dan Putra  sedang mengajak keduanya bicara).


“Then one who get close with the entrance, go fast to Jules to get ready with the car when Garret do his part (Lalu satu yang dekat dengan pintu masuk, pergilah cepat kepada Jules untuk bersiap dengan mobil saat Garret melakukan bagiannya)” (Putra). “Can both of you do that? (Bisa kalian berdua melakukannya?)”


“Yes we can Sir.” (Dua anak buah Putra).


“Good.” (Putra). “Rev ...”.


“Yes Sir?” (Revel).


“That Chicago Guy has a ‘fence’ right? (Pria Chicago itu memiliki ‘pagar’ dalam Kasino bukan?) ...” (Putra).


“Yes he has Sir (Iya dia punya Tuan)---“ (Revel).


“Sure he has someone to stop any big winner there for not stepping out from their place before they get their money back (Pastinya mereka memiliki seseorang yang bertugas menghentikan para pemenang besar agar tidak keluar dari dalam Kasino sebelum mereka mendapatkan uang mereka kembali)---“ (Damian).


“What his name? (Siapa namanya?) ...” (Putra).


“Pitts. Mickey Pitts.“ (Revel).

__ADS_1


“Okay. “Both of you also keep your eyes to my movement and Dami’s (Kalian berdua juga perhatikan gerak-gerikku dan Dami)” (Putra pada dua anak buahnya yang lain).



“Keep your eyes to me, not to what inside clothes of those women inside while I’m playing with ‘the fence’ (Fokuskan matamu padaku, bukan pada isi dalam pakaian para wanita didalam saat aku sedang bermain dengan ‘si pagar’)” (Putra).


“Yes, Boss!” (Damian). “And what game we want to play for the ‘foreplay’ (Dan mau main apa kita sebagai ‘pemanasan’)?”


“Roulette.” (Putra).


“Okay.” (Damian).



“Remember to play with carefully brother (Ingat untuk bermain dengan penuh perhitungan saudaraku)” (Damian). “But I’m sorry, I can accompany you here (Tapi maaf, aku tidak dapat menemanimu disini) .....”


“And where are you going to (Dan kau mau kemana)?” (Putra).


“I’ll take some time to get more drinks and have a chit chat with some of sexy ladies here (Aku akan merehatkan diri untuk sekedar minum dan mengobrol dengan beberapa wanita seksi disini)” (Damian). “Beside, my head a little bit dizzy to see cards (Lagipula, kepalaku sedikit pusing untuk melihat kartu-kartu)”


Flash back off


*


Another flashback (Kilas balik lain)-Damian’s part (Bagian Damian).


(Pada sebuah bar minuman dalam kasino).


“What drink Sir (Ingin minum apa Tuan)? ...” (Bartender Bar).


“Whisky please ...” (Damian).


“Yes Sir, just a moment ( Baik Tuan, tunggu sebentar)” (Bartender Bar).


---


“Give me Vodka (Berikan aku Vodka)”


(Seorang pria datang memesan satu jenis minuman lalu berdiri tepat disamping Damian setelah beberapa lama Damian duduk di Bar sambil mengedarkan pandangannya dan sesekali memberikan tatapan nakal pada beberapa wanita seksi yang lalu lalang dihadapannya).


“Yes Sir.” (Bartender Bar).


“Mister Putra win (Tuan Putra menang)”


(Damian menenggak habis minumannya kemudian).



(Area permainan mesin slot kasino).


“Winning something, Dude (Memenangkan sesuatu, Bung)?” (Damian berbicara pada pria yang sedang duduk di depan sebuah mesin slot permainan dalam kasino).


“Well, I never get lucky to play here. But this thing makes me get addicted (Yah, aku tidak pernah beruntung main disini. Tapi benda ini membuatku keranjingan)”


(Pria yang diajak Damian-yang adalah Revel itu menyahut santai pada Damian).


“Maybe I’ll try my luck (Mungkin aku ingin mencoba keberuntunganku)” (Damian).


(Revel berdiri dari tempatnya dan mempersilahkan Damian untuk mencoba peruntungan yang dia katakan barusan).


“Ah.”


(Damian berkesah kecewa).


“Seems that I got unlucky too (Sepertinya aku juga tidak beruntung).”


(Damian berucap natural pada Revel, demi menjaga jika ada yang menyadari jika Revel masuk bersamanya dan Putra, walau mereka berinteraksi macam orang baru kenal).


“Here, I return this machine to you (Ini, aku kembalikan mesin ini padamu)...”


(Damian bangkit dari tempatnya sambil ia berbicara pada Revel serta tangan Damian memasukkan tiga buah koin yang ia keluarkan dari dalam saku mantelnya ke satu celah untuk koin, agar bisa bermain di satu mesin slot tersebut).


“I have to go now, and thank you for helping me and my brother at entrance (Aku harus pergi sekarang, dan terima kasih karena telah membantuku dan saudaraku di pintu masuk)...”


(Damian sengaja berbicara seperti itu pada Revel, karena ada petugas yang nampak berkeliling di sekitar area permainan mesin slot dalam kasino).


“Alright then (Baiklah kalau begitu).”


(Revel menyahut senatural mungkin juga, namun tangannya telah menggenggam beberapa koin yang diselipkan secara sembunyi - sembunyi oleh Damian ke telapak tangan Revel).


“Put one on this machine, give another four to any random one (Masukkan satu pada mesin ini, berikan empat lainnya pada sembarang orang)”


(Damian berbisik samar pada Revel sambil ia menepuk-nepuk pelan bahu salah satu anak buahnya itu).

__ADS_1


“Count to five (Berhitung sampai lima)--”


(Damian bergumam samar sambil ia melangkah pergi dari hadapan Revel, namun Revel masih mendengar. Dan Revel sedikit banyak paham maksud Damian yang menyuruhnya memberikan empat koin lain pada sembarang orang).



(Damian telah berjalan menjauh dari Revel sambil ia menghitung dalam hatinya).


‘What a perfect man (Benar-benar pria yang sempurna)!’ (Batin Damian).


(Kala pandangan Damian mengarah pada satu sudut di kasino di bawah lantai tempatnya berada, dimana ada Putra disana).


‘God must be in a total good mood when He create him (Tuhan pasti sedang dalam suasana hati yang sangat bagus kala Ia menciptakannya)’


(Damian membatin kagum, dimana kekagumannya itu tertuju pada sosok Putra yang ia kenal).


(Tampan dipadu bentuk tubuh yang atletis proporsional, otak yang cerdas dan penuh perhitungan, selain awas dan cekatan, dan banyak bakat Putra yang lain, selain memiliki nyali yang sangat besar).


(Dan entah Damian merasa sudah yang keberapa kali ia merasa kagum pada salah satu saudara angkatnya itu dalam hati Damian).


(Dan batin Damian yang mengagumi Putra dengan spontan itu, karena matanya menangkap dua tas berbeda model yang ada dalam genggaman kedua tangan Putra. Yang mana Damian yakini jika Putra telah menang bermain poker melawan Mickey Pitts. Dan dalam dua tas yang ada di tangan Putra itu, adalah uang yang pasti sungguh sangat banyak jumlahnya).


‘Five.’ (Batin Damian).


BEEP BEEP BEEP


(Bersamaan dengan suara mesin yang berbunyi aktif dibelakang Damian, sesaat saja setelah hitungan Damian dalam hati sampai di angka lima).


“I won (Aku menang)!”


(Suara Revel terdengar sangat senang dan antusias juga terdengar bersamaan dengan suara mesin yang aktif berbunyi itu).


(Dimana suara ricuh gemerincing yang berasal dari sebuah mesin permainan yang berbunyi aktif itu kemudian terdengar nyaring, bersamaan dengan riuh orang-orang yang mendekat pada Revel).


(Damian hanya menyeringai dalam hatinya, sambil ia melewati orang-orang yang kemudian berdatangan untuk melihat orang yang memenangkan jackpot di mesin slot kasino termasuk staf keamanan yang Damian lihat sedang berkeliling tadi, beserta satu rekannya yang tak lama Damian lirik ikut mendekat ke tempat Revel berada).


(Damian tak langsung menyambangi Putra yang terlihat sedang coba ditahan oleh Mickey Pitts agar tidak sampai pergi begitu saja. Ia memilih untuk berdiri di balik tangga sambil menyalakan rokoknya, menunggu waktu yang tepat untuk dirinya mendekat pada Putra, sambil awas jika keadaan menjadi diluar kendali dan ancaman lebih mengincar Putra).


‘You on the way to be a poor man after tonight oh ‘Chicago Guy’ (Kau sedang dalam perjalanan menuju kemiskinan setelah malam ini wahai ‘Pria Chicago’)’ (Batin Damian saat mendengar bunyi bising dari mesin permainan slot pada lantai di atasnya).


Another flashback -Damian’s part off.


**


Putra langsung mengulum senyumnya kala ia mendengar suara bising dan riuh dari lantai tempat permainan mesin slot, dimana ada kemenangan besar disana, yang Putra tahu persis perbuatan siapa.


“Seems that I’m not the only one big winner here tonight (Sepertinya bukan hanya aku saja pemenang besar disini malam ini)”


Lalu Putra berucap tenang, sambil ia menampakkan senyum tipis namun menyiratkan ejekan dari senyum, berikut sorot mata Putra kepada Mickey Pitts.


Yang mana pria dihadapan Putra dan sedang menahannya untuk pergi dengan sedikit pemaksaan baru saja memekik dengan sangat terkejut kala salah seorang staf kasino mengatakan jika jackpot yang seharusnya amat sangat kecil kemungkinan ada orang yang memenangkan jumlah jackpot dalam masing – masing mesin slot dalam kasino tersebut.


Tapi sayangnya malam ini ada yang berhasil memenangkan jumlah uang yang nilainya lumayan besar di mesin tersebut. Dan tentu saja hal itu selain menggemparkan, juga membuat Mickey Pitts dan manajer kasino menjadi panik. Namun Mickey Pitts bergeming di tempatnya, dan hanya menyuruh si manajer kasino untuk pergi melihat ke tempat mesin slot yang dengan kata lain kecolongan itu.


“Are you going to invite that person to meet the owner of this place too (Apa kau juga akan mengundang orang itu untuk bertemu dengan pemilik tempat ini juga)?” ucap Putra pada Mickey Pitts yang kemudian kembali fokus padanya.


Mickey Pitts tersenyum tipis pada Putra.


“Maybe---“ sahut Mickey. “But you first (Tapi kau diutamakan)”


Mickey Pitts merentangkan tangannya, untuk mempersilahkan Putra untuk berjalan ke arah dimana Mickey mengarahkannya.


“Do not refuse or (Jangan menolak atau)----“


Mickey Pitts tak sampai meneruskan kalimatnya, karena fokusnya kembali teralih pada suara bising dan ricuh yang sama seperti sebelumnya, dan berasal juga dari lantai yang sama, namun seperti dari mesin yang berbeda.


“Woah this place is knock out tonight (Wah tempat ini bangkrut malam ini) –“ ucap Putra seraya menggumam, namun gumamannya ia buat agar didengar oleh Mickey Pitts yang kemudian melirik tajam pada Putra.


Sementara Putra hanya tersenyum remeh, sekaligus merasa puas dalam hatinya saat melihat kepanikan Mickey Pitts, dan pastinya akan membuat geram pemilik kasino yang Putra ketahui siapa orangnya setelah dia tahu, jika kasino miliknya itu kehilangan uang yang sangat banyak dalam satu malam.


“Still I won’t let you go (Tetap aku tidak akan membiarkanmu pergi)”


‘We’ll see about it (Kita lihat saja nanti)’ batin Putra sambil ia semakin tersenyum remeh.


“Watch him while I go to Mister Fisher (Awasi dia sementara aku pergi ke Tuan Fisher)!”


Mickey Pitts menurunkan perintah tajam pada dua anak buahnya yang berada di dekat Putra.


**


To be continue ..


Terima kasih untuk kalian yang masih setia baca.

__ADS_1


__ADS_2