LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 402


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


Indonesia,


“Kalau boleh tahu, Gar..” kata Gadis yang bertanya pada Garret. Dimana ia dan empat orang lainnya yang berada dalam mobil yang sama itu, masih berada di dalamnya. “Tahu-tahu kamu ke sini, ada urusan apa?..”


“Nanti akan aku ceritakan saat kita kembali ke Villa, hem?.. Because it kinds of a long story ( Karena itu merupakan cerita yang panjang )”


Garret segera menjawab pertanyaan Gadis sebelumnya. Dan Gadis pun mengangguk paham. “Lalu siapa yang ingin kamu temui disini, Gar?..” Gadis bertanya lagi kemudian. Sehubungan dengan Garret yang entah bagaimana, bisa ada urusan di desa kelahirannya itu—dan baru akan diceritakan Garret saat mereka sudah kembali ke villa mereka nanti.


“Seseorang yang memiliki pengaruh di sini. But I don’t know who ( Tetapi aku tidak tahu siapa )” jawab Garret.


“Kepala Desa maksudnya?” Gadis yang memastikan.


“What is Ke-pala De-sa?”


“Eum itu, someone who is.. responsible to.. every people here ( Seseorang yang.. bertanggung jawab kepada.. semua orang di sini )..”


Gadis sedikit tergugu, karena menjelaskan dengan sedikit ragu. Berharap Garret serta Bruna paham penjelasannya dalam kalimat sederhana itu.


Karena saat ini, kemampuan Bahasa Inggris Gadis ya sesederhana itu. “Do you understand what I mean? ( Apa kamu mengerti maksudku? )” kata Gadis seraya memastikan dengan memandang pada Garret dan Bruna.


“Yes, we understand.”


Garret dan Bruna lalu menanggapi dengan kompak perkataan Gadis pada mereka, yang memastikan apakah keduanya paham dengan penjelasan Gadis mengenai Ketua Desa.


‘Haah syukurlaahh..’


Gadis melega dalam hatinya.


“Alright then, let’s get out from the car now.”


“( Baiklah jika begitu, ayo kita keluar dari mobil sekarang )”


Garret lalu berujar.

__ADS_1


Gadis dan Bruna, serta Anthony juga Suheil pun menyahut mengiyakan ucapan Garret.


***


“Kalau begitu-Tuan Gerret-Nyonya Bruna-Nyonya Gadis dan Tuan Muda Anthony tunggu di sini sebentar. Biar saya cari tahu dimana rumah Kepala Desa..” kata Suheil, ketika ia dan para majikannya tersebut telah keluar dari mobil.


“Tidak perlu Suheil..”


Gadis yang kemudian berkata, menyergah ucapan Suheil sebelumnya.


“Aku tidak tahu Kepala Desa yang sekarang apakah sudah diganti atau belum dari saat terakhir aku pergi dari sini..” lanjut Gadis. “Tapi meskipun sudah ganti, orang yang menjadi Kepala Desa pengganti, biasanya berasal dari keluarga dari Kepala Desa yang sebelumnya. Karena jabatan itu di sini didapat secara turun temurun.”


Gadis terlanjur menjelaskan dengan Bahasa Indonesia, hal yang baru ia katakan itu.


Dan saat sadar jika perkataan dalam Bahasa Indonesianya cukup panjang di hadapan Garret dan Bruna, Gadis berkata dengan perlahan, agar kedua orang tersebut memahami penjelasannya itu.


“Apa.. kalian berdua mengerti apa yang aku katakan tadi?—“


“Heem.. not really. That’s quite long sentences in Indonesian Language ( Heem.. tidak juga sih. Itu kalimat dengan Bahasa Indonesia yang cukup panjang )..”


Dan karena tanggapan Bruna itu, Gadis jadi ikutan meringis cengengesan juga. Membayangkan bagaimana dia harus menata kalimat dalam Bahasa Inggris, kalimatnya yang agak panjang dalam Bahasa Indonesia saat memberikan satu penjelasan pada Bruna dan Garret barusan.


Garret terkekeh kecil melihat sikap dua wanita yang sedang bersamanya itu.


Sementara Anthony sudah sedikit mendekat kepada Suheil yang kemudian fokus memperhatikan dan menjaga majikan kecilnya itu yang nampak antusias ingin segera berjalan-jalan melihat persawahan yang tertata terasering atau sengkedan.


Dan bersama Anthony-Bruna-Garret-Gadis dan Suheil itu, ada juga tiga orang anak buah yang ikut serta.


Dimana ketiganya memang dipekerjakan sebagai bodyguard. Katakanlah begitu. Yang mana dua diantaranya telah mendekati para majikan, berbagi tugas.


Satu standby dekat Garret-Bruna dan Gadis yang tengah bercakap, yang satu menemani Suheil menjaga Anthony. Meskipun mata tiga orang majikan yang sedang bercakap itu sering melirik ke arah Anthony juga.


Dan satu anak buah yang menyupiri mobil berisiakan tiga bodyguard itu, berdiri di dekat dua mobil milik majikannya tersebut dengan sikap siaga.


Meskipun daerah yang sedang disambangi para majikannya itu, nampak aman dan damai sentosa. Namun atas nama pekerjaan mereka sebagai bodyguard itu, mereka haruslah waspada dalam kondisi apapun dalam menjaga keselamatan para majikan.


“Aku mengerti maksudmu sedikit banyak, Gadis,” ucap Garret. Dan Gadis seketika nampak lega. “Dan apa kamu masih mengingat tempat tinggalnya serta jalan untuk sampai ke sana?..”

__ADS_1


Gadis lalu mengangguk dan mengiyakan menjawab pertanyaan Garret tersebut.


Gadis pun menunjukkan jalan setelahnya, dengan dirinya yang berjalan beriringan bersama Bruna.


Sementara Garret menggandeng Anthony setelah membujuk bocah tampan itu untuk menunda berjalan-jalannya sebentar, sampai Garret selesai dengan urusannya.


***


“Jadi maksud kamu meminta Pak Firman mengumpulkan orang – orang yang berhutang dan menggadaikan tanah mereka pada rentenir yang bernama Baskoro itu, untuk apa, Gar?..”


Gadis langsung bertanya pada Garret setelah satu saudara Putra itu rampung dengan urusannya di rumah Kepala Desa, di mana kebetulan yang bersangkutan juga sedang ada di tempat. “Nanti akan aku dan Bru ceritakan semua yang bersangkutan dengan hal itu di villa..”


“Oh iya ya, tadi kan kamu sudah berkata begitu waktu di mobil. Maafkan kecerewetanku ya,Gar,” kata Gadis sambil cengengesan, dan Garret serta Bruna yang mendengar ucapan Gadis berikut tingkahnya yang polos serta agak lucu itu langsung saja tersenyum geli. Dimana ketiga orang itu, kemudian menunaikan janji mereka pada Anthony untuk melihat persawahan yang mengundak dari dekat.


Dengan ditemani oleh sang Kepala Desa yang ia dan keluarganya mengenali Gadis sebagai seseorang yang lahir dan besar di sebuah desa agronomi kecil itu, Gadis berikut Bruna, Garret dan Anthony serta dua bodyguard mereka—menyusuri jalanan menuju persawahan yang sangat menarik minat Anthony itu.


Gadis berjalan beriringan dengan Bruna, dimana satu tangan Gadis sudah Bruna kunci dalam lingkaran tangannya.


Atas dasar Bruna ingin menjaga Gadis yang sedang hamil muda itu, yang Bruna takutkan akan terpeleset setelah melihat tanah persawahan yang sepertinya licin.


Dengan satu orang wanita kisaran usia 40 tahunan yang berjalan bersama Gadis dan Bruna, dan mengajak Gadis mengobrol. Lalu berhenti di satu titik, didekat sebuah undakan yang langsung tertuju pada persawahan terasering.


Gadis masih mengobrol dengan wanita 40 tahunan itu, dan tidak mengikuti Anthony yang ditemani Garret menyusuri persawahan bersama dua orang pria.


Bruna yang nampak antusias melihat Anthony yang sedang nampak riang bermain di persawahan itu sedikit menjauhkan dirinya dari Gadis, setelah mewanti – wanti agar Gadis tidak turun juga ke area persawahan yang licin tersebut.


Gadis pun patuh pada ujaran Bruna.


Dan sementara Bruna sedang memperhatikan Anthony yang nampak senang bersada di persawahan, Gadis lanjut saja menanggapi pertanyaan – pertanyaan dari wanita 40 tahunan yang mengenalnya itu.


“Gadis?..”


Dan disela Gadis sedang mengobrol dengan wanita tersebut, sebuah suara wanita memanggilnya dari belakang.


****


To be continue.....

__ADS_1


__ADS_2