
Happy reading ....
Salisbury, England ....
“Well, we’re going to ‘say hello’, to those ‘faithful people?’ ( Kalau begitu, kita jadi ‘menyapa’, para ‘orang-orang setia’ itu? )”
Damian berucap seraya bertanya pada Putra, yang telah kembali dari menghubungi Accursio dan mereka berbicara tentang apa yang sedang berlangsung di Ravenna.
“Of course. But we need to do ‘some greetings’ apart from them before ( Tentu saja. Tapi kita perlu melakukan ‘beberapa sapaan’ terlepas dari mereka sebelumnya )....” Putra menjawab pertanyaan Damian dengan tersenyum miring dengan wajah yang nampak sinis. Damian manggut-manggut.
Begitu juga Garret dan Devoss, serta orangnya Accursio yang juga masih bersama di tengah-tengah Putra dan tiga pria lain yang bersama Putra di mansion milik suami Gadis, yang berada di sebuah kota bernama Salisbury itu.
“Casino or ‘the factory? ( Kasino atau ‘pabrik?’ )”
Damian kembali bertanya pada Putra.
“All of it ( Semuanya )”
Putra menegaskan.
***
“You guys have enough rest? ( Kalian dapat beristirahat dengan cukup? ) ..”
Putra yang berpapasan dengan Devoss, Damian dan Garret saat ia telah keluar dari kamarnya, yang berada di lantai yang sama dengan ketiga pria tersebut menyapa sekaligus bertanya pada ketiganya.
“Sure! ( Tentu! )”
Devoss, Damian dan Garret menyahut bersamaan.
“Feeling good? ( Merasa baik? ) ...” tanya Putra lagi.
Dan baik Putra, Devoss, Damian serta Garret, sudah berganti pakaian dan sudah nampak siap untuk pergi.
“Of course! ( Tentu saja! )”
Garret yang dengan cepat menjawab Putra.
Mewakili Devoss dan Damian yang urung menjawab, karena sudah keduluan Garret.
“Good then ( Bagus kalau begitu )” ucap Putra. “Means that you guys are ready to ‘walking around’ and do some ‘exercise’ tonight ( Artinya kalian semua sudah siap untuk ‘berjalan-jalan’ dan sedikit ‘berolahraga’ malam ini )”
“Haha! Can’t wait for that! ( Tidak sabar untuk melakukannya! )”
Damian dan Garret sama-sama berseru dengan antusias. Dan Putra mendengus geli.
“Well, let’s eat and ‘prepare’ after ( Kalau begitu, ayo kita makan dan ‘bersiap’ setelahnya )”
**
“Woah, what a good business that Accursio has! ( Wah, bagus sekali bisnis yang Accursio punya! )” seru Garret saat ia melihat dua peti yang berisikan banyak senjata di dalamnya.
“We still have more, if you think all of this are not enough, Sir ( Kami masih punya banyak, jika rasanya ini tidak cukup bagimu, Tuan )” anak buah Accursio yang menjadi informan Putra itu kemudian bersuara.
“Okay.”
Putra yang menyahut.
“But for now, I think all of these are enough.”
“( Tapi untuk saat ini, aku pikir semua ini sudah cukup )”
“.........”
“Am I right, Boys? ( Apa aku benar, anak-anak? )..”
Putra bertanya pada tiga orang terdekatnya saat ini, yang sedang membongkar dua peti berisikan banyak senjata di dalamnya itu.
Damian dan Garret hanya mengangkat tangan mereka dengan membentuk simbol ‘Oke’ pada Putra sebagai jawaban.
Sementara Devoss hanya menganggukkan kepalanya pada Putra tanpa bersuara, dan Putra menarik tipis sudut bibirnya.
Kemudian Putra ikut memilih senjata untuk dirinya sendiri.
*
Newcastle, England ....
“Are you sure, you don’t want more backup to get there, Sir? ( Apa anda yakin, jika anda tidak membutuhkan bantuan lebih dari ini untuk kesana, Tuan? ) ...” ucap salah seorang anak buah Accursio, yang merupakan seorang informan juga.
Saat ini, Putra berikut dua saudara lelakinya, juga Devoss, berikut salah seorang anak buah Accursio itu, telah berada di sebuah kota lain di Inggris, selain Salisbury. Sebuah kota dan distrik metropolitan, yang dulunya didirikan oleh Kaisar Romawi Hadrian.
__ADS_1
“Very sure ( Sangat yakin )”
Putra menjawab pertanyaan anak buah Accursio tersebut dengan yakin.
“Even for me, me, myself and my two brothers here, are enough to mess up also destroy their ‘factory’ ( Bahkan menurutku, aku, diriku sendiri dan dua saudara lelakiku ini, rasanya cukup untuk mengacak-acak sekaligus menghancurkan ‘pabrik’ mereka )”
“Indeed ( Benar sekali )” Damian dan Garret menyahut bersamaan.
“Can you hold a gun and have a good skill in shooting ( Apa kau bisa memegang senjata dan menembak dengan baik ), Dev? ....” Putra berbicara seraya bertanya pada Devoss.
“Well, you can try me ( Yah, kau bisa mencobaku ), Boss!” Devoss pun menyahut untuk menjawab pertanyaan Putra barusan.
“Plus one, then ( Tambah satu, kalau begitu )”
Putra berucap pada orangnya Accursio tersebut, yang juga sudah mempersiapkan beberapa orang yang disiapkan Bos-nya untuk membantu Putra untuk menyelesaikan urusan pria itu dan para saudara lelakinya.
“And I have four good shooter with me also ( Dan aku juga memiliki empat penembak jitu juga bersamaku )”
Putra menunjuk empat orang pilihan Ramone yang datang bersama ke Inggris dengan Damian, Garret dan Devoss.
“Already more than enough to destroy not only ‘drugs factory’, but destroy everything connect with it just in one night ( Sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan tidak hanya ‘pabrik narkoba’, tetapi juga menghancurkan segala yang berhubungan dengan itu hanya dalam satu malam )” ucap Putra lagi.
Dan seringai, tampak di wajah Putra, Damian, serta Garret.
“Prepare your ‘toys’, Boys! ( Siapkan ‘mainan’ kalian, Anak-anak! )” seru Putra.
**
“So, are we going to face The Chicago Guy first, or go straight to their ‘Factory’ and Casino? ....”
“( Jadi, kita akan terlebih dulu menemui ‘Pria Chicago’ itu, atau langsung ke ‘Pabrik’ dan Casino mereka? ) ....”
Garret bertanya pada Putra, saat ia, Putra, Devoss dan Damian berikut anak buah Accursio, sudah akan keluar dari sebuah tempat tersembunyi yang berada di bawah sebuah jembatan yang dibawahnya terdapat sebuah sungai besar.
“Go straight to the ‘Factory’ ( Langsung ke ‘Pabrik’ )”
**
Putra berikut rombongannya telah berada dalam mobil, dimana Putra berada satu mobil dengan Garret bersama dengan anak buah Accursio yang merupakan informannya yang menjadi supir pada mobil yang dikendarai oleh Putra dan Garret.
Sementara Devoss dan Damian berada dalam mobil yang berbeda.
Beberapa mobil yang membawa Putra dan rombongan itu, berjalan mengitari kota tempat mereka berada sekarang.
“Yes, Sir.”
Anak buah Accursio yang mengemudikan mobil tersebut yang menjawab, sambil membawa mobil melaju pelan melewati sebuah bar yang mereka sebut sebagai ‘Pabrik’ itu.
“But I don’t know where exactly they’re made those stuffs inside that Bar .... Richard said that some of men who standby in that place that George ( Tapi aku tidak tahu persis dimana mereka membuat barang-barang tersebut di dalam Bar itu .... Richard mengatakan ada beberapa orang yang sepertinya di tempatkan oleh George ) ---“
“George is ‘The Chicago Men’ ( George adalah ‘Pria Chicago’ itu ), Thom? ....” potong Putra.
“Yes, Sir.”
Pria yang Putra panggil dengan Thom itu segera menjawab, dan Putra pun berdehem dalam.
“Did Richard told you how many men inside who in charge under that guy command? ( Apa Richard mengatakan padamu berapa orang kira-kira yang ditugaskan di dalam oleh pria itu? )”
Putra kemudian bertanya lagi pada Thom.
“Uncertain, Sir ( Tidak tentu, Tuan ) ....” jawab Thom.
Lalu Putra tampak berpikir. Dan Garret menunggu Putra berkomentar.
“Well? ( Jadi? ) ....”
“What well? ( Apanya yang jadi? )” sahut Putra pada Garret yang bertanya padanya.
“Are we going to ‘play’ or not? ( Kita jadi ‘main’ atau tidak? ) ....”
Garret menyahut seraya bertanya. Putra mendengus geli. “Sure we are ( Tentu saja jadi )”
Putra berucap.
“Happy to hear it ( Bahagia mendengarnya )”
Garret menimpali dan Putra terkekeh.
“Are we going to come by first, or straight to execute? ....”
“ ( Apa kita akan mampir terlebih dahulu, atau langsung eksekusi? ) ....”
__ADS_1
“You think I like wasting my time? ( Kau pikir aku suka membuang waktuku? ), heh?”
Garret terkekeh setelah Putra menimpali pertanyaannya dengan cibiran.
“Go in now? ( Masuk sekarang? )”
“Let Thomas park this car first ( Biarkan Thomas memarkirkan mobil ini dulu )”
Putra menanggapi pertanyaan Garret yang sudah nampak tidak sabar itu.
“Find a place near that Bar to park ( Cari tempat di dekat bar tersebut untuk parkir ), Thom.”
Putra menurunkan perintah pada pria bernama Thomas itu. “Yes, Sir.” Jawab Thomas.
“Then we right away go to London after we finish here? ( Lalu kita akan langsung ke London setelah kita selesai disini? )” Garret bertanya lagi untuk memastikan.
Putra manggut-manggut. “If you’re still alive after this ( Jika kau masih hidup setelah ini ) ....”
Lalu Putra berucap kemudian. Dan Garret terkekeh. “Same sentences for you too ( Kalimat yang sama juga untukmu )”
Garret menimpali.
“Make sure you’re alive, if you don’t want Gadis become a widow than another man will replace you ( Pastikan kau tetap hidup, jika kau tidak ingin Gadis menjadi janda lalu ada pria lain yang menggantikanmu )”
“As***le! ( Sialan! )” umpat Putra dan Garret tergelak.
**
Thomas telah memarkirkan mobil yang ia kendarai, di sebuah lorong sepi tak jauh dari sebuah Bar yang menjadi target Putra dan para saudara lelakinya. Mobil yang ditumpangi oleh Devoss dan Damian terparkir di lorong yang berbeda dari mobil yang ditumpangi oleh Putra dan Garret, begitupun satu mobil lain yang menyertai mereka.
Dimana dua mobil tersebut ditumpangi oleh anak buah Accursio yang akan menyertai setiap tindak tanduk Putra dan para saudara lelakinya itu, termasuk juga Devoss. Dan seperti halnya mobil yang ditumpangi oleh Devoss dan Damian, dua mobil tersebut juga diparkirkan di dua tempat tersembunyi yang berbeda.
Ke empat mobil itu diparkirkan terpencar, sesuai dengan titah Putra yang kini telah keluar dari mobil yang ia tumpangi bersama Garret, berikut Thomas. Namun Putra tak langsung melangkah menjauhi mobil tersebut.
Pria itu berdiri bersandar di sisi pintu mobil tempatnya duduk tadi yang telah tertutup.
Putra mengeluarkan sebungkus rokok dari dalam saku mantel panjangnya, yang kemudian ia ambil sebatang lalu ia sulut ujungnya dengan api dari dalam korek api miliknya, yang juga telah Putra keluarkan bersamaan dengan sebungkus rokok tadi.
Tempat Putra dan rombongannya berada sekarang ini sebenarnya cukup padat, namun karena udara dingin menyelimuti meski salju sedang berhenti turun, keadaan sekitar sudah menjadi lumayan sepi. Garret berdiri berdampingan dengan Putra.
Pria itu juga bersandar pada mobil sebagaimana Putra, juga dengan menyesap sebatang rokok yang telah ia sulut. Dimana Devoss berikut Damian kini telah mendekat, dan berada dihadapan Putra dan Garret.
Setelahnya mereka berbicara untuk mengatur strategi pergerakan mereka, dan Thomas juga ikut mendengarkan strategi yang dibahas oleh ke empat pria yang sedang berada bersamanya saat ini.
“Tell it to them ( Katakan itu pada mereka ), Thom” ucap Putra pada Thomas yang merupakan sebuah perintah.
Thomas pun dengan sigap menyahut dan mengangguk, lalu ia bergegas pergi dari hadapan Putra dan tiga orang pria yang sedang bersama dengannya itu untuk berbicara pada beberapa orang anak buah yang lain.
**
“Re check you guys guns ( Cek kembali senjata kalian )” ucap Putra pada Devoss, Garret dan Damian. “Make sure you all have enough bullets inside it ( Pastikan kalian memiliki cukup peluru didalamnya )” sambungnya setelah Thomas telah kembali dihadapan Putra dan tiga lainnya setelah melaporkan.
“I’ll go to the back ( Aku akan pergi ke bagian belakang )”
Damian bersuara dengan sudah memposisikan senjatanya di tempat yang tentunya mudah ia raih.
“I’ll go with you ( Aku ikut denganmu )” timpal Devoss.
Putra serta Garret pun mengangguk.
Keduanya juga telah menempatkan senjata api mereka di tempat yang mudah mereka jangkau.
“Let’s go in ( Ayo kita masuk )” ucap Putra.
Lalu ia melangkahkan kakinya untuk mendekat pada sebuah Bar yang menjadi targetnya saat ini.
“Clear all? ( Bersihkan semua? ) ....”
Garret menyempatkan bertanya saat ia dan Putra telah mengayunkan langkah bersama dengan Thomas dan satu orang lagi di belakang mereka.
“Clear all ( Bersihkan semua )” ucap Putra dengan raut wajahnya yang nampak datar dan dingin.
“Even there’s another ordinary guest? ( Meskipun ada tamu biasa? )” tanya Garret lagi.
“We don’t have time to do some ‘interview’ ( Kita tidak punya waktu untuk melakukan ‘wawancara’ )
Lagi, Putra berbicara dengan datar dan dinginnya, dengan sorot mata yang sama.
“Their bad luck to be there right now ( Ketidak beruntungan mereka berada disana, saat ini )”
**
__ADS_1
To be continue ....