
Happy reading .....
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
Indonesia,
“Kalian itu sedang ngomongin apa sih?? Seru banget kayaknya? –“
“Ih kamu ga tau emang? Gadis kemaren ke sini ..”
“Gadis? –“
“Iya, Gadis saudara tiri kamu itu yang katanya kabur bawa harta ayah tiri kamu.”
“Hah?! Yang bener kamu??!!”
“Ya bener lah .. orang udah santer beritanya dari kemaren. Bu Lilis yang ngomong sendiri sama kita orang, pas kita liat ada mobil bagus yang parkir di pinggir jalan menuju sawah –“
“Iya, terus kata Bu Lilis sama Pak Lukman, itu Gadis dateng ke sini sama beberapa orang londo. Yang pastinya Gadis udah jadi orang kaya dia sekarang.”
"Iya betul! Orang londo kan kaya - kaya pastinya! Terus emang ada kita denger sih, ada dua mobil bagusnya bukan main yang parkir di deket jalanan menuju persawahan."
“Alah paling dia kerja sama itu orang londo!”
---
“Ah yakin aku mah itu orang londo adalah majikannya si Gadis yang ga tau diri itu!”
“Ih siapa tau suaminya Gadis malah yang orang londo itu? –“
“Ga mungkin! Mana bisa Gadis dapetin orang londo begitu?! Cantik aja, cantik aku. Lagian ga punya malu banget dia dateng lagi ke sini abis bawa kabur harta peninggalan bapaknya yang udah dikasih ke ibu aku!”
“Iya betul! Paling dia ke sini cuma mau sok pamer doang sama kamu, Mad!”
“Iya pasti begitu!”
“Ah aku sih masih ga percaya Gadis sampe kabur bawa lari harta bapaknya yang kamu bilang udah dikasih ke ibu kamu itu. Gadis itu santun orangnya dari kecil.”
“Jangan sok tau! Aku itu lebih tau dari kalian karena aku kan tinggal bareng dia! Jadi aku tau aslinya si Gadis yang sok kecakepan itu gimana! – Lagian, coba aku kemaren ga pergi ke kota sama Ibu. Pasti udah aku temuin dia buat minta pertanggung jawaban balikin harta kami yang dia curi!”
---
“Emang kamu ga tau kalo si Gadis ke sini kemaren, Sar? .. kan kamu di kampung aja ga kemana – mana kemaren .. iya kan? –“
“Hehe tau sih. Cuma lupa bilang ke kamu dan Uwa, Mad.”
“Ih gimana sih?! Ada kabar sepenting itu bukannya buru – buru kasih tau aku dan Ibu?! ..”
“Ya maap. Aku kemaren dikeremin sama Kang Asep, jadinya aku lemes ga bisa kemana – mana lagi selain di kasur –“
“Dasar! ..”
“Tapi iya Mad, kemaren kalo aku inget – inget, selain emang ada dua mobil yang kayaknya bagus keparkir di jalanan mau ke sawah, pakaiannya si Gadis tuh kayaknya mahal tau, Mad.”
“Alah! Paling di kasih itu sama majikan londonya.”
“Iya juga sih ..”
“Uh! Nyesel aku pergi ke pusat kota sama Ibu kemaren!”
“Ya jangan gitu juga Madya. Kamu kan anter Uwa berobat kemaren ke pusat kota juga? ..”
“Ya bukannya gitu, Sar. Kalo aku dan ibu ada di sini kemaren, aku bisa labrak itu si Gadis. Sekalian kan bisa permaluin dia di depan majikan londonya itu? abis itu aku dan ibu kan bisa paksa dia lagi buat tinggal di sini, biar kami ada pembantu gratis! ..”
“Iya juga sih .. kalo aja Kang Asep ga nyariin aku terus jadinya aku harus cepet – cepet pulang, aku bisa tuh tahan si Gadis sampe kamu dan Uwa balik ke sini. Mana aku juga ga sempet nanya lagi dia itu tinggal dimana sekarang –“
__ADS_1
“Kamu sih, asal udah berduaan sama suami kamu itu taunya ngangkang aja! –“
“Abis enak, Mad!”
“Amit!”
“Tapi iya aku nyesel juga sih, gara – gara ga bisa nahan si Gadis sampe kamu dan Uwa pulang.”
“Kamu sih doyan banget kelonan sama suami kamu! Sama – sama napsuan! Jadi hilang tuh kesempatan aku buat jadiin si Gadis pembantu gratis di sini! Ditambah kalo dia kerja sama orang londo kan gajinya pasti gede?! Bisa aku ambil aturan! –“
“Eh tapi kalo bos londonya Gadis itu kenal sama Pak Firman, ada kemungkinan si Gadis bakal dateng ke sini lagi kan, Mad? ..”
“Mudah – mudahan aja begitu! .. dan kalo sampe si Gadis emang dateng ke sini lagi, liat aja aku apain dia!”
***
***
“Vader ingin ikut juga menemaniku periksa kehamilan ke rumah sakit di pusat kota? ..” Gadis yang sudah nampak rapih dan bersiap akan pergi itu bertanya pada Ramone yang juga sudah nampak rapih dengan setelan jasnya.
“No my dear,” jawab Ramone. “Aku ada urusan di Ibukota. Mungkin akan menginap di sana dan akan kembali ke sini keesokan harinya. Aku hanya akan berangkat bersama dengan kalian dari sini di waktu yang sama kalian akan pergi ke rumah sakit –“
“Baiklah kalau begitu Vader .. hati – hati kalau begitu. Dan jangan lupa untuk membawa serta obat juga vitamin Vader lalu meminumnya dengan teratur seperti biasa .. lalu, jika urusan Vader menyangkut pekerjaan, Vader jangan terlalu – lalu bekerjanya ya? Aku akan menyalahkan diriku jika Vader jatuh sakit.”
Ramone langsung tersenyum lebar setelah mendengar cerocosan Gadis itu. “Kamu tenang saja, menantuku yang cantik dan perhatian, aku sudah menyimpan obat dan vitaminku di dalam saku jasku dan ini .. “
Ramone menunjuk seorang pria muda yang belum lama tiba di villa, dan kini sudah berdiri di sisinya setelah diperkenalkan Ramone sebagai seorang yang kurang lebih sama tugasnya seperti Devoss.
Hanya saja pria muda itu lebih banyak kerja di lapangan dan tidak menyertai Ramone.
Namun karena Devoss sedang menyertai Putra ke London, pria muda yang baru datang itu akan menggantikan tugas Devoss di sisi Ramone sampai pria itu kembali ke Indo bersama Putra, Damian dan Addison serta juga Danny.
“Dia yang akan mengingatkanku untuk makan dengan teratur serta juga meminum obat dan vitaminku ..” lanjut Ramone, dan Gadis tersenyum lega atas dasar memang Gadis tulus pada Ramone yang sudah ia anggap sebagai ayah mertuanya itu.
***
“Oh iya, Gar.”
Gadis yang sudah berada di dalam mobil dan hendak berangkat ke rumah sakit yang ada di pusat kota, menegur Garret yang posisi duduknya sama dengan kemarin saat mereka mengunjungi desa kelahiran Gadis.
Dimana Garret yang sedang memangku Anthony di kursi penumpang depan – sama seperti kemarin juga, langsung menanggapi Gadis yang barusan menegurnya itu. “Yes, Gadis? .. Apa kamu melupakan, sesuatu? ..”
Sementara Ramone telah lebih dulu meninggalkan villa belum lama, dengan mobil yang berbeda.
“If that so, just tell what is it. So Pak Abdul or others maid who get that for you ( Jika iya, katakan saja apa. Biar Pak Abdul atau pelayan yang lain yang mengambilkannya untukmu ) ..”
“No, Garret ..” sahut Gadis yang latah menggunakan Bahasa Inggris karena Garret barusan berujar dalam bahasa tersebut.
***
“I ( Aku ) –“
“As I said, bicara saja -- dengan Bahasa Indonesia, jika English menyulitkanmu. Kamu tahu betul, jika aku sudah menguasainya sekarang .. walau not as fluently as Putra and Vader ( belum lancar sekali seperti Putra dan Vader ) –“
“Iya, Garret,” tukas Gadis. “Aku sudah membawa yang aku perlukan,” sambungnya kemudian dengan Bahasa Indonesia. “Aku tadi hanya ingin bertanya, apakah semalam saat aku sudah tidur, Putra ada menghubungi? ..”
Gadis bertanya dengan penuh harap pada Garret, dimana pria itu langsung saja melipat bibirnya. “No, Gadis. No call from him last night. And I also still unable to contact them ( Tidak, Gadis. Tidak ada telepon darinya semalam. Dan aku juga masih belum dapat menghubungi mereka )”
“I see ( Begitu ya ) –“
***
Garret, termasuk juga Bruna. Menarik tipis sudut bibir mereka saat melihat ekspresi sendu Gadis selepas Garret menjawab pertanyaannya tadi, dimana Bruna langsung menelusupkan tangannya ke satu tangan Gadis, lalu menggenggamnya lembut – tanda, jika Bruna memahami perasaan Gadis terkait Putra yang memang sudah beberapa hari belakangan tidak memberi kabar sama sekali.
“But don’t you worry ( Tapi kamu jangan khawatir ), Gadis ..”
__ADS_1
Garret yang sudah memiringkan tubuhnya, dengan juga diikuti Anthony itu dan sedang bersama memandangi Gadis – berkata untuk menenangkan Gadis.
“I believe Putra are okay. He just might be too focus to finish our ‘business’, so he can fastly comeback here ( Aku percaya Putra baik – baik saja. Dia kemungkinan terlalu fokus untuk menyelesaikan ‘urusan’ kami, agar dapat segera kembali ke sini ) ..” kata Garret lagi. "Aku sudah sering mengatakannya -- padamu, bukan?"
Gadis pun mengangguk seraya tersenyum, setelah mendengar perkataan Garret barusan. Dan Garret pun membalas senyuman Gadis dengan hal yang sama. Setelahnya, Anthony ikut juga angkat suara. “Papa Putra is very strong ( Papa Putra itu sangat kuat ), Mama ..” kata Anthony. “So Mama, don’t worry, okay? .. ( Jadi Mama jangan khawatir, ya )? ..”
Anthony juga menyempatkan diri untuk menepuk – nepukkan pelan tangan kecilnya di atas satu punggung tangan Gadis.
“And don’t be sad, because I don’t want Mama get sick when Mama think that something bad happen to Papa Putra. Beside i don’t like to see Mama being sad ( Dan jangan bersedih, karena aku tidak ingin Mama sakit saat Mama memikirkan jika sesuatu yang buruk dialami oleh Papa Putra. Selain aku juga tidak suka melihat Mama bersedih )”
Dimana Gadis dan Bruna langsung saja mengurai senyuman mereka, yang tingkahnya bak seorang pria dewasa – namun juga begitu manis adanya.
“Mama have to be happy all the time, so the baby inside your belly will be happy too if Mama is feeling happy. And so do I. I will soo happy if Mama, Papa and all of my parents also Opa are happy ( Mama harus bahagia setiap waktu, karena bayi di dalam perut Mama akan bahagia juga jika Mama bahagia. Dan begitu juga aku. Aku akan saangat bahagia jika Papa, Mama dan semua orang tuaku serta Opa juga bahagia )”
Membuat Gadis menjadi gemas saja pada bocah tampan itu.
Selain hati Gadis, Bruna serta Garret – menghangat setelah mendengar ucapan Anthony tadi.
“Terima kasih, Anthony sayang ..”
“Te – rima kasih kembali, Mama Gadiiissss .. I love you, and I love you too Madre.”
Anthony membalas ceria ucapan Gadis sebelumnya. Sambil Anthony menunjuk juga pada Bruna.
Hingga Gadis, Bruna dan Garret jadi tersenyum lebar.
“And how about me? ( Lalu bagaimana denganku? )” celetuk Garret.
“Uumm,” Anthony tidak langsung menjawab celetukan Garret yang berupa pertanyaan itu.
Anthony memasang ekspresi nampak sedang berpikir keras.
“I think I love you if you buy me a big box of ice cream ( Aku rasa aku menyayangimu jika aku dibelikan sekotak besar es krim olehmu ), Daddy Garret ..”
Membuat Garret jadi tertawa mendengarnya, begitu juga Gadis dan Bruna.
***
Beberapa jam kemudian,
“Apa kamu tidak merasa lelah, Gadis? ..”
Garret yang bertanya pada Gadis, selepas mereka dalam perjalanan pulang setelah memeriksakan kandungan Gadis di rumah sakit yang berada di pusat kota.
Lalu mengajak Anthony berkeliling di pusat kota yang tidak seramai Ibukota itu, selepas Gadis telah menyelesaikan pemeriksaan kehamilannya.
“Tidak kok, Gar,” jawab Gadis pada Garret. “Aku masih ingin melepas rindu di desaku itu. Selain, aku ingin memberikan tanda terima kasih, pada seorang teman yang sangat baik padaku, saat aku tinggal di sana.”
***
***
SPOILER :
“Have you connect the line ( Apa kamu sudah menghubungkan sambungan ) –“
“Mister Putra ..”
“What’s wrong ( Ada apa ), Thom? .. You look nervous? ( Kau terlihat gugup? ) –“
“Your wife, got an accident, Sir ( Istri anda, mengalami kecelakaan, Tuan ) –“
******
To be continue ..
__ADS_1