LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 319


__ADS_3

Happy reading ...


*****


England,


Putra telah masuk ke dalam mobil yang siap membawanya pergi.


Garret pun mengekori Putra untuk masuk ke dalam mobil yang sama, yang ditumpangi oleh salah seorang saudara angkatnya itu.


“Vash,” Putra memanggil seorang anak buah yang merupakan kakak dari salah satu anak buahnya yang paling kompeten.


“Yes, Sir? (Ya, Tuan?)” sahut Vash dengan cepat dan santun.


Pria itu juga lebih mendekat kepada Putra yang telah duduk di kursi penumpang belakang. Dengan Vash yang kemudian merundukkan tubuhnya untuk dapat lebih jelas mendengarkan perkataan Putra.


“You go first to Kingsley Smith’s Mansion, then clear up the side near of the lake (Kau pergi duluan ke Mansionnya Kingsley Smith, lalu amankan bagian di dekat danau)”


****


Vash sedikit mengernyit selepas Putra berucap seraya memberikannya perintah.


“I have a secret entrance on that side, and all you need to do is just like what I’ve told you (Aku memiliki jalan masuk rahasia di bagian itu, dan yang kau harus lakukan adalah seperti apa yang aku katakan padamu tadi)”


“Alright then, Sir (Baiklah, Tuan)”


Vash dengan segera menyahut.


“But before that, Sir. If I’m not coming for about ten minutes, it means Jaeden adding some of men, regarding of the chaos at his side because of you (Tapi sebelum itu, Tuan. Jika saya tidak datang setelah sekitar sepuluh menit, itu artinya Jaeden menambah orang sehubungan kekacauan yang anda lakukan pada pihaknya)”


“......”


“For at least I need to make them ‘busy’ by my own, because none who ever stay or worked inside the Mansion are left, Sir. Jaeden even killed all of the maids of Kingsley’s Smith of his Mansion.”


(Setidaknya saya harus membuat mereka ‘sibuk’ oleh saya sendiri, karena mereka yang tinggal atau bekerja di dalam Mansion itu tidak ada lagi yang tersisa, Tuan. Jaeden bahkan membunuh semua pelayan di Mansion milik Kingsley Smith itu)

__ADS_1


Putra sedikit terhenyak mendengar apa yang barusan Vash sampaikan mengenai pembunuhan lain lagi yang dilakukan oleh Jaeden kepada semua pelayan di dalam Mansion keluarganya almarhum Rery tersebut. Bertambah lagi geram di hati Putra pada Jaeden, karenanya.


Karena setidaknya, para pelayan lama di Mansion Kingsley Smith itu ia kenal semuanya, dan cukup dekat dengan beberapa diantaranya, terutama para pelayan lama. Jadi mendengar orang-orang itu telah dibunuh Jaeden, Putra geram sekaligus tercubit hatinya.


“All of workers there now, all of them are new. Choosing by Jaeden himself, also from some of people that he trust (Semua pekerja disana, kesemuanya adalah orang baru. Jaeden sendiri yang memilih mereka, juga dari beberapa orang yang dia percaya)” tutur Vash.


Putra pun manggut-manggut.


“I Got that (Aku paham)” kata Putra setelahnya.


****


Putra dan kawanannya sudah menempuh jalan berbeda, namun tetap untuk satu tujuan, membalaskan dendam untuk kematian Rery dan para saudara mereka yang dihabisi Jaeden tanpa ampun di Ravenna, Italia.


Putra sendiri, saat ini sudah dalam perjalanan menuju sebuah bangunan, yang seharusnya ditinggali oleh Rery dengan nyaman dan tentram, jika saja almarhum ayah Rery tidak membawa seorang Jaeden Zepeto masuk ke dalam kehidupan mereka.


Kingsley Smith’s Mansion.


Bangunan tempat tinggal mewah nan megah yang merupakan peninggalan turun temurun dari pendahulunya.


Bangunan yang Putra kenal dengan sangat seluk beluknya. Bangunan yang seharusnya ditinggali oleh Anthony dan kedua orang tuanya.


Bahkan Anthony sendiri hampir juga kehilangan nyawa, karena perbuatan orang yang sama yang telah membunuh kedua orang tuanya. Tapi untung saja hal itu tidak sampai terjadi, Anthony selamat karena bantuan banyak orang di Ravenna yang memang menghormati Rery yang baik pada semua orang di sana.


****


Jika saja Anthony tidak mengalami trauma berat setelah tragedi yang menimpanya, mungkin saat itu, setelah mengetahui apa yang terjadi pada Rery dan keluarga kecilnya di Ravenna-berikut para saudara Putra yang pro dan setia pada Rery seperti dirinya, Putra akan langsung memburu Jaeden tanpa berpikir lagi.


Tapi nyatanya, Anthony yang yatim piatu itu, lebih membutuhkannya menjadi pengganti sang ayah yang telah tiada. Dan semakin hari pula, Anthony, Putra rasakan sekali begitu menyayangi dan membutuhkannya.


Untuk itu Putra berpikir jika dirinya tidak boleh gegabah dalam bertindak.


Anthony adalah prioritas utama dalam hidupnya, selain dari Gadis. Namun Putra juga tidak melupakan begitu saja perbuatan Jaeden pada kedua orang tua Anthony dan mereka yang Putra sebut sebagai saudara.


Ada dendam yang harus Putra balaskan untuk mereka pada orang yang telah menghabisi mereka semua tanpa ampun. Dimana, pembalasan dendam yang Putra rencanakan dengan sangat matang, dan sudah mulai direalisasikan oleh Putra sekarang ini.

__ADS_1


Sudah lebih setengah jalan.


Dan hanya dalam hitungan jam, Putra akan menghadapi sumber dendamnya itu.


Jaeden Zepeto.


****


Satu jam kemudian, Putra telah berada di area yang dekat dengan Mansion Kingsley Smith. Vash yang belum memasuki ke area dalam lingkungan Mansion tersebut, turun dari dalam taksi yang ia gunakan setelah dari markas mereka tadi.


Sengaja Vash memang tidak menggunakan kendaraan yang ia kendarai sendiri saat pergi ke markas tadi, yang bahkan ia menggunakan transportasi umum untuk mengecoh seandainya ia sedang dicurigai atau diikuti. Meskipun Vash berangkat dari flat miliknya, dikarenakan dari semalam ia sedang libur bertugas di Mansion milik Kingsley Smith tersebut.


Namun Vash akan bertugas kembali dalam dua jam ke depan.


Sejauh dari pengawasan Vash yang sama kompeten dengan adiknya, Richard.


Dari Vash pergi hingga sampai ke markas, lalu kembali lagi ke daerah tempat sebuah flat yang ia tempati itu berada, semua aman-aman saja.


Putra dan Garret yang mengekori Vash dengan sangat berjarak pun, juga awas dengan mata mereka, berikut dua orang anak buah yang berada di satu mobil yang sama dengannya.


Dan sepertinya aman-aman saja, tidak ada yang mencurigakan di sekitar Vash, dimana Putra dan Garret juga berkordinasi dengan markas melalui alat komunikasi intern mereka melalui satu anak buah yang ditugaskan memegangnya.


Situasi aman terkendali.


Hanya Vash saja yang tidak membawa alat komunikasi di tangannya, selain paper bag yang berisi sepatu baru, yang tetap memiliki satu perangkat rahasia di bagian bawah salah satu dari sepasang sepatu tersebut.


****


Vash nampak masuk ke sebuah bangunan yang merupakan sebuah flat tersebut, dan Putra memperhatikannya, kemudian mobil yang ia tumpangi bergerak pelan, dan berhenti sejenak di pinggir jalan tempat dimana bangunan flat yang barusan dimasuki oleh Vash.


Dan selang satu menit kemudian, Putra menyuruh satu anak buahnya yang duduk di kursi penumpang depan, untuk turun dan masuk ke flat yang sama dengan Vash.


“Comeback here fastly (Kembali kesini dengan cepat)”


Putra berucap sebelum anak buah yang ditugaskannya itu keluar dari mobil.

__ADS_1


********


To be continue..


__ADS_2