
Happy reading.....
**************
London, England,
*“**I wonder, what did you guys do to that fake Freta**( Aku penasaran, apa yang telah kalian lakukan pada si Freta palsu ) ..”—Damian.*
“Ask him, it’s him who took care about her ( Tanya dia, yang mengurus wanita itu adalah dia ) –“—Putra.
“Just adhere to what my Boss said ( Hanya mematuhi apa yang Bosku bilang ) -- “To send her to meet her twins ( Untuk mengirimnya menemui kembarannya ) ..” —Garret.
“What a mean guy you both are ( Anda berdua kejam sekali ), Tuan Putra, Tuan Garret ..“—Damian.
****
“Is that jackass still with those lowly human or not? ( Apa si keledai itu masih bersama para manusia menyedihkan itu atau tidak? )”
Hizkia melontarkan pertanyaan dengan sedikit sarkasme, yang mana kalimat sarkasme itu tertuju pada Jaeden dan para sekutu pria itu yang masih berada di dalam hotel.
“Don’t know and don’t care ( Tidak tahu dan tidak peduli )”
Putra yang cepat menyahut acuh atas pertanyaan Hizkia barusan.
“Papa Putra was right ( itu benar ) ..”
Damian pun ikut berkomentar, lalu terkekeh kecil. Sementara Hizkia dan empat lainnya mendengus geli.
“All we need to care about that m*therf*cker and those lowly human are when all of them left this place. That m*therf*cker Jaeden especially ( Semua yang perlu kita pedulikan tentang si keparat dan para manusia rendahan itu adalah saat mereka meninggalkan tempat ini. Si keparat Jaeden terutama )”
****
“So the guy names Holmes and his son will take care of those lowly human who stand with that m*therf*cker? ( Jadi pria bernama Holmes dan anak lelakinya yang akan mengurus para manusia rendahan yang bersama si keparat itu? ) –“
“Yes.”
Damian mantap menjawab pertanyaan Garret barusan.
“So we don’t need to waste our energy for those lowly human ( Jadi kita tidak perlu membuang tenaga untuk para manusia rendahan itu )”
“I’m still curious ( Aku masih penasaran ) ..” cetus Hizkia.
“About? ( Tentang? ) –“
“If Garret already killed that jackass’ wife, why there’s no a little bit chaos from him? ( Jika Garret telah membunuh istri si keledai itu, mengapa tidak ada sedikit keributan darinya? ) –“
Hizkia kembali berucap seraya ia bertanya, sambil memandang pada Putra dan kemudian melemparkan pandangan ke empat pria lainnya yang ada dihadapan Hizkia itu ---- yang kini rasanya sudah harus Hizkia sebut dengan saudara.
Garret mengulas senyuman tipis kemudian.
“I’ll don’t mess with blood and I put her on the bed\, with two empty bottles of Brandy and Whiskey on the bedside. If he’s not like Putra to his wife\, I’m sure that m*therf*cker won’t realized that his wife is already sleeping like forever ( Aku tidak bermain dengan darah dan aku meletakkan wanita itu di atas tempat tidur, dengan dua botol Brandy dan Whiskey di nakas sampingnya. Jika dia tidak seperti Putra pada istrinya, aku yakin dia tidak akan menyadari jika istrinya itu sudah tidur untuk selamanya )”
****
“I’m sure he won’t, because their relationship even married was for mutualism symbiosis only.”
( Aku yakin tidak, karena hubungan mereka meskipun menikah hanya untuk hubungan saling menguntungkan saja )
Damian angkat suara, sisanya manggut-manggut setuju dengan pendapat Damian. Kemudian saling bersiap masuk ke dalam mobil yang akan ke enam pria yang sedang berkumpul itu tumpangi masing-masing atau berpartner.
“Dev you go with Dami to take care that jackass names Gaines ( Dev kau ikut dengan Dami untuk mengurus keledai bernama Gaines )” ucap Putra pada Devoss saat ia hendak memasuki mobil yang akan ia tumpangi bersama Accursio.
Devoss pun mengangguk mengiyakan. “As your command, Boss ( Sesuai perintahmu, Bos ) .....”
“Sir, Yona and our men who espouse her are ready ( Tuan, Yona dan orang-orang kita yang bersama dengannya telah siap )”
****
“Are you sure that he will go back to Kingsley Smith’s mansion from there? ( Apa kau yakin dia akan kembali ke mansionnya Kingsley Smith dari sana? ) –“
__ADS_1
“Very sure..”
Putra menjawab dengan sangat yakin pertanyaan Accursio yang berada di satu mobil yang sama dengannya itu.
“Because he has something that become a reason for him to go back there ( Karena dia memiliki sesuatu yang menjadi alasan untuknya kembali ke sana ) –“
“Even if he knows that you were there? ( Meskipun dia tahu kau ada di sana? ) –“
“He won’t know about it ( Dia tidak akan tahu soal itu ) –“
“I’m not sure about that ( Aku tidak yakin akan hal tersebut )”
Accursio tersenyum miring.
“Because we’ve been followed ( Karena kita sedang diikuti )”
***
Putra segera menoleh ke arah belakang melalui kaca mobil yang ada di belakangnya dan Accursio.
Hanya sebentar saja Putra menoleh ke arah belakang. Itupun dengan bersikap tenang, meski memang ada satu mobil yang mengikuti di belakang mobil yang Putra tumpangi bersama Accursio dan dua anak buah mereka itu.
Putra lalu duduk lagi dengan landai di tempatnya, setelah ia sebentar menoleh ke arah belakang mobil.
“But seems that they’re who were inside that car, will be another human with very bad luck today ( Tapi sepertinya mereka yang ada di dalam mobil tersebut, akan menjadi tambahan manusia yang memiliki nasib yang sangat buruk hari ini )”
“They’re mistake following a wrong man ( Kesalahan mereka yang mengikuti pria yang salah )” ucap Putra yang kemudian memejamkan matanya.
Lalu sepersekian detik berikutnya, suara keras seperti sebuah tabrakan hebat terjadi di belakang mobil yang Putra dan Accursio tumpangi.
“Let me know if we already arrive at Kingsley’s mansion ( Beritahu aku jika kita sudah sampai di mansionnya Kingsley )” ucap Putra selepas suara keras yang memang adalah sebuah tabrakan yang terjadi di belakang mobil yang sedang ia tumpangi bersama salah satu saudaranya dan dua orang anak buah yang ada di kursi depan.
Sahutan mengiyakan terdengar dari dua anak buah yang ada di kursi depan mobil yang Putra dan Accursio tumpangi, atas respons mereka terhadap ucapan salah satu tuan mereka itu yang sepertinya sedikit mengantuk.
“Sometimes I wonder how the shape of your brain until you can make those plans with so well and fast ( Terkadang aku berpikir bagaimana bentuk otakmu sampai kau bisa membuat banyak rencana dengan baik dan cepat )”
Putra hanya mendengus geli mendengar celotehan pelan satu saudaranya itu. Lalu memikirkan dua orang tercintanya yang ada di benua berbeda darinya saat ini, Anthony dan Gadis. Dua orang yang sudah tidak sabar ingin Putra temui dengan segera. ‘How I miss both of them mostly ( Betapa aku sangat merindukan mereka berdua di atas segalanya )’
****
Sebagaimana Putra yang memiliki dendam pada Jaeden dan mereka yang telah berkhianat pada Kingsley Smith selaku ayah kandung Rery yang telah dibunuh oleh Jaeden termasuk juga istri Rery yang tewas lebih dahulu karena menghadang peluru yang dimuntahkan Jaeden dari pistolnya kala pria itu hendak menembak Rery dikali pertama, Damian kiranya sama seperti Putra yang memiliki dendam pada Jaeden yang juga telah menghabisi ayah dan kakak lelakinya meski Jaeden menyuruh orang lain untuk melakukannya.
Selain sakit hati karena Jaeden telah membunuh dua orang yang Damian kasihi, Damian juga seperti halnya Putra dan para saudaranya yang lain --- sakit hati atas kematian Rery dan Madelaine, istri Rery --- termasuk juga sakit hati dengan apa yang pernah menimpa Anthony, dimana bocah tampan kesayangannya dan semua orang yang pergi ke Indonesia serta tinggal bersama di negeri kaya budaya tersebut --- telah pernah mendapatkan percobaan pembunuhan dari Jaeden dengan cara yang kejam untuk ukuran menghabisi seorang anak kecil.
Dan bagaimana halnya Putra serta saudara-saudaranya yang lain berikut satu saudari, sakit hati Damian tidak hanya terarah kepada Jaeden. Tapi juga kepada para pengkhianat dari pihak Kingsley Smith yang kini bersekutu dengan Jaeden untuk menguasai harta kekayaan keluarga Kingsley Smith serta memanfaatkan nama besar keluarga dari almarhum Rery tersebut.
Dimana satu dari pengkhianat yang paling ingin segera dihabisi --- karena satu pengkhianat tersebut cukup dipercaya juga oleh Kingsley Smith dan Rery, namun nyatanya ia ikut andil dalam pembunuhan keduanya meski tidak secara langsung --- sedang diintai dan ditunggu oleh Damian bersama Devoss beserta beberapa orang mereka keluar dari dalam hotel tempat mereka berada tadi.
“He’ll be out in few minutes through behind door ( Dia akan keluar dalam beberapa menit lagi melalui pintu belakang )” ucap seorang pria dengan pakaian khas pria Inggris di tahun 1919 – an, yang menyambangi Damian sambil ia menyesap rokoknya. Seorang yang cukup ditakuti namun juga disegani di daerah tempat tinggalnya.
Damian yang sedang duduk di dalam mobil itu menoleh pada pria bernama Tommy tersebut seraya ia tersenyum dari tempatnya.
“My boys were already spread out to the places that you were told. So you guys might go on unclench ( Orang – orangku sudah menyebar ke tempat – tempat yang telah kau katakan. Jadi kalian dapat jalan dengan santai )”
“For a bastrd you quite enough realiable ( Untuk seorang bajngan kau cukup dapat diandalkan )....”
“Haha....”
“Maybe I talk to Putra later to give you a bonus.”
( Mungkin akan aku bicarakan dengan Putra nanti untuk memberikanmu bonus ).
Pria bernama Tommy itu kembali tertawa dengan renyah selepas Damian berceloteh.
“Well if that so, better you ask Putra to take me as his student than give me more money --- so I can have even one percent of brilliant things in his brain ( Yah jika memang begitu, sebaiknya kau tanyakan pada Putra untuk mengangkatku sebagai muridnya daripada memberikanku sejumlah uang --- jadi aku dapat memiliki hal brilian dalam kepalanya walau hanya satu persen )”
Gantian Damian yang tertawa renyah bersama Devoss, selepas mendengar celotehan pria dengan penampilan ikonik tersebut.
****
__ADS_1
“He’ll getting outside.”
( Dia akan segera keluar ).
Pria bernama Tommy itu berbicara, selepas ia melihat ke satu arah.
Damian pun sontak mengangguk samar. “See you soon then ( Sampai jumpa secepatnya kalau begitu ) –“
“Alright ( Baik ) –“
**
“What a nightmare that the man names Gaines has, today ( Sebuah mimpi buruk yang akan dialami pria bernama Gaines itu, hari ini )”
Devoss bersuara, kala mobil yang ia tumpangi bersama Damian telah melaju dengan pelan menuju ke arah yang tadi disebutkan oleh Tommy.
Damian pun menyungging miring. “He even won’t have time to dream tonight ( Dia bahkan tidak akan memiliki kesempatan untuk bermimpi malam ini )”
Lalu Damian berucap kemudian.
****
“Dam---Damian..”
Seseorang yang mobilnya Damian masuki dengan tiba – tiba bersama Devoss tergagap selain terkejut atas kehadiran Damian di dalam mobil pribadinya.
Damian menyapa santai seraya tersenyum pada pria yang adalah Gaines tersebut.
“Hei, Gaines.”
Yang orangnya kemudian melirik ke arah kursi depan mobilnya selepas ia melirik kepada Devoss sebelum Damian menyapanya.
****
“If you’re looking for your men, I told my men to send them for a ‘holiday’. So my men who will replace their duties ( Jika kau mencari orang-orangmu, aku meminta orang-orangku untuk mengirim mereka ‘liburan’. Jadi orang-orangku yang akan menggantikan tugas mereka )”
Damian berucap selepas ia menyadari jika Gaines nampak keheranan melihat dua orang yang ia rasa berbeda, berada di kursi depan mobil. Yang mana kedua orang tersebut Gaines yakini adalah bukan anak buahnya. Yang merupakan seorang supir dan seorang bodyguard.
“W---what are you doing? ( A---apa yang mau kau lakukan? )” gagap Gaines yang wajahnya perlahan nampak menjadi sangat gugup.
“Take you to ‘talk’ ( Mengajakmu ‘bicara’ )-“
“T-talk? ..” tukas Gaines yang sudah kian gugup itu.
“Yes ( Iya )”
****
“But ( Tapi ) ..”
Damian mengangkat tangannya saat Gaines hendak bicara.
“I think I’m going to his place, cause that will make an easy alibi ( Aku pikir aku akan ke tempatnya, karena itu akan membuat alibi yang mudah )”
Lalu Damian berbicara di alat komunikasinya dengan kawanan dengan lugas.
“But Putra said you all want to take a rest ( Tapi Putra tadi mengatakan kalian akan beristirahat )” Gaines bersuara lagi, selepas Damian nampak selesai berbicara di alat komunikasi tersebut yang kemudian Damian berikan pada Devoss.
“Later, after I finish ‘talk’ with you ( Nanti, setelah aku selesai ‘bicara’ denganmu ) ..” Damian menyahut, menanggapi ucapan Gaines. “Um I correction, after I punish you ( Um aku ralat, setelah aku menghukummu )” ucap Damian lagi sambil memandang sinis pada Gaines. “You're f*ck*n' Traitor ( Dasar kau pengkhianat keparat )”
“No Damian, I told that I ( Tidak Damian, aku telah mengatakan jika aku )-“
“Shut up ( Diamlah )!”
Damian menyambar ucapan Gaines yang hendak berkilah, dengan langsung memukul kepala Gaines dengan keras.
Hingga Gaines langsung tidak sadarkan diri. Yang kemudian tubuhnya Damian jatuhkan di sela kursi penumpang belakang di bawah kaki Damian dan Devoss begitu saja.
Namun Gaines tetap dibiarkan hidup oleh Damian dengan memperkirakan pukulannya tadi pada pria itu, karena Damian ingin menyiksa Gaines dulu sebelum pria itu ia biarkan mati dengan cara yang sudah ada di kepala Damian.
__ADS_1
******
To be continue ....