
Happy reading.....
London, Inggris ....
“Jaeden Zepeto” ucap Putra dengan penekanan. “Is not more than just a fraudster ( Tidak lebih dari seorang penipu ) ..“ Putra menegaskan dengan penuh keyakinan sambil menatap dengan sunggingan senyum kepuasan kepada Jaeden, namun mata Putra menyorot tajam pada pria itu.
“You ..” gumam Jaeden sambil matanya juga menyorot pada Putra yang telah mempermalukannya dengan sangat seperti itu, bahkan sepertinya Putra akan membuat sebuah opini publik yang akan menyoroti dirinya dengan sangat buruk melalui para juru berita yang Jaeden undang ke dalam sebuah konferensi pers gagasannya.
Tapi alih-alih mendapat pengakuan dan sambutan baik serta terhormat terutama dari publik London, Jaeden malah dibuat jatuh harga dirinya oleh Putra dengan telak di hadapan para juru berita yang ia undang.
Dimana berita soal semua yang terjadi dalam konferensi yang Jaeden adakan dan seharusnya menjadi momen untuk memamerkan statusnya sebagai penerus Kingsley Smith termasuk menguasai harta kekayaan ayah kandung Rery itu, nyatanya konferensi tersebut menjadi bumerang tajam untuk Jaeden.
Dan diyakini dengan sangat, berita soal isu buruknya seorang Jaeden Zepeto, akan mencuat seantero London esok hari --- bahkan kemungkinan akan mencuat ke seantero negeri, dan tudingan akan sampai ke wajah Jaeden dari publik London, bahkan Inggris yang tahu sekali tentang Kingsley Smith yang nama besar serta kekayaannya itu sudah turun temurun --- hingga nama keluarga Kingsley Smith begitu tersohor di London bahkan Inggris.
“We will fight for this, for your insultment ( Kami akan melakukan perlawanan, untuk penghinaan kalian )-“
“Mister George ( Tuan George )” tukas Putra saat pria yang memiliki julukan ‘Pria Chicago’ darinya dan kawanan itu bersuara dengan tatapan geram padanya.
Putra tersenyum miring, sebelum ia berbicara lagi.
Dimana para juru berita kembali fokus pada Putra.
“I’m sorry for not knowing your last name, since that’s not important for us also.”
“( Maafkan aku yang tidak mengetahui nama belakangmu, karena itu tidak penting juga untuk kami )”
Putra mendengus remeh.
Tentu saja, Damian-Garret-Hizkia dan Accursio pun ikut mendengus remeh seperti Putra.
Sementara pria yang disebut namanya oleh Putra tadi, menatap Putra dengan penuh kebencian.
Pria Chicago itu nampak akan berbicara lagi.
“But for sure we know, that is not only Casino --- business that you run here ( Tetapi satu hal pasti kami tahu tentangmu, bahwa tidak hanya Kasino --- bisnis yang kau jalankan di sini ) ..”
Namun Putra telah keburu bicara duluan, sambil menatap datar pada Pria Chicago tersebut.
Dan sekali lagi, ucapan Putra itu mengundang keingintahuan yang besar dari para juru berita yang belum hengkang dari tempat konferensi, meskipun beberapa dari mereka telah diusir oleh anak buah Jaeden dan sekutunya --- saat para juru berita tersebut mulai mencecar Jaeden dan sekutunya selepas ucapan-ucapan Putra sebelumnya.
“Feel free as I said before, to sue us on the court. Because we also feel glad to show on court what kind a person you are, also the business you run here except Casino ( Silahkan saja seperti yang sebelumnya aku katakan, menuntut kami di pengadilan. Karena kami pun akan merasa senang hati untuk menunjukkan di pengadilan nanti tentang siapa kau yang sebenarnya, termasuk bisnis yang kau jalankan di sini selain Kasino )”
Sekali lagi Putra mengintimidasi lawannya dengan kata-kata yang terdengar misterius, namun cukup lagi untuk membuat sebuah opini publik tentang sebuah pendapat buruk pada mereka yang Putra sedang intimidasi dengan setiap kalimat yang ia ucapkan itu.
“You ..”
__ADS_1
Pria Chicago itu menggumam, nampak mengepalkan tangannya.
“Also, we know who are those people that running the business with you.”
“( Tentunya juga, kami tahu siapa-siapa saja mereka yang menjalankan bisnis tersebut denganmu )”
****
“How I enjoy this moment ( Betapa aku menikmati momen ini )” gumam Putra saat Jaeden dan para sekutunya kini sedang dicecar wartawan, dengan wajah Jaeden yang sudah tak karuan ekspresinya.
Dan bukan hanya Jaeden saja yang wajahnya sudah tidak karuan ekspresinya, tapi semua yang berada di pihak Jaeden. Yang dibuat salah tingkah oleh Putra dengan kalimat-kalimat misterius namun kesan intimidasi untuk membuat sebuah opini publik yang buruk atas orang-orang tersebut.
“Let’s have some drinks first, before we chase those rats ( Ayo kita minum dulu, sebelum kita mengejar para tikus itu ) ..“
“How can I refuse that? ( Bagaimana aku bisa menolaknya? )” respon Putra atas ucapan Damian barusan, sambil Putra tersenyum lebar.
Dan sekelompok pria terhormat yang akan mulai kembali menunjukkan eksistensinya itu --- terutama mereka yang sebelumnya cukup dikenal oleh publik London dan menghilang selama beberapa saat, pun kemudian melipir ke sebuah bar yang ada di dalam hotel tempat mereka berada itu.
Meninggalkan Jaeden dan orang-orangnya sedang dihadang oleh para juru berita, dan nampak kewalahan untuk mengatasi cecaran juru berita tersebut yang bahkan menghadang jalan Jaeden dan komplotannya, meski beberapa pengawal pribadi pria target utama Putra itu sudah berusaha menghadang para juru berita yang mencecar sang tuan.
“What an awesome show ( Sungguh pertunjukan yang menakjubkan )” Devoss yang sedari tadi berada berjarak dari Putra dan mereka yang bersamanya saat konferensi, kini sudah bergabung dengan kelima pria yang tadi muncul di depan para juru berita untuk membuat beberapa pernyataan yang memojokkan Jaeden dan para sekutunya.
Putra, Damian, Garret, Hizkia dan Accursio sontak tersenyum lebar saat mendengar ucapan Devoss barusan.
“Still waiting for another to become her ‘sparing partner’ ( Masih menunggu lainnya untuk menjadi ‘rekan latihan’ nya )”
****
“However Dami, you looked very confidence. Meet Holmes?”
“( Ngomong-ngomong Dami, kau terlihat percaya diri sekali tadi. Bertemu dengan Holmes? )”
Putra bertanya pada Damian.
Damian mengulas senyuman setelah mendengar pertanyaan Putra. “Holmes himself come to me right when Edzard saw me in front of his eyes ( Holmes sendiri yang datang padaku tepat saat Edzard melihatku di depan matanya )”
“Really? ..” tukas Putra dan Damian mengangguk mantap.
“Edzard recognized me, and said that he had a very closed relation with Byron. Feel something’s wrong with his dead and dad, but hard to find the evidence that they were killed ( Edzard langsung mengenaliku, dan mengatakan jika dia memiliki hubungan dekat dengan Byron. Curiga ada yang salah dengan kematiannya dan ayah, namun sulit menemukan bukti jika mereka telah dibunuh )”
Lalu Damian berbicara panjang lebar.
Putra, Garret, Hizkia, Devoss dan Accursio mendengarkan dengan seksama.
“And I told Edzard the reason why I try to meet him and Holmes. The momenta after I gave him the list, and he called Holmes. After that he made an ordered by phone to take care the rest of people ( Dan aku mengatakan pada Edzard alasan mengapa aku ingin menemuinya dan Holmes. Setelahnya aku memberikannya daftar kita, dan dia menghubungi Holmes. Lalu memberi perintah di telefon untuk mengurus sisa dari orang-orang dalam daftar )”
__ADS_1
“......”
“And I told him about you .. what the real happened and the facts that you’re still alive. That’s why Holmes which still at his house come right meet me ( Lalu aku mengatakan tentangmu .. apa yang sebenarnya terjadi dan kenyataan bahwa kau masih hidup. Itulah mengapa Holmes yang masih berada di rumahnya langsung datang menemuiku )-“
Lalu Damian merogoh saku jasnya, dan mengeluarkan sesuatu dari sana.
“His kind of redemption of an appologize because was ever not pay attention to you. And he said to come by at his place right after we finish ( Bentuk penebusan kesalahan darinya untukmu karena sempat mengabaikan hal tentangmu. Dan dia mengatakan untuk mampir ke tempatnya setelah kita selesai )” tutur Damian.
Lalu Damian memberikan sebuah gulungan kertas kepada Putra, dimana Putra langsung membuka gulungan kertas tersebut dan membacanya.
“Do everything what you want to do, Holmes will do the rest ( Lakukan apa yang kau mau, Holmes akan membereskan sisanya )-“
Putra langsung mengulas senyuman setelah ia membaca isi dalam gulungan kertas yang tadi diberikan Damian padanya, sambil mendengarkan juga dengan seksama ucapan Damian.
Ada puas dalam hati Putra, karena sampai detik ini setiap rencananya tidak ada yang gagal.
Bahkan Putra mendapat sedikit lebih dari yang dia harapkan. “What a man who knows how to greatful ( Memang pria yang tahu berterima kasih )” puas Putra setelah melihat cap yang tertanda pada selembar kertas yang Damian berikan padanya itu.
Yang katakanlah jika cap tersebut ajaib, karena merupakan salah satu cap yang sangat berpengaruh di London.
****
“I’ll buy you guys all drinks in London if it’s necessary ( Aku akan belikan kalian semua minuman di London jika perlu ) ..” ucap Putra pada semua orang yang sedang duduk bersamanya saat ini. “But for now, just hold that first ( Tetapi untuk sekarang, tahan dulu )”
Putra lalu meneguk minuman dari gelasnya.
“I still have to go to Kingsley’s mansion\, to make sure that mo**erf*cker out from there with nothing ( Aku masih harus pergi ke mansionnya Kingsley, untuk memastikan jika keparat itu keluar dari sana dengan tanpa membawa apapun )”
“I take care Gaines then ( Aku yang mengurus Gaines kalau begitu )” tukas Damian. “Did you guys watch him when Putra cornered that mo**erf*cker? .. Seems that he wants to playing victim with us\, by become very quiet ( Apa kalian memperhatikan dia saat Putra sedang menyudutkan si keparat itu tadi? .. Sepertinya dia akan bersandiwara pada kita, dengan menjadi sangat pendiam tadi )-“
“Speak of the devil that ****n' @sshole* ( Panjang umurnya si bajingan itu )”
“I smell a foxy getting near ( Aku mencium bau rubah sedang mendekat )”
“Well I smell a person who will be a corpse not for long ( Kalau aku mencium bau seseorang yang akan menjadi mayat tidak lama lagi )”
****
To be continue...
Selamat tahun baru untuk kalian semua reader setia.
Semoga di tahun 2023 tercapai semua segala cita-cita.
Aamiin.
__ADS_1