LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 405


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


Indonesia,


“Kamu ga ada niatan mau nemuin mereka mumpung kamu disini, Dis? Sekalian menyelesaikan, kalo emang sebelum kamu pergi dari sini dulu, kalian ada masalah.” Ucapan dari seorang wanita berusia kisaran 40 tahunan yang sedang bersama Gadis, seraya wanita yang adalah istri Kepala Desa di desa kelahiran Gadis itu, bertanya pada yang bersangkutan.


Sesaat Gadis terdiam. Baru beberapa detik berikutnya Gadis bersuara untuk menanggapi ucapan serupa pertanyaan dari istri Kepala Desa di desa kelahiran Gadis itu.


“Nanti aku pikirkan dulu, Bu .. “


Yang Gadis katakan pada istri Kepala Desa tersebut.


“Soalnya ..“ tambah Gadis yang hendak melanjutkan jawabannya.


“Gadis? ..”


Namun sebelum Gadis menyelesaikan kalimatnya, sebuah suara perempuan terdengar memanggil Gadis dari belakangnya.


**


“Sari?..“ Gadis yang spontan menoleh itu, kemudian langsung menyebut satu nama.


Yang mana nama itu adalah nama perempuan yang Gadis langsung kenali siapa, setelah ia menoleh.


‘Ya ampun beneran si Gadis ini!’


Wanita bernama Sari itu berseru dalam hatinya.


“Ya ampun, Dis! Kamu kemana aja?! Uwa tuh nyariin kamu udah lama sampe sakit – sakitan saking mau minta maaf sama kamu.“


Kemudian dia yang Gadis sebut namanya itu langsung lagi bicara dengan menyambar lengan Gadis dengan antusiasnya.


“Aku—“


“Hayu atuh Dis pulang terus temuin Uwa ..“


**


“Begini, Sari—“


“SARI!”


Namun sebelum Gadis sempat bicara menanggapi wanita bernama Sari yang sedikit menarik tangannya itu, sebuah suara lantang terdengar dari satu arah.


“KAMU DICARIIN SUAMI KAMU TUH!” suara lantang itu terdengar lagi, dan wanita bernama Sari itu langsung mengaduh.


‘*Duh! Padahal aku mau ngorek informasi ngapain si Gadis ke sini, tapi kok kayaknya Wa Inu sama Madya ga tau— ah iya *pasti ga taulah si Madya ama Wa Inu soal ini si Gadis yang tau - tau nongol lagi di sini. Mereka berdua kan lagi ke pusat kota..'


“Sari!”


Seruan kecil itu menarik wanita bernama Sari tersebut dari lamunannya.


“Iya kenapa, Bu Iyah?” ucap Sari kemudian.


“Malah bengong. Tuh si Yani bilang kamu dicariin suami kamu! Udah sana!”


“Eh, iya. Iya.”


Sari yang manggut – manggut.


Lalu memandang Gadis dan menoleh ke arah orang yang berseru padanya dari jarak tertentu itu.


‘Duuh. Batal nih aku ngorek informasi dari si Gadis! ..’ batin Sari yang dilema untuk segera pergi dari hadapan Gadis. 'Paling engga aku harus tahan si Gadis ini sampe Uwa sama Madya pulang dari pusat kota.'


Namun pada akhirnya ia hengkang juga dari hadapan Gadis.


**


Kini, Empat orang yang tinggal di villa yang kini menjadi tempat tinggal permanen mereka bersama para anggota keluarga lainnya yang terbentuk karena suatu keadaan hingga memutuskan tinggal di villa tersebut bahkan dari sebelum Putra dan Anthony mengenal Gadis, telah kembali ke sana.

__ADS_1


“Jadi sebenarnya, maksud kamu meminta Pak Firman mengumpulkan orang – orang yang berhutang dan menggadaikan tanah mereka pada rentenir yang bernama Baskoro itu, untuk apa, Gar? ..”


Gadis yang terus merasa penasaran dengan maksud Garret seperti yang ditanyakannya barusan itu, kembali mencetuskan pertanyaan yang sama, yang sebelumnya ia tanyakan saat berada di desanya sore tadi.


“Katanya kamu kan tidak kenal dengan rentenir bernama Baskoro itu .. tapi kenapa kamu mengurusi mereka yang berhutang pada dia? Atau rentenir bernama Baskoro itu ada hutang kepada kalian, kemudian dia balik menggadaikan surat – surat tanah dan rumah milik orang – orang yang digadaikan kepadanya karena berhutang uang, kepada kamu – Putra dan kalian semua?”


**


“Slowly, Gadis.”


Menanggapi perkataan Gadis yang bertanya dengan kalimat yang panjang dalam Bahasa Indonesia itu, Garret meringis kecil.


Lalu Garret tersenyum geli setelahnya, sebelum ia merespon perkataan Gadis tersebut.


Gadis pun langsung cengengesan setelah mendengar sahutan Garret. Dimana Gadis sadar jika dia sedikit merepet, bertanya pada Garret barusan.


**


“Maaf jika ucapanku terlalu panjang, Gar. Aku penasaran soalnya. Hehe.”


Gadis lantas langsung meminta maaf pada Garret yang tersenyum menanggapinya.


Begitu juga Bruna dan Ramone yang tersenyum geli karena sikap kikuk Gadis yang nampak lucu di mata mereka.


Sementara Anthony sedang asyik menonton televisi, dengan empat orang tua yang sesekali melirik ke arah bocah tampan itu.


Sekaligus memperhatikan tontonan Anthony.


Karena televisi dalam villa, dapat menampilkan juga acara yang tidak hanya berasal dari negara yang ditinggali oleh Putra dan keluarga barunya itu sekarang.


“Aku, Putra, Dami dan Ad, serta juga Bru --- memang tidak pernah, mengenal pria bernama Baskoro itu --- sebelumnya.” Garret kemudian berkata tak lama Gadis cengengesan. “Hanya saja --- katakanlah, dia memiliki masalah dengan kami.”


“Apa dia berhutang pada kalian?” tukas Gadis bertanya, dan Garret memilin bibirnya kemudian sebelum menjawab Gadis.


“Well, dapat dikatakan seperti itu ..” jawab Garret. “Dan atas hal itu, kami menyita beberapa barang miliknya --- sebagai tebusan hutangnya pada kami .. dan surat – surat berharga itu adalah diantaranya—“


‘Surat tanah milik ayah dan ibuku kan juga digadaikan ke si rentenir itu? .. kalau memang Garret memiliki semua surat tanah milik orang – orang yang meminjam uang ke rentenir itu, apakah surat tanah milik ayah dan ibuku ada diantara itu surat – surat berharga yang sekarang ada di tangan Garret?’


**


Gadis kembali mencetuskan pertanyaan pada Garret, selepas ia membatin.


‘Jika memang seperti itu --- dan surat – surat tanah milik ayah dan ibu ada diantara surat – surat berharga yang ada di Garret sekarang, akan lebih mudah bagiku untuk menebusnya.’


Gadis bermonolog dalam hatinya, tanpa ia memperhatikan Garret yang sedang menjawab pertanyaan yang ia cetuskan sebelumnya.


‘Tapi aku bagaimana ya bertanyanya pada Garret??? Putra itu sudah cerita belum ya, tentang permasalahanku yang ingin menebus tanah milik ayah dan ibuku yang digadaikan ke rentenir itu padanya? .. jika belum, aku harus menceritakan ulang pada Garret tentang masalahku itu ..’


Masih Gadis bermonolog dalam hatinya.


“Dapat dikatakan seperti itu."


Garret yang menanggapi pertanyaan Gadis sebelumnya.


"Kami mengambil alih, mereka yang menggadaikan surat - surat berharga mereka, kepada pria bernama Baskoro itu."


Garret lanjut berbicara.


"Namun nanti -- syarat dan ketentuannya, akan aku jelaskan setelah aku mendapatkan daftar dari orang – orang yang menggadaikan surat – surat berharga mereka kepada pria bernama Baskoro itu. Dan besok sore aku akan kembali ke sana untuk mengambilnya ..”


Garret masih  mengatakan hal yang terkait dengan pertanyaan Gadis sebelumnya.


‘Lalu nanti jika aku bicara panjang lebar dan Garret sulit memahaminya, aku akan kerepotan sendiri menerjemahkannya dalam bahasa inggris. Hhhh .. baiknya aku menunggu Putra kembali sajalah, untuk menanyakan apakah ada surat – surat milik ayah dan ibuku yang ada pada Garret sekarang ini.’


“But better tomorrow just Garret  and Arthur or Danny who go back to your village ( Tapi esok sebaiknya hanya Garret dan Arthur atau Danny yang kembali ke desa kamu ), Gadis .. Since ---“


“Gadis? ..” Garret menukas ucapan Bruna yang sedang menjelaskan sesuatu dengan menegur Gadis yang dalam pandangan Garret sedang tidak memperhatikan Bruna.


“Hey, Gadis—“


“Ah! Eh – ya? ..”

__ADS_1


“Ada apa, Gadis?”


Ramone yang bertanya.


Karena ayah baptis Putra itu melihat Gadis menghela nafas yang seperti orang putus asa, selain melamun.


Dimana Gadis langsung saja terkesiap, lalu ia menanggapi Ramone tak lama kemudian --- seraya ia menggeleng.


“Tidak ada apa – apa, Vader,” jawab Gadis. “Aku hanya sedikit merasa mengantuk. Mungkin sebentar lagi aku akan pamit duluan untuk pergi ke kamar bersama Anthony—“


“Tentu saja, Gadis ..”


“Sure, Gadis. Go a head ( Tentu, Gadis. Silahkan saja ) ..”


Ramone, Bruna dan Garret langsung menanggapi ucapan Gadis.


Gadis pun tersenyum. Lalu bermonolog lagi dalam hatinya.


‘Ya sudah, baiknya aku tunggu Putra kembali saja --- untuk menanyakan apa yang sebenarnya ingin aku tanyakan kepada Garret sekarang. Tapi daripada aku kebingungan menyusun kata – kata nanti andai Garret tak memahami perkataan panjang lebarku --- meskipun ada Vader yang kemampuan bahasa indonesianya sangat baik seperti Putra, tapi aku menunggu Putra kembali saja lah ..’


**


‘Daripada nanti saking aku penasaran, lalu bertanya pada Garret tentang surat tanah milik orang tuaku dan dia meminta penjelasan lebih jelas kemudian dia kurang memahami ucapanku --- repot sendiri aku nanti ..’ Gadis yang masih membatin. ‘Jadi untuk amannya, lebih baik aku tunggu saja Putra pulang untuk bertanya lebih lanjut soal itu. Ahh, tapi aku sungguh penasaran apakah surat tanah milik orang tuaku juga ada pada Garret? Semoga ada Ya Tuhan.’ Gadis yang masih asyik bermonolog di hatinya.


Melamun di tempatnya duduk, dan baru berhenti ketika suara Bruna terdengar lagi, dan Gadis sadari jika perkataan Bruna tertuju padanya. “Better you go to take a rest now, Gadis .. because you quiet have enough activities today ( Sebaiknya kamu pergi beristirahat sekarang, Gadis .. karena kamu cukup beraktifitas hari ini )”


“Iya, Bru—“


“Mama ..” Anthony yang bersuara.


Dengan bocah tampan itu yang menghampiri Gadis.


**


Gadis tentu saja langsung menanggapi Anthony.


“Yes, Anthony? .. Apa kamu, sudah mengantuk?”


Dimana Gadis langsung bertanya pada bocah tampan yang sudah mendekatinya itu.


Anthony yang sudah memahami beberapa kosakata sederhana dalam Bahasa Indonesia yang biasa digunakan sehari - hari itu, langsung mengangguk selepas Gadis bertanya padanya.


“Yes Mama,” jawab Anthony kemudian, yang mana kemudian Bruna juga terdengar bersuara.


“Better all of us are take rest too by now ( Sebaiknya kita semua juga pergi beristirahat sekarang )”


“You’re right ( Kamu benar ), Bru—“


“Do you want to sleep with me or with Daddy Garret ( Apa kamu ingin tidur bersamaku atau Daddy Garret ), Anth?”


Bruna lalu bertanya pada Anthony. Lalu tersenyum geli ketika Anthony menggeleng, dan menjawab kemudian.


“Not tonight ( Tidak malam ini ), Madre .. I want to make uses my time to sleep with Mama Gadis and my incoming brother and sister while Papa not here ( Aku ingin memanfaatkan waktuku untuk tidur bersama Mama Gadis dan calon adikku saat Papa tidak di sini )”


Lalu Bruna dan para orang dewasa yang sedang bersama Anthony itu semakin tersenyum geli setelah mendengar ucapan Anthony selanjutnya.


“Because when Papa here, he will be very become greedy  to henpeck Mama Gadis and will not let me to sleep with them every night since Papa is so kittenish to Mama Gadis.”


( Karena saat Papa disini, dia akan menjadi sangat serakah untuk menguasai Mama Gadis dan tidak akan membiarkanku tidur bersama mereka karena Papa itu sangat genit pada Mama Gadis )


Sambil Anthony bersungut manja dan imut, lalu meminta dukungan dari Gadis.


“Right, Mama?” kata Anthony yang menginginkan Gadis mengiyakan ucapannya.


“He is ..”


Gadis pun mengiyakan ucapan Anthony, lalu tersenyum lebar setelahnya.


‘Memang Papa Putra kamu itu genit sekali padaku, Anthony. Dan calon adik kamu ini adalah hasil kegenitannya yang berlebihan itu.’


🔵🔵🔵🔵🔵🔵

__ADS_1


To be continue ..


__ADS_2