LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 245


__ADS_3

Happy reading....


******


Salisbury, England


Diwaktu yang masih dapat dikatakan pagi itu, Putra telah melakukan panggilan telepon pada Accursio yang berada di Ravenna, dalam saluran telepon rahasia mereka, setelah sebelumnya Devoss menyampaikan pada Putra jika Accursio telah menghubungi lebih dulu saat Putra masih berada di dalam kamarnya.


Dan pesan informasi yang dititipkan Accursio pada Devoss yang kemudian menyampaikannya pada Putra, membuat Putra memutuskan untuk segera menghubungi dan berbicara dengan salah seorang saudara angkatnya itu dari lingkup ‘keluarga’ Ramone.


“You know ( Kau tahu ), I’m sure it’s easy for me to blow his head while he’s here ( Aku yakin mudah bagiku untuk meledakkan kepalanya selagi ia masih disini ) ...” kata Accursio setelah sebelumnya sudah ada pembicaraan lain dengan Putra, yang berhubungan dengan misi Putra semalam.


Yang tentu saja melibatkan seseorang yang menjadi target utama Putra dalam pembicaraan Putra dan Accursio pada sambungan telepon rahasia mereka itu.


“Makes me feel frustrating to make a hole in that bastardo head! ( Membuatku gemas untuk membuat lubang di kepala bajingan itu! )” geram Accursio.


“No, Sio!” sergah Putra. “No.”


“Ya I get it ( Iya aku mengerti ) ...” tukas Accursio.


“Jaeden must be dead on my hand. No matter what kind of death that I will give to him. But the most important is the process to make him suffer first.”


“( Jaeden harus mati di tanganku. Entah bagaimana nanti cara kematian yang akan aku berikan padanya. Tapi yang paling penting adalah prosesnya untuk membuat dia menderita terlebih dahulu )”


Putra menekankan keinginannya.


Datar suara Putra, namun kesan dingin dan sinis tetap mendominasi ucapannya.


Seperti selalunya jika ada pembahasan soal Jaeden.


**


“So, how’s him when he knew that ‘I’m’ at Ravenna? ( Jadi, bagaimana dia saat dia tahu jika ‘aku’ berada di Ravenna? )” tanya Putra pada Accursio.


“Just like what you already heard ( Seperti yang sudah kau dengar ),” jawab Accursio. “I played ‘hide and seek’ with him, just like what you told me to do. Make him ‘see’ me, but never let him able to get close, not even my shadow ( Aku bermain ‘petak umpet’ dengannya, seperti yang kau minta aku untuk lakukan. Membuatnya ‘melihat’ ku, tapi tidak pernah membuatnya dapat mendekatiku, sekalipun mendekati bayanganku )”


“Hemm....”


“I’m good, Am I? ( Hebat kan, aku? )....”


Accursio memuji dirinya sendiri dan terkekeh.


Putra pun mendengus geli.


“Not bad ( Lumayan )....”


Putra menyahut malas.


“Hard to admit than I could be better than you ( Berat mengakui jika aku bisa lebih hebat darimu ), huh?....”


Putra mendengus geli kemudian, selepas mendengar ucapan Accursio.


“Yeah, try me ( coba saja aku )”


Dan kekehan Accursio pun terdengar lagi dari seberang telepon setelah mendengar sahutan Putra.


****


“So do you want me to stop what that bastardo do at the dock? ( Jadi apa kau ingin aku menghentikan apa yang bajingan itu lakukan di dermaga? )” tanya Accursio.


“Let him ( Biarkan saja dia )” jawab Putra.

__ADS_1


“Is that okay, when he found that Anthony’s body is not inside the water there?”


“( Apa itu tidak apa-apa, saat dia mengetahui jika tubuh Anthony tidak ada disana? )”


“He might deploy his men to search over Ravenna. But he won’t dare to do more than searching ( Dia mungkin saja mengerahkan orang-orangnya untuk mencari di seluruh Ravenna. Tapi dia tidak akan berani macam-macam )”


“Ya, lucky that your friend, Dante, who stay in Rery’s Mansion is known as someone big in Ravenna and around. Also he has enough relation of big guy in Italy ( Iya, beruntung temanmu, Dante, yang menempati Mansion milik Rery memiliki kekuasaan di Ravenna dan sekitarnya. Juga dia memiliki cukup banyak relasi orang-orang besar di Italia )”


“Hem.... That’s why ( Begitulah )”


“Ah, there’s something that I forgot to tell you ( Ada yang lupa aku beritahu padamu ) ---“


“About? ( Tentang? )”


“If I’m not mistaken, that bastardo ever met one guy from Pistoia. A guy ( Jika aku tidak salah, bajingan itu pernah bertemu dengan seorang pria dari Pistoia. Pria )—“


“I know that guy ( Aku tahu pria itu )”


Putra menyambar ucapan Accursio. Dan Accursio kemudian berdehem.


*


“But from what I heard that Pistoia guy is a ‘nosy’ person ( Tapi dari yang aku dengar jika pria dari Pistoia itu adalah orang yang ‘menyebalkan’ )”


“I know.” Sahut Putra. Ia tahu jika orang yang sedang dibicarakan oleh Accursio ini adalah orang yang suka cari gara-gara. Hanya saja belum pernah ‘kena batunya’.


“You want me to do something to him? ( Kau ingin aku melakukan sesuatu padanya? )....”


“Hemm,” Putra berdehem dengan nada deheman seperti sedang berpikir.


“I’m not sure what the dealing that they made, or ( Aku memang tidak mengetahui kesepakatan apa yang telah mereka buat, atau )—“


Sekali lagi Putra menyambar ucapan Accursio.


“Kill that Pistoia guy ( Bunuh pria Pistoia itu )” kata Putra dengan dingin.


Kekehan kecil Accursio terdengar. Pria itu terdengar senang. Karena menghabisi musuh adalah memang suatu kesenangan tersendiri bagi Accursio.


Yah meski pria yang Putra katakan untuk dibunuh saja itu tidak pernah berhubungan langsung dengan Accursio, atau membuat masalah dengannya.


Tapi jika berdasarkan prinsip Putra, satu atau sejuta. Hama tetaplah hama. Pasti merepotkan dan dapat merugikan.


Jadi dibasmi saja.


“Finally I have something fun to do! ( Akhirnya aku memiliki hal menyenangkan yang dapat aku lakukan! )”


Accursio berucap antusias.


“Let me know anything before this evening ( Beritahu aku jika ada informasi terbaru sebelum sore ini ), Sio.” Ucap Putra, sebelum ia mengakhiri pembicaraannya di saluran telepon rahasia dengan Accursio.


Accursio pun dengan cepat mengiyakan. Lalu Putra mengakhiri sambungan teleponnya dengan Accursio.


*


Hari telah beranjak sore di langit Salisbury.


Langit di atas Mansion milik pribadi Putra tepatnya.


Damian dan Garret juga telah menampakkan diri mereka sejak siang tadi.


Begitu juga Thomas yang pada akhirnya menginap di Mansion pribadi milik Putra tersebut.

__ADS_1


Saat ini Putra, Damian, Garret, Devoss dan Thomas sedang berada di dalam gudang anggur yang berada di dalam Mansion Putra tersebut, dengan beberapa anak buah yang diperintahkan untuk menghitung harta rampasan Putra dan rombongannya semalam dari sebuah bar yang merupakan bagian dari sebuah pabrik pembuatan maupun penampungan sebuah zat adiktif berbahaya yang memiliki nilai bisnis tinggi.


Harta rampasan yang berupa uang dalam dua tas besar dan satu koper itu terbilang berjumlah cukup banyak memang.


Dan bernilai fantastis bagi sebagian orang yang belum pernah melihat tumpukan uang sebanyak itu.


**


“Take and keep it ( Ambil dan simpan ini ), Thom.”


Putra menunjuk satu tas berisikan tumpukan uang yang telah dihitung dan dibagi pada Thomas.


Thomas pun mengangguk.


“Feel free to go to Ravenna and give it to to your Boss.”


“( Silahkan saja untuk pergi ke Ravenna dan memberikan ini pada Bos mu )”


“I don’t think that’s necessary Sir ( Aku rasa itu tidak perlu Tuan )..” ucap Thomas. “I’m sure that Mister Accursio will directly come here to meet you if everything to Ravenna are done ( Aku yakin jika Tuan Accursio akan langsung datang kesini untuk menemui anda jika semua urusannya di Ravenna telah selesai )”


“Hemm..” Putra manggut-manggut. “For at least you told him about this money. Maybe he has plan to use it ( Setidaknya kau beritahukan padanya tentang uang ini. Mungkin saja dia memiliki rencana untuk menggunakannya )” ujar Putra.


Thomas pun mengangguk.


**


Tak berapa lama kemudian, Thomas pamit pada Putra dan tiga orang yang bersamanya, selain para anak buah mereka untuk undur diri sebentar guna menyimpan uang bagian untuk Accursio yang diberikan Putra di dalam kamarnya yang berada di Mansion milik Putra tersebut sampai Bos Utama Thomas itu datang ke Inggris.


Dan setelahnya Thomas akan menghubungi Accursio untuk memberitahu perihal uang rampasan yang telah dipisahkan Putra untuk Bos Utamanya itu.


“What do you think that the m*ther***ker will do when he didn’t find Anth’s body? ( Apa menurutmu yang akan si keparat itu akan lakukan jika dia tidak menemukan tubuh Anth? ) ..”


Damian bertanya pada Putra selepas kepergian Thomas dari hadapan mereka.


Putra mengangkat kedua bahunya. “But whatever it is, his head will be getting dizzy because of it ( Tapi apapun itu, setidaknya kepalanya akan menjadi pusing karena hal tersebut )” ucap Putra kemudian.


“He must be ( Pasti si keparat itu jadi pusing )......”


“Could be that m*ther***ker will ‘chase you’ more than before ( Bisa jadi dia akan lebih ‘mengejarmu’ lebih dari sebelumnya )”


Garret menimpali.


Putra pun manggut-manggut.


“Could be ( Bisa saja )” sahut Putra.


“But will he just stay still at Ravenna if he already heard to what already happen in his place at Newcastle?”


“( Tapi apa dia akan tetap berada di Ravenna jika dia sudah mendengar apa yang telah terjadi pada tempatnya di Newcastle? )”


Devoss angkat suara.


“He will come here as soon as possible I’m sure. Regarding to these money ( Dia akan langsung datang kesini secepatnya aku yakin. Sehubungan dengan uang-uang ini )”


Garret yang menanggapi ucapan Devoss yang juga berupa pertanyaan itu.


“Then we have to ‘prepare’ from now ( Maka kita harus bersiap dari sekarang )”


**


To be continue ..

__ADS_1


__ADS_2