LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 298


__ADS_3

Terima kasih masih setia...


⬜⬜⬜⬜


Happy reading....


⬜⬜⬜⬜


Episode sebelumnya:


London, Inggris,


“If I Die Then You All Must Die ( Jika Aku Mati Kalian pun Harus Mati )!”


Putra menggumam dan meludah, menderapkan langkahnya tanpa gentar.


Lalu ....


Bang!


Bang!


“PUTRAA!! ....”


“BOSS!! ....”


“SIR!! ....”


⬜⬜⬜⬜


London, Inggris,


“I really don’t assume that m*therf*cker from Chicago can involve police here ( Aku sungguh tidak menduga jika keparat dari Chicago itu dapat melibatkan polisi disini )!”


“Are we going to fight those police ( Apa kita akan melawan para polisi itu )?”


“If we shoot them\, then it will make them believe that we are rebellion or else. Don’t know what that m*therf*cker told them about us ( Jika kita menembaki mereka, maka itu akan membuat mereka percaya jika kita adalah pemberontak atau apapun itu. Entah apa yang keparat itu katakan pada mereka tentang kita )...”


“There only two options ( Hanya ada dua pilihan )---“


“No options ( Tidak ada pilihan )!”


“Yona!” Putra dan Devoss langsung memekik, kala Yona telah mengeluarkan senjata api miliknya dari balik selipan pinggangnya.


“Fight them ( Lawan mereka )!”


“Yona!”


Bang!


Bang!


Bang!


Suara letusan senjata kemudian terdengar bersahutan.


“PUTRA!”


Pekikan Yona dan mereka yang berada di kubu Putra sontak terdengar, saat Putra menarik Yona yang tadinya hendak menembaki para polisi yang memblokade jalan mereka.


Alhasil para polisi yang memblokade jalan itupun langsung memuntahkan peluru dari pistol mereka, karena melihat Yona yang mengarahkan senjata ke arah para polisi tersebut, yang diindikasikan sebagai ancaman.


Yona tidak akan selamat. Begitu pikir Putra, maka dengan cepat Putra menarik Yona. Namun akibat dari tindakan Putra itu, tubuhnya jadi melindungi tubuh Yona.

__ADS_1


Dan yang terjadi selanjutnya adalah ...


“*S*T!”


Putra langsung mengumpat kala ia merasakan ada timah panas yang menembus tubuhnya.


“*F*k Police!” Putra mengumpat lagi dalam gumaman.


Dengan cepat Putra mengeluarkan pistol kesayangannya, lalu menarik pistol Rus dengan cepat dari balik selipan pinggang salah satu anak buahnya itu.


Putra bergerak ke bagian agak ke tengah jalan dan tangannya bersiap merentang ke arah dua  blokade yang ada di ujung jalan tikus tempatnya dan kawanannya berada.


“If I Die Then You All Must Die ( Jika Aku Mati Kalian pun Harus Mati )!”


Putra menggumam dan meludah, menderapkan langkahnya tanpa gentar.


“Dirty and stupid police have to be vanish ( Polisi kotor dan bodoh harus dimusnahkan ).” Gumam Putra saat ia mulai menembak.


Lalu Putra maju dan mulai memuntahkan peluru dari dua senjata yang ia pegang.


Bang!


Bang!


“PUTRAA!! ....”


“BOSS!! ....”


“SIR!! ....”


Pekikan serempak pun terdengar, seiring suara letusan senjata yang mulai ramai bersahutan.


Kini tak hanya Putra yang memuntahkan peluru-peluru dari dalam dua pistol dalam genggamannya, tapi juga para kawanan Putra.


“COVER HIM ( LINDUNGI DIA )!”


Teriakan Garret menggema, seiring dirinya berikut Damian yang bergerak mendekati Putra menghalau peluru dari para polisi yang memblokade jalan mereka, dengan peluru yang keduanya juga muntahkan bersamaan ke dua sisi yang berbeda.


“They have more back up ( Mereka memiliki bantuan tambahan lagi )!” seru Damian, saat dirinya menyadari jika ada lagi ramai mobil yang datang.


Jules berteriak kencang saat melihat posisi Putra begitu terbuka untuk tersapa peluru-peluru.


⬜⬜⬜⬜


Bang!


Bang!


Suara ricuh tembakan terus bergema dalam sebuah jalan kecil yang terhubung dari satu jalan ke jalan lainnya, seiring tubuh-tubuh yang mulai bergelimpangan di tanah tempat mereka berdiri sebelum tubuh mereka tersapa sebuah peluru bahkan lebih.


Bang!


Bang!


Suara tembakan terus bersahutan atas dua blokade barisan polisi dengan kubu Putra.


Yang terjadi karena Yona mengangkat dan mengarahkan senjatanya pada salah satu sisi blokade yang memperingati Putra dan kawanannya untuk menyerahkan diri.


Hingga tindakan Yona itu dianggap sebuah ancaman dan blokade itu mulai melepaskan peluru dari pistol-pistol mereka. Yona menghadap pada satu sisi blokade saat hendak menembak dan tidak memperhatikan sisi yang lainnya hingga Putra harus menarik Yona dengan cepat agar punggung Yona tidak tersapa peluru.


Namun sebagai gantinya, tubuh Putra yang jadinya terkena terjangan satu peluru, yang kini masih bersarang di tubuhnya.


Tapi satu peluru itu tak menumbangkan Putra.

__ADS_1


Toh Putra malah kemudian menggenggam dua senjata di tangannya, dan melesat untuk menyerang ke dua arah.


Terlihat seperti tindakan bunuh diri - karena Putra maju begitu saja untuk menembaki blokade yang memojokkan dirinya dan kawanan, hanya dengan berbekal dua senjata tanpa menggunakan pakaian yang bisa menahan peluru bersarang di tubuhnya.


Namun Putra adalah Putra.


Nekat, tapi tidak ceroboh.


Tindakannya yang seperti aksi bunuh diri itu, tidak begitu saja Putra lakukan persiapan.


Sebelum ia bertindak nekat, Putra sudah memperhatikan keadaan sekelilingnya.


Termasuk sudah mempersiapkan arah dia akan bergerak setelah memperhitungkan ruang pada jalan tikus tempatnya berada sekarang.


Sekaligus sudah memperhitungkan benda – benda di sekitarnya yang dapat ia gunakan sebagai senjata tambahan atau bahkan sebagai tameng.


Selain Putra sendiri memang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar mumpuni untuk bergerak dengan cepat.


Jadi Putra mampu sekali untuk menghindari peluru – peluru yang beterbangan dari pistol para polisi yang sedang memblokade di dua ujung jalan, yang salah satunya - seharusnya menjadi jalan keluar untuk Putra dan kawanan.


Damian dan Garret kurang lebih sama gesitnya dengan Putra, begitu juga dengan Yona.


Tiga orang itu sedikit banyak dapat mengimbangi Putra, karena ketiganya memang memiliki pengalaman berada di lapangan, pada situasi yang mirip – mirip dengan sekarang.


Sehingga ketiga orang tersebut dapat mengikuti gerak Putra tanpa menemui kesulitan yang berarti.


⬜⬜⬜⬜


“COVER HIM ( LINDUNGI DIA )!”


Teriakan Garret menggema, seiring dirinya berikut Damian yang bergerak mendekati Putra menghalau peluru dari para polisi yang memblokade jalan mereka, dengan peluru yang keduanya juga muntahkan bersamaan ke dua sisi yang berbeda.


“Don’t left any ( Jangan sisakan satupun )!”


“I won’t ( Tidak akan )” sahut Yona saat Damian juga sudah bergerak seperti Garret, dan ia pun juga sudah melesat, bersama para anak buah yang pada akhirnya melakukan perlawanan setelah sempat dilarang Putra untuk menembaki para polisi yang memblokade jalan mereka.


Jules berteriak kencang saat melihat posisi Putra begitu terbuka untuk tersapa peluru-peluru.


Brugh!


Punggung Putra terhantam ke ban mobil saat Jules membawanya merunduk, dan Putra menarik dalam nafasnya secara spontan, karena hal itu membuat bagian pinggangnya yang terkena tembakan tertekan dan Putra bisa merasakan pedih dari luka tembakan tersebut.


“They have more back up ( Mereka memiliki bantuan tambahan lagi )!” seru Damian, saat dirinya menyadari jika ada lagi ramai mobil yang datang.


Dan seruan Damian itu membuat mereka yang mendengarnya sambil membalas tembakan sekaligus berlindung itu melirik ke dua sisi yang berbeda. Yang mana memang benar adanya, jika ada beberapa mobil lagi dibelakang blokade polisi di dua ujung jalan tikus tempat Putra dan kawanannya berada.


“Step aside ( Minggir )!”


Yona terdengar berseru kemudian.


“What ( Apa )?---“


Mereka yang berada di dekat Yona yang seolah memberi saran itu kompak menyahut seraya bertanya.


“Just hear what I’ve said ( Dengar saja apa yang tadi aku katakan )” tukas Yona. “Stick your body to the wall ( Tempelkan saja diri kalian pada dinding )!”


“You guys hear her! Do it ( Kalian dengar dia! Lakukan saja )!” seru Putra dengan kencang agar para kawanannya mendengar perintahnya.


Dan perintah Putra itu pun didengar semua kawanannya yang langsung mengikuti apa yang Putra perintahkan sesuai arahan Yona.


“Stay still and don’t move ( Diam dan jangan bergerak )!”


⬜⬜⬜⬜

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2