LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 450


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


Indo,


“Good morning, Bru ..”


“Morning, Gadis. How was your sleep? –“


“Not well (Tidak nyenyak) ..“


“If that so, you need to taking more food this morning because when your stomach filling enough you will get sleepy and you may continue your sleep (Kalau begitu, kamu perlu makan lebih banyak pagi ini karena jika perutmu cukup terisi kemungkinan kamu akan mengantuk dan kamu bisa melanjutkan tidurmu) –“


“I hope so (Aku harap begitu), Bru.”


“About Putra, just give him some time, okay? (Tentang Putra, berikan dia dulu sedikit waktu, ya?) ..”


“Yes, Bru –“


“But if you want to looking for him, Putra is in one of the guest room (Tapi jika kamu mencarinya, Putra ada di salah satu kamar tamu) ..”


“Iya –“


“Even Pak Abdul told me that Putra said he won’t get disturb.”


(Meskipun Pak Abdul mengatakan padaku jika Putra mengatakan sedang tidak ingin diganggu)


“Yes, Bru. I understand –“


“Good morning.”


“Good morning Vader, Good morning Anthony –“


“Good morning, Arthur –“


“You guys come just in time. Let’s take breakfast now (Kalian datang tepat waktu. Ayo kita sarapan sekarang) ..”


“Where’s Papa, Daddy  Dami and Garret also Uncle Devoss? (Dimana Papa, Daddy Dami dan Garret juga Uncle Devoss?)”


“They’re still sleeping, because they were work until late (Mereka masih tidur, karena bekerja hingga larut) ..”


“Oh, okay.”


🔵


“Bersabarlah menghadapi Putra, My Dear .. Baru ini dia berurusan dengan wanita menggunakan perasaannya --- Putra memang orang yang dingin pada dasarnya. Selain memang dia akan menjadi sangat keras mengenai sesuatu yang tidak ia sukai atau bahkan ditentangnya. Dia sangat mencintaimu, aku yakin betul akan hal itu. Namun jika ada pemikiranmu yang tidak sejalan dengannya atau bahkan ditentangnya, bersabar untuk memaklumi jika dia bersikap keras padamu .. Kamu faham maksudku kan, Dear? ..”


Ramone berujar cukup panjang. Memberi pengertian pada Gadis mengenai Putra, yang sudah ia dengar sedang menempati kamar tamu saat ini.


“Iya, Vader. Aku faham –“


“What did you tell to Mama Gadis in very long sentences using Indonesian Language, Opa?”


(Apa yang Opa katakan pada Mama Gadis dalam kalimat panjang menggunakan Bahasa Indonesia itu?)


“It’s an adult thing (Itu tentang persoalan orang dewasa)”


Bruna yang kemudian menanggapi pertanyaan Anthony pada Ramone.


“Little boy not allowed to know (Anak kecil tidak boleh tahu)” tambah Bruna dengan mengulum senyumnya.


“I’m a boy now, Madre. Not a little boy anymore, and I’m heading to become a man (Aku anak laki – laki saja, Madre. Bukan anak lelaki yang masih kecil lagi, dan aku sedang tumbuh untuk menjadi seorang laki – laki sejati)” Anthony langsung mengeluarkan protesnya dengan eksprsi menggemaskan setelah Bruna berucap, yang merupakan sebuah ledekan dari Bruna untyk Anthony sebenarnya.


Membuat semua orang yang sedang berada di dekat bocah tampan itu jadi kompak terkekeh karenanya.


🔵


“Papa? ..”


“Oh, Hi, Anth ..”


“Why Papa sleeping here? (Kenapa Papa tidur di sini?)”


“I was out for a thing last night and I get back very late here (Aku keluar untuk mengurus satu hal semalam dan aku kembali ke sini saat hari sudah begitu larut) –“


“So you sleep here because you don’t want to disturb Mama Gadis’ rest? (Jadi Papa tidur di sini karena Papa tidak ingin mengganggu istirahatnya Mama Gadis?) ..”


“Correct –“


“I’m smart right? Because I can guess it (Aku pintar bukan? Karena aku dapat menebaknya)”

__ADS_1


“Very! ..”


“However Papa, better you take a bath before you meet Mama Gadis because you a little bit smelly (Kalau begitu Papa, sebaiknya Papa mandi sebelum menemui Mama Gadis karena Papa sedikit bau) ..”


“Haha! .. Am I? (Benarkah?) ..”


“He – emm .. smelly and also a little bit mess (bau dan juga sedikit berantakan) –“


“But still handsome, right? (Tapi masih tampan, bukan begitu?) ..”


“Handsome but smelly is still discusting (Tampan tapi bau tetap saja menjijikkan), Papa.”


“Oh my, did I just get bullying from my boy? (Ya ampun, apa baru saja aku mendapatkan perundungan dari anakku?) –“


“Hahaha .. now you deserve it, Papa (Saat ini Papa memang pantas mendapatkannya) ..”


“Then you deserve to get a lot of tickles from me now (Kalau begitu kamu juga pantas mendapat banyak gelitikan dariku) ..”


“Oh noo, Papa – Hahaha.”


🔵


“Mama Gadis is in flowers garden if you looking for her, Papa (Mama Gadis ada di taman bunga jika Papa mencarinya) –“


“Okay.”


“And I'm planning to pick some strawberries with Madre and Opa. May I? (Dan aku berencana untuk memetik stroberi bersama Madre dan Opa. Bolehkah?)”


“Ya, sure.”


“Thank you, Papa! ..”


“You welcome, My boy.”


“But if would be okay too, If I asked Mama Gadis to go with me and Madre to pick strawberries?”


(Tapi apa tidak mengapa juga, jika aku mengajak Mama Gadis ikut bersamaku dan Madre memetik stroberi?)


“Of course it would be okay (Tentu saja tidak mengapa) –“


“Thank you once again, Papa.”


“You welcome once again, then.”


“Eum, by the way (Eum, ngomong – ngomong), Prince ..”


“Yes, Papa? ..”


“I have a work to do and I need to go a little bit far from here and might miss dinner, is that okay? (Ada pekerjaan yang harus aku lakukan dan aku akan pergi sedikit jauh dari sini dan akan melewatkan makan malam, apa tidak apa – apa?) –“


“Is okay (Tidak mengapa), Papa. “


“Thank you, then.”


“See you soon, Papa.”


“See you soon, My Prince.”


🔵


“Mrs. Gadis is in you guys room (Nyonya Gadis ada di kamar kalian) –“


“I thought that she go with Anth and Bru to pick strawberries (Aku kira dia pergi bersama Anth dan Bru untuk memetik stroberi) ..”


“Bru said that Gadis wasn’t have enough rest (Bru mengatakan jika Gadis kurang istirahat)”


“Hem.”


“Absolutely Gadis can have a well rest after what she’s facing last night, plus her husband choose to sleep in the guest room (Tentu saja Gadis tidak bisa beristirahat dengan baik setelah apa yang dia hadapi semalam, ditambah suaminya memilih untuk tidur di kamar tamu)”


“She’s daring my patience off the limit once again, and I should be a little bit put a distance with her for a while (Dia sekali lagi menantang kesabaranku lewat dari batasnya, dan aku harus sedikit menjaga jarak darinya untuk sementara waktu)”


“Don’t be that mean to your wife (Jangan sekejam itu pada istrimu) –“


“I’m going to capital, and I want to get ready now. Feel free if you guys want to come in (Aku akan pergi ke Ibukota, dan aku akan bersiap sekarang. Silahkan saja jika kalian ingin ikut serta)”


🔵


“Is Gadis know that you are going? (Apa Gadis tahu jika kau hendak pergi?) ..”


“Yes she knows (Iya dia tahu) ..”

__ADS_1


“However –“


“Five minutes. If you don’t show up downstair, I consider you stay.”


(Lima menit. Jika kau tak muncul di lantai bawah, aku anggap kau tidak ikut)


“Wait for me then.”


🔵


Putra sudah berada di dalam satu mobil bersama Garret dan Damian, serta Arthur yang menyupiri mobil yang ditumpangi oleh ke empatnya.


Namun 4 pria itu tidak serta merta pergi hanya berempat saja.


Ada beberapa anak buah yang otomatis menyertakan diri mereka untuk mengawal empat tuan yang hendak pergi ke ibukota itu.


Dimana para anak buah tersebut, menggunakan dua mobil lain yang posisinya ada di depan dan di belakang mobil yang ditumpangi oleh 4 tuan mereka itu setelah mobil tersebut mulai berjalan keluar dari villa.


“So, what’s your plan by going to Capital (Jadi, apa rencanamu pergi ke Ibukota)?” tanya Garret pada Putra yang sudah duduk bersebelahan dengan satu saudaranya itu, dalam mobil yang keduanya dan 2 orang lainnya sedang tumpangi, serta sedang melaju sekarang.


“Even if you having thing to do at the Capital or you still upset to Gadis, but I don’t think you should not just leave her like that (Meskipun ada hal yang hendak kau lakukan di Ibukota atau kau masih kesal pada Gadis, tetapi aku rasa kau tidak sampai meninggalkannya begitu saja) ..” timpal Damian.


“I want to take some 'fresh air' (Aku ingin mencari 'udara segar')” jawab Putra.


“And where exactly your destination to get that fresh air at the Capital (Dan kemana tepatnya tujuanmu untuk mencari udara segar di Ibukota)?”


“The best club at there, sees if I can find a perfect and gorgeus creature called woman more than I have one at home, to erase my temper ( Klub terbaik yang ada di sana, melihat – lihat jika aku dapat menemukan makhluk sempurna dan sangat indah yang disebut wanita lebih dari yang aku miliki di rumah, untuk menurunkan amarahku) ..”


Dimana setelah Putra berkata barusan menjawab pertanyaannya, Garret spontan tercengang lalu melirik kepada Damian.


“And you expect us to believe that???? That you’ll take a woman in the club and having fun with her? Heh! You won’t do that (Dan kau berharap kami mempercayai itu???? Bahwa kau akan menarik seorang wanita di klub dan bersenang – senang dengannya? Heh! Kau tidak akan melakukannya)”


Damian lalu berkata, dengan kalimatnya yang meragukan keseriusan dari ucapan Putra sebelumnya---karena ia tahu betul, Putra bukan pria yang suka mencari kesenangan bersama wanita selain dengan Gadis, itupun karena Putra jatuh cinta pada wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


Jangankan mencari kesenangan dengan wanita penghibur, beberapa kali coba didekatkan dengan wanita-wanita yang keluarganya bisa dikatakan kaya saja serta para wanita itu punya predikat sebagai wanita baik-baik, Putra tidak pernah mau.


Jadi Damian, berikut Garret dan Arthur sama menganggap, ucapan Putra tentang ingin mencari wanita cantik di klub yang lebih dari Gadis untuk menemaninya itu---ketiganya anggap hanya ucapan sepintas lalu dari Putra, selain tak serius. Karena baik Damian, Garret maupun Arthur yakin jika semarah apapun Putra pada Gadis---tidak akan Putra mengkhianati istri yang dicintainya itu.


Hanya saja, melihat Putra nampak serius dalam datarnya ekspresi, Damian-Garret dan Arthur jadi ragu kalau Putra tidak serius dengan ucapannya. Terlebih saat Putra kemudian menjawab ucapan Damian yang terkesan kalau Putra memang berniat mengkhianati Gadis.


“We’ll see about it (Kita lihat saja nanti) ..”


Membuat Garret dan Damian lalu kembali saling lirik dan melempar tatap, dengan masing-masing yang mempunyai pemikiran di otaknya---termasuk juga Arthur.


Setelahnya, tidak ada lagi yang berbicara dalam mobil yang ditumpangi oleh Putra-Damian-Garret dan Arthur yang mengemudikannya. Hanya mendengarkan saja musik yang mengalun dari radio mobil yang sudah Damian nyalakan sampai beberapa saat perjalanan menuju tujuan mereka.


Dengan sesekali terselip obrolan mengenai ragam topik yang banyaknya berhubungan dengan kehidupan mereka selanjutnya di kemudian hari, yang dibahas oleh 4 pria itu setelah setengah perjalanan---namun topik yang dibahas, dibicarakan dengan singkat dan santai saja. Dan tak ada lagi bahasan yang menyenggol soal hubungan Gadis dan Putra yang tercetus dari mulut Garret dan Damian.


Semata karena keduanya tidak ingin membuat mood Putra yang mereka tangkap sedang berantakan itu menjadi bertambah berantakannya, yang walau Garret dan Damian selayaknya Addison-Bruna dan Ramone yang tahu betul bagaimana Putra, namun ada kalanya juga---jalan pikiran Putra begitu misterius bagi mereka yang sudah tahu betul bagaimana Putra itu.


Selain 3 orang yang bersama Putra itu, sedang lagi memikirkan keseriusan ucapan Putra yang ingin mencari kesenangan bersama wanita lain saat mobil yang dikemudikan Arthur telah sampai di ibukota.


🔵


🔵


Villa Putra dan keluarga,


“Putra .. aku pikir kamu benar tidak pulang –“


“Dan aku pikir kamu sudah pergi dari sini, Gadis –“


“Apa sekarang kamu mengusir aku? –“


“Bukankah kamu sendiri yang mengancamku akan itu?”


“Aku minta maaf –“


“Sudahlah, sebaiknya kamu pergi tidur. Aku ingin membersihkan diri ..”


“Apa kamu ingin berendam?”


“Pergilah beristirahat Gadis –“


‘Kuat sekali aroma alkohol dari mulut Putra.’


“Aku bisa mengurus diriku sendiri –“


‘Baju Putra .. harumnya berbeda? .. harumnya seperti harum parfum perempuan ..’


🔵🔵🔵

__ADS_1


To be continue ..


__ADS_2