LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 391


__ADS_3

Happy reading .....


***************


London, England.....


“Where’s Holmes and Edgard? ( Dimana Holmes dan Edgard? )”


Damian berbisik di telinga Putra, kala keduanya telah keluar dari dalam mobil yang mereka masing-masing tumpangi setelah sampai di sebuah pengadilan.


Serta juga telah melewati banyaknya juru berita yang langsung menyerbu Putra ketika para wartawan yang sudah berkumpul di depan gedung pengadilan tersebut melihat kedatangan Putra dan rombongannya.


“They need to be unseen ( Mereka tidak boleh terlihat )”


****


Putra dan rombongan telah memasuki ruang sidang selepas ia menjawab pertanyaan Damian mengenai dua orang yang memiliki andil cukup besar dalam penahanan Jaeden hingga sampai sidang untuk pria pembunuh Rery dan sebagian besar keluarga serta orang-orang terdekatnya itu digelar dengan cepat.


“Putra! Damian!”


Perhatian dua orang yang namanya dipanggil itu tertuju ke sumber suara.


Dimana seseorang yang memanggil Putra dan Damian itu, keduanya lihat bangkit dengan cepat dari tempat duduknya, lalu berjalan tergesa ke arah mereka berdua.


****


“Oh my----“


“Helenka?----“


“Praise to The Lord.....You both really still alive ( Puji Tuhan..... Kalian berdua benar-benar masih hidup )----“


“Helenka, we thought that you  ( kami kira kamu )----“


“Dead? ( Sudah mati? )----“


“Yes, because what we heard is your place was totally burned and we thought that your family not survived because it was happened in the middle of the night. And so did what we hear. None of you are survived ( Iya, karena kamu mendapat kabar jika tempatmu telah terbakar habis dan kami kira kamu dan keluargamu tidak selamat karena hal itu terjadi di tengah malam. Dan seperti itu juga kabar yang kami dengar. Tidak ada satu pun dari kalian yang selamat )”


Putra yang kemudian bicara sedikit panjang pada wanita yang menegur sekaligus menghampiri dirinya dan Damian, yang mana suami wanita itu --- termasuk si wanita itu sendiri berikut keluarganya adalah termasuk orang setianya Kingsley Smith, yang kabarnya telah di bantai habis oleh Jaeden dengan membakar rumah tempat tinggal wanita bernama Helenka tersebut beserta keluarganya.


***


“Krystof who didn’t survive and also our maids, because they were locked up ( Krystof yang tidak selamat serta beberapa pelayan kami, karena mereka di kurung )----“

__ADS_1


“And how you survived? ( Dan bagaimana kamu bisa selamat? )”


“Ivana was sick and have to stay in the hospital for few days. And in the day that tragedy happened, which I’m so sure it was not an accident of an carelessness from our maids. It was him, Jaeden Zepeto who did that ..... killed my husband ( Ivana sedang sakit dan harus di rawat di rumah sakit selama beberapa hari. Dan di hari dimana tragedi itu terjadi, yang aku yakin itu bukan sekedar kecelakaan dari kecerobohan para pelayan kami. Dia pelakunya, Jaeden Zepeto ..... telah membunuh suamiku )----“


“We know that ( Kami tahu itu ), Hel.....”


Putra lalu merengkuh wanita yang ia dan Damian kenal cukup baik itu, dimana wanita bernama Helenka tersebut telah terisak mengingat hal getir yang ia telah alami.


****


“I directly took Ivana away from Bath when I heard about that tragedy at my living place from a related who knows that I’m at hospital. She and her husband who helped me and Ivana. And we’re hiding all this time until I saw both of you in the television when that monster was held a pers conference to make a statement of his status as the only one of Mister Kingsley heir.”


( Aku langsung membawa Ivana pergi jauh dari Bath saat aku mendengar tentang tragedi di tempat tinggalku itu dari seorang kenalan yang kebetulan tahu keberadaanku di rumah sakit. Dia dan suaminya yang menolongku dan Ivana. Dan kami bersembunyi selama ini sampai aku melihat kalian berdua di televisi saat monster itu menggelar konferensi pers untuk membuat pernyataan tentang statusnya sebagai satu-satunya pewaris Tuan Kingsley ).


Wanita bernama Helenka menutup pembicaraannya saat pemberitahuan jika persidangan akan segera dimulai, dengan masih terisak --- dengan Putra yang kemudian merengkuhnya untuk menenangkan.


“Then I dare myself to get here to see if it’s really you are that I seen on the television that day, right when I heard the news about that monster who already arrested because of his crimes ( Lalu aku memberanikan diri untuk datang ke sini untuk melihat apa benar kalian yang aku lihat di televisi hari itu, tepat setelah aku mendengar berita jika monster itu sudah ditahan karena kejahatannya )”


“And where’s Ivana? ( Dan dimana Ivana? )” tanya Putra.


“I didn’t take her with me, because I’m afraid if that monster can free from all the accusation then when he recognize and Ivana --- he must be hunt and kill us ( Aku tidak membawanya serta, karena aku takut jika monster itu bebas dari segala tuduhan kemudian dia mengenaliku dan Ivana --- dia pasti memburu dan membunuh kami )”


“He won’t ( Tidak akan )” tegas Putra namun bernada lembut pada Helenka. “I won’t let it happen ( Aku tidak akan membiarkan itu terjadi )”


“Thank you.....” ucap Helenka sambil menyeka air matanya.


“Now let’s have seat ( Sekarang mari kita duduk )....”


Putra lalu membawa Helenka mengambil tempat untuk duduk di dekatnya dan Damian dalam ruang sidang, berikut rombongan kedua pria itu.


Dan tak lama setelah Putra berikut rombongannya mengambil tempat, persidangan pun dimulai. Dimana Jaeden nampak dihadirkan dalam sidang dan didudukkan di kursi terpidana.


****


“I’VE BEEN SET UP! ( AKU TELAH DIFITNAH! )”


Teriakan Jaeden lalu menggema di dalam ruang sidang, setelah jaksa penuntut membacakan banyaknya dakwaan yang ditujukan pada dirinya.


“HE’S THE ONE WHO SET ME UP! ( DIA YANG TELAH MEMFITNAHKU! )”


Jaeden yang menjadi sangat gusar itu berdiri dari kursi terpidana yang di dudukinya, dan menunjuk tajam pada Putra serta juga berteriak lagi saat ia berbalik dan melihat Putra yang duduk di kursi penonton sidang.


“THAT A$H0LE AND ALL OF JERKS WITH HIM MADE ALL THOSE STORIES TO SET ME UP!* ( BAJINGAN ITU DAN KOMPLOTAN SIALANNYA MENGARANG SEMUA CERITA INI UNTUK MEMFITNAHKU! ).....”

__ADS_1


****


Jaeden sudah diamankan oleh petugas pengadilan yang juga adalah anak buah Holmes, akibat dirinya yang dinilai mengamuk dan membuat keributan di ruang sidang.


Kuasa hukum Jaeden yang merupakan orang yang ditunjuk oleh Holmes diam saja, saat Jaeden dirubuhkan oleh beberapa petugas dan kemudian dipasangkan borgol di kakinya, lalu digiring untuk keluar dari ruang sidang.


Namun begitu, banyaknya tuntutan yang ditujukan untuk Jaeden tetap dibacakan, berikut pembuktian dari semua tuduhan yang kesemuanya memang tertuju pada Jaeden bahkan kematian istri keduanya pun telah dibuat sedemikian rupa agar tuduhan itu jatuh padanya. Yang mana tentunya, beberapa bukti yang dilampirkan --- sebagian sudah direkayasa oleh Putra melalui orang – orang suruhannya.


“Tell Holmes to take that m*therf*cker to TBW ( Katakan pada Holmes untuk membawa keparat itu ke TBW )”


Putra berbisik pada Damian, setelah sidang hari itu dinyatakan selesai, dan sidang berikutnya pun telah di jadwalkan. Namun begitu, Putra tidak mau menunggu hari dimana sidang kedua datang untuk segera menuntaskan dendamnya pada Jaeden.


Yakni, memutus nafas Jaeden.


“He doesn’t need to live longer until tomorrow ( Dia tidak perlu hidup lebih lama sampai besok )”


Putra berkata datar. Namun kesan penegasan ada di ucapannya itu. Persidangan Jaeden hanya sebagai celah bagi Putra untuk membuat Jaeden dianggap sebagai penjahat menjijikkan selain kejam oleh publik London, bahkan Inggris.


Hingga meskipun masih ada Klan Zepeto yang masih tersisa, dan Putra melewatkannya untuk Putra habisi, namun mereka tidak dapat hidup dengan tenang di Inggris --- bahkan di negara Eropa lainnya. Untuk itu, Putra sudah puas.


Mempermalukan Jaeden sampai sudah rasanya pria itu tidak memiliki harga diri lagi, termasuk juga bagian dari Zepeto.


Sekali lagi, jika kiranya masih ada yang tersisa.


Sudah hampir impas bagi Putra, apa yang telah Jaeden alami sampai dengan detik dimana Putra berbicara di hadapan para juru berita.


Tinggal sedikit lagi saja, maka Putra bisa merasakan beban dan sakit yang menghimpit hatinya terkait kematian Rery akan hilang.


“I thought after all of this, you’ll wait until the court finish then you take care of him? ( Aku pikir setelah semua ini, kau akan menunggu sampai persidangan selesai baru kau akan mengurusnya? )”


Holmes berbicara dengan Putra di ruangan tertutup setelah Putra selesai dengan para juru berita.


“And now, if he suddenly missing, it will create a big question mark ( Dan sekarang, jika dia tiba – tiba menghilang, itu akan menciptakan sebuah tanda tanya besar )”


“Don’t you worry about that ( Tidak perlu kau risau akan itu )”


Putra menanggapi Holmes yang nampak sedikit khawatir.


“You just sit on your seat ( Duduk saja dengan tenang di dalam mobilmu )”


*******


To be continue.....

__ADS_1


__ADS_2