
Happy reading....
*******************
London, England,
“Drink while waiting? ( Minum dulu selagi menunggu? )”
Devoss menawarkan pada Damian yang sedang mencoba rileks sejenak, dengan menikmati segelas minuman beralkohol---setelah ia selesai merapihkan berkas dan pemutar rekaman suara sebagai barang bukti kuat sebuah koalisi atas pengkhianatan yang terjadi dalam keluarga besar almarhum ayah Anthony.
Yang mana barang bukti berupa foto-foto serta rekaman suara itu, langsung lagi Devoss masukkan ke balik mantel tebalnya. Setelah sebelumnya, Damian menghajar wajah pria yang sudah di cap sebagai pengkhianat besar olehnya dan kawanan.
Dimana pria tersebut, kemudian dibawa oleh anak buah Damian sesuai dengan perintahnya ke kamar mandi yang ada di dalam kamar pribadi pria bernama Gaines tersebut. Setelah juga Damian membagi tugas pada beberapa anak buah lainnya.
“A glass of Vodka perhaps could make you feel a little bit better ( Segelas Vodka mungkin bisa membuatmu merasa lebih baik )---“
“Yes, please,” jawab Damian. “And get me a cigar ( Dan carikan aku cerutu )---“
****
Beberapa saat kemudian, Damian sudah menghisap sebatang cerutu yang ditemukan Devoss pada sebuah lemari penyimpanan yang juga memajang beberapa minuman beralkohol kenamaan di ruangan tempatnya dan Damian berada saat ini.
“Boss,” seorang anak buah yang tadi mendapat tugas khusus untuk menangani Gaines telah kembali ke hadapan Damian dan Devoss.
Damian merespons dengan anggukan, dengan tak lama ia berdiri dari duduknya.
“Get away those innocence maids from this place, but not release their tie. Just put them in the place not far from road after I’m out from that a$sh0l3’$ room ( Jauhkan para pelayan yang tidak berdosa itu dari tempat ini, tetapi jangan lepaskan ikatan mereka. Tempatkan saja mereka di tempat yang tidak jauh dari jalanan saat aku dan Damian keluar dari kamar si brengsek itu )”
Devoss lalu berbicara pada beberapa anak buah yang tersisa, saat Damian telah mulai melangkah menuju ke kamar Gaines.
Dimana pria itu telah ditempatkan di dalam bak mandi, pada kamar mandi yang ada di kamar tidur pribadi pria itu---oleh anak buah yang diperintahkan oleh Damian untuk melakukan hal tersebut.
“All are here, Boss ( Semua ada disini, Bos )” beberapa anak buah yang berjumlah empat orang untuk melakukan tugas mencari berkas – berkas penting milik Gaines telah menghadap pada Damian saat mereka keluar dari ruang kerja Gaines, sambil menunjukkan apa yang telah mereka dapatkan pada Damian.
“Give it to Dev ( Berikan itu pada Dev )”
Damian berucap pada empat anak buahnya tersebut sepintas lalu, dan ia meneruskan langkahnya menuju kamar Gaines, dengan satu orang yang berjalan di depan Damian.
“Wake him up ( Bangunkan dia )---“ titah Damian yang sudah berada di dalam kamar mandi pribadi Gaines, dan Devoss sudah lagi ada didekat Damian, setelah dia sedikit berurusan dengan para anak buah yang ditugaskan Damian untuk menggeledah ruangan-ruangan tertentu di kediaman Gaines.
“Yes, Boss,” sahut salah seorang anak buah yang kemudian bergerak cepat meraih gelas kaca dekat wastafel yang kemudian ia isi dengan air, dimana setelahnya air tersebut di siramkan ke wajah Gaines yang sudah diikat dalam bak mandi panjang pribadinya.
****
“Fill it ( Isi )..”
Damian menurunkan lagi perintahnya pada para anak buah yang memang siaga di dekatnya.
Dimana dua orang anak buah itu langsung melakukan perintah Damian yang singkat saja, namun cukup mereka pahami.
Empat jerigen bahan bakar yang telah mereka persiapkan itu pastilah untuk mengisi bak mandi di mana ada Gaines di dalamnya.
“Just pour two. Rest, spread all over this house ( Tuangkan saja dua. Sisanya tuangkan di seluruh bagian rumah ini )” titah Damian lagi, setelah menyuruh anak buahnya menuangkan bensin ke dalam bak mandi dimana Gaines masih nampak mencoba mengembalikan kesadarannya di dalam bak mandi tersebut dengan posisi tubuhnya yang terikat kuat.
****
“Da---Da---mian..”
Gaines sudah siuman.
__ADS_1
Dimana Damian lalu menyeringai memandanginya.
Sejenak Gaines nampak ingin bersuara dan bicara pada Damian untuk menyampaikan pembelaan sekaligus meminta pengampunan.
Namun Gaines urung, sesaat setelah dia menyadari keberadaannya saat ini. Lalu mulai pucat pasi dan ketakutan ketika ia menyadari tepatnya keberadaan dirinya sekarang, berikut cairan yang menenggelamkan setengah tubuhnya di dalam bak mandi pribadinya.
Dan Damian kian menyeringai melihat gelagat Gaines yang nampak bingung bercampur takutnya.
Gaines sudah bergerak meronta untuk bangkit dari bak mandi pribadinya yang telah terisi bensin itu.
Namun ia tidak menyadari jika lehernya juga terikat oleh tali longgar, hingga ia tidak bisa bergerak lebih jauh dari tempatnya berada.
“Da-Da-mi-an, ple-ase ---“
“You know?..”
Damian menyambar, menyela Gaines yang tergagap panik dan ketakutan.
Lalu Damian berjalan perlahan mendekati Gaines yang menatap horor sekaligus mengiba padanya.
“Actually I want torture you more before I kill you ( Sebenarnya aku ingin menyiksamu lebih lagi sebelum aku membunuhmu )”
Setelahnya, dengan berdiri sedikit berjarak dari Gaines---Damian bicara.
“But however, I remember if you still have a little bit merit to Kingsley, Rery, even to my dad. So, I will give you to have a little bit moment to unwind by absorb a cigar ( Tapi bagaimanapun, aku ingat setidaknya kau masih memiliki sedikiy jasa pada Kingsley, Rery, bahkan pada ayahku. Jadi, aku akan memberikanmu sedikit waktu untuk bersantai dengan menghisap sebatang cerutu )---“
“*F*k You!”
Gaines mengumpat tajam pada Damian.
"You won't get benefit if you killed me ( Kau tidak akan mendapat keuntungan dengan membunuhku )!"
"I already get all things about your wealthy, so I think that such some benefits by killing you ( Aku sudah mendapatkan semua hal menyangkut kekayaanmu, jadi aku rasa itu adalah sebuah keuntungan dari membunuhmu )"
Damian menampakkan seringainya.
"And other benefit. Is I feel a lot of satisfaction if you're dead in the way that I choose for you ( Dan keuntungan lain. Adalah aku merasakan kepuasan yang sangat jika kau mati dengan cara yang aku pilihkan untukmu ).."
Damian makin meninggikan seringainya.
"Having so much fear in the near time of your death, and die slowly by feeling those pain crawling in your skin ( Amat sangat ketakutan di waktu yang dekat dengan kematianmu, dan mati secara perlahan dengan merasakan sakit yang merayap di kulitmu )"
Di detik dimana mata Gaines membulat dan meronta.
“N ( Ti )---“
Gaines yang meronta itu kemudian tak berdaya kala kepalanya di cengkram dengan keras oleh Devoss, sementara Damian menyumpalkan cerutu yang sedari tadi ia sempat sesap ke mulut Gaines.
“Be careful ( Berhati – hatilah )..” ucap Damian pada Gaines setelah cerutu yang sempat ia nikmati itu sudah berada diselipan mulut Gaines yang orangnya langsung membeku. “Don’t make too much move if you don’t want to feel how fire touch every inch of your skin, then you smell your own body’s burning slowly but sure ( Jangan banyak bergerak jika kau tidak ingin merasakan bagaimana api menyapa setiap inci kulitmu, lalu kau bisa mencium bagaimana tubuhmu terbakar secara perlahan tapi pasti )---“
“Hmphh---“
“Don’t forget to pray Gaines. Maybe God will hear it then give you a miracle. Even I doubt it ( Jangan lupa berdoa Gaines. Mungkin Tuhan akan mendengarnya dan memberikanmu mukjizat. Meskipun aku meragukannya )..”
Sambil Damian berjalan keluar dari kamar mandi pribadi Gaines dengan tawanya yang membahana, meninggalkan Gaines tanpa lagi menoleh ke arahnya, padahal pria itu sudah mencoba memanggil Damian dalam keadaan mulutnya yang ia buat serapat mungkin, agar Damian menoleh kepadanya dan berubah pikiran untuk memberikan ampunan padanya yang tidak ingin mati, apalagi dengan proses yang terbayang mengerikan.
Tak ada jalan keluar bagi Gaines meskipun ia coba menyemburkan cerutu yang diselipkan Damian di bibirnya, karena hasilnya akan tetap saja sama.
Dirinya akan tetap terbakar---hal itu yang ada di pikiran Gaines sekarang, karena ia melihat juga anak buah Damian menuangkan bensin di area sekitar kamar mandi pribadinya itu.
__ADS_1
Jadi andai bisa melepaskan ikatan tali yang melekat sangat kuat di tubuhnya itu, tetap saja ia akan terbakar, karena setengah tubuhnya telah terendam dengan bensin.
Kini---seperti yang Damian bilang tadi, Gaines hanya berharap suatu keajaiban, jika Damian berubah pikiran sebelum pria itu melenggang jauh dari tempatnya, juga dari rumahnya. Lalu membatalkan rencana membunuhnya dengan cara yang menyakitkan. Yang rasanya Gaines akan memilih di penjara saja daripada mati mengenaskan, terlebih proses kematian itu terbayang sangat mengerikan.
Gaines boleh saja berharap atau berdoa.
Namun pada kenyataannya, langkah Damian kian pasti untuk menaiki mobil yang sebelumnya ia tumpangi bersama Devoss dan dua anak buahnya---dimana mobil tersebut telah siap di halaman kediaman pribadi Gaines.
Dan tak seberapa lama, mobil yang Damian tumpangi bersama Devoss yang duduk bersamanya di kursi penumpang belakang, telah maju beriringan bersama beberapa mobil berisikan seluruh anak buah yang menyertainya---menjauh dari kediaman pribadi Gaines.
Hingga saat dimana mobil yang Damian tumpangi bersama Devoss dan beberapa anak buahnya itu telah mencapai jalan besar setelah kurang lebih belasan menit menjauh dari kediaman Gaines,
Blaaarr!!
Suara ledakan terdengar lumayan keras dari jalanan tempat Damian dan kawanan berada.
Suara ledakan yang Damian serta kawanannya itu tahu persis darimana.
Dan seringai kepuasan langsung muncul di wajah Damian, selepas suara ledakan tadi.
“Such a pity, maybe his lips a little bit slippery ( Sayang sekali, mungkin bibirnya sedikit licin )---“
“Even so, it won’t be any explosion that fast if you don’t give an order to release the gas ( Meski begitu, tidak akan ada ledakan secepat itu jika kau tidak memerintahkan untuk melepas gas )”
Devoss menyambar untuk berkomentar selepas Damian berseloroh yang dimaksudkan kepada Gaines, dimana kemudian Devoss berdecih geli.
Dimana Damian langsung tergelak mendengar komentar Devoss barusan.
“Ya, call it anticipation if that a$sh0l3 probably still can walk with fire all over his body ( Yah, anggap saja itu antisipasi jika si brengsek itu mungkin tetap dapat berjalan meski dengan api di seluruh tubuhnya )..” kekeh Damian. “Too bad I have just a little bit time, or else I can watch how the fire eat that a$sh0l3’s body slowly ( Sayang sekali waktuku sempit, jika tidak kan aku bisa menyaksikan bagaimana api melalap tubuh si brengsek itu secara perlahan )”
Lalu Damian menunjukkan wajah kecewa yang dibuat – buat, dimana hal itu membuat Devoss terkekeh. Dan Damian pun ikut terkekeh setelahnya.
Setengah kepuasan dan kelegaan telah ia rasa dari dendam yang sama dimiliki oleh Putra dan para saudara mereka yang tersisa, sebagai pembalasan para saudara mereka yang telah dibantai oleh Jaeden dan para sekutunya.
Termasuk Rery dan istrinya, yang sudah bak kakak dan kakak ipar bagi Damian dan mereka yang tersisa bersamanya.
Serta dendam mereka atas perbuatan Jaeden terhadap Anthony juga.
"The time to hesitate is through.. No time to wallow in the mire ..” ( Waktu untuk ragu adalah melalui.. Tidak ada waktu berkubang di lumpur )
Damian bersenandung kemudian. Ada seutas senyuman di wajahnya, namun juga matanya berkaca – kaca.
Lagu yang ia senandungkan itu memiliki kenangan tersendiri untuk Damian. ‘I wish all of you are here, to see how me, Putra, and others, will conquer the world in a little bit moment ( Aku berharap kalian semua ada disini untuk melihatku, Putra dan lainnya, akan menaklukkan dunia dalam waktu yang tidak lama lagi )’
Damian tersenyum getir selepas ia membatin.
Bagaimanapun, diantara kelegaan serta kepercayaan diri jika dia dan para saudaranya yang tersisa akan memenangkan ‘pertarungan’, tetap saja seperti terasa ada yang kurang---tanpa adanya mereka yang juga Damian dan para saudaranya kasihi saat mereka berada di puncak dunia nanti.
Orang – orang terkasih Damian dan para saudaranya yang tersisa, yang harus kehilangan nyawa karena sebuah ketamakan atas harta.
“Remind me, to stop by at my father and brother grave after we finish this ( Ingatkan aku, untuk mampir di makam ayah dan kakakku setelah kita menyelesaikan ini ), Dev..”
Devoss mengangguk, untuk menanggapi ucapan Damian yang meminta dirinya untuk mengingatkan satu hal yang Damian anggap penting.
“Also remind us to buy the christmas present for Anth and everyone at Villa ( Juga ingatkan kami untuk membeli hadiah natal untuk Anth dan semua orang di Villa )”
******
To be continue....
__ADS_1