
Happy reading .....
🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵
Ravenna, Italy,
Putra dan beberapa orang yang sedang bersamanya saat ini tengah prihatin setelah sebelumnya panik karena Anthony yang tiba – tiba jatuh pingsan.
Selepas bocah tampan itu melihat ke sebuah ruangan, tempat dimana ayah ibunya terbunuh.
“So how it’s gonna be? ( Jadi bagaimana? )” lalu cetusan pertanyaan, keluar dari mulut Addison terkait kondisi Anthony saat ini ---- sambil ia memandang pada Putra.
“I’m confused then ( Aku bingung sekarang )” jawab Putra.
“Ditunggu sampai Anthony sadar saja, Putra,” ucap Gadis kemudian. “Setelah melihat ruangan itu memang membuatnya trauma, tapi kalau kita juga membawanya pergi dari sini begitu saja sementara Anthony kita semua tahu sangat ingin mengunjungi makam kedua orang tuanya, apa nanti tidak mengecewakan dia?”
Lalu Gadis angkat suara.
“Gadis was right .... Let’s wait until Anth get sober.”
“( Gadis benar .... sebaiknya kita menunggu sampai Anthony siuman )”
Dan Ramone kemudian menimpali ucapan Gadis tersebut.
“However, this is about Anth’s parents ( Bagaimanapun, ini tentang orang tuanya Anth ) ....” kata Ramone lagi. “Even we worried about Anth right now, but as we know .... how excited he is waiting for this day ( Meskipun kita semua khawatir tentang Anth sekarang, tapi seperti yang kita semua tahu .... betapa bersemangatnya dia menunggu datangnya hari ini ) ....”
“Vader was right, Putra.”
Bruna kemudian menimpali.
“Anth become like this because of the trauma. Physically he’s okay. Let’s see after he get conscious ( Anth menjadi seperti ini karena trauma. Secara fisik dia baik – baik saja. Kita tunggu sampai dia tersadar ) ....”
Bruna lanjut bicara.
“Then we can ask him, whether he still want continue visit Rery and Madelaine, or leave from here ( Lalu kita dapat bertanya padanya, apakah ia masih ingin melanjutkan untuk mengunjungi Rery dan Madelaine, atau pergi dari sini )”
“Alright then.” Putra pun mengiyakan pendapat Gadis yang didukung oleh Ramone, dan juga karena ucapan Bruna.
Setelahnya Putra duduk di pinggiran sofa tempat Anthony dibaringkan di atasnya.
Memegangi tangan Anthony, sambil mengusap – usap kepala Anthony dengan lembut.
Hingga usapan Putra itu berhenti, ketika lenguhan samar terdengar dari mulut Anthony.
“Eengg....“ bersamaan dengan pergerakan kecil dari sang bocah tampan. Dimana Putra dan lainnya langsung lebih mendekat pada Anthony sambil memanggilnya.
“Anth?....”
“Pa-pa....”
🔵🔵🔵🔵
Putra yang disebut Anthony , ketika matanya terbuka.
Karena memang wajah Putra yang berada paling dominan di atas wajah Anthony kala bocah itu telah siuman dari pingsannya.
“I.... saw when Mommy died with blood in her body.... and then... and then Daddy was shot.... then they took me awaay.... ( Aku.... melihat saat Mommy meninggal dengan darah.... ditubuhnya... lalu.... lalu Daddy ditembak.... lalu mereka membawaku pergi.... )”
Lalu didetik berikutnya Anthony berkata dengan terbata dan melirih sambil terisak. Mengatakan apa yang dialaminya.
“I know, Anth.... I know ( Aku tahu, Anth.... Aku tahu )....”
Putra lalu menenangkan Anthony, sambil ia kembali mengusap lembut kepala bocah tampan kesayangannya dan keluarga itu.
“But now that’s just a bad memories ( Tapi sekarang itu hanya menjadi kenangan buruk )”
Putra berkata lembut kemudian, sambil mengusap bulir air mata yang sudah membasahi pipi bocah tampan itu.
__ADS_1
“That you supposed to forget, since you have us now ( Yang seharusnya kamu lupakan, karena kamu memiiliki kami sekarang )”
“Yes, Papa....”
🔵🔵🔵🔵
“Just look at me, or close your eyes ( Lihat saja aku, atau tutup mata kamu )....”
Ucapan yang keluar dari mulut Putra, saat ia tengah menggendong Anthony setelah bocah tampan itu telah benar-benar kembali kesadarannya.
Lalu setelah Anthony sudah betul-betul siuman dari pingsannya, Putra menanyakan apakah bocah tampan kesayangannya itu masih ingin melanjutkan untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya atau tidak.
Dan Anthony menjawab, “Yes Papa, I want to visit Daddy and Mommy. I’m okay, now....”
Putra dan para orang dewasa yang lain kemudian tersenyum setelah mendengar ucapan Anthony tersebut.
Lalu Putra bawa tubuh Anthony dalam gendongannya. Membawa bocah tampan itu ke makam kedua orang tuanya.
Dan berkata pada Anthony untuk menjaganya agar tidak mengingat kenangan buruknya yang membuat Anthony jatuh pingsan secara tiba-tiba, saat langkahnya akan kembali melewati depan ruangan yang membuat Anthony jadi ingat kenangan terburuk dalam hidupnya yang mengerikan dan menyesakkan bagi bocah tampan kesayangan Putra dan keluarganya sekarang itu.
Setelahnya, Anthony langsung mengangguk----mengiyakan saran Putra.
“Yes, Papa,“ kata Anthony pada Putra sambil menutup matanya.
Lalu Putra lebih mendekapnya sambil ia menggendong Anthony untuk dibawa menuju makam kedua orang tua bocah kesayangannya tersebut.
🔵🔵🔵🔵
Selain menutup matanya, Anthony menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Putra kala sang Papa angkat tersayangnya itu tengah menggendongnya untuk sampai ke makam kedua orang tua Anthony.
“I let you know if we’re already outside ( Aku akan memberitahu kamu kalau kita sudah berada diluar )....” kata Putra lagi. Dan hanya anggukkan yang Anthony berikan sebagai jawabannya atas ucapan Putra tersebut.
Lalu Putra tersenyum ditempatnya. Sambil menggegapkan langkahnya agar segera keluar dari area dalam rumah lama Anthony.
“You can open your eyes now ( Kamu dapat membuka matamu sekarang ), Anth.”
Putra berucap pada Anthony, ketika kakinya telah sampai di luar rumah lama Anthony.
“Daddy.... Mommy....”
🔵🔵🔵🔵
“Daddy.... Mommy.... I miss you so bad ( Aku sangat merindukan kalian )....” Anthony kini sudah berada di makam kedua orang tua kandungnya.
Dimana makam tersebut berada di tepat di area belakang bangunan rumah utama di tempat tinggal lamanya Anthony bersama kedua orang tuanya tersebut.
Tak ada suara lain, selain suara Anthony yang melirih sebentar, lalu isakannya terdengar.
Membuat Putra dan semua orang dewasa lain yang bersamanya dan Anthony itu jadi bungkam seribu bahasa.
Hanya mata mereka yang berkaca-kaca, dengan tenggorokan yang rasa tercekat.
Lalu bulir airmata kesemua orang dewasa itu pun akhirnya lolos dari pelupuk mata mereka.
Ya karena melihat sikap Anthony yang setelah Putra turunkan dari gendongan, bocah itu langsung berhambur ke makam kedua orang tuanya yang kedua jasad orang tercintanya Anthony itu ditempatkan dalam satu liang, lalu setengah merebah dan memeluk nisan kedua orang tuanya yang coba Anthony peluk dengan tangan kecilnya.
Pun kesedihan menggelayuti hati Putra dan lainnya yang tidak dapat menyertai untuk menyemayamkan dua orang tua Anthony, kala dua orang yang juga amat berarti baginya dan para saudaranya yang masih tersisa itu dimakamkan setelah dibunuh oleh Jaeden----hanya Addison dan pria bernama Dante serta beberapa orang lain yang setia pada Rery dan masih tersisa di Ravenna kala itu, yang melakukan prosesi pemakaman kedua orang tua Anthony.
Termasuk juga masyarakat Ravenna yang mengenal baik keluarga Anthony, yang memiliki nama cukup harum disana, atas sikap mereka yang ramah dan peduli kepada orang-orang disekitar tempat tinggal mereka. Walau jika terlihat dari luar, Rery macam seorang bos mafia karena punya banyak orang disekelilingnya. Termasuk punya yang namanya anak buah, dengan perawakan yang jelas terlihat sebagai pengawal pribadi.
Namun begitu, Rery dan istrinya begitu ramah dan baik pada orang-orang disekitar tempat tinggal mereka tersebut.
Jadi meski banyaknya orang berwajah kaku disekeliling Rery termasuk Putra yang kasak-kusuk tentangnya sebagai seorang yang punya julukan menyeramkan----dan selalu berada di samping Rery setiap kali pria itu keluar dari tempat tinggalnya, baik sendiri ataupun bersama anak dan istrinya, belum lagi para pria yang jelas adalah bodyguard----pada akhirnya tidak membuat orang-orang yang berada di sekitar tempat tinggal di rumah lama Anthony, menjadi takut pada ayah kandungnya bocah tampan tersebut.
Lagipula, tidak pernah sekalipun ada kerugian yang diberikan Rery kepada masyarakat di sekitar tempat tinggalnya dan keluarga. Orang-orang berwajah kaku yang sering terlihat didekat Rery pun tidak ada yang sikapnya semena-mena.
Yang ada, Rery banyak membantu orang-orang di sekitarnya. Tak ragu untuk memberikan bantuan, kepada sesiapa yang meminta bantuan padanya.
__ADS_1
Bahkan Rery tidak pernah menagih pengembalian setiap bantuan yang ia keluarkan untuk orang-orang tersebut. Silahkan jika ingin mengembalikan, itu pun jika bisnis atau urusan orang-orang tersebut sudah stabil. Baru Rery mau menerima pengembalian atas bantuannya.
Tak mengembalikan pun, tidak Rery permasalahkan. Dengan catatan, bantuannya tidak disalahgunakan.
Karena kalau sampai ketahuan, bantuan yang Rery berikan pada orang seorang tersebut yang menyalahgunakan bantuannya----para ‘dinding’ Rery termasuk Putra akan segera mengurusnya.
Yang bagusnya, para masyarakat di sekitar tempat tinggal lamanya Anthony dan keluarganya itu, adalah orang-orang yang tidak pernah macam-macam.
Tahu berterima kasih----katakanlah begitu.
Ramah dan santun macam Rery dan Madelaine.
Sekalipun kedua orang tua Anthony itu, adalah orang yang paling kaya di daerah tempat tinggal mereka.
Tapi tak pernah Rery nampak sok berkuasa.
Jadilah ayah kandung Anthony itu menjadi harum namanya di Ravenna.
Maka tak heran kala Rery meninggal dengan cara yang mengenaskan bersama istrinya, masyarakat di sekitar tempat tinggal lamanya Anthony dan kedua orang tuanya itu merasakan kehilangan yang besar.
🔵🔵🔵🔵
“How are you Daddy.... Mommy?.... Are you happy to see me here, now?.... Because I’m happy to be here now.... even I can’t hold Daddy and Mommy.... just like usually before ( Apa kabar kalian Daddy.... Mommy?.... Apa kalian bahagia melihatku lagi disini, sekarang?.... Karena aku bahagia berada di sini saat ini.... meskipun aku tidak dapat memeluk Daddy dan Mommy.... seperti yang selalu aku lakukan dulu )....”
Lalu bicara soal kehilangan besar, tentunya Anthony lah yang paling amat sangat merasakannya.
‘I’m relieved and sad in the same time now. Rery, Madelaine.... Forgive of my carelessness all of those very bad things happened ( Aku lega dan sedih disaat yang bersamaan sekarang. Rery, Madelaine.... Maafkan kecerobohanku hingga membuat semua hal yang sangat buruk ini terjadi )....’
Sebagaimana Anthony, Putra juga merasakan kehilangan yang sama besarnya seperti Anthony atas kedua orang tua bocah tampan itu, ada cekat yang menggelayut di kerongkongan Putra saat ini.
Namun seperti yang Putra katakan dalam hatinya itu sambil ia mengusap nisan bertuliskan nama lengkap ayah Anthony dan ibunya, selain rasa penyesalan dan sedih yang besar atas kematian keduanya karena perbuatan jahat seseorang yang tamak----ada rasa lega juga dalam hati Putra sekarang.
Lega, karena pada akhirnya dia bisa menemui kedua orang tua Anthony dan meminta maaf secara langsung, meskipun hanya dihadapkan pada pusara keduanya saja. Tapi walau seperti itu keadaannya, Putra sedikit melega. ‘But as you both know, I already make that mtherfucker who make all of this happened, get what he supposed to get ( Tapi seperti yang kalian tahu, aku sudah membuat keparat yang menyebabkan semua ini terjadi, mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan )’*
Putra masih berbicara pada pusara kedua orang tua Anthony, dimana nisan sang ayah bocah tampan itu yang lebih menjadi fokus Putra, dengan matanya yang sudah nampak basah----dengan sebulir airmata yang sudah juga membasahi pipi Putra, sambil ia mengusap nisan ayah Anthony.
‘But I promise to both of you, I will taking a good care of Anth. And make sure that only happiness that he will feel in every second of his life, as long as I still breathing ( Tapi aku berjanji pada kalian berdua, aku akan merawat Anth dengan sangat baik. Dan memastikan bahwa hanya kebahagiaan yang akan ia rasakan disetiap detik hidupnya, selama aku masih bernafas )....’
Lalu satu tangan Putra yang lain mengusap punggung Anthony yang masih pada posisi bocah tampan itu kala sudah berhambur ke nisan kedua orang tuanya selepas Putra menurunkannya dari gendongan.
Sementara punggung Putra sendiri, sedang diusapi oleh Gadis.
Lalu lainnya, setengah berjongkok mengitari makam dua orang yang sangat berarti bagi mereka itu. Dengan masing-masingnya ada yang mengirimkan doa, serta membatin seperti Putra----yang ujungnya adalah niatan yang sama dengan Putra.
Yakni merawat dan menjaga Anthony dengan sebaik-baiknya. Lalu mendengarkan Anthony yang sudah berhenti terisak itu, mengoceh layaknya sedang bercerita kepada kedua orang tuanya secara langsung.
Yang Putra dan lainnya biarkan, Anthony puaskan kerinduannya kepada almarhum kedua orang tuanya tersebut, dengan apapun yang ia inginkan dan lakukan sekarang.
Putra dan lainnya lalu tersenyum lembut, kala Anthony kemudian menarik Gadis untuk lebih mendekat padanya, lalu memperkenalkan Gadis kepada orang tuanya----dengan selipan cerita tentang siapa Gadis untuknya saat ini, setelah Anthony bercerita banyak hal tentang keluarga yang ia miliki saat ini.
Lalu mengatakan betapa ia bahagia sekarang, karena memiliki keluarga yang ia miliki saat ini----yang Anthony tahu, betapa keluarganya yang sekarang ini----amat sangat memperhatikan dan menyayanginya.
“May you both rest in peace. Rery, Madelaine ( Semoga kalian berdua beristirahat dalam damai. Rery, Madelaine )....”
Putra lalu berbicara lagi di depan makam kedua orang yang ia sebut namanya itu, saat Anthony telah selesai meluapkan kerinduan kepada almarhum kedua orang tuanya tersebut.
Lalu sudah bersiap untuk meninggalkan area pemakaman orang tua Anthony, untuk seterusnya mengunjungi beberapa makam dari orang-orang yang tewas dihari yang sama bersama kedua orang tua Anthony----yang sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga.
Putra sudah berdiri tegak di tempatnya, namun wajahnya menunduk menatap nisan kedua orang tua Anthony.
Dan hal yang sedang Putra lakukan itu, juga sama dilakukan oleh orang-orang yang sedang bersamanya.
Putra sudah menggandeng Anthony disatu tangannya, lalu menggenggam tangan Gadis dengan satu tangannya yang lain.
Lalu Putra berbicara lagi kepada makam kedua orang tua Anthony, sebelum dirinya dan yang lain mengayunkan kaki untuk meninggalkan makam dua orang yang berarti bagi Putra dan keluarga baru----bentukannya itu.
“From now on, I will take the responsible. Not only for Anth, but this family now. To make it strong and unbreakable ( Mulai saat ini, aku yang akan mengambil tanggung jawab. Tidak hanya untuk Anth, tapi juga untuk keluarga ini sekarang. Untuk membuatnya kuat dan tidak terpecahkan )”
__ADS_1
🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵
❕❕❕❕ LIFE OF A MAN—END ❕❕❕❕