LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 394


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


England.....


Suara desingan peluru yang berentet memecah kesunyian di sebuah jalanan.


Empat mobil yang sedang melaju beriringan menjadi sasaran tembakan dari beberapa mobil lain serta dua orang di dua sepeda motor.


Satu mobil yang berada paling depan, oleng lalu sedikit terperosok ke pinggir jalanan---sementara dua mobil di belakang nampak berhenti secara mendadak.


Sementara satu mobil yang adalah mobil tahanan, oleng kemudian rebah di atas jalanan.


Namun tembakan yang di lakukan oleh beberapa orang dengan dua jenis kendaraan berbeda pada empat mobil yang melaju beriringan itu dilakukan tidak sampai melukai orang-orang dalam mobil yang ditembaki tersebut.


🔵


“Should we help the officer, Miss ( Apakah kita perlu menolong petugas itu, Nona )?”


Seorang pria bertanya, kepada seorang wanita yang sudah keluar dari dalam mobil saat mobil tahanan yang dua orang mereka tembaki itu oleng lalu rebah di atas jalanan di bawahnya kemudian.


“No, they’re supposed not injured that bad. Risky to get in, cause that jerk inside might already took their gun. So wait until he get out by himself ( Tidak, mereka seharusnya tidak terluka parah. Beresiko untuk masuk, karena bisa saja sudah merampas senjata mereka. Jadi tunggu saja sampai dia keluar dengan sendirinya )—“


“Yes Miss Yona.”


Satu pria yang bicara di awal tadi saat mobil tahanan yang ditembaki oleh dua rekan mereka telah rebah ke jalanan bersama rekannya yang lain, menanggapi penuturan wanita yang mereka hormati itu, yang adalah Yona.


Setelahnya, Yona memperhatikan bus tersebut sesaat, dan menggerakkan tangannya ke arah dua orang yang merupakan anak buah yang menembaki mobil tahanan dimana ada Jaeden di dalamnya. Lalu dua orang itu segera menjauh dari mobil tahanan tersebut.


Yona yang kemudian melangkahkan kakinya untuk mendekat ke mobil tahanan dengan juga berhati-hati dan sigap sambil sedikit mengendik dengan sebuah pistol yang sudah ia pegang di tangannya, dan sudah siap untuk digunakan.


Dan dua orang anak buah mengekori Yona setelah wanita itu mengarahkan keduanya untuk bergerak mengikutinya namun memisahkan diri, memposisikan diri mereka di satu sudut dekat mobil tahanan.


“I’ll wait him near the driver’s door. You go up, you stay here on the distance where you can shot that jerk is out of my reach ( Aku akan menunggunya di dekat pintu kemudi. Kau naik ke atas, kau tetap di sini dalam jarak dimana kau dapat menembaknya jika ia terlepas dari jangkauanku )”


Yona memperjelas lagi tugas dari dua orang anak buah yang menyertainya itu. Dan dua anak buah itu pun langsung mengangguk paham dan bergerak dengan sigap sesuai perintah Yona.


Bang!


Suara tembakan terdengar dari dalam mobil tahanan.


🔵


Yona menghentikan sejenak langkahnya setelah mendengar bunyi tembakan, namun kemudian Yona melanjutkan langkahnya lagi dengan tangannya yang terangkat memberi kode kepada anak buahnya agar tetap di tempat mereka saja.


Bang!

__ADS_1


Satu suara tembakan terdengar lagi saat Yona telah merapatkan punggungnya di badan mobil tahanan yang rebah itu, sekaligus ia mendengar suara pekikan kesakitan dari dalam mobil dan suara gaduh orang yang terjatuh atau di dorong dengan keras.


“I can easily shot your head from my place if you try to do something stupid ( Aku dapat dengan mudah menembak kepalamu dari tempatku jika kau mencoba untuk bertindak bodoh )”


Lalu Yona mendengar suara seseorang yang memberikan ancaman, sambil pintu mobil tahanan yang rebah itu terbuka.


“Move slowly and tell me if you see anyone ( Bergerak perlahan dan katakan padaku jika kau melihat ada orang )”


Suara orang yang mengancam itu terdengar lagi, bersamaan dengan satu orang berpakaian petugas polisi keluar dari dalam mobil tahanan yang pintu kemudinya telah terbuka.


Yona merendahkan tubuhnya ketika petugas polisi itu keluar sambil Yona lebih merapatkan lagi punggungnya di badan mobil, dengan satu telunjuknya yang ia letakkan di bibirnya sendiri saat petugas yang keluar itu menangkap keberadaan dirinya yang merapat sangat di badan mobil.


Tash!


Tepat saat pria yang berada di belakang petugas yang sedang mengangkat kedua tangannya itu keluar---yang mana pria itu adalah Jaeden, Yona langsung menegakkan tubuhnya dan kakinya langsung menendang tangan Jaeden yang mengacungkan senjata ke arah petugas yang sempat pria itu sandera di dalam mobil tahanan hingga pistol yang sedang di genggam Jaeden langsung lepas dari genggaman pria itu yang tak mengira keberadaan Yona sebelumnya.


“Foxy but slow ( Licik tapi lamban )”


Yona mengejek Jaeden dengan nada suara yang datar dan dingin sambil menempelkan ujung pistolnya ke kepala Jaeden yang terkejut itu.


Dan petugas yang berada di depan Jaeden langsung di suruh menyingkir oleh Yona.


Lalu satu anak buah yang standby di atas mobil tahanan yang rebah langsung loncat ke bawah dengan menodongkan pistolnya juga ke arah Jaeden dengan menjaga jaraknya agar Jaeden tidak sampai untuk merampas pistolnya itu.


BUGH!


Lalu dengan cepat Yona memukul tengkuk Jaeden dengan tenaganya yang macam tenaga pria itu, hingga kedua lutut Jaeden menyentuh aspal di bawahnya dengan cukup keras.


🔵


“Did Yona already get here ( Apa Yona sudah mengarah ke sini )?” Adalah Putra yang bertanya pada salah satu anak buahnya setelah sudah beberapa lama dia, Damian dan Accursio sampai di sebuah pelabuhan.


“Yes Boss. Miss Yona is on her way here ( Iya Bos. Nona Yona sedang mengarah ke sini )” jawab anak buah yang ditanya oleh Putra itu.


“Alright then,” sahut Putra.


Yang kemudian menyesap lagi rokoknya, lalu berbalik dan berjalan menaiki tangga sebuah kapal.


Damian dan Accursio kemudian mengekori Putra.


“Tell Yona to get inside the ship while she’s arrive ( Katakan pada Yona untuk langsung masuk ke kapal saat dia tiba )”


“Yes Boss.”


Para anak buah yang mendengar ucapan Putra yang berhenti sesaat dan berbalik, langsung menyahut sigap menanggapi ucapan Putra itu.


Setelahnya Putra melanjutkan langkahnya meniti beberapa anak tangga untuk ia masuk ke dalam kapal yang tidak terlalu besar, dari kapal yang pernah ia gunakan sebelumnya.

__ADS_1


“Are you sure that motherfuckr doesn’t have any companion outside that still left* ( Apa kau yakin keparat itu tidak memiliki lagi bantuan di luar yang masih tersisa )?” tanya Accursio saat ia sudah berada di atas kapal bersama Putra dan Damian.


“Based on the information that our men get and told me, except those traitors I know---no more ( Berdasarkan dari informasi yang orang kita dapat dan diberitahukan padaku, selain daripada para pengkhianat yang aku kenal---tidak ada lagi )”


🔵


“Even there’s any that left, and we missed it. Let’s see how far their moves ( Meskipun ada yang tersisa, dan kita melewatkannya. Kita lihat saja seberapa jauh pergerakan mereka )” ucap Damian menanggapi percakapan Putra dan Accursio.


Dua orang itu kemudian manggut-manggut kecil setelah mendengar ucapan Damian. Lalu Damian, Putra dan Accursio mengobrol dengan topik lain yang lebih ringan.


“Miss Yona has arrive, Sir’ ( Nona Yona sudah tiba, Tuan-Tuan )” hingga selang hampir satu jam kemudian, seorang anak buah datang menghampiri Putra, Damian dan Accursio yang telah berpindah dari geladak kapal ke bagian dalam kapal.


🔵


“Did you find any difficulties ( Apa kau mendapatkan kesulitan )?..” tanya Putra pada Yona yang tak seberapa lama masuk ke bagian dalam kapal tempatnya duduk bersama Damian dan Accursio.


“Just like taking a toy from a kid ( Macam seperti mengambil mainan dari anak kecil )” jawab Yona santai.


Putra, Damian dan Accursio pun mendengus geli.


“Bring him in ( Bawa dia masuk )” ucap Putra pada salah seorang anak buah yang berdiri di samping Yona.


🔵


“Ready to die ( Siap untuk mati )?”


Adalah Damian yang berkata saat Jaeden telah di bawa oleh satu anak buah mereka ke hadapan dirinya berikut Putra, Accursio dan Yona.


“Heh!” decih Jaeden setelah mendengar ucapan Damian, dan kain yang menutupi kepalanya sudah ditarik lepas.


Sementara Putra dan Accursio serta Yona memandangi pria yang sudah di buat bersimpuh di hadapan mereka itu dengan tatapan datar.


“Take him. I need to do some exercise first before I send him to meet Rery ( Angkat dia. Aku perlu berolahraga dulu sebelum aku mengirimnya untuk bertemu dengan Rery )” ucap Putra.


“Yes, Boss.”


Dua orang anak buah Putra menyahut, lalu mengangkat Jaeden dari posisinya.


Dan Putra tak putus menatap tajam Jaeden yang sudah diangkat oleh anak buahnya yang sudah paham untuk menempatkan Jaeden dimana.


Namun tatapan Putra terputus dan terkesiap---dimana disaat yang bersamaan Jaeden yang sedang diseret ke satu sudut kapal, suara desingan dan rentetan senjata terdengar di luar kapal tempat Putra dan dua saudara lelaki, serta satu saudara perempuannya itu berada.


“SIR! WE’VE GOT COMPANY ( TUAN! KITA KEDATANGAN TAMU )!”


Didetik berikutnya juga, seorang anak buah tergopoh datang ke hadapan Putra seraya ia memekik panik memberi laporan.


“Now, who’s going to die tonight ( Sekarang, siapa yang akan mati malam ini )?” Jaeden berucap seraya ia menyeringai menatap pada Putra.

__ADS_1


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


To be continue......


__ADS_2