LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 189


__ADS_3

NOTED:


UNTUK BAB SEBELUM INI YANG BEDA CERITA, HARAP DI SKIP AJA DULU YA, SAMPAI DIHAPUS OLEH SISTEM.


MOHON MAAF UNTUK KETIDAK NYAMANAN-NYA.


NAMANYA MANUSIA, SUKA ERROR KADANG-KADANG. YE KHAN? 😃



Happy reading...


“Let’s go back to hotel ...”


( Ayo kembali ke hotel ... )


Putra telah kembali di hadapan Garret yang masih berdiri di tempatnya saat Putra meninggalkannya sebentar tadi, dengan membawa sebuah bungkusan kertas berisi kudapan pinggir jalan khas negara kincir angin tersebut yang juga sedang santai Putra nikmati.


“Father hasn’t come yet ... ( Ayah belum datang ... )”


“It’s okay. I’m sure that father can get home save ... ( Tak mengapa. Aku yakin ayah dapat pulang ke rumah dengan selamat ... )”


Putra mengambil kudapan dari dalam bungkusan dan nampak masih hangat itu, lalu memasukkannya ke mulut dengan santai.


“If you say so, then let’s go ... ( Kalau memang begitu katamu, maka ayo ... )” Garret pun mengiyakan ucapan Putra yang sedang melihat ke sebuah restoran lain tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.


Putra hanya nampak manggut-manggut saja, lalu kemudian mengayunkan langkahnya untuk berjalan menuju hotel tempat ia dan Garret menginap. Yang letaknya tak seberapa jauh dari restoran yang mereka sambangi tadi.


“What is that? ... ( Apa itu? ... )”


Garret bertanya pada Putra seraya menunjuk pada bungkusan kudapan yang berada di tangan Putra dengan kepalanya.


“Oliebol..” jawab Putra sembari menyodorkan bungkusan berisi kudapan yang ia sebutkan tadi pada Garret.


Garret pun mengambil bungkusan berisi kudapan tersebut dari tangan Putra, dan mengambil satu lalu langsung memakannya.


“It’s a sweet food, but smells a little bit stench... ( Ini makanan manis, tapi baunya sedikit amis ... )”


Garret melirik Putra dengan tatapan penuh arti yang Putra pahami sembari Garret menaikkan satu alisnya dan tersenyum miring.


Garret memang hanya seorang pilot. Namun ia punya indra penciuman yang cukup tajam, selain ke-awasan matanya.


Garret dengan mudah dapat mengenali bau yang menguar dari tangan Putra, meskipun tipis saja.


Namun bau yang Garret tangkap di indra penciumannya, sudah dapat ia kenali dari mana sumbernya.


Putra hanya mendengus geli saja menanggapi ucapan Garret, yang kemudian menikmati tiap potongan kudapan yang tadi dibawa Putra dan diberikan padanya. Sembari kedua pria tersebut mengayunkan langkah hingga sampai ke hotel tempat mereka menginap.


***


“Next time take me if you want to get a snack ... ( Lain kali ajak aku jika kau ingin mencari kudapan ... )”


Garret berucap pada Putra sesaat setelah mereka sampai di hotel tempat mereka menginap.


Dimana Putra langsung menyunggingkan senyuman.


“Don’t worry, you’ll get some another snacks tomorrow ( Jangan khawatir, kau akan mendapatkan beberapa kudapan lain besok ) ...”


Garret kemudian juga menyunggingkan senyuman.


“Well can’t wait ..... ( aku rasanya tidak sabar.....  )” ucap Garret.


***


Keesokan harinya .....


“Where are we going to? ( Kita akan pergi kemana? ).....”


Garret bertanya pada Putra yang sedang berdiri di depan lobi hotel.


“Church ( Gereja )”


Putra pun langsung menjawab.


“Woah, you become a religius man now, hem? .....”


( Wah, kau menjadi seseorang yang religius sekarang, hem? ..... )

__ADS_1


Putra pun terkekeh. Lalu sebuah seorang petugas hotel menghampiri, dan menunjuk pada sebuah mobil yang sudah berhenti di depan lobi hotel tempat Putra dan Garret berdiri.


Kemudian Putra dan Garret menaiki sebuah mobil yang Putra sewa dari pihak hotel tempatnya dan Garret menginap.


******


Maastricht Vritjof.....


Putra dan Garret telah berada di sebuah kota di Belanda bagian selatan. Mobil yang ditumpangi Putra dan Garret, dimana Putra yang mengemudikannya sendiri dan menghentikan mobil yang ia kemudikan itu di depan sebuah Gereja besar di alun-alun kota yang Putra dan Garret datangi sekarang ini.


“Are we going to meet him here? ..... ( Apa kita akan bertemu dengannya disini? ..... )”


“Yes ( Ya )” jawab Putra singkat. Kemudian Putra dan Garret turun dari mobil setelah Putra memarkirkannya di tempat yang tersedia.


****


“I think you totally getting older ‘till you don’t know there’s a betrayer inside you”


( Aku rasa kau benar-benar sudah menua sampai kau tidak menyadari ada pengkhianat dalam didekatmu )


Itu Putra yang berbicara sembari bersandar di sebuah pohon mahoni rindang yang berada di pinggir sebuah tanah lapang dalam area Gereja yang ia dan Garret sambangi.


Garret juga bersandar disisi yang berlawanan pada pohon yang sama dengan Putra.


Sekilas kedua pria tersebut nampak seperti sedang mengobrol satu sama lain.


Namun pada kenyataannya ucapan Putra dimaksudkan pada seorang pria yang sedang duduk di sebuah kursi yang berada dekat dengan pohon dimana Putra sedang menyandarkan dirinya itu.


“Then I already made the right decision by giving my throne to my godson ( Maka aku sudah membuat keputusan telah memberikan takhtaku pada anak baptisku )”


Pria yang sedang duduk itu kemudian berbicara tanpa menoleh.


Putra pun mendengus geli, sementara Garret tersenyum tipis.


“Buy some mineral waters before you back to your Mansion, or even food old man.... ( Belilah beberapa botol air mineral sebelum kau kembali ke Kediamanmu, atau mungkin juga makanan pak tua..... )”


Putra kembali berbicara.


“If you still want to get a life more longer ..... ( Jika kau masih ingin hidup lebih lama ..... )”


Kemudian Putra menegakkan tubuhnya dan melangkah pergi dari tempatnya dengan Garret yang mengekori Putra.


Putra kembali berbicara lagi sambil lalu dan melenggang dengan santai, meninggalkan pria yang Putra panggil dengan pria tua tersebut, yang adalah Ramone.


***


“Now where are we going to? ......”


( Kemana kita sekarang? ...... )


Garret bertanya pada Putra setelah mereka kembali ke dalam mobil yang disewa Putra dari pihak Hotel tempatnya dan Putra menginap, dan Putra sudah siap untuk mengemudikan mobil tersebut keluar dari area Gereja.


“Buy some wine ( Membeli beberapa botol anggur )” jawab Putra sambil melajukan mobil yang ia kemudikan itu.


“Are you going to show yourself after you reveal the betrayer? ..... ( Apa kau akan menunjukkan dirimu setelah mengungkap pengkhianat itu? ..... )”


Garret bertanya lagi.


“We’ll see about it ( Lihat nanti )”


Garret mendengus geli.


“You know what ... ( Kau tahu ... ), Putra?”


“What? ( Apa? ) ..”


“I’ve been know you for a quite long time but you still look mysterious sometimes....”


( Aku sudah mengenalmu cukup lama tapi terkadang kau masih terlihat misterius.... )


“Well, stick with me for more longer to understand me more over then... ( Kalau begitu, menempel lah padaku lebih lama untuk mengerti tentangku lebih lagi... )” celoteh Putra.


Garret dan Putra pun sontak terkekeh bersama.


*****


Putra dan Garret kini sudah memasuki sebuah desa yang cukup jauh dari kota.

__ADS_1


Desa yang terlihat sangat sepi namun tenang, dan rumah-rumah yang ada di sepanjang jalan yang mobil Putra kemudikan bersama Garret yang duduk disampingnya, berjarak cukup jauh satu sama lain.


Putra nampak sudah mengenali setiap jalanan yang ia lewati di Belanda ini.


“When the last time you visit this country? ( Kapan terakhir kau mengunjungi negara ini? )....” tanya Garret disela perjalanan sembari menghisap rokoknya.


“Quite long ( Cukup lama )” jawab Putra, yang juga sedang mengemudi sembari menghisap rokok seperti halnya Garret.


“And you still very know every part of this country ..... ( Dan kau masih mengetahui dengan pasti setiap bagian di negara ini ..... )” ucap Garret.


“I ever lived here, before I stick with Rery ( Aku pernah tinggal disini, sebelum aku bersama Rery )” sahut Putra. “I practice every thing about self-defense here since I was a teenager... Th-- ( Aku belajar segala hal tentang pertahanan diri disini sejak aku remaja.... Ad--)”


Putra tak melanjutkan kalimatnya. Lalu terdengar dengkusan kasar dari Putra.


“What is it? ( Ada apa? )”


“.........”


Putra tak menyahut pada Garret yang sedikit keheranan dan menggerakkan kemudi ke arah kirinya.


“Get out from the car and don’t look back ( Keluar dari mobil dan jangan menengok kebelakang )” ucap Putra.


Garret tidak tahu apa alasan kuat Putra menepikan mobil yang dikemudikannya dan berhenti di halaman sebuah rumah pedesaan tempat mereka berdua berada sekarang.


Tapi apapun itu, Garret akan mengikuti setiap ucapan dan arahan Putra, yang orangnya sudah meniti tangga sebuah rumah pedesaan tersebut dan mengetuk pintunya.


‘Damned this guy, not only a sharp instinct he has. But his ears are so sharp too! ( Benar-benar pria ini, tidak hanya instingnya saja yang tajam. Tapi telinganya juga sangat tajam! )’


Garret membatin takjub. Pasalnya ia paham jika maksud Putra menepi adalah untuk menghindari berpapasan dengan sebuah mobil yang tak lama memang melewati jalanan di depan sebuah rumah pedesaan dimana Putra memberhentikan mobil dan sekarang Putra sudah berbicara dengan pemilik rumah setelah ia mengetuk pintunya.


Hanya saja, Garret tidak mendengar suara mesin mobil sebelumnya, tapi Putra seolah tahu jika akan ada kendaraan yang melewati jalanan tempat mereka berada tadi.


Putra yang nampak telah selesai berbicara dengan si pemilik rumah lalu berpamitan dengan ramah, langsung menghampiri Garret yang sedang berdiri berjarak dibelakang Putra dengan menampakkan senyum keramahan pada si pemilik rumah sebelum ia berbalik pergi bersama Putra.


Setelahnya, Putra dan Garret masuk kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan.


“Did you impeach the car that was passed by? .. ( Apa kau mencurigai mobil yang tadi lewat? .. )” tanya Garret.


“Kind of ( Begitulah )..” jawab Putra pada Garret yang kembali melontarkan pertanyaan setelah mobil yang ia kendarai kembali menyusuri jalanan.


“Where are we going now?.. ( Kemana kita sekarang?.. )” tanya Garret.


“Travelling around a canal by a boat.. ( Jalan-jalan menyusuri kanal dengan perahu.. )”


Putra menjawab Garret tanpa menoleh, karena ia sedang memperhatikan jalanan, lalu kemudian berbelok di jalanan yang menjorok ke sebuah hutan.


“I thought we’re going to board a boat? ... ( Aku pikir kita akan naik perahu? ... )” ucap Garret setelah Putra memberhentikan mobil yang ia kendarai di dalam hutan yang sangat sepi dan Putra menempatkan mobil di tempat yang cukup tersembunyi.


“We are going to board a boat ( Memang kita akan naik perahu )” sahut Putra. “A whisper boat” sambung Putra.


Dimana tak seberapa jauh mereka berjalan, terlihat sebuah kanal kecil yang apabila tidak disusuri lebih dalam, kanal itu tidak akan terlihat.


Garret sampai menaikkan alisnya, karena tempat dimana Putra membawanya serta begitu rahasia. Terlebih, saat ia sudah berada di atas sebuah perahu kecil dan suara mesin perahu tersebut memang sangat begitu halus, samar, hampir tak terdengar.


Mungkin itu sebabnya Putra menyebutnya sebagai ‘a whisper boat’ – pikir Garret.


“Now you don’t say any words until I allow you to ( Sekarang kau jangan bicara sampai aku mengijinkanmu )” ucap Putra pada Garret yang langsung mengangguk. Dan hanya keheningan yang ada di sekitar Putra dan Garret, sampai mereka tiba di bagian hutan yang lain dan nampak sangat sunyi, seperti tidak ada kehidupan disana.


“Come ( Ayo )”


Putra yang sudah menghentikan perahu sunyi itu mengajak Garret untuk turun dari perahu tersebut.


Namun baru saja Putra menapakkan kakinya di tanah hutan,


“Stop”


Sebuah suara bariton yang amat pelan membuat Putra urung untuk melangkah.


“Steek je hand omhoog ( Angkat tanganmu )”


Suara bariton itu terdengar lagi, bersamaan dengan suara sebuah senjata yang dikokang.


Garret yang belum turun dari perahu, sudah siap untuk menelusupkan tangannya ke balik mantelnya untuk mengambil senjata miliknya yang merupakan hadiah selamat datang dari Ramone itu.


Namun urung, karena pemilik suara bariton yang dua kali berbicara itu sudah muncul dengan cepat dari belakang Putra, dan ujung senjata api yang dipegang pria itu sudah menempel di kepala Putra bersamaan dengan kalimat ancaman yang kali ini menggunakan bahasa Inggris dan ditujukan pada Garret untuk tidak membuat pergerakan mencurigakan, jika tidak mau peluru dari pistol pria tersebut menembus kepala Putra.


*****

__ADS_1


To be continue .....


__ADS_2