LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 459


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


Indo,


“Sedang memikirkan ibu dan saudari tirimu yang sudah jadi mayat itu?”


Putra yang berkata seraya ia bertanya pada Gadis, yang ia lihat sedang berdiri termangu di dekat pintu balkon kamar pribadi mereka.


“Maaf ..”


Gadis yang sempat terkesiap karena memang ia sedang melamun itu, langsung menjawab ucapan Putra yang langsung juga menimpali.


“Kan aku sudah –“


“Iya Putra, aku masih ingat kata – kata kamu tentang mereka ..” Namun Gadis langsung menyambar ucapan Putra yang ingin mengatakan protesnya. “Aku memang sedang memikirkan ibu dan Madya, tetapi bukan tentang bagaimana nasib jasad mereka –“


“Lalu? –“


“Aku justru sedang khawatir jika polisi menangkap kamu –“


“Tidak akan ada yang menangkapku ..”


Putra menimpali cepat ucapan Gadis.


“Tempat aku membuang dua tubuh wanita keparat itu jurang, bukan? Pun jika tubuh mereka sampai ke dalam hutan yang menjadi ujung jurang, rasanya sangat kecil kemungkinan ada orang yang datang ke sana. Dan lagi, harus ada bukti yang kuat untuk polisi menangkapku, yang mana mereka tidak akan pernah menemukannya –“


“Kalau ada yang melihat keberadaan kamu kemarin malam di hutan itu bagaimana? –“


“Aku yakin tidak ada. Karena kalau ada, seharusnya dia sudah melapor ke pihak yang berwajib dan mendatangiku ke tempat tinggal kita ini –“


“Iya sih, benar ..”


Gadis menimpali cepat ucapan Putra yang ia iyakan.


***


“Sudahlah, berhenti memikirkan hal – hal yang membuat hatimu gelisah, Gadis.”


Putra berujar setelah Gadis menimpali ucapannya, lalu Gadis nampak langsung menghela agak berat nafasnya.


Namun Gadis langsung mengangguk didetik berikutnya.


“Lebih baik kamu segera masuk kamar mandi, karena air hangat dalam bathtub tidak akan bertahan hangat selamanya.”


Gadis lalu langsung mengangguk lagi, mengiyakan ucapan Putra yang menyuruhnya lekas mandi.


***


Beberapa hari kemudian berlalu. Dimana beberapa hari yang dilewati oleh para penghuni vila Putra dan keluarganya, dilalui dengan hangat.


Lalu perjalanan yang sudah direncanakan sebelumnya ke Inggris dan Italia pun sudah juga dipersiapkan dengan baik, bahkan tanggal keberangkatan pun sudah ditentukan.


Semua orang – seperti yang juga sudah pernah Putra katakan, akan ikut dalam perjalanan. Namun ada dua orang yang bukan anggota keluarga inti Putra yang akan tidak ikut dalam perjalanan.


Arthur dan Devoss. Dimana keduanya memang memiliki tugas yang harus dilakukan, atas nama Putra dan keluarga barunya itu, akan memperjelas keberadaan mereka di negeri yang sudah mereka tinggali, sejak datang dari italia.


Lalu Devoss akan kembali ke Belanda, untuk memeriksa segala sesuatunya disana yang berkenaan dengan Putra yang akan menggantikan posisi Ramone sebagai seseorang yang punya kuasa di sana. Sementara Ramone akan ikut dengan Putra dan lainnya ke Inggris dan Italia.


Melakukan perjalanan barunya, bersama keluarga yang dibentuk oleh anak baptis, sekaligus anak angkatnya itu.


Keluarga Adjieran.


“Ini nama panjang Anthony?” Adalah Gadis yang bertanya pada Putra, saat ia sedang melihat – lihat passport yang diterima Putra dari Arthur.


Hanya passport Gadis dan Anthony yang diterima karena baru jadi setelah dibuat, karena Putra sudah lebih dulu memilikinya.


***


“Bukan.”


Putra menjawab pertanyaan yang sempat Gadis lontarkan beberapa detik yang lalu.


“Nama Anth yang ada dipassport dan dalam data keluarga disini adalah aku yang membuatnya.”


“Kenapa dibuat berbeda? ..” tanya Gadis lagi.


“Karena di negeri ini, keluarga ini, katakanlah aku yang membentuknya .. lalu Dami, Ad, Bru dan Garret menyepakati bersama, jika disini, kami akan menggunakan nama tengahku sebagai nama keluarga –“


***


“Jadi dalam dokumen daftar anggota keluarga yang menjadi syarat administrasi sebuah keluarga, ya nama tengahku yang digunakan sebagai nama belakang kita.”


Gadis pun manggut – manggut kecil setelah mendengar penuturan Putra.


“Sebelumnya aku berpikir nama Adjieran hanya akan digunakan di sini saja.”


Putra lanjut bertutur.


“Namun tiga saudara lelaki dan satu saudariku itu mengatakan kalau nama Adjieran seterusnya akan menjadi identitas kami baik di negeri ini dan di manapun –“

__ADS_1


“Tapi bukankah kamu di Inggris itu sedang memperjuangkan nama keluarga Anthony?”


“Itu benar."


Putra mengiyakan ucapan Gadis yang memastikan.


:Anthony hanya menggunakan nama Rery Smith dibelakangnya tanpa ada nama Kingsley yang mengikuti. Jadi terkhusus untuk Anth, di Inggris-agar dia mendapat haknya, dia akan menggunakan nama keluarga Rery dibelakang namanya. Saat dia sudah dirasa mampu untuk mengerti semua tentang keluarganya, aku akan bebaskan dia untuk memilih,” kata Putra lagi.


Dan meski terdengar agak sedikit rumit baginya, namun Gadis kemudian manggut-manggut lagi.


Karena setidaknya, walau juga hanya sedikit, namun Gadis memahami maksud dari ucapan Putra.


Hingga kemudian pembicaraan sepasang suami istri itu berhenti, karena bocah tampan yang juga ada dalam pembicaraan mereka, kemudian muncul ke dalam kamar Putra dan Gadis.


Yang orangnya langsung saja memanggil Putra dan Gadis dengan begitu bersemangat, kemudian langsung berhambur kepada kedua orang tua angkatnya itu --- dari beberapa orang tua angkat yang Anthony miliki.


***


“Papa! Mama!”


“Woah! What makes you such in hurry, Prince ( Apa yang membuatmu tergesa, Pangeran )?” ucap Putra yang menyambut Anthony, dimana bocah tampan itu nampak datang dengan berlari antusias ke arahnya dan Gadis yang sedang duduk di sofa dalam kamar pribadi keduanya.


Sementara Gadis tersenyum lalu mengecup pipi Anthony yang setelah mendekat padanya dan Putra, bocah itu langsung diraih dan dipangku Putra.


“This side also ( Sebelah sini juga ), Mama ..” ucap Anthony yang tidak langsung menjawab pertanyaan Putra yang sudah memangkunya itu, karena bocah tampan nan mengemaskan itu, meminta dulu Gadis agar mengecup juga pipinya yang satu lagi.


Dimana Gadis dan Putra pun jadi spontan kompak terkekeh geli dengan tingkah Anthony. Lalu Gadis pun menuruti keinginan Anthony. Dengan memberikan satu kecupan lagi di pipi Anthony yang sebelumnya tidak mendapat kecupan gemas dari Gadis, dan Anthony memberikan juga Gadis sebuah kecupan di pipi ibu angkat yang sudah Anthony sukai dari sejak pertama bertemu itu.


***


“How lucky you are, can get a kiss from Mama Gadis right after you came here, which I didn’t get it. Whereas I sit with her here quite long ( Beruntungnya kamu, mendapatkan kecupan dari Mama Gadis tepat setelah kamu datang ke sini, yang mana aku tidak mendapatkannya. Padahal aku sudah duduk dengan cukup lama bersamanya di sini )”


Putra lalu langsung angkat suara, setelah Anthony mengecup singkat pipi Gadis.


Sebagai balasan dari dua kecupan yang Anthony dapatkan dari Gadis sebelumnya.


“That’s because Papa not as cute as me ( Itu karena Papa tidak menggemaskan sepertiku )” timpal Anthony pada Putra.


Hingga Putra pun langsung tertawa, bersama Gadis yang terkekeh geli.


***


“Then tell me, what makes you such in hurry ( Lalu katakan padaku, apa yang membuatmu begitu tergesa ), hem? ..”


Putra lalu bertanya lagi pada Anthony, setelah ia dan Gadis menyelesaikan tawa dan kekehan mereka atas ledekan Anthony pada Putra.


Dan Anthony pun langsung menjawab pertanyaan Putra.


***


“And what is that ( Dan apa itu )?”


Putra langsung menanggapi jawaban Anthony.


“So we’re heading to Ravenna first before England, Papa?”


( Jadi kita akan menuju Ravenna dulu sebelum Inggris, Papa? )


“Indeed ( Benar sekali )”


Putra langsung menjawab Anthony yang justru menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan juga.


Dan Gadis memilih mendengarkan saja dua pria beda usia yang sedang bersama dengannya dan sedang saling bicara itu.


“And it is still winter at Ravenna when we go there ( Dan apakah masih musim dingin di Ravenna saat kita ke sana nanti )? ..”


Lalu Anthony mencetuskan pertanyaan lagi pada Putra.


Putra pun mengangguk.


“Inverno, winter means in Italian, right ( Inverno, musim dingin dalam bahasa Italia, benar bukan ), Papa?”


“Right ( Benar )” jawab Putra.


***


“Hhh.”


Anthony lalu berkesah putus asa.


“I think it will be hard for me to understand Italian language now, because feel that I forget a lot of Italian words ( Aku pikir akan sulit bagiku memahami bahasa Italia sekarang, karena aku merasa kalau aku banyak melupakan kata – kata dalam bahasa Italia )”


Anthony langsung berkata setelah ia berkesah.


“How can I talk with people at Ravenna who knows me, when they’re ask me ( Bagaimana aku bisa bicara dengan orang – orang di Ravenna yang mengenalku, saat mereka bertanya padaku )?” kata Anthony lagi.


“It doesn’t matter. Because Me, Daddy Dami and Garret, Padre also Madre will help you ( Itu tidak masalah. Karena aku, Daddy Dami dan Garret, Padre juga Madre akan membantumu )”


Putra menimpali ucapan Anthony kemudian.


“Just like usual, you quite often become confused if there’s someone at Ravenna say Hi to you, and then ask with Italian languange ( Seperti biasa, kamu sering kebingungan jika ada seseorang di Ravenna yang menyapamu, lalu bertanya dengan menggunakan bahasa Italia )”

__ADS_1


Putra kembali berkata.


“Since Daddy Rery and Mommy Madelaine using English in daily, than Italian languange. And I will become your translator. Remember ( Sehubungan Daddy Rery dan Mommy Madelaine menggunakan bahasa Inggris daripada bahasa Italia dalam keseharian. Lalu aku akan menjadi penerjemahmu. Ingat )?”


Anthony pun langsung mengangguk antusias setelah mendengar beberapa kalimat Putra itu. “Yes I remember, Papa .. and I also remember if Papa even more protective to me than Daddy Rery, then become more chatty ( Iya aku ingat, Papa .. dan aku juga ingat kalau Papa bahkan lebih protektif padaku daripada Daddy Rery, lalu Papa akan menjadi lebih cerewet )”


Putra sekali lagi dibuat tergelak oleh ucapan Anthony. Dan Gadis juga sekali lagi terkekeh.


Namun tak lama kemudian keduanya tersenyum haru, setelah mendengar Anthony berkata lagi.


“Thank you, Papa .. Even when Daddy Rery still alive, you protect and take care of me that well .. I love you, Papa .. I promise I will become a commit son for you ( Terima kasih, Papa .. Bahkan saat Daddy Rery masih hidup, Papa sudah melindungi dan menjagaku dengan sangat baik .. Aku menyayangimu, Papa .. Aku berjanji akan menjadi anak yang berbakti untukmu )”


Anthony lalu tersenyum menggemaskan kepada Putra yang kemudian langsung mendekapnya gemas dengan masih tersenyum, Gadis pun sama.


“You already make me happy if you just smile. Not only me, but all of us. Right Mama Gadis ( Kamu sudah membuatku bahagia hanya dengan kamu tersenyum. Tidak hanya aku, tapi kami semua. Benar kan Mama Gadis )? –“


“Very right ( Sangat benar )! –“


“You supposed to say, 'absolutely right' ( Seharusnya Mama mengatakan, ‘absolutely right’ ), Mama ..”


Anthony menimpali Gadis dengan meralat penggunaan kata dengan bahasa Inggris dalam kalimat Gadis yang menjawab Putra sebelumnya.


“Ah, stupid Mama,” timpal Gadis yang membodoh – bodohi dirinya sendiri dengan wajah putus asa yang dibuat – buat, hingga membuat Putra dan Anthony jadi tersenyum geli.


“No Mama, you’re not stupid. But beautiful ( Tidak, Mama tidak bodoh. Tapi cantik )!” timpal Anthony kemudian.


Membuat Gadis jadi tersenyum lebar.


Begitu juga Putra.


“But handsome is mine ( Tapi ketampanan itu milikku ) ..”


Anthony lalu berceletuk.


“Papa handsome but I’m more handsome ( Papa tampan tapi aku lebih tampan ) ..”


Membuat Putra dan Gadis jadi tertawa sekali lagi, dimana hehangatan yang jadi begitu tergambar dari interaksi Putra, Anthony dan Gadis saat ini.


Layaknya keluarga kecil bahagia.


***


“So back to something that you remember and you want to tell me before. What is it about ( Jadi kembali pada hal yang kamu ingat dan ingin kamu katakan padaku sebelumnya. Tentang apa itu )? ....” tanya Putra pada Anthony, yang sedang berada di atas pangkuannya itu.


Lalu Anthony pun berseru kecil.


“Ah ya! –“


“Then why you asked about weather in Ravenna  ( Lalu mengapa kamu menanyakan tentang cuaca di Ravenna )? ....”


Putra lalu bertanya lagi, bersamaan dengan Anthony yang berseru kecil itu.


“If it’s still winter in Ravenna when we go there, I think you have to take me for shopping. Because I don’t have any coat.”


( Jika memang masih musim dingin di Ravenna saat kita pergi kesana, aku rasa Papa harus mengajakku belanja. Karena aku tidak memiliki mantel satupun )


Anthony pun mencetuskan jawabannya.


“Ah ya, you’re right ( Ah iya, kamu benar ) ....”


Putra pun menimpali, dan Anthony kemudian berkata lagi.


“I have one, the one that I wear when you take me here for the first time ( Ada satu, yang aku pakai saat Papa membawaku ke sini untuk pertama kali ) ....”


Anthony lalu mengoceh lagi.


“But I don’t think it’s still fit on me, since I’m bigger now, right?!”


( Tapi aku rasa sudah tidak muat lagi padaku, karena aku sudah bertambah besar sekarang, benar bukan? )


Putra pun mengiyakan ocehan Anthony dengan menggangguk seraya tersenyum geli. Sambil ia terus mendengarkan ocehan Anthony yang masih berlanjut.


“So let’s go shopping ( Jadi ayo kita pergi berbelanja ), Papa! ....”


Selanjutnya Anthony berseru sambil bangun dengan cepat dari pangkuan Putra.


“Woah!” Putra terkesiap. Lantaran Anthony menarik tangannya dengan bersemangat.


“Now ( Sekarang ), Papa! –“


“What? Now? ....”


“Yes now!” sahut Anthony dengan cepat.


Nampak tak sabar.


“Because I’m not only want to buy coat, but also cool new clothes and shoes, and I want a new cut of my hair. And then ( Karena aku tidak hanya ingin membeli mantel, tapi juga baju dan sepatu baru yang keren, dan aku ingin potongan yang baru untuk rambutku. Lalu ) bla .... bla .... bla ....”


Bocah tampan itu pun mengocehkan banyak rencana yang ingin ia lakukan kepada Putra, yang orangnya jadi terpukau dengan ocehan rencana Anthony tersebut. “Oh my ( Ya ampun )”


🔵🔵🔵🔵🔵🔵

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2