LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 185


__ADS_3

Happy reading ..


Setelah puas menggoda Gadis selepas mereka bangun dari tidur mereka yang tak berapa lama itu, Putra kemudian bergegas untuk berpakaian dan pergi bersama Gadis untuk turun ke restoran hotel dimana janji temu berkumpul untuk makan malam bersama dengan keluarganya dan mereka yang sudah membantu dalam pernikahan Putra dan Gadis itu sudah ditentukan sebelumnya.


Memang Putra sudah sempat berada di atas Gadis dan mengukung tubuh istrinya itu di atas ranjang kala mereka bangun dari tidur untuk mengistirahatkan diri mereka sejenak. Namun Putra hanya sebatas menggoda saja. Bercumbu memang, tapi hanya singkat saja. Walau yah, cumbuan antara dirinya dan Gadis membangkitkan apa yang tadinya tidur, mulai kembali menggeliat. Tapi Putra tahan agar adik kecilnya tidak bertingkah seperti di kamar mandi tadi.


Toh Putra juga merasa perutnya lapar, dan menganggap Gadis pun juga pastinya merasa lapar, selain lelah.


Jadi Putra menahan keinginannya agar tidak menerjang Gadis lagi.


**


Putra dan Gadis berpapasan dengan anggota keluarga mereka yang lain saat keduanya sudah rapih berpakaian dan keluar dari kamar.


Anthony langsung saja berhambur pada Putra dan Gadis saat melihat dua orang yang kini menjadi Papa dan Mamanya itu. Putra langsung menangkap tubuh Anthony dengan tersenyum lebar lalu mengangkat dan menggendong Anthony.


Putra dapat merasakan kebahagiaan Anthony atas pernikahannya dan Gadis. Dan memang rona bahagia itu terpancar jelas di wajah Anthony saat ini. Dan Putra merasa bahagia karenanya.


Karena jika Anthony merasa bahagia, Putra akan merasa lebih bahagia.


Toh memang itu yang Putra inginkan selain menjaga dan melindungi Anthony. Memastikan kebahagiaan Anthony selama ia hidup.


“How was your sleep? ( Bagaimana tidurmu? ) ..” Tanya Putra.


“Very well Papa! ( Sangat nyenyak Papa! )” Jawab Anthony dengan antusias.


Putra tersenyum, begitupun Gadis yang sudah berjalan berdampingan dengan Bruna, dan juga Addison, Damian dan Garret yang ikut tersenyum melihat Anthony yang nampak sangat bahagia dalam balutan baju semi formal yang telah diberikan Putra pada anak buahnya untuk diantarkan ke kamar Damian saat dirinya dan Gadis telah selesai membersihkan diri.


***


Dua hari berlalu


Saat ini, Putra berikut keluarganya dan teman-teman Gadis yang menginap di hotel termasuk juga ayah baptis Putra, akan meninggalkan hotel dan kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.


“Thank you for everything .. We really appreciate it ( Terima kasih untuk semuanya .. Kami benar-benar sangat menghargainya )” Ucap Bruna mewakili keluarganya untuk berterima kasih pada teman-teman Gadis yang telah banyak membantu dalam pernikahannya dan Gadis dengan pasangan mereka masing-masing.


Teman-teman Gadis menjawab ucapan terima kasih Bruna dengan juga berterima kasih atas segala fasilitas mewah yang mereka terima. Padahal mereka memang murni membantu dengan tulus karena sudah menganggap Gadis saudari berikut keluarga mereka, yang memang rata-rata adalah orang perantauan. Kurang lebih sama seperti Gadis.


“Sekali lagi saya mewakili yang lain mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk Tuan Putra, Gadis, Tuan Addison, Nyonya Bruna.. Kami akan selalu berdoa agar pernikahan kalian langgeng dan bahagia.”


Suster Neni mengambil alih untuk bicara, mewakili rombongannya. Mengucapkan selamat yang entah sudah berapa kali ia ucapkan pada dua pasang pengantin baru itu berikut doa untuk kebaikan ke empat orang tersebut dalam pernikahan mereka kedepannya.


Putra dan Gadis tersenyum mendengar ucapan tulus dari seniornya Gadis saat Gadis masih bekerja di rumah sakit sebagai perawat. Addison dan Bruna juga tersenyum tidak kalah tulusnya dengan Putra dan Gadis, setelah Putra menterjemahkan ke dalam bahasa Inggris apa yang tadi diucapkan oleh Suster Neni pada Addison dan Bruna.


Kemudian mereka semua yang menjadi rombongan Putra saling berjabat dan memberikan pelukan serta saling mengucapkan terima kasih, sebelum akhirnya mereka semua berpisah untuk pergi ke tempatnya masing-masing.


***


“You’re not coming with us ( Kau tidak ikut dengan kami ) Ar? ..”


Bruna berbicara pada Arthur yang memang tidak akan ikut mereka kembali ke Villa.


“I have enough rest in this last few days, Bruna ( Aku sudah cukup beristirahat selama beberapa hari ini, Bruna )...”


Arthur menyahut pada Bruna, dengan hanya menyebut Bruna dengan nama panggilannya saja tanpa embel-embel 'Nyonya'.


Bruna sendiri yang menyuruh Arthur untuk mulai menyebut Bruna dengan nama saja, karena Arthur sudah dianggap menjadi bagian dalam keluarga sebagaimana Danny.


“Now I have to go back for work, or your old brother will fired me ..”


“( Sekarang aku harus kembali bekerja, atau kakak tertuamu akan memecatku )..”


Arthur melirik jahil pada Putra yang mendengus geli mendengar ucapannya barusan.


Bruna dan lainnya juga mengulum senyum mereka.


“Since he pay me a lot with this family beside the money, of course .. then I have to work hard and seriously, if I don’t want to be kicked out..”


“( Karena dia telah membayarku sangat mahal dengan keluarga ini selain uang, tentunya .. maka aku harus giat dan bekerja dengan serius, jika aku tidak mau ditendang keluar .. )”


Putra dan lainnya pun terkekeh.


“Glad to know that you such a self aware person ..”


“( Senang mengetahui kalau kau orang yang tahu diri.. )”


Putra berseloroh.


Arthur pun terkekeh mendengarnya.


“Well, I’m such self conscious person, beside humble.”


“( Yah, aku ini kan orang yang tahu diri, selain rendah hati )”


“What a narcissitic person that we have here ... ( Coba lihat betapa narsisnya dia .. )”

__ADS_1


“Heh! Like you’re not! ( Seperti kau sendiri tidak saja! )” Addison dengan cepat menyambar pada Putra yang mencibir Arthur dengan candaan.


“Indeed ( Benar sekali )”


Damian juga dengan cepat menimpali.


Dan lagi-lagi mereka yang sedang terlibat obrolan sembari menunggu mobil yang akan ditumpangi Putra dan keluarganya untuk kembali ke Villa termasuk juga Ramone, terkekeh bersama.


Hingga akhirnya mobil yang akan ditumpangi Putra berikut keluarganya yang akan kembali ke Villa termasuk juga Ramone yang akan mulai tinggal bersama Putra, telah siap untuk berangkat ke tempat tinggal Putra dan keluarganya yang berada di luar Ibukota tersebut.


***


Putra meraih pinggul kecil Gadis dan membawanya masuk dengan lembut ke dalam mobil yang akan Putra tumpangi tidak hanya bersama Gadis namun juga bersama Anthony dan Danny, serta seorang pengawal yang merangkap sebagai supir. Putra memang sengaja menempatkan orang yang selain berbadan cukup kokoh, namun juga memiliki kemampuan bela diri selain kuat tentunya, untuk menjadi supir pribadi dirinya dan keluarga.


Memang sengaja seperti itu, untuk berjaga-jaga. Sebelumnya, Pak Abdul dan Suheil yang kadang menyupiri Putra dan keluarganya.


Tapi sekarang, setelah beberapa aset miliknya termasuk beberapa aset pribadi almarhum Rery telah dibawa dari Inggris dengan bantuan Danny dan beberapa orang setia almarhum Rery di Inggris, dapat dikatakan Putra sudah dapat membangun sebuah ‘kerajaan’ versinya di negeri yang merupakan tanah air ibunda kandung Putra.


Dan merekrut orang-orang yang memiliki kemampuan diatas orang-orang awam, selain orang-orang lainnya yang nantinya akan dibutuhkan untuk menempati porsi pekerjaan dalam bisnis Putra dan keluarga barunya sudah mulai akan dilakukan, seiring pembangunan atas beberapa bisnis yang sudah siap untuk didirikan.


Walau rasanya di negeri tempat tinggal Putra dan keluarganya yang baru ini tidak terlihat bahaya yang mengancam sebagaimana di Inggris ataupun Italia, namun tetap saja keberadaan pria-pria yang dapat diandalkan tenaga, kemampuan juga nyali rasanya Putra butuhkan untuk berada disekelilingnya, setidaknya untuk menjaga keluarganya.


Terlebih, Putra kini sudah menerima posisi Ramone sebagai seorang pemimpin dari sisi lain sebuah dunia dalam kehidupan.


Dunia yang penuh ragam ancaman. Dan itu membutuhkan kewaspadaan.


Untuk itu, Putra membutuhkan ‘bantuan’ dari banyak orang yang bisa diandalkan dengan sangat.


Terutama untuk dua orang yang amat sangat berarti baginya saat ini, yang kini sedang duduk bersamanya di dalam mobil untuk kembali menuju Villa mereka.


Meski Putra tentunya akan sekuat tenaga menjaga dan melindungi dua orang yang kini sedang duduk disampingnya dan begitu nampak bahagia, seperti halnya dirinya juga.


Dua orang yang akan semampu mungkin Putra pastikan kebahagiaannya, selain menjaga dan melindungi Anthony dan Gadis dengan segenap apa yang Putra punya.


Seiring mobil yang Putra tumpangi bersama empat orang lain bersamanya di dalam mobil tersebut itu menyusuri jalanan dari Ibukota untuk sampai ke Villa mereka, sepanjang itu senyuman Putra tak pernah pudar melihat interaksi dua orang disampingnya yang mengobrol dan bersenda gurau dan sesekali Putra ikut menimpali candaan keduanya bersama juga dengan Danny.


***


“Selamat datang Nyonya Putra ...”


Putra kembali meraih pinggul Gadis sesaat mereka telah turun dari mobil kala sampai di Villa yang menjadi tempat tinggal utama Putra dan keluarganya selama ini. Gadis tersenyum manis pada pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu sekarang ini.


“Terima kasih Tuan Putra...” sahut Gadis dengan tersenyum.


“Mari, kutemani ke kamar kita ...”


Putra pun terkekeh kecil selepas mendengar sahutan Gadis barusan.


Lalu Putra bersama Gadis, Anthony serta yang lainnya bergegas masuk ke dalam Villa.


“You guys don’t want to do the ritual for the Newly Weds when they arrive at home for the first time as husband and wife?”


“( Apa kalian tidak melakukan ritual Pengantin Baru saat mereka tiba untuk yang pertama kalinya di rumah sebagai suami dan istri? )”


Itu Ramone yang berbicara sembari cengengesan pada dua pasang pengantin baru yang baru saja tiba bersamanya ke Villa yang selama ini Putra dan keluarganya tinggali sejak pergi meninggalkan Ravenna, Italia.


Putra dan Addison sontak langsung ikut cengengesan bersama Addison, termasuk juga para pria lainnya, bahkan Anthony juga ikut cengengesan karena bocah tampan itu paham yang dimaksud oleh kakek angkatnya tersebut.


Putra dan Addison sama-sama melirik pada istri mereka masing-masing sambil masih cengengesan selepas Ramone mengatakan soal ritual Pengantin Baru yang sebenarnya adalah candaan untuk mereka yang baru saja menikah dan pulang ke rumah dengan status yang baru.


“How is it Ad? ( Bagaimana Ad? )” Ucap Putra pada Addison yang cengengesan itu.


Addison pun mengulum senyuman. “Why not?! ( Kenapa tidak?! )”


“Ah!”


Didetik berikutnya, suara pekikan pendek atas keterkejutan Gadis dan Bruna terdengar saat dengan cepat, Putra dan Addison mengangkat tubuh kedua wanita yang baru beberapa hari yang lalu menyandang status sebagai istri itu ke udara.


Lalu dengan cepat juga Putra dan Addison setengah berlari ke dalam Villa dengan istri mereka masing-masing yang mereka gendong ala Bridal Style, sembari terkekeh geli. Dan semua orang yang melihat aksi kedua suami itu pun sontak langsung tergelak.


***


Mata Anthony yang berbinar, serta senyuman lebarnya yang tak kunjung padam sejak sang Papa kesayangan menikahi wanita yang Anthony sukai dengan sangat serta sudah begitu menyayanginya, menjelaskan dengan sangat betapa bahagianya bocah itu sekarang.


“Thank you Papa.”


Anthony menyalurkan rasa bahagianya dengan sebuah pelukan pada Putra, saat bocah tampan tersebut sudah berada bersama Putra dan Gadis yang sedang bersama Anthony di kamar pribadi bocah tersebut, yang tersambung dengan kamar Putra dan Gadis disebelahnya.


“Thank you for what, hem? ( Terima kasih untuk apa, hem? )” ujar Putra.


“For marrying Gadis, and make me could have a very complete parents ( Untuk menikahi Gadis, dan membuat aku memiliki orang tua yang lengkap )”


Anthony mengeratkan pelukannya pada Putra.


“Thank you for making me very happy ( Terima kasih telah membuatku merasa sangat bahagia ) ...”

__ADS_1


‘Oh Anth.’


Putra membatin haru karenanya. Ia pun mengetatkan pelukannya pada Anthony dengan penuh rasa sayang.


“No need to thank me, because that what should I do for you. Make sure that you always be happy ( Tidak perlu berterima kasih padaku, karena itulah yang seharusnya aku lakukan untukmu. Memastikan jika kamu selalu merasa bahagia )”


Putra lalu mengurai pelukannya setelah mengecupi kepala Anthony dengan rasa sayang Putra yang memang tercurah sangat banyak untuk bocah tampan itu. Bocah tampan milik almarhum Rery dan Madelaine yang Putra sayangi sepenuh hati. Dan yang membuat Putra sanggup berkorban jiwa dan raga demi menjaga dan melindungi Anthony dengan sebaik-baiknya.


“All because I love you that much Anth. And I will keep my promise to making you to feel happy all the time ( Semua karena aku sangat menyayangimu Anth. Dan aku akan menjaga janjiku untuk membuatmu terus merasa bahagia sepanjang waktu )”


Putra berucap sembari mengusap pelan kepala Anthony, seraya mengulas senyuman tulus pada bocah tampan tersebut.


“And you may give me a punishment if I forget about it ( Dan kamu boleh memberikan aku hukuman jika aku melupakan janjiku padamu itu )”


Putra kembali berucap sembari mencubit gemas pipi Anthony.


Anthony pun terkekeh kecil.


“Of course I will give you a punishment if you broken your promises ( Tentu saja aku akan memberikanmu hukuman jika Papa melanggar janjimu itu )”


Anthony segera menyahut untuk menimpali perkataan Putra, yang orangnya kemudian terkekeh kecil seperti Anthony tadi.


Dan Gadis yang melihat hangatnya interaksi Putra dan Anthony yang sudah sering sekali ia lihat itu pun ikut tersenyum dengan hati yang diliputi rasa haru selain bahagia karena ia sudah menjadi bagian dari kehangatan tersebut.


“And thanks to you too Gadis ( Dan terima kasih juga padamu Gadis )”


Gadis tersenyum hangat karena Anthony kini sudah bergeser untuk lebih mendekat padanya.


“Um, Mama Gadis, I mean ( Maksudku )..” ralat Anthony dan Gadis serta Putra langsung tersenyum geli karenanya.


Lalu Anthony merentangkan tangannya untuk memeluk Gadis yang tentu saja menyambut hangat pelukan Anthony dan membalas pelukan bocah tampan tersebut.


“You don’t need to thank me also, Anthony ( Kamu juga tidak perlu berterima kasih padaku, Anthony )” ucap Gadis.


Sembari Gadis mengelus sayang kepala dan punggung Anthony.


“No Mama Gadis, I really have to thank you.. ( Tidak Mama Gadis, aku sungguh harus berterima kasih padamu .. )”


Anthony mengurai pelukannya.


Lalu menatap wajah Gadis dengan senyuman malaikat yang Anthony miliki. Serta tangan Anthony membelai lembut wajah Gadis.


“I have to thank you, because your affection to me, and also for making my Papa Putra very happy... ( Aku harus berterima kasih padamu, karena kasih sayangmu padaku, dan juga karena telah membuat Papa Putra ku sangat bahagia ... )”


“.....”


“Thank you, Papa, Mama...”


***


Putra dan Gadis telah berada di dalam kamar pribadi mereka saat ini, selepas menggantikan pakaian Anthony dengan pakaian rumahan. Lalu menemani Anthony hingga sampai bocah tampan yang setelah momen hangat mereka bertiga dalam kamarnya, bocah tampan itu bercerocos ria dengan senangnya.


Hingga membuat Putra dan Gadis tak tega untuk meninggalkan Anthony yang nampak sangat bahagia dan bercerita banyak hal itu bahkan untuk sekedar berganti baju.


Jadi Putra dan Gadis baru kembali ke kamar pribadi mereka setelah pada akhirnya Anthony jatuh terlelap di atas ranjang pribadinya.


“Fuhhh...”


Putra mengibaskan kerah kemejanya.


“Panas sekali ya?”


Lalu terdengar keluhan pendek dari mulut Putra sembari melirik pada Gadis yang nampak mengernyit.


“Aneh kamu, masa kepanasan sementara disini sejuk udaranya? ...”


“Sepertinya aku mau mandi.”


Putra langsung menyambar untuk berbicara lagi.


“Ya...“ Gadis hendak menyahut.


“Oh bukan aku, kita yang akan pergi mandi bersama...” namun Putra keburu memotong ucapannya.


“Tidak ma-hmph...”


Baru saja Gadis hendak memberikan penolakan, namun Putra sudah dengan cepat mengangkat tubuh Gadis dan satu tangannya membekap mulut Gadis namun tanpa tenaga berarti.


‘Haish, seharusnya tadi aku tinggal saja di kamar Anthony ...’


Gadis pun membatin pasrah. Sementara Putra, ya begitulah. Otak tampannya menjadi otak mesum dalam waktu yang cepat saat berduaan dengan Gadis.


***


To be continue ..

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ...


__ADS_2