LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 237


__ADS_3

Happy reading....


Salisbury, Inggris....


Sebuah jet elite mendarat di sebuah padang rumput pada sebuah wilayah pedesaan yang minim penduduk. Dimana tempat jet elit yang memiliki ijin khusus itu, mendarat di sebuah area yang dekat dengan sebuah bangunan yang tampak terlihat tua, namun memiliki padang rumput yang sangat luas, dimana ada hutan di belakang bangunan tersebut yang dipisah oleh sebuah danau.


“Who’s place is this? ( Tempat siapa ini? ) .... Ramone’s? ( Milik Ramone? ).... or Kingsley? ( Atau Kingsley? ). Hem, Putra?”


Damian bertanya pada Putra yang berdiri di belakangnya saat pesawat mendarat di sebuah padang rumput di dekat bangunan yang sedikit tua tersebut.


“Or Rery? ( Atau Rery? )” sambung Damian.


Namun tak terdengar jawaban dari Putra, hingga membuat Damian menghentikan sejenak langkahnya lalu menoleh ke arah Putra yang berdiri dibelakangnya itu.


“Hey Putra!” Damian setengah berseru seraya menyenggol lengan Putra.


Putra yang sempat berdiri terpaku di tangga jet yang ia tumpangi bersama beberapa orang lainnya itupun terkesiap, saat Damian setengah berseru sembari menyenggol lengannya. “What? ( Apa? )”


Putra sontak bertanya pada Damian.


“Something disturb your mind? ( Ada yang mengganggu pikiranmu? )....”


Damian menyahut.


“You’re not focus ( Kau terlihat tidak fokus )”


Putra tersenyum kecil kemudian.


“Something’s wrong? ( Ada yang salah? )....”


Garret ikut bertanya.


“Nothing ( Bukan apa-apa )”


Putra menyahut.


“Come ( Ayo )”


Putra mengajak Damian dan Garret untuk segera masuk menuju bangunan yang ada dalam pandangan mereka tersebut.


“So who’s place is this? ( Jadi ini tempat siapa? )....” Damian mengulang pertanyaannya yang sebelumnya.


“Mine ( Tempatku )”


Putra merangkul satu pundak Damian seraya berjalan masuk menuju bangunan yang nampak sedikit agak tua itu.


****


Indonesia....


“And Salisbury, is a place that Putra was ever brought to lock him up? ( Dan Salisbury, adalah tempat Putra dibawa untuk dikurung? )”


Addison yang sedang duduk berdua dan mengobrol dengan Ramone itu sedang beranggapan dan merasa was-was, sehubungan dengan apa yang telah diceritakan soal Putra oleh ayah baptis pria itu yang kini telah menjadi ayah angkat bagi para saudara Putra yang lain.


“If Putra goes there, isn’t it can make that disorder that he had, can appear again? And if that happened, maybe me, Bru, Dami and Garret could handle it. But how about Anth and Gadis?..”


( Jika Putra pergi kesana, tidakkah itu dapat memicu kelainan yang ia pernah punya, dapat muncul kembali? Dan bila itu terjadi, mungkin aku, Bru, Dami dan Garret dapat mengatasinya. Tapi bagaimana dengan Anth dan Gadis?.. ).


“No, it won’t be happened. I’m sure ( Tidak, itu tidak akan terjadi. Aku yakin )”


Ramone berucap seraya menggeleng. Ia juga menepuk-nepuk punggung tangan Ad dengan pelan.


“Rery already made Putra not become like his Grandfather. Even the mean side inside of him, not totally get out from him.... but that’s only appear to enemy ( Rery telah membuat Putra agar tidak menjadi seperti kakeknya. Meskipun sisi kejam di dalam diri Putra, tidak sepenuhnya hilang dari dirinya.... tapi hal itu hanya muncul jika berhadapan dengan musuh ) ....”


“.........”


“Real enemy ( Musuh yang sebenarnya )”


“I feel relieve then ( Aku merasa lega jika begitu )....”


Addison berujar.


“Beside, Anth, and now Gadis, was totally change Putra, I guess. They’re help him to think more rational.”


( Lagipula, Anth, lalu sekarang Gadis, sudah benar-benar merubah Putra, menurutku. Mereka membantu membuatnya berpikir lebih rasional ).


Addison manggut-manggut, selepas mendengar perkataan Ramone barusan.

__ADS_1


“Ya you are right ( Iya kau benar )” kata Addison. “He become more calm for at least now. After Anth become his responsible, then Gadis comes into Putra’s life ( Setidaknya dia menjadi lebih tenang sekarang. Sejak Anth telah menjadi tanggung jawabnya, lalu Gadis masuk ke dalam hidup Putra ) ...”


Gantian Ramone yang kini manggut-manggut.


“And Salisbury, is not a place that Putra was ever brought to lock him up ( Dan Salisbury, bukanlah tempat Putra dibawa untuk dikurung )....”


Ramone berucap.


“It more likes place to calmed Putra, a place to help him get cure ( Itu lebih seperti ke sebuah tempat untuk menenangkan Putra, sebuah tempat untuk menyembuhkannya )---“


“An hospital? ( Sebuah rumah sakit? )....” potong Addison.


Ramone menggeleng.


“It’s a residence ( Itu sebuah tempat tinggal )....”


“.........”


“Patrick bought it, when someone offered him that place with a cheap price, then thought that he might to live there to spend his old time with Layla....”


( Patrick membelinya, saat seseorang menawarkan padanya tempat itu dengan harga yang murah, lalu berpikir jika mungkin dia akan hidup untuk menghabiskan masa tuanya bersama Layla disana.... ).


Addison kembali manggut-manggut.


“Well at least, half of Patrick’s hope cometrue, even Layla can’t be with him longer.... but they’re spent their time together as a family at that place ( Yah setidaknya, setengah dari harapan Patrick dapat terwujud, meskipun Layla tidak dapat bersamanya lebih lama.... tapi mereka menghabiskan waktu sebagai keluarga disana )....”


“.........”


“Patrick and Layla not leaving Putra in that place alone. They’re lived there to taking care Putra and washed away the disease from Patrick’s father with affection, attention and also an insight. Beside saving Putra because the girl who become Putra’s victim, was dead no longer Patrick and Layla found and save her.”


( Patrick dan Layla tidak meninggalkan Putra sendirian di tempat itu. Mereka tinggal disana untuk merawat Putra dan menghilangkan penyakit turunan dari ayah Patrick itu dengan kasih sayang, perhatian dan juga pengertian pada Putra. Selain menyelamatkan Putra karena anak perempuan yang menjadi korban Putra tewas tak lama setelah Patrick menemukan dan menyelamatkannya ).


“So no one ever know what Putra did to that girl? ( Jadi tidak ada yang tahu tentang apa yang telah Putra lakukan pada anak perempuan itu? )....”


Addison menyela untuk bertanya.


“Only Patrick, Layla, Me, Kingsley, also Rery who know about that. Actually Layla wanted to give Putra to the police, but Patrick also Kingsley was so disagree. That’s why they’re went to Salisbury, and never talked about what Putra ever did, nor what happened to the girl that became Putra’s victim.”


( Hanya Patrick, Layla, Aku, Kingsley, juga Rery yang mengetahui hal itu. Sebenarnya memang Layla ingin menyerahkan Putra pada polisi, tetapi Patrick dan Kingsley sangat menentangnya.  Itulah mengapa mereka pergi ke Salisbury, dan tidak pernah membicarakan lagi tentang apa yang telah Putra lakukan, termasuk apa yang terjadi pada anak perempuan yang menjadi korban Putra ).


“So Uncle Patrick and Mister Kingsley covered what Putra’s did to that girl? ( Jadi Paman Patrick dan Tuan Kingsley menutupi perbuatan Putra pada anak perempuan itu? )....”


“And after that Putra never show his psycho side? ( Dan setelah itu Putra tidak pernah lagi menunjukkan sisi psikopatnya? )”


“Never. But his mean face will appear if anyone ever try to hurt Rery ( Tidak pernah. Tapi wajah kejamnya akan muncul jika ada orang yang mencoba melukai Rery ).”


“Ya for that thing, I know it very well. I Nero Fuoco not coming without a strong reason ( Ya untuk hal itu, aku tahu dengan sangat jelas. Sebutan I Nero Fuoco untuknya datang bukan tanpa sebab yang kuat )....”


Addison berucap.


“Ya I heard that he vanished one gangster congeries who try to harm Rery, Anth and Madelaine in Potenza ( Ya aku mendengar jika dia menghabisi satu kumpulan gangster yang mencoba menyakiti Rery, Anth dan Madelaine di Potenza )....”


Addison terkekeh kecil.


“What a crazy man he is, beside unyielding. Moved toward to their post by himself and killed those gangster member without anyone left, even he got some gunshot wounds ( Dia memang pria gila. Menyambangi markas mereka sendirian dan menghabisi setiap anggota gangster itu tanpa menyisakan satupun, walau dia mendapatkan beberapa luka tembak ) ....”


Addison menyunggingkan senyum sembari geleng-geleng pelan.


“Putra even said that he didn’t feel the pain of that gunshot wounds ....”


( Putra bahkan mengatakan jika dia tidak merasakan sakit akibat luka-luka tembak itu .... ).


Ramone pun ikutan terkekeh kemudian.


“I believe so ( Aku percaya itu )”


Ramone menimpali.


“That’s why Rery didn’t want Putra get close with Sio ( Itulah mengapa Rery tidak mau Putra terlalu dekat dengan Sio )”


Ramone kemudian berucap.


“Sio also unyielding person, reckless sometimes, but same mean as Putra. Rery worried that Putra’s craziness will back and stuck in him if Putra get to close with Sio. Beside Rery didn’t like Sio because a lot of dirty business that Sio run. That’s why Rery was holding Putra very tight.”


( Sio juga orang yang nekat, ceroboh kadang-kadang, tetapi sama kejamnya dengan Putra. Rery khawatir kegilaan Putra akan kembali dan melekat padanya jika Putra terlalu dekat dengan Sio. Selain Rery tidak menyukai Sio karena banyaknya bisnis kotor yang ia lakukan. Itulah mengapa Rery merangkul Putra dengan erat ).


“But now Putra get connection with Accursio? ( Tapi sekarang Putra berhubungan dengan Accursio? )”

__ADS_1


“It doesn’t matter. Sio may unyielding, reckless, crazy and mean. But he’s one of my childs that I raised. And those childs that I raised directly with my hands, are respecting one to another. And like what you said, Putra is more rational now ( Itu tidak masalah. Sio mungkin nekat, bertindak sesuka hatinya, gila dan kejam. Tapi dia adalah salah satu anak yang aku besarkan. Dan anak-anak yang aku besarkan dengan tanganku langsung, saling menghormati satu sama lain. Dan seperti yang kau katakan, Putra lebih rasional sekarang ) ...”


“.........”


“Anth and Gadis will hold Putra’s psycho side appear. I believe that. Even I know, his mean side will show up once he feel disturbed. But at least he can decide more wisely now ( Anth dan Gadis akan menahan sisi psikopat Putra muncul. Aku percaya itu. Walaupun aku tahu, sisi kejamnya tetap akan muncul jika ia sudah merasa terganggu. Tapi setidaknya dia bisa mengambil keputusan dengan lebih bijak sekarang ini) ....”


Addison kembali manggut-manggut.


Lalu Addison mendengus geli.


“Well, as wisely as Putra can be, still what he wants to do in England and to Jaeden of course, will be so far away from rationality ....”


( Yah, sebijak apapun seorang Putra jadinya, tetap saja apa yang hendak ia lakukan di Inggris dan tentunya pada Jaeden, akan sangat jauh dari yang namanya kerasionalan .... )


“Ya, I believe so. I Nero Fuoco will blackout everything, everyone around Jaeden ( Iya, aku percaya itu. I Nero Fuoco akan menggelapkan semua hal, semua orang disekitar Jaeden )”


“I can’t imagine what Putra will do to that m*therf*ck*r. Consider what the had done to Rery and Madelaine\, our brothers\, even Anth ( Aku tidak dapat membayangkan apa yang akan Putra lakukan pada keparat itu. Mengingat apa yang telah ia lakukan pada Rery, Madelaine, saudara-saudara kami, bahkan Anth )”


Addison berucap sembari menopang dagunya dengan kedua tangan. Dan Ramone menganggukkan kepalanya beberapa kali dengan pelan. Lalu keduanya terdiam dan sejenak larut dalam pikiran mereka masing-masing.


‘But clearly\, apart from Jaeden had done to Rery\, what that m*therf*ck*r had done to Madelaine and Anth\, Putra will make Jaeden feel what Rery had through ( Tetapi yang jelas\, terpisah dari apa yang telah Jaeden lakukan pada Rery\, apa yang sudah keparat itu lakukan pada Madelaine dan Anth\, Putra akan membuat Jaeden merasakan apa yang telah dialami oleh Rery )’


***


Salisbury, Inggris....


“Who is he? ( Siapa dia? )”


Damian yang kini sudah berada di dalam bangunan yang terlihat sedikit tua namun  tetap terawat itu, bertanya pada Putra saat seorang pria berperawakan Inggris dengan kumis datang ke tempat ia, Putra, Garret, Devoss serta beberapa anak buah Ramone berada saat ini.


“Accursio’s ( Orangnya Accursio )” jawab Putra dengan lugas.


“I thought a man that you ordered to watch Kingsley’s mansion was Vader’s? ( Aku pikir orang yang kau perintahkan untuk mengawasi kediaman Kingsley adalah orangnya Vader? )” tanya Damian lagi.


“It is ( Iya memang ) ....” jawab Putra lagi.


“Is he coming with a message from Accursio at Ravenna? ....”


( Apa dia datang untuk menyampaikan pesan dari Accursio dari Ravenna? .... )


Gantian Garret yang bertanya.


“No ( Tidak )” jawab Putra. “We will call Accursio right after Dev has been ready preparing the phone line ( Kita akan segera menghubungi Accursio setelah Dev selesai mempersiapkan sambungan telepon )”


“Then, this man? ( Lalu pria ini? )”


“For a report of course ( Tentu saja untuk laporan )”


“About? ( Tentang? )”


“Freya.”


***


To be continue ....


Noted sekali lagi:


Untuk kalian para reader yang merasa terganggu dengan banyaknya bahasa Inggris dalam novel ini, authornya mohon maaf.


Namun dengan tidak mengurangi rasa hormat, penggunaan bahasa Inggris atau bahasa lainnya di novel ini, bukan semata-mata othor sok-sok an ya mentang-mentang bisa.


Tapi lebih kepada feel yang mau authornya dapat dari penyertaan bahasa di luar bahasa Indonesia, yang mana disesuaikan dengan latar belakang cerita maupun asal kebanyakan tokoh disini.


Seperti itu kira-kira.


Kalau masih rasa tidak puas.


Stop baca.


Selesai masalah anda.


Okay?.


*Terima kasih.


__ADS_1


Salam enjoy,


Emaknya Queen.*


__ADS_2