
Happy reading....
****
Inggris .....
“You was cut someone’s head from his body, and you still thirsty? ( Kau kan sudah memisahkan kepala seseorang dari tubuhnya, dan kau masih merasa haus? )”
Menelaah ucapan Putra soal satu tindakan ekstrim yang telah dilakukan Yona, dimana hal itu berhubungan dengan beberapa orang yang nampak tergesa hendak meninggalkan hotel tempat sebuah konferensi untuk mengumumkan sebuah status serta menggadangkannya oleh orang yang mengadakan konferensi tersebut yang justru membuat orang tersebut amat sangat dipermalukan dengan hebatnya oleh Putra dan kawan – kawan.
‘Putra Vinson, I’m gonna make you pay for what have just you did to me in front of the pers ( Putra Vinson, aku akan membuatmu membayar untuk apa yang telah kau lakukan tadi padaku di depan para wartawan )!’
Pria yang seharusnya berbahagia di hari yang telah ia persiapkan meski ia percepat dari jadwal yang seharusnya, membatin sangat geram dalam hatinya.
Pria itu adalah Jaeden.
“Find out where is Putra Vinson now, bring me him to me dead or alive and vanished everyone who stands with him at their place no matter what, where and how! ( Temukan dimana Putra Vinson sekarang, bawa dia padaku hidup atau mati dan lenyapkan semua orang yang berada di pihaknya di tempat mereka tidak peduli apa, dimana dan bagaimana! )”
Jaeden berbisik geram pada seorang pria yang berada di hadapannya saat ini.
“And save my money from all over places ( Dan selamatkan uangku dari semua tempat )”
“Sure I will ( Tentu saja aku akan melakukannya ) ...”
Pria berperawakan Amerika itu menyahut dengan cepat pada Jaeden.
“Meet me at mansion, right after you made those money save ( Temui aku di mansion tepat setelah kau menyelamatkan uang - uang itu ) ...”
Jaeden berucap dengan tergesa dan pria Amerika itu mengangguk.
“Sir –“
“What?! ( Apa?! )”
Jaeden menyahut emosi pada salah seorang anak buah yang menghampirinya.
__ADS_1
“All of our cars cannot be used and some are missing ( Semua mobil kita tidak dapat digunakan dan beberapa menghilang ) –“
“What did you said??!! ( Kau bilang apa??!! )”
“All of tires were disrepair ( Semua bannya rusak )”
“F***!!!! ( SIALAN!!!! )” Jaeden mengumpat tajam.
Lalu dengan cepat meraih kerah kemeja anak buahnya itu dan mencengkram keras.
“FIX IT NOW! ( PERBAIKI SEKARANG! )”
“Yes, Sir.”
Lalu Jaeden kembali kepada pria Amerika itu, dengan mata Jaeden yang memerah karena kemarahan yang ia rasa bertubi – tubi ia rasa.
“Gathered all of our men, and hunt him down. If it’s necessary, bring him to me in pieces ( Kumpulkan semua orang kita, dan buru dia. Jika perlu, bawakan serpihan tubuhnya padaku )”
Jaeden berbisik tajam pada pria Amerika yang merupakan sekutunya itu, yang langsung merespon ucapan Jaeden nan penuh emosi itu --- namun dengan berbicara pelan karena mereka sudah berada di depan hotel yang menjadi tempat Jaeden dipojokkan dan dipermalukan habis – habisan oleh Putra.
“I’ll go to qtrs then ( Aku akan pergi ke markas kalau begitu )”
**
Pria Amerika yang merupakan sekutu Jaeden pemilik sebuah kasino yang pernah ‘dirampok’ oleh Putra dan Garret itu pergi ke sebuah tempat terbengkalai dimana tempat itu dijadikan sebagai tempat rahasianya dan Jaeden berikut para sekutu mereka yang lain, dan disebut sebagai markas. Karena di tempat terbengkalai itu, semua bisnis kotor Jaeden berpusat.
Selain menyimpan banyaknya uang hasil bisnis kotor tersebut yang sebelumnya disembunyikan terlebih dahulu, hingga menemukan tempat dan saat yang tempat untuk melakukan pencucian uang yang sebagian telah dilakukan.
Pria Amerika sekutu Jaeden yang Putra dan kawanan juluki sebagai ‘Pria Chicago’ itu bergerak secara sembunyi – sembunyi bersama beberapa anak buahnya untuk pergi ke markasnya dan Jaeden.
Setidaknya itu yang dia pikirkan.
Namun Pria Chicago dan orang – orangnya itu tidak menyadari jika pergerakannya tak luput dari mata orang – orangnya Putra dan para saudaranya yang telah memprediksi tindakan Jaeden dan para sekutunya, terutama si Pria Chicago tersebut.
“Send that ‘gift’ now ( Kirimkan ‘hadiah’ itu sekarang ) ...” Dimana ada Damian yang berbicara pada alat telekomunikasi pada seorang anak buah yang menyamar menjadi orangnya si Pria Chicago tanpa ada yang menyadari.
__ADS_1
“Yes, Boss.”
Dimana satu orang anak buah kawanan Putra yang masih bersembunyi di belakang bangunan terbengkalai yang merupakan markas tersembunyi Jaeden untuk menjalankan bisnis kotornya bersama para sekutunya itu, menyahut pada Damian melalui alat telekomunikasi dari dalam sebuah mobil yang berisikan lima orang di dalamnya.
Lalu setelahnya ia keluar dari mobil tersebut dengan membawa sebuah kotak dengan tutup ke area bangunan terbengkalai tersebut dan meletakkan kotak yang ia jinjing di atas sebuah meja pada sebuah ruangan, dimana di atas meja tersebut ada beberapa kotak dengan ukuran berbeda beda.
“Collect all money and bring all of it here! ( Kumpulkan semua uang dan bawa kesini! ) ...” Suara seorang pria yang adalah Pria Chicago itu terdengar berseru setelah satu anak buah kawanan Putra itu telah meletakkan kotak yang ia bawa tepat di tengah meja.
Dan satu anak buah itu juga berhasil meloloskan dirinya hingga keberadaannya sebagai penyusup yang menyamar itu tidak sampai ketahuan oleh si Pria Chicago dan para anak buahnya yang cukup banyak itu, dimana mereka telah diberikan tugas masing – masing oleh si Pria Chicago dan satu orang lain yang menjadi tangan kanannya selain satu orang yang tidak diketahui keberadaannya.
“Bring a big bag! ( Bawakan aku tas yang besar! )” seru si Pria Chicago yang sudah berada di balik meja tempat orangnya Putra meletakkan sebuah kotak dengan tutup disana, yang kemudian paling pertama dibuka oleh si Pria Chicago karena kotak tersebut berada di tengah meja yang ia pikir isinya adalah sama, yakni uang hasil bisnisnya dan Jaeden seperti kotak – kotak lainnya.
Namun di detik berikutnya si Pria Chicago langsung mundur dengan tergesa setelah ia amat sangat dikejutkan oleh isi dari kotak yang baru saja ia buka, yang mana bukan uang isinya --- melainkan sebuah benda yang merupakan bagian paling atas tubuh manusia yang wajahnya adalah wajah satu orang kepercayaannya yang terbungkus plastik transparan.
Membuat si Pria Chicago itu mengumpat tajam, setelah sebelumnya ia memuntahkan isi perutnya saking ia syok dengan apa yang barusan ia dapati.
“PUT THAT AWAY! ( SINGKIRKAN ITU! )”
Lalu ia berteriak dengan kencangnya agar anak buahnya segera menyingkirkan benda yang membuatnya mual dan bergidik dahsyat disaat yang bersamaan.
“Like your present? ( Suka dengan hadiahmu? ) ....”
Namun belum sempat beberapa anak buah si Pria Chicago menyingkirkan kotak berisikan kepala itu menjauh dari Bos mereka, sebuah suara terdengar lantang dengan banyak sekali orang yang menyertainya.
Dimana tiap – tiap orang tersebut telah memegang senjata api yang dapat mengeluarkan banyak peluru tajam dengan cepat.
“Merry Christmas m*therf*cker! ( Selamat Natal keparat! )”
Di detik berikutnya setelah satu pria yang paling menonjol diantara yang lain itu bicara --- yang mana Pria tersebut adalah Damian, suara desingan yang berentet pun terdengar memecah di seisi gedung yang merupakan markas besar Jaeden dan sekutunya yang tersembunyi.
Pria Chicago dan para anak buahnya yang memang sedang berkumpul karena hendak mengumpulkan semua milik berharga mereka dalam markas tersebut, tak pelak dengan cepat mendapatkan sapaan peluru yang keluar tanpa jeda dari senjata api yang dipegang Damian dan kawanan.
Suara desingan peluru yang keluar dari banyaknya senjata api itu berjarak sekian detik dari orang – orang yang kemudian ambruk satu per satu dengan cepatnya karena tubuh mereka diberondong peluru – peluru tajam nan panas dari senjata api yang dipegang Damian dan kawanannya itu termasuk Devoss.
“Blow this place until ashes ( Ledakkan tempat ini hingga tanpa sisa )”
__ADS_1
*******
To be continue ....