
Happy reading....
**************
Inggris..
“So Edzard as ‘rock’ as his father ( Jadi Edzard sekeras ayahnya )? –“
Putra berkomentar, kala ia dan mereka yang bersamanya itu sedang membahas seseorang.
“Cannot be bribed, any extortion will be useless ( Tidak dapat disogok, pemerasan dalam bentuk apapun akan percuma )”
"But even a ‘rock’ has a weakness ( Tapi batu pun memiliki kelemahan ) –“
“Thanks to my brother who like to share everything to me. Because I know Edzard and Holmes weakness ( Terima kasih pada almarhum kakak lelakiku yang suka berbagi apapun denganku. Karena aku tahu kelemahan Edzard dan Holmes )”
--
“Can you handle it ( Apa kau bisa mengurusnya ), Dami?”
Putra menukas.
“Find out famous model agencies here ( Carikan nomor agensi model terkenal disini ), Thom,“ Damian kemudian bicara pada Thomas setelah ia mengiyakan pertanyaan Putra barusan.
“Yes, Boss.”
****
“Well excuse me then, because I have to make a call dan get know with beautiful and sexy model who is famous now on here in England ( Kalau begitu aku permisi, karena aku harus membuat panggilan dan berkenalan dengan model cantik dan seksi yang sedang terkenal saat ini di Inggris ) –“
“Wait, Dam.”
“Yes? ( Ya? )”
Damian menyahut pada Putra seraya ia menjeda langkahnya dan menoleh pada Putra, menunggu Putra yang sepertinya hendak menyampaikan sesuatu padanya itu kemudian bicara.
“I remember one thing according Holmes ( Aku teringat satu hal sehubungan dengan Holmes )”
“What is that? ( Apa itu? )..”
Damian sontak bertanya setelah Putra berkata barusan.
“Holmes has moral duty to my father\, so you talk to Edzard about it behalf on my name. But make sure that Edzard is really don’t have any dealing with that mo*herf*ck*r\, so at the first\, let Dev who talk to him first. Because I’m sure he recognize you.”
( Holmes memiliki hutang budi pada ayahku, jadi kau bicara pada Edzard atas namaku. Tapi pastikan jika dia memang tidak memiliki kesepakatan apapun dengan si keparat itu sebelumnya, jadi biarkan Dev, yang bicara padanya terlebih dahulu. Karena aku yakin dia mengenalimu )
“Got that ( Aku paham )-“
*
“I already got the contact the Manager of Famous Model Agencies here, and already made an appointment with him. So, me and Dev go now ( Aku sudah mendapatkan kontak Manajer dari Agensi Model yang Terkenal disini, dan aku sudah membuat janji dengannya. Jadi, aku dan Dev pergi sekarang ) ..”
“Okay-“
__ADS_1
“Meet you guys at the main point ( Sampai bertemu nanti di titik utama ) ..”
“Okay ..” sahut Putra dan lainnya.
“I need to rake some money from the saving ( Aku perlu mengambil sejumlah uang dari penyimpanan )”
Damian berbicara pada Putra.
“Take it as much as you want ( Ambil sebanyak yang kau mau )”
****
“Got everything you need ( Sudah membawa semua yang kau butuhkan )?-“
“Money, gun, ekstra money ( Uang, pistol, uang tambahan )”
Damian menjawab pertanyaan yang Putra ajukan padanya, yang mana jawabannya itu mengundang tanda tanya mereka yang bersamanya.
"Yeah, already ( Yeah, sudah )...."
“Ekstra money? ....”
Garret bertanya sambil sedikit mengernyit pada Damian.
“What for ( Untuk apa )?-“
Damian terkikik kemudian, sebelum ia menyahut dan bilang,
“To buy ‘my little brother’s safety’ ( Untuk membeli ‘pengaman bagi adik kecilku’ )-“
“Bastardo!” rutuk Garret pada Damian. Karena Garret paham betul ‘pengaman bagi adik kecil’ yang dimaksud Damian.
“Hahaha-“ gelak Damian didetik berikutnya.
****
Mereka yang sedang berkumpul dalam sebuah markas itu, kemudian kembali lagi berbicara dengan serius, dan benar – benar memantapkan rencana pada setiap pihak yang mereka libatkan.
Setelah semua dirasa telah siap, secangkir kopi disajikan untuk masing – masing mereka yang menjadi penggerak utama misi.
Damian dan Devoss menyesap kopi mereka dengan cepat, karena ingin cepat-cepat ‘bergerak’. Semata-mata agar mereka berdua bisa bergabung tepat waktu saat Putra menampakkan dirinya di depan Jaeden nanti.
“See you guys soon ( Kita bertemu secepatnya )”
“Good luck ( Semoga berhasil )” Mereka selain Damian dan Devoss menanggapi ucapan dua pria itu yang sudah bergegas pergi lebih dulu dari yang lain.
Lalu setelah kepergian Damian dan Devoss, Putra dan mereka yang bersamanya, mulai mempersiapkan lebih detail segala sesuatunya untuk hal yang akan mereka hadapi dalam beberapa jam ke depan.
****
“It’s time ( Sudah saatnya )” ucap Putra setelah menyesap kopi hitam pekatnya, serta melirik arloji di tangannya selepas satu jam dari kepergian Damian dan Devoss dari markas mereka.
“Don’t forget to buy christmas gift for Anth after this ( Jangan lupa membeli kado natal untuk Anth setelah ini )...”
__ADS_1
“Make sure you’re still breathing first in the next few hours, because the extra men of that Chicago A$shle, already arrived* ( Pastikan saja kau masih bernafas di beberapa jam ke depan, karena orang-orang tambahan dari si Chicago Sialan itu, sudah tiba ) –“
“And they are more than dozens ( Dan mereka berjumlah puluhan )” Thomas menimpali ucapan Putra yang merespon perkataan Garret. “But Mister Damian already called Tommy to prepare and his men ( Tapi Tuan Damian sudah menghubungi Tommy untuk menyiapkan dan mengirim orang–orangnya )”
“Alright then.”
Putra menanggapi ucapan Thomas.
Lalu Putra segera berdiri dari tempatnya.
“Thank you, Thom.”
Putra berucap pada Thomas yang membantu mengambilkan jaket tebal miliknya, yang langsung Putra kenakan dan kini sudah rapat menutup tubuh bagian atasnya.
“My pleasure, Boss.”
Thomas menyahut santun, seperti selalunya.
****
“Isn’t it still early if we go now and there’s any risk if anyone see me around that place and recognize me? ( Tidakkah terlalu cepat jika kita pergi sekarang dan beresiko jika ada orang dari pihak Jaeden yang melihat dan mengenaliku? )” Hiz berucap.
“It won’t happen ( Itu tidak akan terjadi ), Hiz.” tanggap Putra. “We’ll be unseen before the time. Better you go and get your coat, also everything that I already asked you to prepare it ( Kita tidak akan terlihat sebelum waktunya. Sebaiknya kau pergi dan ambil mantelmu, serta semua yang sudah aku minta kau untuk mempersiapkannya )”
“Alright then ( Baiklah kalau begitu ) ...” sahut Hiz.
Yang kemudian bergegas untuk pergi ke kamar yang selama ini ia tempati mengekori Garret yang sudah lebih dulu pergi ke kamarnya untuk mengambil semua yang Garret rasa butuh dan perlukan.
Begitu juga dengan Yona, yang melakukan hal sama seperti Hiz dan Garret.
Sementara tiga orang itu bersiap, Putra yang telah lebih dulu siap dengan pakaian dan senjata-senjatanya di balik jaket tebalnya itu, kemudian bergegas dari ruang serbaguna tempatnya berkumpul bersama beberapa lainnya tadi.
“Check all of the communication tools once again ( Periksa lagi semua alat komunikasi ), Thom.”
Putra menurunkan perintah pada Thomas.
“And also make sure again that all of ekstra guns are prepare in each cars ( Dan pastikan juga jika semua senjata api tambahan sudah siap di masing-masing mobil )”
Dan perintah kedua keluar lagi dari mulut Putra.
“Yes, Boss.”
Thomas lalu langsung bergerak ke ruang komunikasi setelah menyahut sigap pada Putra.
“And don't forget to destroy all of vehicles that we all used yesterday ( Dan jangan lupa untuk menghancurkan semua kendaraan yang kami gunakan kemarin )”
Satu lagi perintah dari Putra, yang kembali Thomas iyakan dengan sigap, sebelum ia melangkah untuk undur diri dari hadapan Putra.
Dimana Putra kemudian melangkahkan kakinya, untuk pergi ke area luar markas dan menunggu semua orang yang menyertainya benar-benar siap dan pergi ke tujuan mereka kemudian.
Namun langkah Putra kemudian terhenti, kala telinganya mendengar derap langkah yang tak biasa.
Dimana di detik berikutnya sebuah pisau pemburu melesat ke arah Putra.
__ADS_1
*******
To be continue..