
Happy reading .....
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
Indonesia,
Putra kini telah berada di villa tempat tinggalnya bersama dengan keluarga barunya itu selepas tragedi di Ravenna, setelah mendengar kabar jika Gadis telah terjatuh di lantai dua villa dan mengalami keguguran.
"PAPAA!"
"Hey my beloved son ( Hai anakku sayang )!"
Putra yang menanggapi Anthony, dimana bocah tampan kesayangan itu berhambur dengan bersemangat kepadanya sedetik setelah Anthony menoleh ke arah pintu kamar Putra dan Gadis seraya ia berseru.
"Did you become a good boy while I'm not around?"
"Yes Papa!--"
"I'm proud to you then ( Aku bangga padamu kalau begitu ) .."
Putra memuji Anthony yang sudah berada dalam gendongannya itu.
"But I failed to take care Mama Gadis, so she got an accident ( Tetapi aku gagal menjaga Mama Gadis, sehingga dia mengalami kecelakaan )" tutur Anthony dengan sedih setelah Putra memujinya.
"It wasn't your fault ( Itu bukan kesalahanmu ) .." ucap Putra kemudian yang ditanggapi Anthony dengan deheman seraya mengangguk lesu.
Membuat Putra tersenyum dan mengacak pelan rambut Anthony yang membuatnya agak gemas itu, karena raut penyesalan Anthony malah membuat bocah tampan itu jadi terlihat imut.
🔵
"Gadis .." sapa Putra pada istrinya yang terduduk di ranjang itu, setelah Putra menurunkan Anthony dari gendongannya. Dan Anthony diposisikan berdiri di dekatnya dan Gadis.
Dimana Putra telah duduk di salah satu sisi tempat tidurnya dan Gadis, pada bagian yang sedang ditempati Gadis sekarang. "Putra .." ucap Gadis menyebut Putra yang telah mendekat padanya, dan suaminya itu langsung merengkuhnya.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Putra pada Gadis setelah ia mengurai pelukannya pada Gadis yang tadi juga langsung balik memeluknya. Lalu Putra dan Gadis terlibat percakapan kecil tanpa ada yang menginterupsi.
"Aku sudah tidak apa-apa, Putra. Hanya beberapa bagian tubuhku yang agak nyeri--"
"Kita ke rumah sakit kalau begitu," tukas Putra, dan Gadis langsung menyergahnya.
"Tidak perlu," kata Gadis, sambil ia menunjukkan ekspresi jika memang dirinya baik-baik saja. "Rasa nyeriku hanya karena beberapa luka gores dan lebam yang akan hilang dalam beberapa hari .."
Lalu Gadis memberikan penjelasan yang ia harap dapat menenangkan Putra, karena memang Gadis merasa dirinya baik-baik saja---hanya masih mencelos atas janinnya, bakal calon anak pertama kandungnya dan Putra yang gugur.
"Lagipula Bru sudah memeriksaku dengan seksama dan aku tidak mendapat luka yang serius. Selain .." Gadis menggantung kalimatnya.
🔵
"Sstt .. Sudahlah .."
Tahu tentang apa yang Gadis maksud dalam kalimatnya pada ucapan Gadis yang kemudian tergantung itu, dengan Gadis yang sudah menundukkan kepalanya---Putra merengkuh lagi tubuh Gadis.
Dimana Gadis perlahan mulai terisak dengan memeluk balik Putra dengan melingkarkan tangan di leher Putra sambil meracau sedih.
Dengan Gadis yang menyelipkan rutukan pada dirinya sendiri, dan langsung disergah Putra.
"Ini bukan kesalahan kamu .." Putra lalu menyeka air mata Gadis dengan ia melemparkan senyum hangatnya pada Gadis.
🔵
"Aku masih memiliki banyak stok benih untuk membuat kamu hamil lagi." Putra berbisik di telinga Gadis kemudian.
Gadis langsung terkekeh kecil kemudian.
Putra tersenyum lagi saat Gadis terkekeh.
__ADS_1
Sepasang suami istri itu dibiarkan asik sendiri oleh mereka yang berada didekat keduanya.
🔵
"Sudah, hem? .." kata Putra setelah kekehan kecil Gadis selesai. "Aku tidak sedikitpun menyalahkanmu atas apa yang terjadi pada calon anak kita," tambah Putra. "Yang terpenting adalah kamu tidak terluka serius apalagi nyawa kamu tidak sampai terancam."
"Terima kasih, Putra. Dan sekali lagi aku minta maaf atas apa yang terjadi pada calon anak pertama kita .. Aku terlalu ceroboh---"
"Sudah, hem? .." potong Putra. "Aku tidak apa-apa tentang ini, dan kamu tidak perlu lagi membebani pikiran kamu dengan musibah yang baru saja terjadi ini."
Putra berujar menenangkan pada Gadis yang langsung tersenyum dan mengangguk kecil menatap wajah suaminya sejenak yang memegang beberapa helai rambut Gadis dan diselipkan Putra ke belakang telinga istrinya itu.
Lalu di detik berikutnya, Gadis melingkarkan lagi tangannya di leher Putra yang memeluknya balik -- lalu mengusap lembut punggung Gadis. Putra juga mengecup kepala Gadis dengan lembut. Sementara mereka yang masih ada di dekat sepasang suami istri itu tetap tidak menginterupsi interaksi Putra dan Gadis.
🔵
Putra lalu bergerak untuk merubah posisi duduknya setelah menenangkan Gadis yang masih bergelayut manja padanya.
Putra sih mengulum senyumnya saja melihat Gadis yang nampak manja di matanya. Lalu rencana Putra adalah duduk bersandar di headboard ranjang sambil membuat Gadis bersandar di dadanya sembari memangku Anthony lalu berinteraksi dengan Bruna,Garret serta lainnya yang termasuk dalam keluarga barunya itu.
Serta juga akan berinteraksi dengan Pak Abdul yang memang biasanya akan standby di satu sudut ruangan yang sama dengan para majikannya apabila mereka sedang berkumpul.
Namun, kala Putra belum sempurna memposisikan duduknya seperti yang ia rencanakan tadi -- mata Putra menangkap dua wanita yang asing baginya.
🔵
"Who are they?" adalah pertanyaan yang langsung terlontar dari mulut Putra sambil tetap memandang kepada dua wanita yang asing baginya itu.
Yang mana dua wanita tersebut adalah ibu dan saudari tiri Gadis, yang memang tidak Putra tahu.
Hanya pernah mendengar cerita sedikit tentang dua orang itu dari mulut Gadis yang ingin menebus tanah orang tuanya pada seorang rentenir dan keseluruhan cerita secara detail, belum Putra dapatkan dari Gadis.
Karena memang Putra belum bertanya lebih lanjut tentang satu permasalahan yang berhubungan dengan istrinya itu, yang mana rencananya akan Putra urus setelah ia selesai dengan apa yang menjadi tujuannya dan para saudaranya selama ini, jadi saat ini Putra tidak tahu siapa kedua wanita itu.
Yang jelas, Putra -- selain nampak heran, namun gurat di wajahnya menunjukkan ketidaksukaan selain tidak nyaman -- melihat dua orang asing di dalam kamarnya dan Gadis sekarang.
Gadis sudah gugup saat Putra bertanya untuk yang pertama kalinya tentang ibu dan saudari tirinya itu. Dan semakin gugup ketika setelah Putra melontarkan pertanyaan kedua, dengan gurat ketidaksukaannya yang bisa Gadis lihat dengan jelas.
🔵
"Me - mereka .." Gadis lalu tergugu, hendak menjawab pertanyaan Putra yang kemudian menoleh padanya saat ia mendengar suara pelan Gadis hendak bicara.
“Halo, Mister ... ayem Madya, sau – kenalin Dis, aku sama suami kamu. Aku ga bisa ngenalin diri pake bahasa londo ...” namun belum sempat Gadis menyelesaikan ucapannya, Madya—saudari tiri Gadis itu, tahu-tahu menyambar dengan wanita itu yang sudah berada di dekat ranjang Gadis sambil mengulurkan tangannya dengan penuh percaya diri kepada Putra.
Keheranan Putra pada ibu dan saudari tiri Gadis sudah bercampur ketidaknyamanan sebenarnya yang menjadi ketidaksenangan diri Putra dengan sikap saudari tiri Gadis yang begitu sok akrab itu—bahkan mengarah pada mencari perhatian Putra. Serta tidak tanggap atas sikap Putra yang mulai terlihat kesal.
🔵
Puncak kekesalan Putra pada saudari tiri Gadis adalah selepas Putra melontarkan cibiran tajam padanya, namun wanita itu seolah abai dan masih dengan percaya dirinya untuk mengajak Putra berkomunikasi dengannya. Hingga pada akhirnya Putra berdiri dan berseru dengan kencangnya sambil memelototi saudari tiri Gadis, dengan Putra yang juga mengarahkan tajam telunjuknya ke arah pintu kamarnya dan Gadis, dimana tentu saja—hal itu membuat semua orang yang ada di dalam kamar Putra dan Gadis saat ini menjadi amat sangat terkejut, sampai sempat mengendikkan bahu mereka.
Lalu Anthonylah yang mampu menurunkan kegeraman Putra, yang orangnya nampak mengeras rahangnya sambil terus memandang tajam pada saudari tiri Gadis berikut ibunya yang telah menarik anak perempuannya yang menjadi sumber kekesalan Putra saat ini—dimana saudari dan ibu tiri Gadis itu, tengah melangkah keluar dari kamar Putra dan Gadis.
“I’m sorry if I shocked you ( Maafkan aku jika mengejutkanmu ), Anth,” ucap Putra yang telah memasang wajah normalnya di depan Anthony yang sempat melirih memanggilnya, sambil Anthony menggenggam tangan Putra. Dan Putra kini telah menyetarakan tingginya dengan Anthony. “Now could you please go back to your for a while? I need to talk with the adults ( Sekarang apa bisa kamu pergi ke kamarmu untuk sementara? Aku perlu bicara dengan para orang dewasa )” kata Putra lagi pada Anthony.
Dengan cepat Anthony mengangguk mengiyakan permintaan Putra, dimana kemudian Ramone menawarkan diri pada bocah tampan yang kini bagi Ramone adalah cucunya, lalu saat Ramone sudah menggandeng Anthony dan berjalan menuju kamar bocah tampan itu melalui pintu penghubung antara kamar Anthony dan kamar Putra-Gadis, Putra kembali melontarkan pertanyaannya tentang ibu dan saudari tiri Gadis pada mereka yang masih ada bersamanya.
“Jangan katakan , jika dua wanita itu adalah ibu dan saudari tirimu, Gadis.” Putra yang keburu bicara lagi, tak lama setelah ia bertanya sebelumnya—saat belum sempat ada yang menjawab pertanyaannya.
Sempat memandangi Garret dan Bruna bergantian untuk memperoleh jawaban, namun dengan cepat Putra ingat jika Gadis sempat menggumam.
Serta Putra ingat lagi bagaimana sikap wanita muda yang sok akrab dengannya tadi, lalu bagaimana sikapnya pada Gadis yang seperti sudah kenal lama dengan istrinya itu.
Jadi Putra menerka tentang siapa wanita itu dan satu wanita paruh baya tadi, dengan dirinya yang kini memandang agak tajam pada Gadis yang kini nampak gugup dan agak takut-takut pada Putra.
Gadis sempat melirik ke arah Garret dan Bruna, lalu kemudian beralih lagi memandang pada Putra. Menggigit bibir dalamnya, dan tak lama Gadis menganggukkan kepalanya dengan masih agak takut-takut.
__ADS_1
🔵
“Leave us ( Tinggalkan kami )“
Putra tak lama mengucapkan kalimat singkat setelah melihat anggukkan Gadis.
Dimana ucapan itu tentunya tertuju pada mereka selain Gadis. Yang langsung dipahami oleh yang bersangkutan.
“*I don’t know why you look very upset about that 2 ladie*s ( Aku tidak tahu mengapa kau nampak begitu kesal pada 2 wanita itu ) ..”
Garret bertutur pelan dengan dia yang sudah lebih mendekat pada Putra.
“But don’t be too hard to your wife ( Tetapi jangan terlalu keras pada istrimu )”
Garret lalu sedikit mengingatkan Putra yang langsung menanggapi ucapannya dengan anggukkan samar.
“Ceritakan semua padaku, bagaimana bisa dua orang yang jika aku ingat sedikit ceritamu, mereka jahat padamu, tapi sekarang mereka ada di sini?”
Putra langsung saja bertanya pada Gadis, saat Garret dan lainnya telah keluar dari kamarnya dan Gadis, serta menutup pintunya dengan rapat.
“Duduklah dulu .. Jangan berdiri dan terlebih memandangiku seperti itu. Kamu membuatku takut, Putra ..” tutur Gadis. Dimana Putra menghela nafasnya dengan agak berat, namun ia tetap mengikuti permintaan Gadis.
🔵
“Tapi kamu tidak dapat begitu saja percaya jika tahu-tahu mereka bersikap baik dan mengiba padamu, Gadis .. Terlebih dengan dirimu yang sekarang. Maaf, tapi kamu bukan lagi wanita desa yang sederhana nan terbatas keuangannya ..”
“Ibu bahkan mengira aku ini bekerja pada Bru dan Garret saat aku bertemu dengannya lagi, Putra---“
“Meski begitu, Gadis---“
“Setiap orang dapat berubah, kan Putra?---“
“Tapi tetap aku tidak mengijinkan mereka untuk tinggal di sini.”
🔵
“Dua wanita itu harus meninggalkan villa ini esok hari dan tidak ada tawar menawar lagi.”
“Iya, aku paham.”
“Sekarang beristirahatlah, aku ingin membersihkan diri---“
“Biar aku bantu---“
“Jangan membantahku, Gadis. Beristirahatlah. Ingat apa yang belum lama kamu alami.”
🔵
“Aku akan menghubungi Ad karena dia masih di Inggris. Jadi aku akan meninggalkanmu sebentar setelah aku membersihkan diri. Is that okay? ..”
“Iya, tidak apa – apa. Tapi jangan lama – lama ya?---“
“Iya .. sekarang beristirahatlah.”
🔵
“What makes you look that you quite dislike to Gadis’ step mother and sister? ( Apa yang membuatmu terlihat tidak menyukai ibu dan saudari tiri Gadis? )”
“Gadis ever told me about them. Not the good things about how they were treated her. And somehow—even Gadis told me if they’re change become that good now, I can’t believe them ( Gadis pernah cerita padaku tentang mereka. Bukan hal yang baik bagaimana mereka memperlakukan Gadis dulu. Dan entah mengapa—meski Gadis mengatakan padaku jika mereka telah berubah baik, aku tetap tidak mempercayai mereka )”
“.....”
“So coincidentally, Gadis got an accident here when that 2 ladies are here too ( Kebetulan sekali, Gadis mendapatkan kecelakaan disini, saat 2 wanita itu juga ada di tempat ini )---“
🔵🔵
__ADS_1
To be continue ...