
Happy reading ..
‘Mana Putra?’
Gadis bertanya dalam hatinya, kala ia tak melihat Putra yang tadi sudah berbaring bersamanya hingga kemudian terlelap.
‘Baru satu jam ternyata..’ Batin Gadis yang melirik pada jam yang ada di kamar Putra.
Gadis merasa haus.
Jadi itu yang membuat Gadis sampai terjaga meski baru satu jam ia tertidur.
Gadis memang punya kebiasaan akan gelisah saat waktu tidur tiba di tempat yang baru.
Namun hal itu tidak menghampirinya saat ini, karena saat ia terlelap tadi ada Anthony dan Putra bersamanya.
Gadis terbangun karena merasa tenggorokannya sedikit kering, bahkan sedikit gatal.
‘’Putra?..”
Gadis yang penasaran karena Putra tidak ada di tempat sebelumnya pria itu berbaring, mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil Putra dengan pelan.
‘Tidak ada’
Karena tidak mendapat sahutan, akhirnya Gadis membuka pintu kamar mandi dalam kamar pribadi Putra, namun Putra tidak ada disana.
Gadis mengecek walk in closet. Pun, Putra tidak ada.
‘Putra kemana ya? ... Apa dia mengambil air minum? ...’
Gadis mengedarkan pandangannya.
Matanya menemukan sebuah teko kaca yang tertutup di atas sebuah nampan kecil dengan sebuah gelas yang tertelungkup di atas nampan tersebut.
‘Tapi ini airnya masih penuh ...’ Gadis meraih gelas yang tertelungkup itu, kemudian membalik dan memegangnya. ‘Ini gelas Putra atau Anthony ya? ...’
Gadis sejenak bertanya sendiri dalam hatinya.
‘Ah, tidak masalah juga jika ini gelas bekas mereka ...’
Gadis memilin bibirnya dan tersenyum tipis, lalu menuangkan air minum dalam teko ke gelas dan meminumnya. Karena memang Gadis merasa sedikit haus.
***
Gadis mengedarkan lagi arah pandangannya.
‘Ini balkon mungkin ya? ..’
Gadis melirik pada sebuah pintu kembar yang tertutup rapat dan bertirai, disalah satu sudut kamar pribadi Putra itu.
‘Apa Putra berada disana?...’ Gadis mengira-ngira.
Lalu Gadis melangkahkan kakinya menuju pintu kembar yang ia kira-kira adalah balkon kamar yang menyambung dengan kamar pribadi Putra..
Gadis hanya sedikit menyingkap gorden yang menutupi pintu kembar yang nampak tertutup rapat tersebut.
‘Tidak ada juga....’ Batin Gadis lagi.
Gadis berdiri sejenak di dekat pintu kembar yang mengarah ke balkon kamar, yang memang terhubung dengan kamar pribadi Putra itu.
‘Jadi Putra dimana?...’ Gadis kembali bertanya-tanya dalam hatinya.
***
Waktu sebelumnya
“My beloved ( Kesayanganku ) ...” Putra menarik sudut bibirnya kala ia ia terjaga dan menengok ke sisi kanannya.
Nampak dua orang sudah terlelap dengan tenang ke alam mimpi mereka. Dan tak lama, Putra beringsut perlahan dari tempatnya.
Baru tiga puluh menit saja Putra tertidur. Namun Putra sudah terjaga lagi. Jika insomnianya sedang kambuh ya seperti ini. Putra kadang tidak bisa memejamkan matanya.
Atau ya seperti saat ini juga. Tertidur sebentar, lalu beberapa menit kemudian Putra akan terbangun lagi.
Putra kadang membuat dirinya sibuk jika insomnianya sedang kambuh untuk membuat matanya bisa terpejam dan tidur kemudian.
Biasanya juga Putra membuat dirinya sedikit letih dengan berlatih atau berlari di saat malam mengelilingi Villa, baru setelahnya Putra bisa tidur dengan nyenyak.
Namun berhubung cuaca malam ini sedikit hujan, jadi Putra tidak bisa berlari mengelilingi Villa. Dan akhirnya Putra pergi ke ruang kerja saja.
***
🎵Yesterday🎵
Sebuah lagu melankolis terputar pelan dari sebuah gramofon yang ada di ruang kerja, dimana Putra sedang berdiri landai, bersandar di meja kerja, sembari memandangi sebuah figura foto.
🎵Now It Looks As Though They’re Here To Stay🎵
“So sorry Rery, Madelaine... ( Mohon maaf sekali ya Rery, Madelaine ) ..”
Putra berbicara pelan, sembari menyunggingkan senyuman pada foto dalam figura yang sedang ia pandangi tersebut.
“Me and others, could only do what we all have did for Anth’s birthday ( Aku dan yang lainnya, hanya bisa melakukan apa yang sudah kami berikan untuk ulang tahunnya Anth )”
🎵There’s Shadow Hanging Over Me🎵
__ADS_1
“But seems, Anth look happy enough and I feel quite relieved. Happy. Very.. ( Tapi sepertinya, Anth cukup terlihat bahagia dan aku merasa sedikit lega. Bahagia. Sangat )..”
Putra menyesap minuman yang ada didalam gelas yang sedang ia pegang.
“He’s back become a cheerful Anth. Chatty.. ( Dia sudah kembali menjadi Anth yang ceria. Cerewet ) ..”
Putra mendengus geli kemudian, juga menarik sudut bibirnya.
“And I promise you guys, that I will keep Anth like that.. Happy, cheerful .. ( Dan aku berjanji pada kalian, bahwa aku akan membuat Anth tetap seperti itu.. Bahagia, ceria ) ..”
Putra menghela nafasnya.
“May you both rest in peace .. ( Semoga kalian beristirahat dalam damai ) ..”
Putra mengangkat gelasnya, lalu menyesap dan menenggak habis minuman beralkohol yang ada didalam gelasnya.
“But I’m sorry, can’t accompany both of you when you guys were put in the place that both of you were laying down now. Also sorry, I even can’t come to visit until today. Well you guys can hold my promise. That I will come to visit both of you, and all of our brothers that fell together with you. After I ‘finished’ that lowly man .. As my promise to Anth that I will take him to visit both of you..”
“( Tapi aku mohon maaf, tidak dapat mendampingi kalian saat kalian ditempatkan di tempat dimana kalian berbaring saat ini. Juga mohon maaf, aku bahkan belum dapat berkunjung sampai dengan hari ini. Tapi kalian dapat memegang janjiku. Bahwa aku akan mengunjungi kalian, juga semua saudara kita yang gugur bersama dengan kalian. Setelah aku menghabisi laki-laki rendahan itu .. Sesuai dengan janjiku pada Anth bahwa aku akan membawanya untuk mengunjungi kalian )..”
🎵Yesterday🎵
“Ah ya, I have a girlfriend now ( Ah iya, Aku memiliki kekasih sekarang )..”
Putra mendengus geli sendiri.
“Gadis, the one that Anth was introduce to both of you before .. That modest woman who can make know what love is.. ( Gadis, yang Anth perkenalkan pada kalian beberapa waktu lalu .. Wanita sederhana itu, dapat membuatku mengenal apa itu cinta )..”
Putra mendengus geli lagi.
“Silly right? And I’m pretty sure that both of you will totally will make fun of it.. If you guys are here .. ( Konyol bukan? Dan aku yakin jika kalian akan meledek ku habis-habisan .. Jika kalian ada disini )..”
Putra kemudian meletakkan gelas kosong di atas meja tempatnya sedang bersandar.
“Silly.. But I do I love her .. I love that woman named .. ( Konyol.. Tapi aku memang mencintainya.. Mencintai wanita yang bernama ) ..”
Putra tak melanjutkan ucapannya.
Sedikit terkesiap, karena ada sepasang tangan yang kemudian merengkuhnya dari belakang.
***
‘Jadi Putra dimana?...’
Gadis terus bertanya-tanya sendiri dalam hatinya, setelah ia tidak menemukan Putra di dalam beberapa bagian kamar yang sudah ia lihat.
‘Apa Putra pindah ke kamar lain karena takut Anthony dan aku kesempitan?’
Gadis melemparkan pandangannya ke arah ranjang.
Pandangan Gadis kemudian mengarah ke sebuah pintu penghubung yang tembus ke kamar Anthony, tempat mereka tadi berkumpul.
‘Jangan-jangan Putra kembali beberes disana’
Gadis melangkahkan kakinya ke arah pintu penghubung tersebut, lalu menggeser untuk membukanya dengan sangat pelan.
‘Tidak ada juga ..’ Batin Gadis lagi saat tak menemukan Putra di kamar Anthony. “Kemana ya Putra?. Apa dia itu makhluk malam yang tidak tidur?..”
Gadis menggumam.
“Haish Gadis! Hentikan pikiran konyol mu itu!”
Kemudian Gadis langsung menggerutu pada dirinya sendiri seraya masih menggumam di kamar Anthony.
‘Atau jangan-jangan Putra merasa lapar dan ia sedang di dapur sekarang?’
Gadis membatin lagi.
‘Jika begitu, aku harus mencarinya. Mungkin saja aku bisa membuatkan sesuatu untuk Putra makan’
Gadis manggut-manggut.
‘Tapi jika aku pergi mencari Putra, Anthony sendirian disini ..’
Gadis memperhatikan Anthony yang terlelap di atas ranjang Putra.
Lalu berjalan pelan mendekatinya.
‘Jika aku tinggal sebentar rasanya tak apa.. Tuan Muda yang tampan dan menggemaskan ini sepertinya sangat pulas sekali..’
Gadis tersenyum tipis menatap pada Anthony yang nampak sangat pulas itu.
Dan Gadis makin menarik sudut bibirnya, karena Anthony nampak tersenyum dalam tidurnya.
****
‘Dapur pasti ada di bagian bawah Villa ini..’
Gadis memutuskan untuk mencari Putra, setelah memastikan Anthony memang pulas terlelap sekaligus menyelimuti tubuh Anthony lebih rapat.
Pasalnya Gadis Penasaran, kenapa Putra terbangun padahal belum lama tertidur seperti dirinya dan Anthony.
‘Kalau tangga yang itu sepertinya mengarah ke ruang tamu..’
Sedikit kepikiran juga tentang Putra yang Gadis kira mungkin saja ia tengah lapar hingga terbangun, dan Gadis rasanya tidak tega kalau membayangkan Putra membuat makanannya sendiri, karena pagi masih sedikit lama lagi baru tiba dan para pekerja yang tadi Gadis temui saat pemberian kejutan ulang tahun pada Anthony juga pasti masih beristirahat semua.
__ADS_1
‘Jadi ada kemungkinan tangga yang itu, dekat untuk menuju dapur..’
Gadis melirik tangga yang terletak di sebelah kiri hadapannya. Kemudian berjalan menuju ke tangga yang barusan ia tunjuk itu.
‘Setidaknya ada yang bisa aku lakukan untuk membantu Putra membuat sesuatu jika ia memang lapar dan sedang berada di dapur sekarang ini’ Batin Gadis. ‘Kemarin malam dan pagi tadi kan dia sudah membuatkan makanan untukku’
🎵 - 🎵 - 🎵
‘Eh?..’
Gadis menghentikan langkahnya kala ia mendengar sayup-sayup alunan musik. Gadis pun menajamkan telinganya.
Karena penasaran dengan alunan musik yang sayup-sayup ia dengar itu, pada akhirnya Gadis menggerakkan kakinya untuk mengikuti jejak alunan nada dan lagu yang tertangkap oleh telinganya itu.
‘Sepertinya dari ruangan itu..’
Gadis berhenti di sebuah lorong yang sedikit temaram sembari menatap sebuah ruangan yang pintunya nampak terbuka.
‘Sopan tidak ya, jika aku sekedar melihat? ..’ Batin Gadis. ‘Aku lihat saja ya?. Siapa tahu ada yang memang menyetel musik dan lupa mematikan?. Kan sayang listrik?..’
Gadis pun mengayunkan langkahnya menuju ruangan yang pintunya setengah terbuka itu, dimana terdengar alunan musik melankolis yang terdengar dari dalamnya. Dimana Gadis spontan menarik sudut bibirnya saat sudah berada di ambang pintu dan melihat seseorang yang sedang ia cari ada disana.
****
“Silly.. But I do I love her .. I love that woman named .. ( Konyol.. Tapi aku memang mencintainya.. Mencintai wanita yang bernama ) ..”
“Pantas saja Anthony berbicara dengan foto..”
Gadis yang masuk secara mengendap-endap mendekati sebuah meja kerja, setelah mengenali jika Putra lah yang ada di dalam ruangan yang ia sambangi itu, langsung saja melingkarkan tangannya di pundak dan dada Putra dari belakang pria itu.
“Ternyata ia melihat papanya yang berbicara pada foto ..” Sambung Gadis.
Putra yang sempat sedikit terkesiap, karena ada sepasang tangan yang merengkuhnya dari belakang itu kemudian menyunggingkan senyuman saat mendengar suara seorang wanita yang sangat ia kenali.
Kemudian Putra menyentuh satu tangan yang merengkuh pundaknya dan membuat seseorang yang memeluknya itu kini berhadapan dengannya, dengan tubuh Putra yang masih bersandar landai di meja kerja.
“Merindukanku hem? ..” Ucap Putra sembari menatap teduh pada Gadis kemudian membuat kedua tangan Gadis melingkar di lehernya. Gadis mendengus geli mendengar ucapan Putra.
“Kamu belum meneruskan kalimat kamu tadi..” Tukas Gadis.
“Heemm..”
“Jadi siapa nama wanita yang Tuan cintai itu?..”
Putra terkekeh kecil. “Senang sekali mendengar pernyataan cinta dariku hem?”
“Hanya memastikan..”
“Masih tidak percaya dengan perasaanku padamu memangnya?” Ucap Putra. “Setelah aku yang dingin pada wanita ini, itu begitu mengejar anda, Nona. Anda masih meragukan perasaanku padamu?..” Sambung Putra. “Haish, kejam sekali”
Gantian Gadis yang kini terkekeh kecil.
“Aku mencintaimu..”
“Aku tahu ..”
Sembari Putra manggut-manggut, serta memasang wajah cuek dan pongah.
Hingga Gadis terkekeh lagi. “And I love you more.. ( Dan aku lebih mencintaimu ) ..”
Sesaat netra keduanya saling tatap, hingga bibir mereka akhirnya bertautan dalam satu ciuman lembut yang terasa memanjakan.
“Kenapa kamu terbangun hem?.. Apa kamu merasa lapar? Atau Anth terbangun hingga membangunkanmu juga? ..” Tanya Putra sembari membereskan anak rambut Gadis setelah ia mengurai ciumannya pada Gadis yang tak lama itu.
Kemudian menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Gadis dan menghirup aroma tubuh Gadis yang Putra senangi, karena terasa menenangkan baginya.
“Tadi aku terbangun karena haus ..” Jawab Gadis dengan membiarkan Putra yang kini sudah merengkuhnya itu bermanja-manja padanya. “Tapi melihat kamu tidak ada saat aku bangun, dan setelah aku cari di seisi kamar kamu tidak ada, jadi ku putuskan untuk mencari kamu setelah aku memastikan jika Anthony tertidur dengan pulas ..”
Putra masih merengkuh manja tubuh Gadis.
“Aku pikir mungkin saja kamu merasa lapar, jadi aku hendak mencari dapur dan menyusul kamu..”
“Begitu ya? ..” Tanya Putra dan Gadis langsung mengangguk. “Sejujurnya aku memang lapar saat ini ..”
Ada seringai yang muncul di bibir Putra tanpa Gadis lihat.
“Ya sudah ayo kita ke dapur..” Gadis mengurai rengkuhan Putra. “Biar aku yang membuatkan kamu makanan ..”
“Aku rasa tidak perlu ke dapur..” Ucap Putra sembari menatap Gadis dengan satu sudut bibirnya yang terangkat.
Seiring kedua tangannya yang dengan cepat mengangkat tubuh Gadis hingga wanita itu sempat memekik dengan spontan, lalu sadar jika ia setengah berteriak akibat terkejut pada Putra yang sudah mendudukkannya di meja kerja, hingga menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya.
“Karena makananku, sudah datang sendiri ke hadapanku..”
Putra menunjukkan seringainya dihadapan wajah Gadis yang hampir tak terkikis jarak dengan wajahnya, dan Putra sudah mengukung tubuh Gadis yang ia dudukkan di atas meja kerja tersebut.
Gluk!
Gadis menelan salivanya.
Selanjutnya ..
Terserah Papa Putra.
****
__ADS_1
To be continue....