
Happy reading...
*********************
Mata Putra segera menyisir bagian kamar yang ada dalam pandangannya saat ia memasuki kamarnya dan Gadis dalam Villa, mencari keberadaan Anthony dan Gadis yang tak lagi ada disana, seperti saat Putra meninggalkan keduanya untuk rapat kecil bersama Bruna, Addison, Arthur, Damian, Garret dan Danny.
Namun kemudian mata Putra menangkap pintu penghubung yang tembus ke kamar Anthony itu terbuka lebar. Jadi Putra segera saja menduga jika dua orang terkasih yang sedang dicarinya itu ada disana. Putra pun melangkahkan kakinya menuju kamar pribadi Anthony tersebut.
Sudut bibir Putra langsung tertarik ke atas saat ia sudah berada dalam kamar Anthony namun masih berdiri di antara celah pintu penghubung kamarnya dan Gadis dengan kamar pribadi Anthony, karena dua orang yang tadi ia cari memang ada disana.
Ada rasa hangat yang menjalar di hati Putra saat melihat pemandangan dua orang yang nampak sudah terlelap di atas ranjang.
Putra pun menggerakkan kakinya untuk melangkah lebih dekat pada ranjang pribadi Anthony. Senyuman Putra terus bertengger di bibirnya saat ia sudah berada sangat dekat dengan ranjang Anthony.
Dimana dua orang yang terkasih dan begitu berarti bagi Putra nampak sangat pulas tertidur sembari berpelukan.
Hangat!.
Itu yang Putra rasa saat ini.
Dulu, sejak Anthony mulai bersamanya selepas hengkang dari Ravenna, hanya bocah tampan tersebut lah yang bisa membuat hati Putra menghangat.
Sekarang tambah satu lagi orang yang menambah kehangatan dalam hati Putra.
Ditambah, seseorang itu juga sangat menyayangi Anthony sama sepertinya.
Yang terjadi esok tunggu saja bagaimana.
Tapi yang jelas saat ini, Putra hanya ingin bergabung dengan dua orang yang kelopak matanya terpejam, tertidur pulas dengan saling mendekap.
Putra mendekat ke sisi ranjang tempat Gadis membaringkan tubuhnya.
Lalu tangan Putra terulur ke kepala Gadis dan mengelusnya lembut dan perlahan agar tidak sampai mengusik tidur Gadis.
“Nitey nite (Selamat malam dan selamat tidur), Gadis...”
Putra mengecup kepala Gadis sekilas saja namun lembut seraya tersenyum menatap wanita yang dengan cepat bisa memenangkan hatinya itu, bahkan sampai membuat Putra tergila-gila.
“Sayang...”
Lalu Putra beringsut ke sisi ranjang samping Anthony.
Masih ada ruang di pinggir ranjang samping Anthony yang tidur menghadap pada Gadis yang mendekapnya. Putra menyingkap sedikit selimut yang menutupi tubuh Anthony sebatas dada bocah tampan tersebut dengan sangat perlahan.
Melepaskan dulu home slipper (sandal rumahan) dari kakinya, lalu Putra beringsut masuk dengan sangat perlahan juga ke dalam selimut bergabung bersama Anthony dan Gadis yang sudah berada dalam selimut tersebut.
Lagi-lagi Putra tersenyum saat ia sudah berada dalam satu selimut dengan Anthony dan Gadis.
Putra tak langsung merebahkan dirinya untuk tidur.
Melainkan berbaring miring, dengan menopang kepalanya sembari menatap pemandangan yang menghangatkan hatinya itu.
“First you disturbed my fun, now you stole Gadis’s hug (Pertama kamu mengganggu kesenanganku, dan sekarang kamu mencuri dekapan Gadis)”
Putra menggumam dengan sangat pelan sembari tersenyum geli dengan tangannya yang mengelus pelan kepala Anthony.
“I wish you always be happy Anth .... (Aku berharap kamu akan selalu berbahagia Anth ....)”
Putra mengecup pelan dan lembut kepala Anthony.
‘I wish.... And I will do everything for that (Aku berharap .... Dan aku akan melakukan segalanya untuk itu ....)’
Putra membatin.
“Nitey nite, my Prince ....”
Lalu Putra melirik pada Gadis sembari tersenyum juga.
“And, my Queen ....”
Baru Putra melepaskan topangan kepalanya dan menggerakkan tubuhnya sedikit miring ke arah nakas kecil di samping ranjang pribadi Anthony, lalu mematikan lampu tidur yang ada di atas nakas tersebut.
Kemudian Putra membaringkan tubuhnya menyamping, untuk bergabung bersama Anthony dan Gadis yang sudah berada di alam mimpi dengan mendekap tubuh kecil Anthony.
***
Hari sudah beranjak pagi saat Putra membuka matanya.
“Haish, this two person just forget about me while they were together.... (Dua orang ini melupakanku kalau sudah bersama....)” Putra sontak bergumam saat ia melihat jika dua orang yang semalam tidur bersamanya di ranjang yang sama, sudah tak lagi ada.
__ADS_1
“......”
Namun sejenak kemudian, kepala Putra menoleh ke arah pintu kamar mandi yang ada di dalam kamar pribadi Anthony setelah telinga Putra menangkap suara dari dalam kamar mandi tersebut.
Putra mengangkat dirinya untuk bangun lalu duduk sejenak bersandar pada dashboard ranjang sembari melemaskan beberapa otot-otot tertentunya dengan ringan. Barulah Putra menurunkan kedua kakinya dari atas ranjang, dan memakai home slippernya.
***
Putra melangkahkan kakinya ke kamar mandi dalam kamar pribadi Anthony tersebut.
Dimana dua suara orang yang sedang bercakap sudah terdengar dari luar kamar mandi saat Putra belum sampai di ambang pintunya.
“Anthony....” Suara Gadis yang terdengar.
“Yes Gadis? .....” Suara Anthony yang menyahut juga terdengar kemudian.
“Why you called Papa Putra not with Daddy? (Kenapa kamu memanggil Papa Putra bukan dengan sebutan Daddy?) ....” Tanya Gadis.
“Because I heard you said Papa to Papa Putra when you asked my name that day..... (Karena aku mendengarmu menyebut Papa Putra dengan sebutan Papa saat kamu menanyakan namaku hari itu ....)” Jawab Anthony.
“Huummmm ...”
“And I like it (Dan aku menyukainya) ...”
“Then, how the way you call Papa Putra before? (Lalu, sebelumnya kamu panggil Papa Putra apa?) ....”
“Uncle Putra”
“Huuummmm ...”
Gadis yang sedang menyabuni tubuh Anthony yang orangnya sembari merendamkan dirinya dalam bathtub yang berisikan air hangat itu pun manggut-manggut.
“And why you decided to call Papa Putra with Papa? (Dan kenapa kamu memutuskan untuk memanggil Papa Putra dengan sebutan Papa?) ....” Kembali Gadis bertanya pada Anthony.
“As I said, because I like it and because I see Papa is so happy when I call him like that... And I like to see Papa smiling than he always so sad”
(Seperti yang aku katakan, karena aku menyukai panggilan itu dan karena aku lihat Papa sangat bahagia saat aku memanggilnya begitu ... Dan aku senang melihat Papa tersenyum daripada dia yang terlihat bersedih sepanjang waktu)
Gadis pun tersenyum, sembari membalikkan tubuh Anthony hingga menghadapnya yang punggungnya sudah selesai Gadis sabuni dan gosok perlahan itu. Lalu meraih tangan Anthony untuk Gadis sabuni dan gosok dengan perlahan juga.
Putra yang mendengar penuturan Anthony pada Gadis itu pun kembali merasakan hatinya kembali menghangat lagi.
“You really love Papa Putra (Kamu benar-benar menyayangi Papa Putra) , ya Anthony? ....”
“Very (Sangat) ...”
“Papa Putra also love you that much (Papa Putra juga sangat menyayangimu), Anthony ....”
“I know it .. (Aku tahu itu..)” Ucap Anthony. “Papa Putra always take a good care for me when we were in Ravenna ... And he was very sad as me when my Daddy and Mommy were past away because of the bad guy who shoot them... (Papa Putra selalu menjagaku dengan baik saat kami masih tinggal di Ravenna..... Dan dia sama bersedih nya denganku saat Daddy dan Mommy meninggal karena orang jahat yang menembak mereka .....)”
Putra tersenyum getir mendengar penuturan Anthony dengan suaranya yang terdengar sedikit lirih di akhir ucapannya.
Dimana Gadis menampakkan senyuman teduhnya pada Anthony yang wajahnya sedikit berubah sendu itu. “Don’t be sad anymore ya Anthony? ... (Jangan bersedih lagi ya Anthony? .....)”
Gadis menangkup pipi Anthony yang sudah kembali chubby seperti dulu, setelah sebelumnya Anthony cukup kehilangan berat badannya saat ia koma setelah tenggelam cukup lama.
“You have Papa Putra who loves you that much and will do anything for you ... (Kamu punya Papa Putra yang sangat mencintaimu dan akan melakukan segalanya untukmu ....)”
“......”
“Beside, you also have Madre Bruna, Padre Addison, Daddy Damian and Daddy Garret who also love you that much”
(Lagipula, kamu juga punya Madre Bruna, Padre Addison, Daddy Damian dan Daddy Garret yang juga sangat menyayangimu)
Anthony pun segera mengangguk dengan tersenyum pada Gadis yang sedang menyemangatinya itu.
“I think Uncle Danny and Uncle Arthur also care and love you (Aku pikir juga Uncle Danny dan Uncle Arthur peduli dan menyayangimu) ...” Ucap Gadis lagi.
“Yes, Gadis ...”
“And now you also have me (Dan sekarang kamu juga punya aku)”
Anthony belum menghilangkan senyumnya dan langsung mengangguk antusias setelah mendengar ucapan Gadis barusan yang juga tersenyum padanya lalu memberikan kecupan kecil dikening Anthony.
“And I’m soooo glad that I can meet and know you ..... (Dan aku saangat senang bisa bertemu dan mengenalmu), Gadis...”
“Me too!!!! (Aku juga!!!!)” Gadis menyahut riang dengan mencubit gemas hidung Anthony lalu keduanya terkekeh bersama.
“Thank you to make Papa happy also (Terima kasih karena sudah membuat Papa bahagia juga), Gadis,”
__ADS_1
Gadis tersenyum haru pada Anthony.
“You welcome Anthony .... Thanks to you and your Papa also, because both of you are make me so happy.... (Sama-sama Anthony.... Terima kasih padamu dan juga Papa-mu, karena kalian berdua pun membuatku sangat bahagia....)”
Di balik dinding dekat pintu kamar mandi dalam kamar pribadi Anthony, Putra juga mengembangkan senyumnya. Lagi-lagi rasa yang terlalu hangat menjalar di hatinya.
Dua orang terkasih Putra yang berada di dalam kamar mandi terdengar sudah bersenda gurau kini, hingga suara deheman membuat Anthony dan Gadis serempak menoleh ke sumber suara.
“You wake up Papa? (Papa sudah bangun?) ...”
“Heeemm ...”
Putra mengangguk seraya tersenyum pada Anthony, dan ia semakin mendekat ke tempat Gadis dan Anthony berada.
“Selamat pagi Tuan Putra ...” Sapa Gadis dengan canda.
“Selamat pagi Nona Gadis ...” Sahut Putra juga dengan canda.
“Ah ya! Se-lamat Pa-gi Papa!”
Anthony segera menyambar, menyapa Putra dengan bahasa dari Negeri kelahiran Gadis.
“Wow, now you talk Bahasa, hem? (Wow, sekarang kamu sudah bisa bahasa Indonesia, hem?)”
Putra berucap sumringah pada Anthony, dimana Gadis tersenyum sumringah juga.
“Eeeuumm..... ha-nya se-dikit ..”
Anthony menyahut dengan menggemaskan, hingga Putra dan Gadis pun terkekeh karenanya.
“Hemmmm ....”
Putra berdehem sedikit dalam dengan sudah bersimpuh di samping bathtub dimana Anthony berada di dalamnya, dengan busa sabun yang menempel di bagian atas tubuhnya.
“I thought you said that you already become a big boy now (Aku pikir kamu pernah bilang kalau kamu sudah besar sekarang) ....”
Putra berkata sembari menatap Anthony, dengan dirinya yang sudah bersimpuh disatu sisi bathtub dimana ada Anthony di dalamnya.
“I am! (Memang!)” Anthony langsung menyahut cepat.
“Then why Gadis bathe you (Lalu mengapa Gadis memandikan mu), hem?...”
“Gadis push to bathe me. Wasn’t me who asked... (Gadis yang memaksa untuk memandikan ku. Bukan aku yang menyuruh ...)”
“I see (Oh begitu)” Putra manggut-manggut, lalu melirik pada Gadis.
“Aku hanya ingin membantu Anthony saja...” Ucap Gadis. “Habis bingung mau melakukan apa?...” Sambung Gadis. “Tadi aku lihat sarapan sudah sedang disiapkan oleh para asisten rumah tangga di Villa ini...”
Gadis kemudian berdiri dari tempatnya bersimpuh saat menyabuni Anthony.
“Come, get up Anthony... (Ayo, berdiri Anthony...) I have to lather the rest part of your body ... (Aku harus menyabuni bagian tubuhmu yang lain ...)”
Tangan Gadis sudah terulur untuk mengangkat Anthony dan membuat bocah tampan itu berdiri di dalam bathtub.
“Also put off your under pant... (Juga lepaskan celana dalammu ...)”
“Oh No! (Oh Tidak!)”
Anthony segera menyergah Gadis.
“But why? ... (Tapi kenapa?...)” Tanya Gadis.
Anthony menggeleng.
“I told you that I don’t want to be naked in front of you (Aku kan sudah katakan aku tidak ingin telanjang di depanmu)” Jawab Anthony pada Gadis.
Gadis pun mendengus pelan. “But I have to lather all of your body (Tapi aku kan harus menyabuni seluruh tubuhmu), Anthony...”
Gadis berusaha membujuk Anthony.
“Come, take off your under pant ... (Ayo, buka celana dalammu ...)”
Dan Anthony menggeleng lagi dengan cepat. “No! (Tidak!)”
“Kalau begitu aku saja...” Putra bersuara. “Aku saja yang buka celana”
****
To be continue....
__ADS_1
Happy Eid Mubarraq bagi kalian yang merayakan nya,
Mohon Maaf Lahir dan Bathin Yah