LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 127


__ADS_3

Happy reading ..


"Ada apa, Hem?..." Tanya Putra pada Gadis.


Karena wanita tercintanya itu nampak sedikit berekspresi aneh macam orang yang sedikit bingung di mata Putra.


"Tidak apa-apa" Jawab Gadis seraya menggeleng dan menarik sudut bibirnya, tersenyum pada Putra. "Hanya ini banyak sekali makanannya".


"Aku sengaja meminta Danny menyuruh beberapa pelayan untuk menghidangkan beberapa macam hidangan pembuka secara langsung agar kamu dapat memilih.."


Putra bertutur.


"Mengingat saat aku mengajakmu makan dengan set menu kala itu, kamu sepertinya kurang cocok dengan hidangan pembukanya. Jadi sekarang aku meminta Danny melakukan apa yang aku minta tadi, agar kamu memiliki pilihan"


'Ya ampun, sampai seperti itu ya Putra memperhatikan? ..'


Gadis membatin. Lalu menampakkan senyumnya pada Putra.


"Terima kasih, ya? .." Ucap Gadis. "Maaf jadi merepotkan .."


"Sudah kukatakan. Tidak perlu sungkan .." Tukas Putra. "Duduklah .."


Putra kembali menarik kan kursi untuk Gadis, ditempat yang sama Gadis duduk sebelumnya.


***


"Apa kamu keberatan jika kami merokok disini?" Tanya Putra pada Gadis, saat sudah mengeluarkan sekotak rokok berikut pemantik besi dari saku celananya.


Gadis menggeleng.


"Aku tidak keberatan. Silahkan saja"


Gadis mempersilahkan Putra, Addison, Danny serta Arthur yang kemudian menyalakan rokok mereka masing-masing.


Hanya Ray saja yang keluar dari ruangan tempat para Tuan dan satu Nona calon Nyonya sedang berada.


Ray yang juga perokok itu cukup tahu diri dengan memisahkan diri untuk merokok diluar Restoran, meski para Tuan mempersilahkan saja jika Ray juga ikut merokok di ruangan yang sama dengan mereka.


"Kenapa, Hem?" Tanya Putra, karena Gadis sedikit memperhatikannya.


Gadis menggeleng pelan.


"Tidak apa-apa. Hanya aku pikir kamu tidak merokok Putra..."


"Apa itu mengganggumu?"


Gadis menggeleng lagi. "Tidak sama sekali. Hanya saja aku tidak pernah melihatmu merokok sebelumnya.."


Putra menyunggingkan senyumnya. "Ya sudah, jika tidak masalah untukmu, aku nyalakan rokokku?" Sembari Putra masih mempertahankan senyum seraya melirik Gadis dengan tatapan setengah menggoda.


Gadis mengulum senyumnya kemudian mengangguk. "Sini.." Gadis meraih pemantik besi dari tangan Putra. "Aku bantu menyalakan rokok anda, Tuan.."


Putra kembali menarik sudut bibirnya. "Suatu kehormatan bagiku kalau begitu" Ucap Putra menanggapi celotehan Gadis barusan. Lalu sedikit memiringkan tubuhnya dan sedikit condong ke arah Gadis.


Gadis tersenyum lalu membuka tutup pemantik dan tangannya menekan roda kecil pada pemantik yang kemudian mengeluarkan api dari sebuah selongsong kecil yang ada dibalik tutup pemantik. Putra pun menyulut rokok yang sudah dijepit oleh kedua bibirnya.


'Haish menyulut rokok saja , bisa tidak dia nampak normal???! Heran, mau melakukan apapun sepertinya Putra tidak pernah terlihat jelek?' Batin Gadis karena Putra melemparkan tatapannya pada Gadis yang membuat Gadis jadi sedikit berdebar.


"Terima kasih .."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Putra dan yang lainnya sudah menyelesaikan acara jamuan santai makan mereka yang kebetulan bertemu di Restoran miliknya dan keluarga itu.


Enam orang minus satu, karena Ray, si pengawal pribadi yang hari ini merangkap jadi supir memisahkan diri untuk merokok di luar Restoran.


Kini sedang mengobrol santai sembari menghisap batangan nikotin.


Gadis juga ikut serta dalam obrolan para pria itu, karena Addison banyak bertanya padanya.


Acara makan bersama dengan set menu berkonsep fine dining dari mulai hidangan pembuka sampai dengan hidangan penutup sudah mereka selesaikan.


Memang biasanya acara fine dining itu dilakukan selepas senja atau malam hari.


Namun tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang berkocek tebal dan mau merogoh kocek mereka sedikit dalam untuk sebuah jamuan fine dining dapat dilakukan kapanpun jika sudah melakukan pemesanan dan pihak Restoran akan menyiapkan hidangan dengan sebaik-baiknya.


Sama, sebuah Restoran fine dining kenamaan di salah satu kota yang terletak di bagian barat pulau Jawa itupun memiliki ketentuan untuk melakukan pemesanan terlebih dahulu jika ingin mendapatkan pelayanan fine dining yang lengkap dan terbaik.


Hanya saja, berhubung saat ini yang datang dan meminta disediakan hidangan terbaik tanpa pemesanan sebelumnya adalah pemilik Restoran, jadi tidak mungkin mereka yang bekerja di Restoran tersebut berani menolak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"By the way Ad.. ( Ngomong-ngomong Ad .. )"


"Hem?.." Sahut Addison pada Putra yang baru saja mematikan puntung rokok miliknya dalam asbak.


"Is Bruna make a birthday cake for Anth by herself or you ask someone here to make it? .. ( Apakah Bruna membuat sendiri kue ulang tahunnya Anth atau kau meminta seseorang disini untuk membuatnya? .. )"


"Of course she'll make it by herself. Like you don't know her, Putra .. ( Tentu saja dia akan membuatnya sendiri. Seperti kau tidak tahu dia saja, Putra.. )"


"......"


"Beside she is like cooking that much, Bruna will be happy, very. To bother herself if it regarding to Anth.. ( Selain memang dia sangat suka memasak, Bruna akan senang, sangat bahkan. Untuk merepotkan dirinya sendiri jika berhubungan dengan Anth .. )"


"......"

__ADS_1


"She even already prepare everything since this morning to make a special birthday cake for Anth, including decoration for surprising Anth. You just see how excited your sister is about Anth's birthday until she refused to make me a cup of coffee this morning.."


"( Dia bahkan sudah menyiapkannya sejak pagi sekali untuk membuat kue ulang tahun yang spesial untuk Anth, termasuk dekorasi sebagai kejutan untuk Anth. Seharusnya kau lihat betapa bersemangatnya adikmu itu, sampai-sampai dia menolak untuk membuatkanku secangkir kopi pagi ini .. )"


Addison bercerocos panjang lebar pada Putra, seraya mengeluarkan keluh kesahnya soal kelakuan Bruna hari ini. Dan Putra kemudian terkekeh karenanya Addison juga menggerutu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Want to go back now?.. ( Mau kembali sekarang?.. )" Tanya Addison pada Putra selepas ia juga sudah selesai merokok.


Putra melihat pada arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Actually I want to arrive when Anth already sleep, then I Will surprise him on the middle of the night .."


"( Sebenarnya aku ingin sampai saat Anth sudah tertidur, lalu aku akan memberikan kejutan padanya saat tengah malam nanti.. )"


"Then, you want to stay here more longer?.. ( Lalu, apa kau ingin tinggal lebih lama disini?.. )"


"Heeemm.."


Putra nampak berpikir sejenak.


"But I think better I go to Villa now since it's almost rain, and the road to our Villa is quite danger when the rain falling down ( Tapi aku rasa sebaiknya aku ke Villa sekarang saja karena sepertinya akan turun hujan, dan jalanan menuju Villa kita akan menjadi cukup berbahaya saat hujan ).."


"Okay" Addison manggut-manggut. " You think about something while we're going back to Villa if you still want to surprise Anth .. ( Kau bisa memikirkan sesuatu saat perjalan kembali ke Villa jika memang kau ingin memberikan kejutan pada Anth .. )"


Gantian Putra yang manggut-manggut.


"Give me the bill, Dan ( Berikan tagihannya padaku, Dan )"


Putra beralih pada Danny.


"Apa ada lagi yang kamu inginkan, Gadis?.."


Kemudian Putra beralih pada Gadis yang diam saja kala ia dan Addison sedang berbicara.


"Tidak terima kasih, Putra. Perutku sudah penuh" Sahut Gadis dan Putra pun mengangguk sembari tersenyum kecil pada Gadis yang meraih gelas minumnya kemudian.


"Bawakan tagihannya kalau begitu, Dan"


Putra beralih lagi pada Danny, kalo ini berbicara dengan menggunakan Bahasa.


'Aku sudah keburu merinding membayangkan berapa Putra harus membayar semua ini, meskipun mungkin saja Tuan Danny memberikan potongan harga..'


Gadis membatin lalu menenggak minuman dalam gelas minumnya.


"Aku heran, mengapa pemilik Restoran mau merepresentasikan dirinya membayar tagihan makan di Restoran miliknya sendiri dan keluarganya"


Disaat dimana Gadis langsung tersedak. "Uhuk! Uhuk!"


'Tuan Danny bilang apa barusan?..'


Gadis membatin sembari memandangi Putra dan Danny.


"Kamu tidak apa-apa?.."


"Iya" Jawab Gadis pelan.


"Ya sudah.."


Putra membantu menyeka bibir Gadis dengan serbet makan.


"Eumm .. Putra .." Gadis berkata pelan, terdengar ragu-ragu.


"Ya?" Sahut Putra. "Kenapa?"


"Itu..tadi Tuan Danny bilang.."


"Kalau pemilik Restoran tidak perlu membayar di Restoran miliknya jika ia makan disini, begitu?"


"Iya.."


"Bisnis tetap bisnis Gadis .."


"Jadi.. benar, yang dibilang Tuan Danny kalau Restoran ini .. milik .. kamu??.."


"Bukan hanya milikku"


"......"


"Tapi juga miliknya.."


Putra menunjuk Addison.


"Bruna, Dami, Garret dan tentunya Anth"


Dan Gadis pun melongo.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sedang memikirkan apa, Hem?" Tanya Putra pada Gadis saat mereka sudah menaiki mobil yang mereka tumpangi sejak dari Ibukota dengan formasi penumpang yang tetap sama.


Sementara Addison berada di mobil lain bersama Danny di depan mobil yang ditumpangi Putra dan mereka yang bersamanya.


"Tidak, hanya masih rasanya tidak percaya jika Restoran yang sangat terkenal di Pusat Kota ini adalah milikmu..'

__ADS_1


"Milik keluargaku" Sambar Putra.


"Iya. Itu maksudku"


"Ada yang salah jika Restoran tadi adalah milik keluargaku?"


"Tidak ada yang salah memang, hanya saja aku sedikit syok mendengarnya .."


'Tunggu saja sampai anda melihat koleksi emas batangan milik Tuan Putra dan keluarganya. Anda akan jauh lebih syok dari ini, Nona Gadis ..'


Itu suara batin Arthur yang spontan menyahut karena mendengar pembicaraan dua orang dibelakangnya itu.


'Aku sendiri saja sampai lemas kala melihat banyaknya emas batangan yang mereka punya..' Tambah Arthur lagi dalam hatinya.


"Mengapa harus syok?.."


Putra mengulum senyumnya saat Gadis berbicara dengan ekspresi polos campur lucu, mengenai keterkejutannya yang mengetahui bahwa Restoran mewah tempat Putra membawanya tadi adalah milik Putra dan keluarganya.


"Ya syok saja" Tukas Gadis. "Itu kan Restoran yang cukup ternama di Pusat Kota ini, tempat banyak orang kaya berkumpul hanya untuk makan.." Tambah Gadis. "Lalu kenyataannya, ternyata itu milikmu dan keluargamu .."


"Gadis .. Gadis .. hanya sebegitu saja"


Putra mengelus pelan rambut Gadis.


"Restoran itu tidak ada apa-apanya dibandingkan Restoran milik keluarga Anthony .."


"......"


"Restoran milik keluarga Anthony dimana sekarang adalah milik Anthony seorang bahkan sudah menjadi langganan beberapa anggota kerajaan di Inggris"


Dan Keterkejutan bukan hanya menimpa Gadis saat ini, tetapi juga Arthur dan Ray.


"Wow!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Rasanya aku jadi minder untuk bertemu dengan Anthony.." Ucap Gadis sembari mendengus geli.


Dan Putra terkekeh kecil.


"Kamu ini .."


Putra menoel hidung Gadis yang mancung namun mungil itu.


"Dan rasanya aku kecil sekali jika dibandingkan denganmu dan keluargamu"


Gadis melipat bibirnya ke dalam.


"Jangan pernah berpikir seperti itu... Anth itu tulus menyayangimu"


Putra menarik pelan tubuh Gadis agar lebih rapat padanya.


"Kami juga tidak pernah memandang seseorang berdasarkan latar belakang status sosialnya .."


Kemudian Putra menyentuh dagu Gadis agar wajah wanita itu menghadap padanya.


"Jadi jangan pernah berbicara tentang status sosial lagi di depanku, Hem?"


Putra menatap lekat netra Gadis.


"Dan aku tidak suka kamu merasa rendah diri seperti itu .."


Teduh baik ucapan dan tatapan Putra pada Gadis, namun sarat ketegasan didalamnya.


Gadis pun mengangguk dan tersenyum.


"Dan lagipula aku mencintaimu. Akan menjadi istriku. Sudah menjadi bagian dari keluargaku.."


Gadis lebih menarik sudut bibirnya setelah mendengar ucapan Putra, dimana ada pengungkapan perasaan Putra padanya.


Yang kiranya membuat hati Gadis merasa berbunga-bunga, setiap kali mendengar ucapan cinta dan perlakuan romantis dari pria itu.


"Aku juga mencintaimu"


Dan bibir Putra sontak melengkung ke atas saat mendengar sahutan Gadis padanya barusan.


Sebuah kecupan Putra darat kan di kening Gadis, lalu keduanya terdiam sambil saling melingkarkan tangan mereka yang duduk bersisian sembari menatap jalanan diluar, dimana langit mulai mendung, seolah mendukung kesyahduan dua insan yang sedang saling merangkul mesra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Oh iya Gadis, ada yang ingin aku tanyakan padamu.." Putra sedikit mengurai rengkuhannya pada Gadis.


"Mau bertanya tentang apa?.."


"Jika aku menangkap ucapan soal Restoran yang sudah menjadi milik keluarga itu, sepertinya kamu sangat mengetahuinya?.."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


To be continue....


Maafkan update episode yang terlambat untuk semua karya Othor yang masih on going, karena Kompi Othor sedang bermasalah.


Terima kasih masih setia


Loph Loph

__ADS_1


__ADS_2