
Happy reading .....
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
Indonesia,
“AAAAKKHH!! ...”
Setelah suara aduhan histeris, teriakan dari mulut seorang wanita dalam ruang kerja utama villa tempat tinggal Putra dan keluarganya.
“Panaass! ...”
Madya, wanita itu. Yang setelah berteriak langsung melirih kesakitan memegangi wajahnya, setelah Putra yang menyiram Madya dengan kopi yang cukup panas itu, menghempaskan kasar saudari tiri Gadis itu yang langsung terjerembab ke lantai ruang kerja utama tak jauh dari posisi Madya sebelumnya.
“AKH! Aduh! Sak-kiit ... Ampuun ... Tuan ...” Lalu dengan cepat Madya mengaduh dan merintih sambil mulai menangis selepas dirinya terjerembab ke lantai di bawah kakinya, karena Putra dengan cepat mencengkeram rambut Madya.
“Aaakhhh! ...” rintihan kesakitan Madya yang tersentak.
Saat Putra yang telah mencengkeram rambutnya itu lalu memeganginya dengan kuat, kemudian menarik Madya melalui rambutnya itu.
Yang mana rintihan kesakitan Madya itu sambil memegangi tangan Putra yang mencengkeram rambut sambil menarik dirinya tersebut, Putra tidak hiraukan.
🔵
“WANITA MURAHAN! BERANI KAU COBA MENGGODA DAN MEMASUKKAN SESUATU KE DALAM MINUMANKU??!!! ...” suara Putra yang menggelegar kemudian membahana dan menggemparkan seisi volla, kala dengan cepat --- akibat langkah Putra yang lebar dan tergesa --- dirinya sudah cepat berada di ambang pintu ruang kerja villa.
“Did you hear that too ( Apa kau mendengarnya juga )?!” Adalah yang bertanya pada Garret, ketika Damian bertemu dengan salah satu saudara angkatnya itu kala Damian sudah keluar dari kamarnya dengan tergesa akibat tersentak sebelumnya. Karena ia merasa mendengar suara Putra yang bicara sambil berteriak.
“PAK ABDUL!” lalu disaat yang sama kala Damian bertanya pada Garret itu, suara Putra lagi terdengar.
Sama kerasnya seperti yang Damian dan Garret dengar dari dalam kamar mereka masing – masing.
Bahkan lebih jelas kali ini, hingga membuat keduanya dengan spontan bergerak cepat untuk pergi ke sumber suara.
“I thought I heard Putra’s voice very loud ( Aku seperti mendengar suara Putra yang sangat kencang )?”
Bagaimana Damian dan Garret, Bruna pun juga tersentak di tempatnya saat dirinya sedang berbaring di atas ranjang dalam kamar pribadinya dan Addison pada villa.
Dan seperti dua saudara angkatnya itu, Bruna segera beringsut dengan tergesa dari ranjangnya lalu keluar dari kamar. “Oh my, what is going on ( Ya ampun, apa yang sedang terjadi )?! ...”
Bruna bertanya sendiri seraya ia menggumam, lalu bergegas ke sumber suara agak gaduh yang ia dengar.
Suara keras Putra yang memanggil Pak Abdul berkali - kali, lalu suara rintihan seorang wanita.
🔵
Sementara itu di kamar pribadi Putra dan Gadis, dimana ada Gadis dan Anthony yang tertidur, “Mama? ...” Anthony yang sebelumnya terlelap itu mengendusi, karena ia merasakan pergerakan agak kencang pada ranjang yang sedang ditidurinya itu.
Lalu Anthony sedikit keheranan, karena melihat Gadis sudah berdiri di sisi ranjang sambil nampak bergerak dengan tergesa. “Just a moment, okay Anthony ( Sebentar ya, Anthony )?” ucap Gadis yang menjawab Anthony dengan dirinya yang nampak tergesa itu.
Dimana Gadis langsung berjalan menuju pintu kamarnya dan Putra, tanpa menunggu Anthony menjawabnya. Dengan Gadis yang membatin dalam hatinya.
‘Aku yakin aku mendengar suara Putra berteriak.’
Sambil Gadis terus berjalan mencari asal suara Putra yang Gadis yakini kalau suara suaminya yang rasanya begitu kencang itu yang ia dengar.
‘Ya Tuhaan ada apa ya?? –‘
🔵
“PUTRA!” Gadis yang sudah melihat sosok suaminya itu segera menjerit dengan spontan.
Karena dalam pandangan Gadis kala ia melihat sosok Putra itu, ia diberikan pemandangan yang membuat Gadis terkejut setengah mati.
Selain Gadis merasa ngeri, karena Putra sedang menyeret Madya dengan mencengkeram rambut Madya dan terlihat Putra mencengkeramnya dengan kuat --- dimana tentunya Madya terlihat sudah bersimbah air mata.
Yang mana tak hanya pemandangan di matanya yang melihat Putra menyeret saudari tirinya dengan mencengkeram kuat rambut Madya yang membuat Gadis merasa ngeri hingga spontan menjerit. Tapi juga Putra menyeret Madya tanpa ampun menuruni anak tangga yang berbahan kayu.
__ADS_1
Membuat Gadis cukup bergidik melihatnya, hingga selepas dia menjerit. Lalu Gadis dengan cepat menghentakkan langkahnya untuk mengejar Putra yang menyeret Madya turun dari lantai dua sambil memegangi rambut saudari tirinya itu yang keadaannya sudah terlihat sangat kacau.
“PUTRA! ...”
Sekali lagi Gadis menjerit sambil menghampiri Putra yang di ujung anak tangga lantai dua, ada Damian, Garret, Ramone serta Bruna yang sedang berdiri saja melihat pemandangan yang sama seperti dilihat Gadis.
“Oh man ...”
Gumaman prihatin dan miris tercetus dari mulut Damian dan Garret saat melihat Putra dengan wajah nya yang datar namun beraura menyeramkan, menyeret Madya turun dengan keadaan yang bisa membuat Putra disebut ‘raja tega’.
Lalu ke empat orang yang sudah lebih dulu menghampiri Putra yang menyeret Madya sepanjang lorong dari ruang kerja utama sampai menuruni tangga lantai dua itu, membatin mempertanyakan hal yang kurang lebih sama di dalam hati mereka.
Yakni, apa yang telah saudari tiri Gadis lakukan sampai Putra memperlakukannya seperti sekarang ini, padahal yang bersangkutan adalah perempuan. Namun kembali mereka mengingat tabiat Putra. ingat juga pria itu punya sisi psikopat dalam dirinya.
Tak pandang bulu, kalau Putra sudah tak senang apalagi geram pada seseorang.
Dan Putra tak suka diinterupsi, oleh orang yang tak tahu – menahu tentang apa yang sedang ia lakukan atau tentang apa yang ia putuskan, jika Putra sedang geram.
Jadi atas ingatan Damian, Garret, Ramone dan Bruna tentang tabiat Putra tersebut --- mereka hanya memperhatikan saja apa yang Putra sedang lakukan pada Madya. Karena Putra sendiri juga tidak pernah masuk campur pada urusan yang belum ia ketahui.
Begitulah posisi Damian, Garret, Ramone dan Bruna sekarang. Yang tidak tahu penyebab mengapa Putra bersikap tega seperti saat ini pada saudari tiri Gadis, jadi ke empat orang itu mengingatkan diri mereka untuk diam saja dulu.
Selain Madya bukan siapa – siapa mereka juga, yang mereka hargai keberadaan Madya dan ibunya sebelumnya karena Gadis. Tidak lebih dari itu. Dan bila Putra sampai memperlakukan Madya seperti yang mata Damian, Garret, Ramone dan Bruna saksikan sekarang --- pastinya wanita itu sudah melakukan sesuatu yang salahnya tidak sepele pada Putra.
Bukan juga karena Damian, Garret, Ramone dan Bruna takut pada Putra --- sikap mereka yang tidak menginterupsi apa yang sedang Putra lakukan pada Madya apalagi menolong wanita itu, adalah bentuk rasa saling menghargai saja antara ke empatnya dan Putra.
Yang apabila posisinya dibalik, Putra juga akan diam saja melihat sambil memperhatikan.
Pria itu baru akan bicara bila ditanya, dan bertindak jika tahu persis masalahnya --- selebihnya akan diam saja dulu, sampai dia yang sedang geram terlihat tenang.
Dan sikap itu sedang dilakukan oleh Damian, Garret, Ramone dan Bruna. Mungkin berbeda, jika Gadis yang ada di posisi Madya sekarang. Yang mana rasanya tidak mungkin Putra memperlakukan Gadis seperti itu.
🔵
“Papa ...”
Dan dibelakang Gadis, ada Anthony yang melirih memanggil Putra pelan dalam gumaman. Karena alih – alih tinggal di dalam kamar papa Putra dan mama Gadisnya saat Gadis memintanya untuk menunggu sebentar, Anthony malah mengekori Gadis yang keluar dari kamar tersebut dengan tergesa.
“What happened ( Apa yang terjadi ), Daddy Dami?“ tanya Anthony pada salah satu ayah angkatnya itu, yang langsung menjawab pertanyaannya. Dimana jawaban yang Damian berikan, menggunakan bahasa yang simpel dan jujur juga.
"We don't know either, Anth --"
"Was she doing something bad so papa get mad to her like that ( Apakah dia melakukan sesuatu yang buruk sampai papa marah seperti itu padanya )? ..."
"Maybe. But better we're not interrupt papa Putra now ( Mungkin. Tapi sebaiknya kita tidak menyela papa Putra sekarang ) ..." Ramone yang kemudian angkat suara dan di dukung oleh Damian yang mengangguk.
Dimana Anthony pun langsung juga mengangguk patuh atas ucapan kakek angkatnya itu.
🔵
Sementara itu, Gadis yang fokusnya kini pada Putra dan Madya sudah setengah berlari menuju tangga tempat Putra membawa Madya turun dengan menyeretnya dalam posisi yang membuat mereka yang melihatnya pastilah meringis --- membayangkan tubuh mereka adalah tubuh Madya yang terantuk – antuk anak tangga kayu yang jumlahnya belasan.
“PUTRA!” Gadis menjerit histeris.
“Gadis ...” yang tubuh Gadis kemudian di tahan Bruna saat istri Putra itu sudah nampak akan menyusul Putra menuruni tangga.
“Wh – what hap – pened?? ...”
Gadis bertanya dengan suara yang melirih kala tubuhnya di tahan Bruna sambil ia memandang pada tiga orang lainnya yang sedang bersama Bruna itu, termasuk juga pada Bruna yang Gadis tatap dengan penuh tanda tanya.
Namun ke empat orang yang ditanya Gadis itu kompak menggeleng dengan ekspresi mereka yang prihatin, membuat Gadis dengan cepat menoleh kembali ke arah Putra dan Madya. “PUTRA!” sekali lagi Gadis menjerit histeris. Yang sayangnya jeritannya itu seolah tidak Putra dengar, karena tidak sedikitpun Putra menoleh atas jeritan Gadis itu.
Gadis menyentak kasar dirinya, hingga lepas dari tangan Bruna yang menahannya.
“GADIS!”
Bruna, Damian, Garret dan Ramone sama memekik kala Gadis yang sudah lepas dari pegangan Bruna yang tak kuat --- setengah berlari menuruni tangga, yang disusul oleh Bruna dan Garret.
__ADS_1
“BE CAREFUL GADIS!”
Sementara Damian dan Ramone menjaga Anthony di ujung tangga lantai dua bagian atas.
Dan dilantai bawah tempat Putra berada kini pun sudah misuh – misuh, dimana Pak Abdul yang Putra panggil sedari tadi, kini telah berada di hadapan pria itu.
Tak hanya Pak Abdul, tapi para asisten rumah tangga yang sudah memang kembali pada tugas mereka selepas beristirahat sejenak.
Termasuk juga beberapa orang pria yang merupakan para bodyguard, yang mana Arthur dan Devoss pun sudah nampak muncul dengan tergopoh.
🔵
Mendengar suara kencang Bruna dan tiga keluarganya yang lain, Putra pun segera menoleh karena nama Gadis ia dengar --- membuat rahang Putra mengeras, karena Gadis yang begitu tergesa dan nampak tidak hati – hati menuruni tangga.
Apalagi kondisi Gadis yang Putra tahu, baru habis keguguran --- namun istrinya itu malah menuruni tangga seperti itu, membuat Putra spontan berdecak setengah geram lalu dengan cepat melepaskan cengkeraman tangannya dari rambut Madya dengan kasar juga menyentak Madya untuk ia lepaskan.
“PEGANGI WANITA MURAHAN INI!”
Perintah Putra dengan cepat pada para pekerja yang sudah ada di hadapannya, ketika ia melepaskan Madya dari cengkeramannya itu.
“Hati – hati Gadis!” seru Putra yang melangkah lebar dan cepat untuk menggapai istrinya itu, dengan tatapan Putra yang khawatir namun tajam memandang Gadis yang langsung ia raih dan dekap.
“Ya Tuhan Putraa ... ini ada apa?? ... lepaskan dia Putra ...”
Gadis tak menghiraukan seruan Putra yang memandangnya dengan tajam itu, karena ia sungguh penasaran tentang apa yang sedang terjadi.
Sampai Putra setega itu memperlakukan Madya yang kini sedang dipegangi kuat oleh salah seorang bodyguard, pun Madya tidak dibiarkan untuk berdiri.
Bahkan Putra juga menyebut Madya dengan perempuan murahan.
“Perhatikan keselamatanmu!”
Alih – alih menjawab Gadis, Putra kembali berseru dengan agak kencang pada istrinya itu --- serta ekspresi kesal tertangkap di air muka Putra.
“I – iya ... maaf ...”
Kali ini Gadis menyadari seruan Putra yang memandanginya dengan wajah yang nampak kesal.
“Tapi ini ada apa, Putraaa??? –“
“BAWA KELUAR IBU DARI J*LANG INI BERIKUT BARANG – BARANG MEREKA!” Namun pertanyaan Gadis tak sedikitpun di jawab Putra, yang kemudian memalingkan wajahnya dari Gadis dan menatap siapapun yang ada di hadapannya sambil Putra memberikan perintah dengan nada yang lagi terdengar sangat kencang.
Dan tentu saja, perintah Putra itu segera dilaksanakan oleh para pekerja yang langsung menjawab patuh dan ngeri juga melihat kegeraman salah satu tuan mereka sekarang.
Pak Abdul langsung balik kanan kemudian, diikuti oleh sang istri dan tiga asisten rumah tangga yang lain termasuk anak Pak Abdul dan istrinya, serta diikuti juga oleh beberapa bodyguard yang ditunjuk Arthur dengan cepat untuk melaksanakan perintah Putra yang suaranya membahana geram itu.
“Putraa ... jawab aku ini ada apaa??? –“
“Saudari tirimu yang menjijikkan ini telah mencoba menggodaku –“
“A ... pa? –“
“Bahkan dia memasukkan obat yang aku terka adalah obat perangsang ke dalam kopiku!”
🔵
🔵
“TENDANG MEREKA KE JALANAN SEKARANG JUGA!”
“Baik Tuan Putra.”
“Dis, tolong, Dis ...”
“Putra—“
“Jauhkan mereka dari kediaman ini dan jangan sampai mereka kembali atau mendekat! Tinggalkan saja mereka di jalanan! Dan jangan sampai aku tahu ada dari kalian yang menolong mereka!”
__ADS_1
🔵🔵🔵🔵
To be continue ......