
Happy reading ..
✳✳✳✳✳
“Promise me that you will keep it as a secret?. ( Berjanjilah padaku bahwa kamu akan menyimpan rahasia? )”
“Secret? .... ( Rahasia? ) ....”
Gadis sudah berdiri di belakang Putra dan Anthony ternyata.
Putra dan Anthony kemudian saling lempar tatap.
“What secret?. ( Rahasia apa? ) ....”
Gadis yang ingin memanggil Putra dan Anthony yang sedang duduk-duduk di teras depan itu dan samar-samar mendengar jika Putra dan Anthony tentang sebuah rahasia, sontak penasaran dan langsung saja bertanya.
Putra dan Anthony kembali saling tatap.
“Man secret!. Woman are not allowed to know!”
( Rahasia pria! Wanita tidak diperbolehkan untuk tahu!)
“Hey!” Seru Gadis sembari tersenyum lebar, pada Anthony yang sudah dengan cepat bangun dari pangkuan Putra lalu berlari kecil ke arah dalam kediaman.
Kemudian Gadis geleng-geleng dengan masih tersenyum lebar menatap Anthony yang berlari kecil ke arah dalam kediaman mereka itu. Putra terdengar terkekeh kecil juga.
Gadis mendengus geli kemudian.
Lalu Gadis menoleh pada Putra yang nampak hendak berdiri dari duduknya.
“Kalian sedang membicarakan apa sih?” Tanya Gadis. “Kok segala rahasia-rahasian? ...”
“Ingin tahu?...”
“Hu’um”
Gadis menyahut dengan polosnya, seraya manggut-manggut.
“Mendekatlah...”
Putra yang sudah berdiri dari duduknya, kemudian menggoyangkan telunjuknya pada Gadis.
Gadis dengan polosnya pun mendekat pada Putra.
Cup!
“Bukan urusanmu”
Putra segera berlalu dengan cepat dari hadapan Gadis setelah mengecup pipi Gadis, yang tadi berpikir Putra akan membisikkan rahasia yang dibicarakan pria itu dan Anthony.
“Papa Putra awas ya!” Pekik Gadis. Namun ia tersenyum lebar sembari mengejar Putra yang terdengar terkekeh saat berlalu dari hadapan Gadis.
****
Empat hari telah berlalu.
Dimana rencananya Putra dan seluruh anggota keluarganya akan kembali ke Villa mereka yang berada di luar Ibukota esok hari.
Danny pun akan ikut serta dengan mereka semua karena sejak awal, Danny memiliki tanggung jawab pada Restoran milik Putra dan keluarganya yang berada di Pusat Kota sebuah daerah di bagian barat Pulau Jawa itu.
“I have found a Residence which me and Bruna thought that is fit for us as your taste (Aku menemukan satu Kediaman dimana menurutku dan Bruna tempat itu cocok untuk kita dan sesuai dengan seleramu)..”
Addison memulai omongan, saat dia dan tiga saudara lelakinya sedang berkumpul di ruang tengah Kediaman mereka yang berada di Ibukota.
Putra pun manggut-manggut mendengar penuturan Addison barusan.
“Is it far from here?. (Apa jauh dari sini?)”
“No. (Tidak)”
“Well, since we’re not going anywhere now, what about if we go and see that place?.. (Ya sudah, berhubung kita tidak kemana-mana saat ini, bagaimana jika kita pergi dan melihat tempat itu?) ..”
Putra mengajukan saran.
Addison, Garret dan Damian mengangguk tanda setuju.
****
Author’s POV
Perihal tempat tinggal baru dirasa sudah selesai. Letaknya memang berada tidak jauh dari Kediaman Putra dan keluarganya di Ibukota saat ini. Hanya saja, daerah di calon Kediaman mereka yang baru terasa lebih bergengsi daerahnya, karena dikanan kiri sebuah rumah mewah yang sudah mereka datangi dan lihat-lihat, berdiri beberapa rumah mewah dan besar lainnya.
__ADS_1
Namun tidak semewah dan semegah Villa mereka memang, tetapi jauh lebih besar dari Kediaman mereka yang berada di Ibukota saat ini. Kesepakatan antar Putra dan para anggota keluarganya pun sudah tercetus, bahwasanya sebuah rumah mewah yang tadi sudah mereka observasi, - katakanlah begitu, akan mereka beli secepatnya. Hanya satu saja alasan mengapa keputusan untuk membeli langsung tercetus oleh Putra dan para anggota keluarganya itu, yakni Anthony.
Ya, Anthony. Alasan mengapa tak butuh waktu lama bagi Putra dan tiga saudara lelakinya, serta satu saudarinya memutuskan untuk segera membeli rumah mewah tersebut dan meminta Arthur untuk segera mengurus segala hal tentang kepemilikan calon tempat tinggal baru untuk Putra dan keluarganya tersebut.
Saat Anthony mengatakan jika ia sangat menyukai rumah tersebut yang memiliki fasilitas yang cukup lengkap termasuk sebuah kolam renang di halaman belakang, Putra tak berpikir panjang untu mengatakan,
“Okay buy. (Oke beli)”
Author’s POV off
***
“Guys..”
Addison yang baru keluar dari ruang kerja itu, berucap sembari menatap pada tiga saudaranya yang sedang duduk santai selepas mereka kembali dari melihat-lihat sebuah rumah yang akan mereka beli.
Raut wajah Addison mengatakan jika baiknya mereka berbicara secara tertutup di tempat lain, karena Gadis dan Anthony sedang juga duduk santai bersama Putra dan lainnya.
Ada Bruna dan Danny juga, namun keduanya sudah paham maksud Addison melalui guratan wajahnya, jika ada hal serius yang perlu dibicarakan.
“Gadis..” Panggil Putra pada wanita tercintanya itu.
Gadis pun segera saja menoleh dan menyahut pada Putra.
“Pergilah beristirahat bersama Anth di kamar. Aku dan mereka ingin membicarakan sesuatu”
“Oh, iya” Jawab Gadis.
“Jika ada sesuatu yang kamu butuhkan dariku, aku ada di ruang kerja”
“Iya” Jawab Gadis lagi.
“Dan, you go with us. (Dan, kau ikut dengan kami)”
“Yes Sir (Iya Tuan) ..”
***
“So, what you’ve got (Jadi, apa yang kau dapat), Ad?” Putra segera bertanya pada Addison setelah ia, Bruna, Damian, Garret dan Danny sudah berada di dalam ruang kerja pada Kediaman mereka yang berada di Ibukota tersebut.
“I just talked to Hiz (Aku baru saja berbicara dengan Hiz) ..”
“What Hiz said? (Apa yang Hiz katakan?)..” Gantian Bruna yang bertanya.
“Who? (Siapa?) ..”
“A man name Ignasius Gideon”
(Seorang pria bernama Ignasius Gideon)
Jawaban Addison membuat mereka yang bersamanya sama-sama melempar tatapan ke pria tersebut dengan raut wajah seperti sedang bertanya-tanya dalam diri mereka sendiri.
“Gideon..”
Putra terdengar bersuara, setengah menggumam.
“Is he having connection with Gerald Gideon?.. (Apakah dia memiliki hubungan dengan Gerald Gideon)..”
“Nephew (Keponakan)..”
“I see.. (Begitu ya) ..”
“Is Gerald himself related with Jaeden?.. (Apakah Gerald sendiri berhubungan dengan Jaeden?)..”
“Don’t know yet for certain .. (Belum tahu pasti) ..”
Addison menjawab sesuai dengan apa yang ia ketahui berdasarkan informasi yang ia dapatkan.
“From the report of Hiz’s man and the picture that was took, in every meeting where there is Jaeden and Ignasius, Gerald was not there”
(Berdasarkan laporan serta gambar yang diambil oleh orangnya Hiz, disetiap pertemuan dimana ada Jaeden dan Ignasius, Gerald tidak pernah ada bersama mereka)
Mereka yang bersama Addison pun manggut-manggut.
“But, Hiz ever been told that Gerald one day was came to Kingsley’s Mansion. And Hiz was stalked himself .. And yes, it was confirmed by Hiz when he saw Gerald out from Kingsley’s Mansion (Tapi, Hiz pernah mendapatkan informasi jika pada satu hari Gerald datang ke Mansion Kingsley. Dan Hiz menguntitnya kemudian.. Dan ya, Hiz meyakinkan bahwa dia melihat Gerald keluar dari Mansion Kingsley)”
Putra, Bruna, Damian dan Garret kembali manggut-manggut.
“But minus Ignasius.. So it is still blurry what is going on between the three of them”
(Tapi tanpa Ignasius.. Jadi masih tidak tahu bagaimana sebenarnya hubungan ketiga orang itu)
__ADS_1
Putra, Bruna, Damian dan Garret kemudian diam sejenak.
Sementara Danny memang belum sama sekali bersuara untuk berkomentar.
“We difficult to predict what is Jaeden’ plan, since we have no one at Kingsley’s Mansion now on”
(Kita sulit memprediksi apa rencana Jaeden, karena sudah tidak ada sesiapapun orang kita yang berada di Mansion-nya Kingsley saat ini)
Garret berkomentar.
“Anything could be his plan (Apapun bisa menjadi rencananya)”
Putra yang menyahut.
“But anything which become that cur’s plan, his motive just one ..”
(Tapi apapun yang menjadi rencana ba**ngan itu, tujuannya hanya satu) ..
“Hem, henpeck all Kingsley’s.. (Menguasai semua milik keluarga Kingsley) ..”
Addison menyambar ucapan Putra.
Bruna, Damian dan Garret juga Putra langsung mengiyakan dengan gerakan kepala mereka.
“Then, what we are going to do now?.. (Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang?)..”
Bruna bertanya dengan menatap kepada Putra yang nampak seperti sedang memikirkan sesuatu.
“The close one, Jaeden’s target is Kingsley’s hoard.. (Yang paling dekat, target Jaeden pasti simpanan milik Kingsley). Ignasius could help him to find out how much Kingsley’s hoard exactly.. (Ignasius dapat membantunya untuk mencari tahu berapa banyak simpanan milik Kingsley yang sebenarnya) ..”
Putra bersuara tak beberapa lama kemudian.
“Even both of them are know that Hiz who has full authority of it .. But it doesn’t mean they won’t try all kind of ways to take it out and make Jaeden has a full right of it .. And there is also possibility that Jaeden will know if Rery still have his hoard and assets at England, and of course, he will be very eager to have it!”
(Meskipun mereka berdua tahu jika Hiz memiliki kewenangan penuh atas itu.. Tapi bukan berarti mereka tidak akan mencari beragam cara untuk mengeluarkannya dan membuat Jaeden memiliki hak penuh atas itu.. Dan ada kemungkinan jika Jaeden juga akan mengetahui bahwa Rery masih memiliki simpanan dan beberapa aset di Inggris, dan tentu saja, Jaeden akan sangat berkeinginan besar untuk menguasainya!)
“Then what is your plan (Lalu apa rencanamu), Putra? ..” Tanya Bruna lagi.
“Have to go there .. (Harus pergi kesana)..”
Putra langsung menjawab tanpa keraguan.
“Have to go to England (Harus pergi ke Inggris)”
“Very risky while it’s only four of us, even we have Danny and Arthur now..”
(Sangat beresiko jika hanya kita ber empat, meskipun kita memiliki Danny dan Arthur sekarang) ..
“They guy name Ignasius, if Hiz prediction were right, I believe he would find the way to find out about all reports of Kingsley’s wealthy under Hiz’s authority, since Hiz refused Jaeden offers all this time to cooperate with him.. (Pria bernama Ignasius itu, jika memang sesuai dengan prediksinya Hiz, aku percaya jika dia akan mencari cara untuk menemukan semua laporan soal kekayaan Kingsley yang berada dibawah kewenangan Hiz, mengingat selama ini Hiz selalu menolak semua penawaran dari Jaeden untuk bekerjasama dengannya) ..
“I believe so.. (Aku rasa juga seperti itu) ..” Sahut Addison. “But like Garret said, it risky for us to go England right now, while we’re still ‘alone’.. (Tapi seperti yang Garret katakan, itu beresiko untuk kita jika kita pergi ke Inggris saat ini, dimana kita masih ‘sendirian’)..” Sambungnya.
Bruna, Damian dan Garret termasuk juga Danny manggut-manggut, mengiyakan ucapan Addison barusan.
“I agree with Ad.. Even we can collect a lot of men here, still can’t compare what Jaeden has at England.. Remember he could just like that to Ravenna and ..”
(Aku setuju dengan Ad.. Meskipun kita bisa mengumpulkan banyak orang untuk bekerja pada kita disini, tetap saja tidak dapat dibandingkan dengan apa yang Jaeden punya di Inggris .. Ingat jika dia dapat dengan mudah datang ke Ravenna dan ) ..
Bruna menjeda kalimatnya.
“You know.. (Kau tahulah) ..”
Kemudian Bruna melanjutkan kalimatnya dengan kata-kata yang Putra dan lainnya paham, berikut wajah Bruna yang menjadi sedikit sendu.
“But if we focus to build our clout here, then we move, it will be very late .. Everything that belong to Kingsley and even Rery which is supposed to be Anth’s right will be take over by Jaeden, and it will be more difficult to take it back ..”
(Tapi jika kita fokus untuk membangun kekuatan kita disini, baru setelah itu kita bergerak, itu akan sangat terlambat .. Semua milik Kingsley bahkan Rery yang seharusnya adalah hak Anth akan diambil alih oleh Jaeden, dan itu akan menjadi lebih sulit untuk diambil kembali)..
“Indeed.. (Benar) ..” Cetus Damian. “But if we go to England right now, for me, that sound like a suicide mission. Then all of this, are useless.. (Tapi jika kita pergi ke England sekarang ini, bagiku, itu terdengar seperti misi bunuh diri)..”
“Not all of us (Bukan kita semua)..”
Putra menatap pada Damian.
“But just me (Tapi hanya aku) ..”
Kemudian Putra menatap pada yang lainnya.
“Just me who will go and England.. All of you, stay here .. You all know what should do if something bad happened to me ..”
(Hanya aku yang akan pergi ke Inggris .. Kalian semua, tinggal disini .. Kalian semua tahu apa yang harus kalian lakukan jika sesuatu yang buruk terjadi padaku) ..
__ADS_1
***
To be continue...