
Happy reading .....
***************
“I won’t do any stupid move if I were you ...”
( Aku tidak akan bertindak bodoh jika jadi kau ... )
Garret yang tadinya hendak menelusupkan tangannya ke balik mantel panjang yang ia kenakan sama seperti Putra itu akhirnya mengurungkan niatnya setelah mendengar kalimat ancaman yang menggunakan bahasa Inggris dari pria yang sedang menodongkan senjatanya ke kepala Putra.
Setelahnya, Garret mengangkat kedua tangannya agar Putra tidak sampai terluka, atau parahnya ada peluru yang menembus kepala saudara angkatnya itu. Dan mungkin dia bisa saja mengalami hal tersebut juga.
Jadi Garret mengangkat tangannya ditempat yang dapat kiranya pria yang menodongkan senjata itu dapat melihatnya.
Lalu, Garret melirik pada Putra yang juga sudah mengangkat tangannya, karena siapa tahu ada kode yang diberikan oleh Putra.
Selain Garret juga tetap waspada. Jadi sesekali ia melirik pria yang kini sudah memegang dua senjata api yang ter-todong padanya dan Putra, Garret juga memperhatikan Putra, untuk mendapatkan petunjuk apa kiranya yang harus
dilakukan.
Dan biasanya petunjuk tersebut, akan diberitahukan oleh kode gerakan bola mata.
****
Alih-alih mendapat kode dari Putra, yang ada saudara angkatnya itu nampak tenang bahkan santai saja Garret lihat.
Bahkan juga sepertinya terulas senyum tipis di bibir Putra, yang posisinya bisa dibilang sedang terpojok itu. Dan tak berapa lama, memang Putra memberikan kode pada Garret dengan matanya.
Hanya saja, kode yang berupa kedipan pelan serta anggukan samar dari Putra pada Garret itu menyiratkan agar Garret tenang saja.
“Almost ten years and you still be a 'Jungleman'? .. ( Hampir sepuluh tahun dan kau masih menjadi 'Orang Hutan'? .. )”
“Hum?..” suara gumaman pelan namun menyiratkan keheranan terdengar dari pria yang sedang menodongkan senjatanya pada Putra dan Garret itu.
Dan tampak dahi pria si penodong senjata itu juga mengernyit setelah mendengar Putra berbicara barusan. Pria si penodong itu sudah nampak penasaran, namun matanya tetap awas dan juga waspada.
“Stay still ( Tetap diam ditempat kalian )”
Pria yang sedang menodongkan senjatanya memberikan peringatan lagi pada Putra dan Garret.
Didetik berikutnya, pria itu sedikit menggeser posisinya dengan juga tetap waspada ke bagian samping kanan Putra lalu sedikit memiringkan kepalanya.
Pria yang Putra sebut sebagai Jungleman itu memicingkan matanya, untuk memindai wajah Putra yang sedikit tertutup topi Newsboy yang Putra kenakan, dengan matanya.
Putra menarik satu sudut bibirnya.
Lalu didetik berikutnya ia menoleh ke arah pria yang sikapnya sangat waspada sembari masih menodongkan senjatanya pada Putra dan Garret.
“Seems that you have forget about me, weathered Jungleman? ( Sepertinya kau sudah lupa padaku, Orang Hutan lapuk? )” ucap Putra.
Dan si Jungleman itu nampak terkejut setelah ia dapat jelas melihat wajah Putra sesaat kala Putra menoleh kearahnya, walau ada topi yang menutupi atas wajah Putra.
“For a God's sake, I thought that old man such just kidding when he said that you will come ( Demi Kebaikan Tuhan, aku pikir pria tua itu hanya bercanda saat dia mengatakan kau akan datang )"
Pria yang dipanggil Putra dengan sebutan Jungleman itu serta merta langsung berucap panjang setelah ia melihat wajah Putra. Namun ia masih memegang erat kedua pistol di tangannya dan masih diarahkan pada Putra dan Garret.
“How are you, bloody weathered Jungleman?” sapa Putra disertai ledekan. Dan si Jungleman pun mendengus geli kemudian. Lalu,
Tash
Sret
Satu senjata api dari tangan si Jungleman telah berpindah ke tangan Putra secepat kilat.
“Your ability seems reduce ( Sepertinya kemampuan sudah berkurang ), huh? ..”
“I thought you already become a Houseman now ( Aku pikir kau sudah jadi Bapak Rumah Tangga sekarang )”
Putra dan si Jungleman saling mendengus geli, namun posisi mereka saling berhadapan dan saling menodongkan senjata.
“I supposed to be with my lovely wife and my handsome boy if not because your Boss who makes me come here.. ( Aku seharusnya sedang bersama istriku yang cantik serta anak lelakiku yang tampan jika bukan karena Bosmu yang membuatku harus datang kesini )”
Si Jungleman kemudian mendengus geli lagi.
“Isn’t you who become my Boss now? ( Bukankah kau Bosku sekarang? )”
“Under pressure ( Dibawah tekanan ) ..”
Putra berseloroh.
__ADS_1
“Hemm.. excuse me”
( Hemm.. permisi )
Itu Garret yang menginterupsi.
“Since you guys look so missing each other, can I put my hands down now? .. it crick thought! ..”
( Karena kalian terlihat saling merindukan satu sama lain, bisakah aku menurunkan tanganku sekarang? .. rasanya sudah pegal! .. )
Garret yang merasa jika situasinya ternyata tidak membahayakan baginya dan Putra itu pun berseloroh.
“Well, you want to shootout with me or not? ‘cause I feel my hands get crick too!.. ( Jadi, kau mau adu tembak denganku atau tidak? karena aku juga merasakan tanganku pegal!.. )” timpal si Jungleman.
“Cih! Old Jungleman! ( Dasar Orang Hutan Tua! )” ledek Putra.
“Heh! This Old Jungleman is someone who also meritorious to make you become a great I Nero Fuoco, beside your Godfather! ( Heh! Orang Hutan Tua ini adalah orang yang juga berjasa menjadikanmu seorang Api Hitam yang hebat, selain Ayah Baptis mu! )”
Putra pun sontak terkekeh mendengar cerocosan si Jungleman itu.
“Well, you don’t want to give a warm hug to this Nero Fuoco? ( Apa kau tidak mau memberikan pelukan pada si Api Hitam ini? )”
“Hmmmmm .. actually I’m afraid to get burn ( Hmmmmm .. sebenarnya aku takut terbakar )..”
Si Jungleman itu pun berucap sembari menelusupkan senjatanya di pinggang belakang, setelah menurunkan senjata tersebut dari hadapan Putra.
“But, seems that I miss my younger brother .. so come, I’m going to give you a sweet hug.. ( Tapi, sepertinya aku merindukan adik kecilku .. jadi kemarilah, aku akan memberikanmu pelukan yang manis.. )”
“I suddenly feel nausea after hear your words ( Aku seketika merasa mual setelah mendengar kata-katamu )” kekeh Putra. Namun ia kemudian berangkulan layaknya lelaki, dengan pria yang usianya jauh lebih matang daripada Putra itu.
Lalu Putra memperkenalkan Garret pada si Jungleman yang merupakan guru Putra dulu saat ia pernah tinggal di Belanda.
***
“Come, your Godfather has been waiting for you, I guess ( Ayo, aku rasa Ayah baptismu sudah menunggu kedatanganmu )”
Ucapan si Jungleman itu pun diangguki oleh Putra.
“Are you fall into poverty so you come here with nothing in your hands?”
( Apa kau sudah jatuh miskin sampai kau datang kesini dengan tidak membawa apapun di tanganmu? )
“Lucky you remind about that.. ( Beruntung kau mengingatkan akan itu.. )”
“Ah ya! We almost forget! ( Kami hampir lupa! )”
Garret menginterupsi sembari berbalik ke perahu yang tadi ia dan Putra naiki.
“Here!”
Garret menunjukkan tiga botol wine kualitas terbaik pada si Jungleman, yang ia dan Putra beli di sebuah toko Wine terkenal saat di kota tadi.
Si Jungleman itu pun tersenyum melihatnya. “I thought you already become a poor guy .. ( Aku pikir kau sudah menjadi pria miskin .. )” cibir si Jungleman yang berupa candaan pada Putra.
Putra dan Garret pun sontak terkekeh. Kemudian mereka berdua kembali melanjutkan langkah bersama si Jungleman. “You want to open one bottle now? ( Kau mau membuka satu botol sekarang? )” Putra menawarkan.
“No, I want to drink it later while I saw how the way you reveal the betrayer ( Tidak, aku ingin meminumnya nanti saat menyaksikanmu mengungkap seorang pengkhianat )” sahut si Jungleman.
Putra menaikkan satu sudut bibirnya saja. Sementara Garret mengekori Putra dan Jungleman yang berjalan didepannya, menyusuri hutan yang amat sangat sepi itu selain terlihat seperti hutan rahasia.
Karena akses jalan menuju hutan tersebut sepertinya hanya dengan menumpangi ‘the whisper boat’ yang tadi Garret dan Putra naiki untuk sampai ke hutan tersebut. Bahkan ‘the whisper boat’ itu sendiri juga berada di tempat
yang tersembunyi.
Dan lagi ya itu, the whisper boat itu sendiri sesuai dengan sebutannya, yakni perahu sunyi, yang suara mesinnya terdengar bak sebuah bisikan angin seperti memang dibuat dan disiapkan untuk digunakan secara tersembunyi dan hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja.
Dan rasa-rasanya menurut Garret, dengan akses yang tersembunyi dan rahasia seperti itu, pastinya mereka tidak serta merta menuju ke kediaman pribadi Ramone.
Kalau berdasarkan prediksi Garret, mereka akan pergi ke sebuah tempat rahasia.
****
“Are you and Vader really don’t realize that’s a rat inside you, or it’s just a test for me? ( Apa kau dan Vader tidak menyadari bahwa ada seekor tikus di dalam kalian, atau ini hanya sebuah tes saja untukku? ) ..” tanya Putra pada
si Jungleman yang langsung mendengus geli.
“Cih! Like me and your father has nothing to do by giving you a test ( Seperti aku dan Vader mu itu tidak punya kerjaan saja dengan memberikanmu tes )..”
Putra pun mendengus geli mendengar balasan ucapan dari si Jungleman atas ucapannya.
__ADS_1
Hingga kemudian Putra dan si Jungleman menghentikan langkahnya saat sudah sampai di tengah hutan yang cukup rimbun, dan ada sebuah gubuk kecil yang nampak terbengkalai disana.
Putra dan si Jungleman menyingkirkan beberapa kayu dan ranting dalam gubuk tersebut yang sepertinya menutupi sesuatu. Garret juga ikut membantu, walaupun kayu-kayu tersebut tidak terlalu banyak jumlahnya.
Lalu si Jungleman mendorong dinding gubuk yang terbuat dari kayu tersebut.
“It’s a safe house? ... ( Apakah ini rumah aman? ... )”
Garret sontak bertanya, kala dinding kayu dalam gubuk tersebut terbuka setelah si Jungleman mendorongnya.
“You can say so ( Kau bisa menyebutnya begitu )” sahut si Jungleman. Garret pun manggut-manggut.
Tempat yang dimasuki oleh Garret dan Putra bersama si Jungleman ini, mirip seperti safe house milik Rery yang berada di Ravenna.
Hanya berbeda penempatannya saja. Jika safe house milik Ramone ini berada di dalam sebuah hutan yang nampak tidak akan ada manusia awam yang akan datang kesana, safe house milik Rery berada di dalam sebuah bagian rahasia pada suatu dermaga yang tidak lagi terpakai.
Mungkin saja safe house yang memang didirikan oleh Rery dan Putra di Ravenna itu, terinspirasi dari safe house milik Ramone ini, mengingat Putra memang katanya di tempa oleh Ramone sejak ia masih remaja, dan Rery juga mengenal dan berhubungan baik dengan Ramone selaku ayah angkat Rery.
Begitu pikir Garret.
****
Sedikit ada yang berbeda dalam tempat yang disebut safe house milik Ramone itu.
Jika safe house milik Rery adalah sebuah rumah perlindungan sebagai jaga-jaga jika dirasa ada yang mencurigakan dan kiranya Rery dan keluarganya perlu diamankan untuk sementara waktu, maka safe house di Ravenna akan digunakan sesuai fungsinya yang kurang lebih seperti rumah, hanya saja bersifat sangat rahasia.
Namun safe house milik Ramone ini, lebih seperti ruang bawah tanah dan tak begitu nampak seperti safe house untuk di tinggali. Dan lagi pun, sepertinya safe house itu masih menyambung ke tempat lain, karena kini sebuah pintu sudah ada di hadapan Garret, Putra dan si Jungleman.
“Are they here already? ( Apa mereka sudah mulai berdatangan? )...”
Putra kemudian terdengar bertanya pada si Jungleman saat pintu yang tadi ada dihadapan ketiga orang tersebut sudah di dorong dan ketiga orang tersebut sudah berada di dalam sebuah ruangan yang nampak seperti gudang.
“Seems ( Sepertinya begitu )” sahut si Jungleman dengan matanya yang melirik ke arah langit-langit ruangan. Ia memiliki pendengaran yang tajam seperti halnya Putra, jadi si Jungleman itu berkata seperti tadi karena ia
mendengar derap langkah santai namun bersambungan di atas langit-langit ruangan tempat ketiga pria itu berada.
Putra pun mengangguk.
“Wait here, I’ll go check and make the clear way for both of you to get inside ( Tunggu disini, aku akan memeriksa dan mengamankan jalan untuk kalian agar bisa masuk ke dalam )...” ucap si Jungleman.
Dan Putra kembali mengangguk.
Si Jungleman pun segera keluar dengan perlahan dari ruangan tempatnya, Putra dan Garret berada sekarang melalui pintu yang berbeda dari tempat ketiga orang itu masuk.
“You both can get in now ( Kalian berdua bisa masuk sekarang )”
“Where are they? ( Dimana mereka? )”
“Hall ( Aula )”
“I’ll wait you guys in the kitchen ( Aku akan menunggu kalian di dapur )”
Putra menjawab dengan anggukan samar pada si Jungleman. Lalu Putra mengajak Garret pergi ke pintu yang berbeda lagi dengan yang akan dilalui oleh si Jungleman.
“So this is Ramone’s mansion? ( Jadi ini kediamannya Ramone? )” tanya Garret pada Putra selepas kepergian si Jungleman, dan ia sudah berada di belakang Putra untuk keluar dari ruangan tersebut pada satu pintu yang
pegangannya sudah dipegang oleh Putra.
“Yes.”
****
Sebuah taman kecil menghampar saat Putra keluar dari sebuah pintu yang dari luar tertutupi tanaman rambat itu.
“Seems that, this is a big mansion ( Sepertinya, kediaman ini sangat besar )” ucap Garret yang terdengar seperti gumaman.
Putra pun mengangguk. “It is ( Memang )”
“And—“
Ucapan Garret terpotong.
“HEY!”
Saat sebuah suara berat nan sangar terdengar dan sosok pria berbadan besar sudah berada di dekat Putra dan Garret dengan wajah yang sangat tidak ramah.
****
To be continue...
__ADS_1