
Happy reading .....
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
Indonesia ...
“Eum, Bru, Gar.. May I take my step mother to villa? ( Bolehkah aku mengajak serta ibu tiriku ke villa? )..“ adalah Gadis yang meminta ijin pada Bruna dan Garret untuk membawa serta ibu tirinya ke tempat tinggal mereka.
“Well, actually I don’t have a right to say yes or no ( Yah, sesungguhnya aku tidak memiliki hak untuk mengatakan iya atau tidak )“
“Neither do I ( Aku juga tidak )..”
“Yeah, me and Bru really don’t have right to say yes or no about your request. Because we’re not the leader of the family. Putra is. And you are Putra’s wife. And honestly, you have right to make a decision of yourself ( Iya, aku dan Bru sebenarnya tidak memiliki hak untuk mengatakan iya atau tidak pada permintaanmu. Karena kami bukanlah pemimpin dalam keluarga. Tapi Putra. Dan kamu adalah istrinya Putra. Dan sejujurnya, kamu memiliki hal untuk membuat keputusan sendiri )” Garret kembali berkata.
“How about I take my step mother for tonight to our villa, and tomorrow I can accompany her to check up at the big hospital then I drop her back her after that while we can try to find a worker for take care of her ( Bagaimana kalau aku ajak ibu tiriku untuk malam ini saja ke villa kita, dan besok aku bisa menemaninya berobat ke rumah sakit besar lalu aku antar dia kembali ke sini sementara kita mencari seorang pekerja untuk menjaganya )?..“
“Heeemmm..“
Garret dan Bruna sama menggumam, seraya mereka menimbang-nimbang.
***
“Just for tonight. And I will dircetly tell Putra if we can contact him after arrive at villa ( Hanya untuk malam ini. Dan aku akan langsung mengatakan pada Putra jika kita bisa menghubunginya setelah sampai di villa )?—“
“Heeemmm..“
Garret dan Bruna kembali berdehem untuk mempertimbangkan permintaan Gadis.
***
Garret dan Bruna saling tatap sebentar untuk saling menanyakan pendapat lewat tatapan.
Dan setelah sejenak menimbang-nimbang, Garret dan Bruna akhirnya sepakat mengiyakan permintaan Gadis untuk membawa serta ibu tirinya ke villa mereka.
Toh Gadis mengatakan jika dirinya sendiri yang akan mengatakan pada Putra seraya meminta ijin pada sang kepala keluarga perihal membawa ibu tirinya untuk Gadis ajak berobat dengan layak.
Meskipun Garret dan Bruna juga tidak akan lepas tangan, andai Putra tidak setuju mengenai hal tersebut dan akan menjelaskan pendapat mereka kenapa ijin mereka berikan sebelum bertanya dulu padanya.
Dan lagi, Gadis juga mengatakan bahwa ibu tirinya yang akan diajak tinggal ke villa, hanyalah untuk satu malam saja.
Membuat bibir Gadis melengkung ke atas.
“Thank you, Gar, Bru.”
Gadis berterima kasih kemudian pada Garret dan Bruna.
“You’re welcome, Gadis—“
“Then, we can leave now.”
“Iya—“
“Let’s go then.”
Garret berujar seraya mengajak Gadis, Bruna dan Arthur untuk bergegas keluar dari rumah kepala desa di desa kelahiran Gadis tersebut dan segera pulang ke villa mereka.
__ADS_1
“Aku mengatakan pada ibu tiriku dulu tentang aku yang akan membawanya serta, ya?..”
***
“Gar, Bru, can both of you wait just a little bit more? ( apa kalian berdua bisa menunggu sebentar lagi? )” ucap Gadis setelah ia, Bruna, Garret dan Arthur telah berpamitan kepada si empunya rumah tempat mereka berada saat ini. “I would like to go to my old house ( Aku ingin pergi ke rumah lamaku )..”
“What for? You cancelled to take your step mother to our villa? ( Untuk apa? Kamu batal untuk mengajak ibu tirimu ke villa kita? )..”
Bruna yang langsung menanggapi ucapan Gadis seraya ia bertanya.
“No, not cancel. But my step mother wants to get some of her clothes and I want to accompany her, beside I want to see my old house condition now ( Tidak, tidak batal. Tapi ibu tiriku ingin mengambil beberapa lembar pakaian dan aku ingin menemaninya, selain aku memang ingin melihat keadaan rumah lamaku sekarang )..”
***
Mendengar penuturan Gadis, Garret langsung berkomentar.
“I disagree about that. You already look tired ( Aku tidak setuju dengan itu. Kamu sudah terlihat lelah ), Gadis..”
“But my old house is not really far from here ( Tapi rumah lamaku tidak terlalu jauh dari sini )—“
“You’re pregnant now, remember? ( Kamu sedang hamil, ingat? )..”
“And you just fell ( Dan kamu sempat terjatuh tadi )” Bruna menimpali ucapan Garret.
Dua orang itu memiliki pendapat yang sama untuk Gadis yang ingin pergi ke rumah lamanya.
“And we’re really not allowed you to walk again, on the this kind condition of road more over ( Dan kami sungguh tidak membiarkanmu untuk berjalan –jalan lagi, apalagi dengan kondisi jalanan yang seperti ini )..”
Bruna lanjut bicara, berdasarkan atas penggambarannya pada kondisi jalanan kebanyakan di desa Gadis.
Jadi Bruna yakin, jika jalanan menuju ke rumah lama Gadis kurang lebih sama seperti itu.
“So, no,” Bruna sedikit menegas. “Just send our man to accompany her ( Sertakan saja satu orang kita untuk menemaninya )—“
“Iya, Bru,” tukas Gadis patuh.
Yang kemudian berbicara dengan ibu tirinya.
Dimana wanita itu kemudian berjalan pergi ke rumahnya bersama keponakannya, dan satu orang bodyguard yang mengekori keduanya. Lalu Gadis menunggu ibu tirinya tersebut di dekat mobil.
“Do you want to be in the same car with your step mother ( Apa kamu ingin satu mobil dengan ibu tirimu ), Gadis?” Garret kemudian bertanya pada Gadis yang belum duduk di dalam mobil.
“Up to you ( Terserah padamu ), Gar,” jawab Gadis.
“Well, I think better that me and Anth will be in Arthur’s car ( Kalau begitu, sebaiknya aku dan Anth di mobil Arthur saja )”
Garret mengatakan gagasannya, dan Gadis pun mengangguk mengiyakan.
***
‘Bagaimana ya aku mengatakan pada Putra nanti soal Ibu yang aku ajak ke villa?’
Gadis membatin saat menunggu ibu tirinya kembali ke dekatnya setelah mengambil pakaian di rumah lama Gadis.
‘Aku kan pernah cerita hal yang buruk tentang ibu ke dia?.. Hh ..’ hela Gadis setelah ia membatin. ‘Tapi aku akan jelaskan pada Putra, jika ibu telah berubah.’
__ADS_1
***
“Better you sit inside car while we’re waiting your step mother ( Sebaiknya kamu duduk di dalam mobil selagi kita menunggu ibu tiri kamu ), Gadis..” tutur Bruna. Kemudian Gadis mengiyakan dan bergegas masuk untuk duduk di kursi penumpang dimana Bruna sedang hendak masuk dan duduk di kursi penumpang belakang seperti saat mereka datang ke desa kelahiran Gadis.
“Dis, makasih buat bingkisannya ya? Kamu segala repot-repot,” istri kepala desa yang mengantar Gadis bersama suaminya itu, kemudian mendekati Gadis dan berujar setelah Gadis duduk di kursi penumpang belakang sehabis berpamitan sekali lagi padanya.
“Sama-sama, Bu. Dan aku tidak merasa repot sama sekali.”
Gadis lalu menjawab istri kepala desa itu dengan santun.
“Oh iya, bicara tentang bingkisan. Aku ingat bingkisan yang ingin aku titipkan pada ibu untuk Aang dan ibunya..” ucap Gadis lagi.
“Oh iya, ya, Dis.”
“Suheil. Tolong ambilkan bungkusan yang ada di bagasi ya?”
“Iya, Nyonya Gadis—“
“Untung saja ibu Firman mengingatkan soal bingkisan untuk Aang dan ibunya sebelum ibu dan Sari kembali dan aku terlanjur sudah dalam perjalanan pulang. Dan lagi aku juga takut ibu dan Sari tersinggung karena aku tidak membawakan apapun untuk mereka.”
“Ibu paham sih, Dis. Dulu kan dia galak sama kamu. Tapi, apapun itu, Dis. Yang penting itu ibu Inu kayaknya juga udah menyadari kesalahannya sama kamu dulu.”
“Iya, Bu..”
“Ya udah, kalo gitu ibu pamit ke rumah ya, mau simpen ini bingkisan buat Aang sama ibunya sebelum bu Inu sama Sari dateng.”
“Iya, Bu.. terima kasih sekali lagi.”
***
***
“Wah, Dis. Ibu bener-bener kaget loh ternyata kamu udah jadi orang kaya sekarang.”
“Suamiku dan keluarganya yang kaya, Bu—“
“Ya kamu keikutan juga jadi orang kaya dong Dis, kalo suami kamu kaya.”
“.....”
“Madya pasti kaget ini, kalo tau ternyata kamu tinggal di rumah gedong yang paling kesohor ini.
“Oh iya, Bu. Nanti kalau Madya pulang dan tidak menemukan ibu di rumah bagaimana?—“
“Nanti juga dia nyusul ke sini—“
“Menyusul.. ke sini?—“
“Iya. Duuhh, si Madya pasti seneng banget bisa masuk ke ini rumah gedong—“
“Bukannya Madya tidak ada saat ibu pergi bersamaku dari desa tadi? Bagaimana Madya tahu ibu di sini? Aku juga tidak meninggalkan pesan apa-apa pada bapak dan ibu Firman. Ibu juga bukannya tidak tahu sebelumnya jika aku tinggal disini sekarang?”
******
To be continue....
__ADS_1