LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 388


__ADS_3

Happy reading .....


***************


Wales, England,


“*F*k you!”


Jaeden yang telah di keluarkan dari dalam jeruji besi yang mengurungnya, telah berhadapan dengan Putra secara langsung sekarang. Dan kini Jaeden yang sudah nampak geram dan berapi – api penuh dendam pada Putra, telah memposisikan tinjunya dan bergerak untuk menyerang Putra.


“So empowered ( Bersemangat sekali ) ...”


Putra menggumam dan menyungging miring, saat ia menyadari pergerakan Jaeden yang bergerak duluan untuk menyerangnya dengan tangan Jaeden yang nampak terkepal kuat itu.


Dimana pria itu dapat dikatakan mencuri start untuk berduel dengan Putra yang sudah memprediksikan tindakan Jaeden itu, atas nama Jaeden adalah manusia licik dan picik.


“But too confidence ( Tapi terlalu percaya diri )” gumam Putra lagi.


Syut!


Putra dengan cepat bergeser dari posisinya berdiri, sesaat setelah Jaeden mendekat.


Dan Jaeden pun menjadi bahan tertawaan orang – orang yang menontonnya yang hendak berduel dengan Putra, karena saat Jaeden hendak memukul Putra dengan tinjunya ---- Putra dengan mudah dan cepat menghindar, hingga Jaeden hanya memukul angin saja.


“Looks like that you are have a sighted ( Sepertinya kau memang rabun )”


Putra melontarkan ejekannya untuk Jaeden yang kini kembali telah berhadapan dengannya di sisi yang berbeda.


“Make your eyes focus now. I’m here ( Fokuskan matamu sekarang. Aku di sini )” ucap Putra lagi sambil berdiri tegak menghadap pada Jaeden dengan lengan kemejanya yang sudah sisingkan dan kancing kemejanya yang sudah terbuka hingga tiga.


***


Jaeden meludah kasar ke sampingnya setelah Putra nampak mengejeknya.


Lalu kembali Jaeden mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, dan mengambil ancang – ancang untuk menyerang Putra.


Dan di detik berikutnya Jaeden melesat cepat ke arah Putra dengan sudah memposisikan tinjunya ke arah wajah Putra.


“Strong,” ucap Putra.


Dimana mata Jaeden terbelalak sejenak.


“But not strong enough for me ( Tapi tidak cukup kuat untukku )” karena Putra menangkap kepalan tinjunya itu.


“Wh ---“


“M*therf*cker!”


Putra berseru di saat yang sama Jaeden menampakkan keterkejutannya, karena tinjunya dapat ditangkap oleh Putra dalam keadaan pria itu yang nampak tenang saja.


***


Tapi sepersekian detik situasi berbalik.


Putra yang nampak tenang tadi, telah mengepalkan tangannya.


BUGH!

__ADS_1


“Sshh.”


Jaeden terdengar meringis ketika satu hantaman tinju Putra sampai di wajahnya yang memiliki bekas luka hantaman Putra dengan sebuah alat tinju besi kala di mansion Kingsley Smith.


“F ---“


“Street fighter ( Petarung jalanan ), heh?”


BUGH!


Sekali lagi Putra melayangkan tinjunya ke wajah Jaeden yang tidak ia berikan kesempatan untuk menyelesaikan umpatannya.


“You just a beggar! ( Kau hanya seorang pengemis! )”


BUGH!


BUGH!


***


“How poor ... That m*therf*cker totally doesn’t know\, who is he facing ( Kasihan sekali ... Keparat itu benar – benar tidak tahu siapa yang sedang ia hadapi )” Damian yang bergumam.


“But too bad if Putra has to finish him by now ( Tapi sayang sekali kalau Putra harus menghabisinya sekarang )” Addison menimpali gumaman Damian karena gumaman pria itu masih cukup dapat didengar oleh Addison.


“We’ll see about it in few minutes ahead ( Kita lihat saja di beberapa menit ke depan )” jawab Damian atas timpalan Addison, sambil mata keduanya tetap terus pada tontonan duel yang kini nampak sedikit sengit itu.


***


Putra yang tadinya terlihat tenang itu sudah terlihat menggebu setelah Jaeden melakukan percobaan kedua untuk meninju Putra yang kemudian menahan tinju Jaeden dan langsung menghantam telak wajah Jaeden yang langsung terhuyung. Lalu Putra tak memberikan Jeda pada Jaeden, dan melayangkan lagi dua tinjunya ke wajah Jaeden.


Jadi tidak seperti kala itu Putra menjegalnya dengan mencengkram kerah kemejanya hingga Jaeden tak bisa melepaskan diri, selain Jaeden juga was – was pada anak buah Putra yang bersikap sigap dengan senjata api di tangan mereka yang Jaeden khawatirkan akan diletuskan peluru ke arahnya jika dia mencoba melakukan perlawanan, Putra juga begitu memojokkannya kala itu.


Jaeden yang tak siap, juga tak bisa memikirkan ancang – ancang melakukan perlawanan pada Putra yang hari itu nampak begitu berapi – api memukulinya dengan tenaga yang bisa Jaeden rasakan kekuatannya. Yang sayangnya, Jaeden lupa pada hari dimana ia sudah pernah merasakan sendiri kekuatan Putra saat pria itu sedang dirundung kemarahan. Jadi Jaeden yang merasa tubuhnya telah kembali fit, enteng saja mengeluarkan tantangan pada Putra.


Selain pria itu merasa pongah karena sebelum ia masuk ke dalam keluarga Kingsley Smith, dirinya adalah seorang petarung jalanan yang seringnya menang dalam arena adu orang dengan disertai taruhan dari para penonton liar.


Makanya setelah merasa kondisi tubuhnya sudah fit selain dia punya rencana licik di otaknya, Jaeden berani menantang Putra untuk berduel satu lawan satu dengan tangan kosong.


***


“CIH!”


Jaeden yang berdecih sambil juga meludah, setelah ia berhasil membuat Putra menjauh darinya dengan memukul perut Putra yang sempat terkaget hingga ia sedikit terhuyung ke belakang.


Namun Putra tidak sampai kehilangan keseimbangan.


Pun, Putra tidak terlihat kesakitan.


Pria dengan julukan ‘Si Api Hitam Dari Ravenna’ itu tidak tampak meringis setelah mendapat sapaan tinju Jaeden di perutnya.


***


Jaeden nampak lebih geram dari sebelumnya, karena alih – alih ia bisa memanfaatkan Putra yang mundur karena tinjunya di perut pria itu ---- Putra malah nampak sedikit tertawa seolah mengejeknya.


“Is that your best punch? Feels like a child’s pinch ( Itu pukulan terbaikmu? Rasa macam cubitan anak kecil )” Putra mengeluarkan ledekan yang membuat Jaeden semakin geram, hingga Jaeden semakin bernafsu untuk menghajar Putra.


Dimana Jaeden sudah dengan cepat berdiri dan kembali bergerak dengan cepat untuk lagi menyerang Putra dengan wajah Jaeden yang kini nampak sangar. Sementara Putra menampakkan senyum mengejeknya untuk Jaeden yang sudah bergerak maju dengan kedua tangan Jaeden yang sudah mengepal kuat.

__ADS_1


***


“Alright, finish playing ( Baiklah, sudah cukup bermain – mainnya )”


Putra menggumam.


Wajahnya telah serius kini.


TASH!


Putra menangkis serangan tinju Jaeden dengan cepat.


***


BUGH!


Dan dengan cepatnya juga, satu tangan Putra yang bebas melayangkan tinju ke bagian rahang Jaeden hingga kepala pria itu sampai tertoleh dengan keras seolah terbuang, dengan darah yang nampak keluar juga dari mulut Jaeden yang langsung tersungkur.


“Burn, baby burn.”


Damian yang menggumam sambil ia tersenyum lebar setelah melihat aksi terakhir Putra yang menghajar kuat wajah Jaeden.


Setelah mendengar gumaman Putra soal ‘cukup bermain – main’, Damian sudah dapat menebak apa yang terjadi.


Begitu pula Addison yang sama tersenyum lebar, kemudian menyulut sebatang rokok. “Street fighter my @s$( Petarung jalanan apanya ) ...”


Addison lalu bergumam setelah ia menyulut rokok yang kemudian ia hisap dalam, dan menghembuskan asap lewat mulut dan hidungnya.


***


“Fight ‘till death, you said? ( Bertarung sampai mati, katamu? )” Ini Putra yang bersuara. “You don’t even have enough power to make me fall! ( Kau bahkan tidak punya cukup tenaga untuk membuatku jatuh! )”


Putra yang nampak bersemangat itu telah dengan cepat membuat Jaeden tersudut pada satu bagian dinding ruangan tempat Jaeden di kurung dalam sebuah jeruji besi sebelumnya.


Pelipis Jaeden telah robek, dan kini pria itu nampak merunduk dan terbatuk mengeluarkan darah.


Putra sedikit memundurkan dirinya.


Namun ia belum selesai.


BUGH!


Satu pukulan kuat dengan sikunya, kemudian Putra daratkan punggung Jaeden yang langsung tersungkur keras ke atas lantai di bawahnya.


“YEAH!!! FINISH HIM! ( HABISI DIA! )” Teriakan provokasi dari Edgard terdengar, dimana pria itu nampak terlihat senang sekali dengan apa yang dia tonton saat ini.


Sisanya terkekeh saja melihat Edgard yang nampak bersemangat memprovokasi Putra untuk menghabisi Jaeden. Sementara Putra tersenyum miring mendengar teriakan provokasi Edgard barusan.


Setelahnya, dua model suara terdengar.


KRAK!


“AARGGHH!!!”


****


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2