LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 324


__ADS_3

Happy reading....


*********************


England,


“What is it (Ada apa)?-“


“Nothing (Bukan apa-apa)”


Putra menanggapi pertanyaan Garret dengan cepat, setelah mereka berdua sudah kembali berada di dalam mobil yang membawa mereka sejak awal.


Selepas keduanya menyelesaikan apa yang hendak Putra ambil dari Mansionnya Kingsley Smith-berkas-berkas rahasia Jaeden yang disimpan secara apik dan tersembunyi pada suatu ruangan terpencil di dalam Mansion tersebut.


“Just can’t wait for tomorrow (Hanya tidak sabar menunggu besok)”


“Ah ya\, should we buy a new suit to hail the angel of devil for that m*therf*cker (Ah iya, haruskah kita membeli setelan baru guna menyambut malaikat maut untuk si keparat itu)?” timpal Garret.


Putra terkekeh saja mendengar kelakar Garret yang merupakan cibiran tajam untuk Jaeden itu.


***


Thomas menyapa dengan tersenyum kala Putra dan Garret telah kembali ke markas dalam keadaan baik-baik saja.


Putra dan Garret pun membalas sapaan Thomas pada mereka itu, lalu Putra dan Garret  melepaskan jaket tebal mereka saat keduanya telah berada di dalam markas mereka itu.


Sambil juga mengeluarkan pistol mereka dan meletakannya di atas sebuah meja panjang berukuran sedang.


“Dami hasn’t comeback yet? (Dami belum kembali?)”


Garret yang bertanya.


“Not yet, Sir (Belum, Tuan)”


Thomas lekas menjawab.


Garret menanggapi dengan anggukan samar.


***


“Is there any news from Yona and Hiz (Apa ada kabar dari Yona dan Hiz)?”


Putra yang kini bertanya pada Thomas, saat ia telah mendudukkan dirinya.


“Not yet (Belum), Boss –“


“We just made a communication with Dami and Dev, not with Hiz and your foster sister. Are they gonna be okay (Kita hanya berkomunikasi dengan Dami dan Dev, tidak dengan Hiz dan saudari angkatmu itu. Apa mereka akan baik-baik saja)? –“


“No need to get worry, for any kind of thing that the steel woman do. She may said, is me in other shape (Tidak perlu khawatir, untuk segala hal yang dilakukan oleh wanita baja itu. Dia dapat dikatakan, adalah aku dalam bentuk lain)”


***


Sambil menunggu kedatangan Damian, Devoss, Hizkia dan Yona, Putra dan Garret tidak serta merta beristirahat dengan santainya.


Sudah suatu kebiasaan bagi mereka, sejak menjadi ‘keras’ di Italia, baik Putra dan Garret sulit untuk beristirahat dengan leluasa, jika apa yang menjadi tujuan mereka benar-benar belum dituntaskan.


Jadi Putra dan Garret, beristirahat sekenanya saja-toh meski habis beraktifitas dan sempat berada di dalam situasi yang sedikit menegangkan itu, tidak dirasa keduanya menguras tenaga mereka.


Namun Thomas sering sekali membujuk keduanya untuk beristirahat lebih, terutama pada Putra yang memiliki luka tembak di pinggangnya, dimana Thomas rasa jika luka itu belum sepenuhnya mengering. Tapi Putra adalah Putra. Pria itu seolah mati rasa atas rasa sakit secara fisik.


Karena walau luka tembaknya masih terbilang baru, Putra nampak santai saja, tanpa ada gurat kesakitan di wajahnya setiap kali ia bergerak.


“You don’t to worry him that much, Thom (Kau tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya, Thom)”


Garret berujar, dan Putra hanya tersenyum tipis.


“He even forget  about that wound nor he don’t feel it (Dia bahkan lupa selain dia tidak merasakan lukanya itu)....”


“Heemm,” Putra terdengar berdehem saja.


“However, is there any food here, Thom? Because I smell something delicious (Ngomong-ngomong, apakah ada makanan disini, Thom? Karena aku mencium sesuatu yang lezat)”

__ADS_1


“Ah ya Boss (Iya Bos)..“


Thomas pun merespon.


“The food for all of us were just delivered (Makanan untuk kita baru saja diantarkan)”


Mata Garret kian berbinar setelah mendengar penuturan Thomas. Efek perut lapar, jadi perkataan Thomas soal makanan yang sudah tersedia, membuat Garret merasa senang.


Garret pun dengan bersemangat bangkit dari duduknya.


“Come, even you don’t feel your pain, still you need to eat for some energy! (Ayo, walaupun kau tidak merasakan lukamu, tapi tetap saja kau harus makan untuk mendapatkan energi!) –“


Garret menoleh pada Putra sambil melangkahkan kakinya menuju satu bagian markas dimana ada meja panjang berikut banyak kursi disana.


“Energy, heh?” Putra berucap dengan nada gumaman di belakang Garret.


***


Berbeda dengan Garret yang dengan cepat mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang tersedia pada ruangan yang set meja kursinya dapat digunakan sebagai ruang makan sekaligus juga ruang rapat.


Namun Putra tidak ikut duduk seperti halnya Garret.


Pria itu masih berdiri, berjarak dari set meja kursi di ruangan tersebut-dimana Garret sudah duduk di salah satu kursinya, dan sudah hendak bersiap untuk mengambil beberapa hidangan yang telah tersaji di atas meja untuk dipindahkan ke dalam piring yang sudah ada di hadapan Garret.


“Please, Boss (Silahkan, Boss)” Thomas yang sedikit heran melihat Putra berdiri saja dengan raut wajah yang tidak bisa Thomas baca itu mempersilahkan Putra untuk mengambil tempat agar bisa makan seperti Garret.


Menyadari jika Putra hanya berdiri tanpa terlihat akan mengambil tempat di area set meja kursi tempatnya duduk sekarang, Garret pun menoleh pada Putra. “Have a seat, Putra (Duduklah, Putra) ....” kata Garret.


“Yes, Boss. You need to fill up your stomach however. Just like what Mister Garret said, that you need to eat for some energy (Iya, Bos. Anda harus mengisi perut anda bagaimanapun juga. Seperti yang tadi Tuan Garret katakan, bahwasanya anda butuh makan untuk mendapatkan energi) ....”


Thomas menimpali perkataan Garret, dan ia kembali mempersilahkan Putra untuk duduk dan makan. Namun Thomas sedikit mengernyit, kala melihat Putra nampak mendengus sinis dengan samar, lalu Putra menoleh dan memandang dingin pada Thomas.


“Eum ----“ Membuat Thomas menjadi sedikit gugup. “Something wrong, Boss (Ada yang salah, Bos)? ....”


“Something wrong (Ada yang salah)? –“


Putra berucap, mengulang pertanyaan Thomas barusan itu.


“You asked me if something wrong (Kau bertanya padaku apakah ada yang salah), hem? –“


“Yes, Boss ....”


“Want me to refill my energy by eating (Ingin aku mengisi ulang energiku dengan makan)??? ....”


Dan Putra berucap lagi, dimana Thomas mengangguk ragu serta gugup. “Yes, Boss ....” kata Thomas seraya ia mengangguk.


“Hey, what’s wrong (ada apa), Putra? –“


Garret yang menyadari jika Putra bersikap aneh saat ini, lantas segera bertanya setelah ia memperhatikan salah seorang saudara angkatnya itu.


“Both of you want me to eat for refill my energy (Kalian berdua menginginkanku untuk makan dan mengisi ulang energiku)....”


“Yes, Boss ....”


Thomas lekas menyahut.


“Of course we are (Tentu saja) –“


“Then how can I eat and refill my energy if there’s a food that make me want to excrete my innards just because it’s smell?! (Lalu bagaimana aku bisa makan dan mengisi energiku jika ada makanan yang bisa membuatku mengeluarkan isi perutku hanya karena aromanya?!)”


Putra menampakkan kesewotannya pada akhirnya, sambil ia melotot tajam pada Thomas dan Garret.


Namun didetik berikutnya Putra mendorong kesamping tubuh Thomas agar Putra dapat segera berjalan menuju kamar mandi.


***


Fakta jika seorang Putra Adjieran Vinson adalah pria kuat yang seolah tidak mengenal rasa sakit, saat ini sedang dikalahkan oleh suatu sindrom yang dialami para pria menikah-kebanyakan, saat istri mereka sedang hamil.


Suatu sindrom kehamilan yang tercipta, dimana sindrom kehamilan tersebut malah tidak merepotkan wanita atau istri yang sedang hamil tersebut-namun kebalikannya.


Sang pria atau suami yang berbalik merasakannya.

__ADS_1


Sindrom yang biasanya dialami para pria yang kelewat mencintai wanitanya.


Dan kehamilan si wanita-dengan segala gejala yang akan menimbulkan kerepotan  selama kehamilan itu, akan dirasakan oleh si pria tanpa bisa dihindari dengan cara apapun.


**


Indonesia,


Pada sebuah Rumah Sakit,


“Selamat Nyonya Gadis, dalam waktu sembilan bulan ke depan, anda akan menjadi seorang ibu –“


“Benarkah, Dokter????? ....”


“Iya, Nyonya, selamat untukmu dan suamimu.”


**


Gadis benar-benar telah diperiksa oleh seorang Dokter Spesialis Kandungan di Indonesia, tempat Gadis dan sebagian keluarga kini berada. Hasil pemeriksaan Gadis oleh Dokter tersebut, telah menguatkan dugaan Bruna yang sudah memprediksi jika memang Gadis sedang hamil saat ini.


Hanya saja, selain bahagia-tentunya.


Gadis tidak direpotkan oleh gejala kehamilan yang banyak rupanya.


Khususnya, mual-mual dalam masa kehamilan yang biasa disebut dengan Morning Sickness.


Hanya sebutannya saja Morning Sickness-Mual Saat Pagi.


Karena pada kenyataannya, mual-mual tersebut bisa terjadi kapan saja.


Atau, karena alasan tertentu. Seperti bau sesuatu misalnya.


Hal itu pun telah juga Dokter yang memeriksa Gadis katakan pada wanita itu.


“Lalu anda mungkin akan mengalami mual-mual selama awal kehamilan.”


Yang pada kenyataannya, jika hal itu, Putra lah yang mengalaminya saat ini. Bukan Gadis.


Kesulitan Gadis akan mual yang sering dialami oleh wanita hamil, tidak ia alami terlalu-lalu.


Biasa saja, hanya sesekali, itupun sekejap saja. Cepat redanya. Karena kesulitan itu, Putra yang alami lebih-lebih.


Putra tak mampu lagi membendung mualnya karena ada aroma dari jenis makanannya yang begitu memicu rasa mual tersebut, hingga ia yang sudah sekuat tenaga menahan gejolak tidak nyaman di dalam perutnya, tidak mampu menahan lebih lama untuk mengeluarkan isi perutnya sekarang ini.


“Hoek!Hoek!”


Dan ya itu orangnya-Putra, sedang muntah-muntah di dalam kamar mandi markasnya dan kawanan yang berada di Inggris.


Gara-gara Thomas terlupa untuk tidak menyajikan Curry Puff serta Mashed Potatoes yang aromanya menguar tajam saat baru matang.


Yang mana aroma dari dua jenis makanan itu membuat Putra benar-benar mual, hingga perutnya bergejolak hebat dan mendesak untuk mengeluarkan isi di dalamnya.


“Damned! (Sial!)” Putra mengumpat dengan kepala yang masih tertunduk di atas closet kamar mandi. Ia bahkan sudah berlutut saking tubuhnya sudah mulai melemas akibat keinginan untuk muntah yang tidak habis-habis ia rasa saat ini.


Sudah payah rasanya Putra, saat semua isi perutnya sudah keluar.


Namun ia terus merasa mual, meski hanya tinggal cairan saja yang keluar, itu pun hanya sedikit.


Saking dahsyatnya mual yang ia rasa, nafasnya pun sampai tersengal, dengan keringat dingin yang sudah juga menyelimuti tubuhnya.


Ah, pria sangat kuat secara fisik dan mental itu pun bisa menjadi payah hanya karena istrinya sedang mengandung.


‘Oh Gadis, jika benar kamu sedang hamil saat ini, aku sungguh senang dan bahagia. Tapi apakah kamu menyumpahiku karena aku pernah menyakiti perasaanmu dulu, hingga aku harus mengalami penderitaan ini??? ....’


Putra yang sedang kepayahan itu setelah muntah-muntah hebat, membatin lesu di tempatnya.


‘Atau kamu sering mengadu pada calon anak kita di perutmu itu, hingga dia meminta Tuhan untuk menyiksaku begini??? ....’


Putra menggerutu dalam hatinya.


‘Setiap kali seperti ini kakiku seolah tidak bertulang. Jika aku harus mengalaminya setiap beberapa waktu dan lama, aku rasa aku akan berakhir di Rumah Sakit dengan selang infus yang terhubung di tubuhku ....’

__ADS_1


**


To be continue ....


__ADS_2