LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 457


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


Indo,


“Good morning Bru.” Gadis menyapa Bruna yang berpapasan dengannya dan Putra, kala mereka berdua hendak pergi ke dapur vila.


“Good morning you two ...” Bruna langsung menjawab sapaan Gadis. “My heart feel balmy this morning ( Hatiku terasa sejuk pagi ini )”


Lalu Bruna mengucapkan kalimat yang bermakna ledekan sambil memandang pada Putra, setelah matanya mendapati kakak angkatnya itu berjalan bergandengan dengan Gadis.


Putra yang tahu jika Bruna sedang meledeknya itu kemudian langsung terkekeh kecil, sementara Gadis mengulum senyumnya.


“Morning, Bru.” Putra lalu mencetuskan sapaannya pada Bruna. Yang langsung juga di jawab oleh adik angkatnya itu. “You’re going to down stair, right ( Kamu hendak ke lantai bawah, bukan )?” cetus Putra pada Bruna lagi.


“Yes ...” jawab Bruna.


“Then I trust her to you to make sure she’s not bungle while she’s stapping the stairs ( Maka aku percayakan dia padamu untuk memastikan jika dia tidak ceroboh saat berjalan di tangga ) ...”


Putra lalu berucap lagi pada Bruna, sambil dirinya menarik pelan Gadis. Lalu menyerahkan tangan Gadis yang sebelumnya Putra itu, genggam kepada Bruna.


“I want to see Anth ( Aku ingin melihat Anth ) ...” kata Putra lagi.


“Got that, Sir ( Saya paham, Tuan )” jawab Bruna dengan gestur yang membuat Putra jadi mendengus geli.


Lalu Bruna tersenyum geli didetik berikutnya, sama halnya dengan Gadis yang juga sempat terkekeh sebelumnya karena sikap Bruna yang sedikit membuat perut Gadis terasa geli.


***


Bruna dan Gadis lalu lanjut menuruni tangga untuk pergi ke dapur vila.


Sementara Putra pergi ke kamar Anthony untuk melihat apakah bocah tampan itu sudah bangun atau belum.


“Good morning, My Prince. I thought you’re still sleeping ( Selamat Pagi, Pangeranku. Aku kira kamu masih tidur )?”


Putra yang sudah masuk ke dalam kamar Anthony itu, kemudian langsung menyapa bocah tampan tersebut yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Dimana Anthony yang sudah nampak segar, meski terlihat belum mandi karena ia masih mengenakan piyamanya itu, langsung tersenyum lebar ketika melihat Putra.


***


“I already wake up about 10 minutes ago ( Aku sudah bangun sekitar 10 menit yang lalu ), Papa ...”


“Really?” timpal Putra cepat pada ucapan Anthony barusan, dan bocah tampan itu langsung mengangguk.


“Then why don’t you come to me and Mama Gadis’ room ( Lalu mengapa kamu tidak mendatangi kamarku dan Mama Gadis )? ...”


Sambil Putra yang sudah mendekatkan dirinya pada Anthony, kemudian bersimpuh dihadapan bocah itu, bertanya padanya. Dan Anthony pun langsung menjawab Putra.


Dimana jawaban Anthony membuat Putra jadi sedikit tak enak hati. “I’m afraid both of you are still sleeping. And I don’t want to disturb, because you and Mama Gadis are less to have a rest ( Aku takut kalian berdua masih tidur. Dan aku tidak mau mengganggu, karena dirimu dan Mama Gadis kurang beristirahat )”


Anthony berujar kemudian.


"And because I feel sad if seeing you and Mama Gadis are fighting ( Dan karena aku merasa sedih jika melihatmu dan Mama Gadis bertengkar ) ..."


Anthony menambahkan ucapannya.


Dimana Putra langsung menampakkan penyesalannya.


“I’m sorry for making you thinking and sad ( Maafkan aku yang sudah membuat kamu kepikiran dan sedih ), My Prince –“


“That’s because I love you and Mama Gadis that much and I want to see both of you are okay and also healthy ( Itu karena aku sangat menyayangimu dan Mama gadis dan aku ingin melihat kalian berdua baik – baik saja dan juga sehat ) –“


“Well, we’re okay now ( Tapi, kami sudah baik – baik saja sekarang )” tukas Putra. "Already good ( Sudah berbaikan )" tambah Putra.


Sambil Putra tersenyum dan mengusap lembut kepala Anthony yang langsung nampak semringah setelah mendengar ucapan Putra barusan.

__ADS_1


“Really??!!” seru Anthony dengan ekspresi senang.


Putra lalu mengangguk mengiyakan. “Hem, me and Mama Gadis even already kissing ( aku dan Mama Gadis bahkan sudah berciuman ) –“


“Then Papa or Mama who kiss first ( Lalu Papa atau Mama yang mencium duluan )?” tukas Anthony. Membuat Putra spontan jadi terkekeh.


“Well ... it’s me who kiss her first ... since you know that your Mama Gadis like pretending to be shy ( Yah ... aku lah yang menciumnya lebih dulu ... karena Mama Gadismu itu suka malu – malu kucing )” ucap Putra yang sedikit berguyon.


Dan Anthony pun langsung terkekeh geli, setelah mendengar kalimat terakhir Putra.


"I knew it ( Aku sudah menduganya )!" timpal Anthony dengan cepat. "You are very flirtatious to Mama Gadis actually ( Papa kan genit pada Mama Gadis sebenarnya )" tambah Anthony, lalu Putra langsung tergelak.


“However My Prince, I want to go jogging. Do you want to join me ( Ngomong – ngomong My Prince, aku hendak pergi jogging. Apa kamu ingin ikut denganku )?” tanya Putra pada Anthony selepas ia tergelak, dan Anthony langsung berseru mengiyakan dengan semangat.


"Of course I want! --"


“Change your clothes with sport suit then ( Ganti pakaianmu dengan pakaian olahraga kalau begitu ) –“


***


“Good morning, Gadis, Bru.” adalah Garret yang menyapa Gadis dan Bruna yang sedang menata makanan untuk sarapan mereka, selepas beberapa menit Putra sudah pergi untuk jogging bersama Anthony dan juga Devoss yang mengajukan dirinya pada Putra, kalau dia juga ingin pergi jogging.


“Good morning, Gar ...”


Bruna dan Gadis menjawab sapaan Garret secara bersamaan.


“Putra masih tidur, Gadis?” tanya Garret pada Gadis kemudian, dengan menggunakan bahasa Indonesia.


“Tidak, Gar. Dia sudah bangun, dan sekarang sedang pergi jogging bersama Anthony dan Devoss ...”


“Suamimu itu memang tidak kenal kata bersantai dan lelah.” Garret lalu menanggapi ucapan Gadis. Dan Gadis pun langsung tersenyum serta mengangguk.


Lalu Garret menarik salah satu kursi meja makan.


Kemudian Garret menduduki kursi yang telah ditariknya itu.


“Lalu bagaimana dengan hubungan kamu dan Putra?”


“Just like a new couple in love-struck. Warm and affectionately ( Seperti pasangan baru yang dimabuk cinta. Hangat dan mesra )” Bruna yang malah menjawab pertanyaan Garret barusan, yang pria itu cetuskan dalam bahasa Indonesia.


Namun Bruna cukup mengerti dengan apa yang Garret tanyakan pada Gadis barusan itu. Jadi karena masih ingin menggoda Gadis, Bruna yang menjawab pertanyaan Garret tersebut.


“I am right, hem, Mrs. Putra ( Aku benar kan, Nyonya Putra )? ...” kata Bruna lagi sambil ia mengerling jahil pada Gadis.


***


“Buka mulut kamu ...”


Adalah Putra yang berkata, saat dia berikut Anthony dan Devoss, telah kembali dari sesi jogging mereka.


“Aku bisa makan sendiri Putra ...” Gadis yang bicara ini. Menimpali ucapan Putra yang akan menyuapi potongan roti lapis padanya.


Dimana Gadis nampak terlihat malu – malu, karena dirinya tidak hanya berduaan dengan Putra saat ini yang sudah duduk bersama di ruang makan. Semua penghuni inti Villa termasuk Devoss, ada bersama Gadis dan Putra saat ini untuk sarapan bersama.


"Hargailah perhatian dari suamimu ini ..." ucap Putra lagi pada Gadis.


“So glad that love is already in the air between now between both of you ( Senangnya melihat cinta kembali mengudara diantara kalian berdua ) ...” lalu celetukan cepat keluar dari mulut Ramone setelah melihat sikap Putra pada Gadis pagi ini.


“What a nosy old man ( Sungguh orang tua yang usil )”


Putra lalu langsung menimpali celetukan Ramone yang memang bermaksud meledeknya itu.


Dimana Ramone sontak terkekeh. Begitu juga semua orang yang ada disekelilingnya. Sementara Putra hanya mendengus geli, dan Gadis nampak tersipu.


“Got your allotment eh? Looks so care to your wife now ( Kau sudah dapat ‘jatah’ ya? Terlihat begitu perhatian pada istrimu sekarang )”


Lalu ledekan lain keluar dari mulut Damian.

__ADS_1


Hingga selanjutnya, acara sarapan Putra dan keluarganya itu berlangsung dengan santai dan akrab.


Sampai masing – masing dari mereka telah hampir menyelesaikan sarapannya, kemudian Bruna membahas sesuatu yang berhubungan dengan misi utama mereka.


“By the way, Putra ..”


“What is it, Bru?”


Putra pun langsung menyahut.


“Ad was called last night, and he said all things doing well ( Ad menghubungi semalam, dan dia bilang semua hal berjalan lancar ) –“


“Is good, then –“


“And he asked are you going back to England right away, or let that everything at there to him? ( Dan dia bertanya apakah kamu akan kembali ke Inggris secepatnya, atau menyerahkan semua hal disana padanya? )”


***


“I’ll come there right away ( Aku akan kesana secepatnya )”


Putra lalu lekas menjawab pertanyaan Bruna selepas ia berpikir sejenak.


“Rectify ( Ralat ) ..”


Putra langsung lagi menambahkan ucapannya.


“Not only me, but all of us will fly over to England right away ( Tidak hanya aku, tetapi kita semua akan terbang ke Inggris secepatnya ) ..”


Putra lalu menoleh kepada Anthony.


“But before, we’re going to Ravenna ( Tapi sebelumnya, kita akan pergi ke Ravenna )”


Lalu tangan Putra terulur dan mengusap sayang kepala Anthony. Sambil Putra kembali berkata dengan menatap Anthony penuh makna.


“To visit Daddy Rery dan Mommy Madelaine ( Untuk mengunjungi Daddy Rery dan Mommy Madelaine )”


***


Tak ada yang bisa menahan senyum haru mereka, melihat sikap Anthony setelah mendengar Putra berkata jika dia akan dibawa untuk mengunjungi kedua orang tuanya di negara yang pernah Anthony tinggali bersama kedua orang tuanya yang sudah tiada itu.


“REALLY PAPA??!! ..”


Anthony bahkan sampai berteriak untuk memastikan ucapan Papa Putranya yang bilang kalau mereka akan pergi ke Ravenna.


“Hem. Really. But –“


“Thank you, Papa ..”


Anthony menukas ucapan Putra dengan segera, sambil berhambur memeluk Putra yang sebelumnya ingin mengatakan protesnya yang sempat dibuat terkejut karena Anthony yang berteriak itu – namun urung karena Anthony yang berhambur dan memeluknya cepat itu, dimana Putra langsung mengangkat tubuh Anthony dan langsung ia tempatkan dipangkuan.


***


“Thank you, Papa .. I finally can meet Daddy Rery and Mommy Madelaine, even I can’t meet and see them in person, but at least .. my longing to them can be healed ( aku akhirnya dapat bertemu dengan Daddy Rery dan Mommy Madelaine, meskipun aku tidak dapat bertemu dan melihat mereka lagi secara langsung, tapi setidaknya .. kerinduanku pada mereka akan terobati ) ..”


Kemudian Putra dibuat tercekat, ketika Anthony berkata barusan dengan suaranya yang melirih. Dimana Putra, langsung mendekap sayang Anthony yang kemudian menangis dalam pelukan Putra.


Sambil juga Anthony berkata, dengan suaranya yang lirih dan terisak.


“I miss them so much, Papa .. I miss my Daddy and Mommy ..  I miss them to hold me ( Aku sangat merindukan mereka, Papa .. Aku rindu Daddy dan Mommyku .. Aku rindu mereka untuk memelukku ) ..”


Lalu Putra lebih mengeratkan pelukannya pada Anthony, namun tetap berhati - hati agar tidak menyakiti sang bocah tampan kesayangannya dan semua orang yang berada disekeliling Putra sekarang--dengan rasa bersalahnya pada Anthony, yang menyelimuti hatinya lagi.


Mata Putra juga sudah begitu berkaca - kaca. "Forgive me .. Anth .. Forgive me ( Maafkan aku .. Anth .. Maafkan aku ) .."


Putra pun melirih, dengan dirinya yang masih mendekap Anthony.


🔵🔵🔵🔵🔵🔵

__ADS_1


To be continue ..


Terima kasih masih setia.


__ADS_2