LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 364


__ADS_3

Happy reading .....


✴✴✴✴✴✴✴


England,


“Dev, call Richard. And tell him to get here. You stay after he arrives (hubungi Richard. Dan katakan padanya untuk datang ke sini. Kau tinggal sampai dia tiba)-“


“Okay,” tukas Devoss menjawab Putra yang telah kembali ke bagian mansion Kingsley Smith tempat dimana sebagian besar orang-orang Putra berkumpul sejak Putra dan mereka semua mendatangi bangunan megah tersebut.


Putra nampak fokus bicara dengan Devoss, juga dengan Yona dan Accursio sambil membelakangi Jaeden yang telah juga dibawa serta keluar dari ruang harta karun keluarga Kingsley Smith yang beberapa saat lalu Putra tunjukkan padanya, guna melihat ekpresi bodoh pria itu karena menyesali keberadaan ruang harta karun di mansion Kingsley Smith tersebut yang pastinya tidak Jaeden sadari bahkan kira selama ini.


Sementara Jaeden dipercayakan Putra pada anak buahnya yang menghimpit Jaeden untuk mereka jaga sedari tadi dengan sikap siaga. Dua anak buah Putra itu juga sudah mengkondisikan senjata mereka di tangan, agar setidaknya jika Jaeden macam-macam mereka akan dengan cepat melumpuhkan tawanan tuannya itu meski diperintahkan untuk tidak membunuh Jaeden oleh Putra.


“Prepare cars then ( Siapkan mobil kalau begitu )-“


“You think you smart ( Kau pikir kau pintar ), heh? ...”


Putra melirik serta menjeda ucapannya saat mendengar Jaeden menggumam, ketika ia sedang berdiri di depan pria itu dan berbicara dengan Devoss serta Accursio berikut juga Yona untuk menggerakkan anak buah mereka atas rencana selanjutnya yang akan dijalankan setelah dari mansion milik Kingsley Smith.


Kemudian Putra memalingkan lagi pandangannya dari Jaeden yang meski Putra mendengar ucapan Jaeden yang serupa gumaman dengan pria itu yang tertunduk dengan tangannya yang terborgol, namun Putra tak mau menggubris Jaeden.


Hanya saja, seharusnya Putra lebih memperhatikan Jaeden. Begitu juga mereka yang sedang terlibat pembicaraan dengannya, karena didetik berikutnya ...


“But not smart ( Tetapi tidak sepintar itu )!” Suara Jaeden terdengar lagi, lebih jelas. Bersamaan dengan,


“PUTRA!”


“BOSS!”


Teriakan serempak dari pihak Putra atas keterkejutan mereka, karena entah bagaimana Jaeden sudah tidak lagi terborgol.


“Now put away all of your guns or I blow his head ( Sekarang buang senjata kalian semua atau aku ledakkan kepalanya )!”


*“S*t!” Umpatan terdengar dari salah satu anak buah Putra yang bertugas menjaga Jaeden setelah menyadari jika kunci borgol yang tergantung di luar rompi anti pelurunya telah dirampas Jaeden dengan diam – diam, berikut senjata api cadangan miliknya.


Dan Putra kini sudah berada dalam jegalan Jaeden yang mencekal kuat leher Putra dan menodongkan senjata api ke kepala Pemimpin tertinggi dalam kubu Putra itu. Lalu setelahnya Jaeden memerintahkan kepada semua orang yang ada dihadapannya itu untuk membuang senjata mereka.


“You won’t be able to get away ( Kau tidak akan bisa kabur ), Jaeden Zepeto ...”


Alih – alih panik, Putra nampak tenang saja di dalam cekalan Jaeden yang menyandera dirinya sambil sesekali menempelkan lekat ujung pistol yang ia pegang ke satu sisi kepala Putra, sambil bergerak tak tenang dengan memposisikan matanya memperhatikan orang – orang Putra jika ada yang mencurigai di matanya.

__ADS_1


Jaeden nampak meremehkan ucapan Putra yang terdengar seperti sebuah ancaman di telinganya. “Ho yeah? ...” suara Jaeden yang meremehkan Putra yang kemudian menyungging miring, bersamaan dengan,


BANG!


Suara letusan senjata yang terdengar nyaring, lalu disusul dengan suara timpalan.


BANG!


“Yeah ...”


Suara Putra yang kini sudah membalikkan posisi, dimana Jaeden yang kepalanya kini dalam todongan pistol Putra --- kala dengan cepatnya Putra yang tanpa Jaeden sadari membaca gerakannya.


Lalu di detik berikutnya, Putra dengan cepat menepiskan senjata api yang di pegang Jaeden ke arah atas dan mengeluarkan sebutir peluru karena tangan Jaeden sudah lekat pada pelatuk senjata api yang di pegangnya itu dan kini sudah terlepas setelah Putra menembakkan satu peluru dari pistol miliknya yang Putra keluarkan secara halus dari balik mantel tebalnya ke salah satu kaki Jaeden, sambil Putra memiting tangan Jaeden yang memegang senjata hingga senjata itu terlepas dan jatuh ke lantai.


“And I’m the one who make sure about it. To make you won’t be able get away ( Dan aku yang akan memastikan hal itu. Untuk membuatmu tidak akan bisa kabur )” ucap Putra. “From me ( Dariku )-“


Putra menyeringai, sambil berdiri tegak dengan tangan yang terulur lurus memegang pistolnya tepat di depan kepala Jaeden yang sudah bersimpuh karena Putra menembak satu kakinya. Rasanya jari Putra yang sudah terposisi di pelatuk pistolnya itu gatal untuk menekan pelatuk tersebut dan memuntahkan satu pelurunya tepat ke kepala Jaeden, yang sudah pasti akan langsung tumbang tak bernyawa.


Tapi tidak, itu terlalu mengenakkan bagi Jaeden jika harus mati secepat itu.


Putra ingin membuat banyak luka di tubuh Jaeden lebih dulu, selain menyerang mentalnya.


Lalu rasa bersalah yang mungkin akan ia tanggung seumur hidup karena membuat Anthony menjadi yatim piatu karena kelalaiannya, meskipun jauhnya Putra dari Rery dan keluarga kecilnya pun juga karena permintaan Rery sendiri.


Meskipun Anthony juga sudah nampak bahagia sekarang, namun tetap saja rasa bersalah Putra pada bocah tampan itu akan selalu ada.


Mungkin setelah Putra puas menyiksa Jaeden secara mental dan fisik sebelum benar – benar menghabisinya, rasa bersalah itu bisa menguap.


Jadi tidak, Putra harus bisa menahan desiran untuk menghabisi Jaeden saat ini.



Putra menarik pistolnya menjauh dari kepala Jaeden, lalu memerintahkan anak buahnya untuk membawa pria itu masuk ke dalam mobil dengan memerintahkan untuk memborgol tangan Jaeden ke belakang serta mengikat tubuhnya juga agar pria itu tidak lagi berulah.


Setelahnya Putra pun hendak bicara pada orang - orangnya.


“Let’s ( A )-“


Namun saat Putra hendak menyegerakan semua orang yang menyertainya, sebuah mobil yang mirip truk tentara menerobos masuk dengan menabrak pagar mansion milik Kingsley Smith, termasuk orang – orang Putra yang sedang berjaga di sekitar gerbang tersebut.


“I always have plan B ( Aku selalu punya rencana B )”

__ADS_1


Jaeden berucap seraya menyeringai, bersamaan dengan rentetan bunyi senjata yang mengeluarkan peluru untuk menyerang setiap orang yang bukan kelompok mereka.


“Damned!”


Putra merutuk sambil mencari perlindungan, termasuk juga mengkomandoi orang – orangnya untuk menjaga diri mereka, meski sebagian telah terkapar karena tersapa peluru akibat posisi mereka yang tak siap.


Bahkan Jaeden yang telah di ambil alih oleh sekelompok orang dalam jumlah yang cukup banyak itu, tidak dapat di tahan Putra atau orang – orangnya karena mereka terus di cecar oleh peluru dari arah gerbang, namun orang – orang yang keluar dari dalam truk dan satu mobil kecil tersebut telah mengambil posisi untuk menyebar.


“*F*kin’ rats ( Tikus – tikus sialan )!” Accursio yang sudah memegang senjata di kedua tangannya serta membalas tembakan dari pihak lawan yang muncul tiba – tiba dan di tengarai adalah orang – orangnya Jaeden itu mengumpat tajam.


“Throw back those rats into the drain ( Buang kembali tikus – tikus itu ke dalam selokan )!” Seru Putra pada orang – orangnya memerintahkan dengan lantang.


*“F*K!” Umpatan tajam pun keluar dari mulut Jaeden setelah orang – orangnya itu mendapat balasan telak dari dalam mansion Kingsley Smith dari bagian atas dan bawah, dimana dengan cepat pula sebagian besar orang – orangnya itu tumbang.


“Blocked him get into the car ( Tahan dia agar jangan sampai masuk mobil )!” Seruan Putra terdengar lagi, saat matanya menangkap Jaeden akan di bawa masuk ke dalam mobil kecil. “Still don’t until Jaeden get killed ( Tetap jangan sampai membuat Jaeden terbunuh )!”


“USELESS MORONS ( DASAR MANUSIA – MANUSIA BODOH TIDAK BERGUNA )!” Disisi lain Jaeden mengumpat histeris.


Tak sangka jika orang – orang Putra jauh lebih banyak dari yang ia kira, yang bahkan keberadaan mereka sebelumnya tidak sampai Jaeden Kira dan juga lihat.


Selain prediksinya dengan mengerahkan beberapa orang dalam satu truk untuk menyerang Putra dan kawanannya itu salah, setelah disadari Jaeden jika orang – orang yang ia kerahkan begitu kurang.


Kesialan lain lagi yang Jaeden kutuk karena mengira orang – orangnya Putra adalah yang ia lihat saat di hotel saja. Namun nyatanya tidak. Orang – orang Putra lebih banyak dari itu, bahkan sangat banyak dengan senjata yang lebih canggih dari orang – orangnya.


Jaeden pun terdesak.


Lagi.



Namun begitu, tetap Jaeden tidak mau membiarkan dirinya kembali berada dalam tangan Putra. Dan Jaeden yang sudah di bukakan borgolnya oleh orangnya itu kemudian mendorong satu anak buahnya agar bisa melesak ke dalam mobil kecil yang akan ia tumpangi untuk kabur.


Lalu Jaeden mengambil alih kemudi, dengan mendorong keluar supir mobil yang sudah tidak bernyawa.


Jaeden sudah siap melajukan mobil untuk keluar dari dalam mansion Kingsley Smith karena gerbangnya sudah terbuka lebar, namun saat suara Putra terdengar lantang mengatakan satu hal yang membuatnya terkejut setengah mati, Jaeden urung melajukan mobil yang telah ia kuasai.


“I KNOW WHAT YOU HIDE IN SAINT BEES ( AKU TAHU APA YANG KAU SEMBUNYIKAN DI SAINT BEES )!” teriak Putra. “GO AND RUN. THEN YOU’LL HEAR THE NEWS OF A BOY FROM SAINT BEES WITH NO HEAD. AND YA, YOUR BIOLOGICAL SON THAT WHAT I MEAN  ( PERGI DAN LARILAH. MAKA KAU AKAN MENDENGAR BERITA TENTANG SEORANG BOCAH LELAKI DARI SAINT BEES TANPA KEPALA. DAN YA, ANAK KANDUNGMU YANG KUMAKSUD )!”


✴✴✴✴✴✴✴


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2