LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 21


__ADS_3

Happy reading.....


********************


Author’s POV


Anthony sudah terlelap pulas setelah Putra menjemputnya di gudang saat bocah itu bersembunyi dengan tiga pengurus Villa yang bekerja padanya.


Setelah beberapa lama akhirnya dia bisa menenangkan Anthony hingga bocah itu dapat terlelap, setelah Putra membersihkan diri Anthony dan mengganti pakaiannya.


Addison tak lama juga menyusul Putra ke kamarnya untuk melihat dan menyapa Anthony, namun bocah itu sudah keburu terlelap.


Dan informasi yang menimpa Anthony dari Putra membuat Addison sangat geram pada Jaeden. Bagaimanapun dia sudah bekerja pada Rery sejak Anthony baru lahir.


Jadi Addison menyayangi Anthony sama seperti rekan – rekannya yang lain yang tak hanya bekerja sebagai bawahan Rery namun juga sudah dianggap keluarga oleh Rery dan Madelaine.


Addison, seperti halnya Putra dan rekan – rekannya yang lain sudah bersumpah pada diri mereka sendiri untuk membalas dendam atas kematian Rery dan Madelaine. Semakin benar – benar rasa ingin menghancurkan Jaeden dengan segera, setelah tahu kekejaman lain yang Jaeden lakukan pada Anthony.


Namun sesuai rencana. Ditambah mereka sudah berpindah tempat, dan mereka harus kembali membangun semuanya dari awal.


Keinginan untuk membalas dendam pada Jaeden terpaksa harus sementara mereka redam, sampai dirasa mereka punya cukup kekuatan untuk benar – benar menghancurkan Jaeden, termasuk para sekutunya.


Author’s POV off


**


Putra dan Addison sudah turun ke lantai bawah untuk bergabung bersama Damian, Bruna, Garret dan seorang pria yang dikenali Putra dan tiga sahabatnya yang tinggal di Villa sebagai Manajer Restoran yang mereka sambangi kemarin setelah mengantar Anthony periksa ke Rumah Sakit.


Pria itu ternyata adalah tangan kanan Addison yang memang ditempatkan untuk mengawasi dan memastikan keberadaan Putra di kota tersebut sejak Addison selesai mengurus segala hal setelah ia melangsungkan pemakaman Rery dan Madelaine. Setelah juga mengurus segala aset Rery yang berada di Ravenna agar


tetap ditempatnya, namun menyamarkan kepemilikannya.


“Anth was sleep already?. (Anth sudah tidur?)” Tanya Damian saat Putra dan Addison datang bergabung dengan mereka.


“Yes, he is. (Iya, dia sudah tidur)”


Putra menjawab Damian lalu mengambil tempat disalah satu tempat disamping Garret. Dan Addison duduk disamping Bruna .


Putra dan Damian saling lirik melihat interaksi Addison dan Bruna yang nampak mesra dihadapan mereka. Lalu keduanya geleng – geleng sembari terkekeh kecil.


“So how long this kind of ‘loving’ happen, hem?. (Jadi sudah berapa lama hal tentang ‘mencintai’ ini terjadi, hem?)”


Gantian Addison dan Bruna yang terkekeh kecil.


“Hide it very well, huh?. (Menyembunyikannya dengan sangat baik, ya?)” Ledek Damian.


“We just try to be professional. (Kami hanya mencoba untuk profesional)” Sahut Addison.


“Cih!”


Putra berdecih kemudian mereka tertawa bersama.


“Rery knows about us. (Rery tahu tentang kami)” Ucap Bruna.


“Hem, even Madelaine (Madelaine juga)” Tambah Addison.


Ah Rery... Madelaine ...

__ADS_1


Mendengar dua nama itu wajah Putra menjadi berubah sendu.


Putra kemudian menoleh ke arah figura dimana ada lukisan besar Rery, Madelaine dan Anthony selain beberapa lukisan diri masing – masing dari Rery, Madelaine dan Anthony.


Termasuk juga foto – foto kebersamaan Putra dan orang kepercayaan Rery yang lain. Baik yang saat ini sedang berkumpul di Villa maupun yang sudah tewas bersama Rery. Putra menoleh pada Addison setelah ia melihat dengan sendu dan getir dalam hatinya lukisan bahagia Rery bersama anak dan istri yang amat dicintai oleh pria itu.


“Their ... funeral ... (Pemakaman ... mereka ...)”


Putra merasakan cekat di tenggorokannya.


“You give the best for them? (Apa kau memberikan yang terbaik untuk mereka?)”


Putra menatap Addison.


“Of course Putra. Of course. (Tentu Putra. Tentu saja)” Jawab Addison sembari menarik sudut bibirnya.


Putra manggut – manggut.


“Rery and Madelaine were buried in the Mansion’s back yard. (Rery dan Madelaine dimakamkan di halaman belakang Kediaman)”


“....”


“A lot of people at Ravenna helped me (Banyak orang di Ravenna yang membantuku)”


“Blessed them. (Diberkatilah mereka)”


“And Haig, Yann, Clarence also our men who same killed?. (Dan Haig, Yann, Clarence serta orang – orang kita yang sama terbunuh?)”


“Yann, Haig and Clarence were also buried at the Mansion. Others were buried in the land behind Mansion. For them who were not have any family at Ravenna. But others who have, I returned them to their family”


“....”


“Compensation also I give to their family. The rest of the money,  I donate it to two Social Foundations at Ravenna. (Aku juga memberikan kompensasi pada keluarga mereka. Sisa uangnya, aku sumbangkan ke dua Yayasan sosial di Ravenna)”


Putra, berikut yang lainnya selain Addison manggut – manggut.


“Thanks a lot Ad. (Terima kasih banyak Ad)” Ucap Putra mewakili Damian, Bruna dan Garret juga.


“My duty Putra, as Rery’s family (Tugasku Putra, sebagai keluarganya Rery)” Sahut Addison. “Each of us has our own duty (Masing – masing dari kita sudah punya tugas sendiri). And the most important is, all of you can save Anthony (Dan yang paling penting adalah, kalian semua bisa menyelamatkan Anthony)”


“You sold all Rery’s assets at Ravenna and others? (Kau menjual seluruh aset Rery di Ravenna dan sekitarnya?)” Tanya Damian.


“Out of Ravenna, yes. But some I save at Ravenna include Mansion (Di luar Ravenna, iya. Tapi beberapa yang ada di Ravenna aku simpan termasuk Kediaman)”


“....”


“Rery already prepare everything, and the people he choose to ‘take care’ of the choosen asset were picked by himself (Rery sudah mempersiapkan segalanya, dan orang – orang yang terpilih untuk ‘menjaga’ asetnya itu dipilih  sendiri oleh Rery)”


“Sure they were trusted?. (Apa mereka benar – benar dapat dipercaya?)”


“Very. Rery never wrong with his assesment (Sangat. Rery tidak pernah salah menilai orang). Putra know it very well, right Putra? (Putra tahu itu dengan sangat baik, benar kan Putra)”


“Yes. I know every person that Rery choose. They are very trusted. We really can count of them, while we start to build everything from here”


“(Iya. Aku tahu setiap orang yang Rery pilih. Mereka amat sangat dapat dipercaya. Kita bisa mengandalkan mereka sementara kita mencoba membangun semuanya kembali dari sini)”


Mereka yang bersama Putra manggut – manggut. “Sure that Jaeden will never know we are here? (Yakin kalau Jaeden tidak akan pernah tahu kita disini?)” Tanya Garret.

__ADS_1


“No, he won’t. He foxy but stupid!. He will never thinking about this place nor this country. He doesn’t even know about Asia”


“(Tidak, dia tidak akan. Dia licik tapi bodoh!. Dia tidak akan pernah sampai berpikir ke sini ataupun negara ini. Dia bahkan tidak tahu tentang Asia)”


“What make you so sure? (Apa yang membuatmu sangat yakin?)”


“There is a sentence, ‘Check your blanquet before sleep’ (Ada kalimat yang mengatakan, ‘periksalah selimutmu sebelum kau tidur’)”


Putra yang menyahut pertanyaan Damian pada Addison.


“You mean we have someone near Jaeden at England?. (Maksudmu kita punya orang yang berada dekat Jaeden di Inggris?)”


“Close. Not only near. (Sangat dekat. Tidak hanya dekat)”


“I see (Begitu)”


Damian pun manggut – manggut. Dia sudah paham maksud ucapan Addison kalau ada orang mereka yang ditempatkan dan sudah menyusup sebagai salah seorang kaki tangan Jaeden.


“When Jaeden heard that Yanni was killed, he directly came to Messina. Then order our men to found out who killed Yanni and burn his Mansion into ashes"


"(Saat Jaeden mendengar kalau Yanni telah terbunuh, dia langsung datang ke Messina. Lalu memerintahkan orang kita itu untuk mencari tahu siapa yang membunuh Yanni dan membakar kediamannya sampai menjadi abu)”


“....”


“I told him to tell Jaeden it is Putra who did that to Yanni. Then he remember about Putra. Like I said he stupid. He just counting on money and the power of reign he had from it”


“(Aku yang menyuruhnya untuk bilang pada Jaeden kalau Putralah yang melakukan itu pada Yanni. Barulah kemudian dia mengingat Putra. Seperti yang kubilang dia bodoh. Dia hanya bergantung pada uangnya dan kekuatan akan kekuasaannya dari itu)”


“Rery’s money. Now it’s Anth (Uangnya Rery. Sekarang milik Anthony)” Sela Putra.


“Hmm, no need to worry. He just can use money inside Kingsley Mansion or free asset that has no certificate if he wants to sell itu. But seventy persen of Kingsley Smith wealthy, he can’t do anything with that, without Rery’s will”


“(Tidak perlu khawatir. Dia hanya bisa menggunakan uang yang berada dalam Kediaman Kingsley ataupun beberapa aset bebas jika ia mau menjualnya. Tapi tujuh puluh persen kekayaan Kingsley Smith, dia tidak bisa melakukan apa – apa pada itu tanpa surat wasiat Rery)”


“He already realized that the paper of Rery’s will on his hand is fake?. (Dia sudah menyadari kalau berkas surat wasiat Rery yang berada ditangannya itu palsu?)”


“Hahahaha! I wish I can see his face when he knows that fact! (Aku berharap kalau aku bisa melihat wajahnya saat ia menemukan fakta itu)” Addison terbahak.


Putra dan sisanya terkekeh.


“But still, we need to be patience. To make a beautiful payback. (Tetapi tetap, kita perlu harus bersabar. Untuk membuat pembalasan yang indah)”


“Can he try to make a fake of Rery’s will?. (Apa dia bisa memalsukan surat wasiat Rery?)”


“No. Rery was already enlist his will to the party concerned. Each already has a copy of it. Italy, Ravenna even England. (Tidak. Rery sudah mendaftarkan surat wasiatnya pada pihak yang terkait. Masing – masing sudah


mendapatkan salinannya. Italia, Ravenna bahkan Inggris)”


“....”


“Jaeden power not that big to disturbing those concerned parties. (Kekuatan Jaeden tidak sampai sebesar itu untuk mengganggu pihak – pihak terkait tersebut)”


“But he won’t give up just like that. (Tapi dia tidak akan menyerah begitu saja)”


*


To be continue ......*

__ADS_1


__ADS_2