LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 173


__ADS_3

Happy reading....


‘I’m afraid Anth can have his trauma if he’s in the deep water.... ( Aku takut Anth kembali mengalami traumanya jika ia berada di air yang dalam ) ....’


Pikiran itu yang terbersit di kepala Putra hingga ia membatin khawatir.


Putra yang sedang tepekur itu kemudian sedikit terkesiap saat ia merasakan sentuhan lembut di lengannya.


“Putra....”


Gadis yang menyentuh lengan Putra.


Putra menoleh dan langsung mengulas senyuman.


“Sudah selesai? ...” Tanya Putra.


“Sudah. Anthony mau langsung memakai celana renangnya biar nanti dia tidak repot katanya”


Putra pun langsung mendengus geli mendengar penuturan Gadis barusan.


“Let’s go Papa! ( Ayo Papa! )”


Gadis sebenarnya ingin bertanya pada Putra.


Tapi Anthony sudah muncul dengan riangnya, menarik Gadis dan Putra untuk berjalan dengan cepat bersamanya menuju area kolam renang hotel.


***


“Alright put your clothes here ( Baiklah letakkan pakaianmu disini ), Anth....” Ucap Putra pada Anthony saat ia dan keluarganya sudah sampai di area kolam renang hotel yang berada di bagian atap hotel tersohor di Ibukota tersebut.


“Okay Papa!”


Anthony menyahut cepat dan mulai menanggalkan pakaiannya sendiri sampai menyisakan hanya celana renangnya saja, dimana para ayah angkatnya yang lain terkecuali Putra sudah mulai juga menanggalkan pakaian mereka dan sama halnya seperti Anthony, mereka sudah memakai celana renang mereka.


“Pakaian renang seperti apa yang kamu pakai?”


Putra bertanya pada Gadis yang membantu Anthony merapihkan pakaian bocah tampan tersebut, untuk disampirkan di sandaran kursi kolam renang.


“Kenapa memangnya?...”


Gadis malah balik bertanya.


“Aku tidak akan membiarkanmu mengenakannya jika itu terlalu terbuka”


Putra memberikan penegasan.


“Yang namanya baju renang ya pasti terbuka, Putra... Kalau tertutup ya piyama .....”


Gadis berkelakar, dan Putra mendengus geli.


“Aku tidak pakai pakaian renang...”


Gadis berujar.


“Kenapa?”


“Selain aku memang tidak punya, aku juga tidak bisa berenang ...”


Gadis menjawab pertanyaan Putra, dimana Anthony masih berada bersama mereka, karena bocah tampan tersebut sedang menikmati segelas jus buah.


“Tapi kamu pernah mengatakan padaku jika kamu tidak takut air saat kita di pantai waktu itu? ...” Tukas Putra dan Gadis manggut-manggut.


“Aku memang tidak takut air, tapi tidak bisa berenang juga ...”


Gantian Putra yang manggut-manggut selepas mendengar penuturan Gadis.


“Can I go to swim now Papa? ( Boleh aku berenang sekarang Papa? )”


Anthony yang sudah menghabiskan setengah gelas jus buahnya menginterupsi.


“Anth!”


Disaat dimana suara Damian terdengar memanggil Anthony, sembari melambaikan sekali tangannya pada bocah tampan tersebut.


“Alright, be careful hem? ( Baiklah, hati-hati hem? ) ...” Ucap Putra yang langsung dijawab dengan anggukan antusiasnya Anthony.


Lalu Anthony pergi mendekat pada Damian, dan melakukan pemanasan dengan Damian juga Garret dan Addison, sebelum masuk ke kolam renang.


Sementara Bruna tidak terlihat akan ikut berenang meski dia sudah terlihat memakai atasan yang bahannya seperti baju renang yang dipadukan dengan celana pendek.


“Kamu tidak ikut berenang, Putra?...” Tanya Gadis.


“Iya, sebentar lagi...”


Putra menyahut sambil menanggalkan kaos santainya.


Hingga terpampanglah dada bidang dan beberapa undakan yang seperti dipahat dengan sengaja di perut Putra. Membuat Gadis tanpa sadar menelan salivanya sendiri.


Meski sudah cukup dibilang sering melihat tubuh bagian atas Putra, bahkan tubuh Putra secara keseluruhan tanpa sehelai benang pun, tetap saja Gadis akan hilang fokus jika Putra sudah shirtless seperti sekarang ini.


Meski tubuh Damian, Garret dan Addison sama atletis nya dengan tubuh Putra, tapi bagi Gadis, tubuh Putra adalah yang paling menggoda untuknya.


“Jangan tebar pesona” Ucap Gadis pada Putra yang sudah berdiri hendak mendekati Anthony dan tiga ayah angkatnya yang sudah hendak turun ke kolam renang.

__ADS_1


***


Hari sedang tidak terlalu panas di Ibukota saat ini.


Bahkan langit di atas atap hotel cenderung terlihat mendung.


Jadi mereka yang sedang menikmati suasana di area kolam renang sebuah hotel paling tersohor di Ibukota itu, tidak buru-buru untuk berada di area kolam renang.


“You’re not coming? ( Kau tidak turun? )”


Garret bertanya pada Putra yang hanya berjongkok saja di pinggir kolam renang, meski sudah tidak memakai atasan.


“Later ( Nanti )”


“Come, Papa! ( Ayo, Papa! )”


Anthony menarik lengan Putra, saat ia hendak masuk ke dalam kolam renang.


Putra mengulas senyuman.


“I want to run around this area first, then I will join in with you Anth ( Aku mau lari mengitari area ini dulu, baru nanti aku akan bergabung denganmu Anth )”


Anthony mengangguk.


“Be careful ..... ( Hati-hati ) ...”


“Yes, Papa! ( Iya, Papa! )”


“Don’t bring him to the middle Ad ( Jangan bawa dia ke tengah Ad )”


“Okay”


“I can swim, if you forget Papa! ( Aku bisa berenang, kalau Papa lupa! )”


Anthony yang mendengar ucapan Putra pada Addison saat ia sudah masuk ke dalam kolam renang meski masih dipinggiran itu, segera menyambar.


“I know...... it’s just... ( Aku tahu.... hanya saja..... )”


Putra menggantungkan ucapannya, dan Anthony nampak menunggu Putra meneruskan kata-katanya.


“It’s just, what Papa? ( Hanya saja, apa Papa? )”


“Never mind Anth ( Bukan apa-apa Anth ). Just be careful Okay? ( Berhati-hatilah saja oke? )”


Putra berucap, dan Anthony kembali mengangguk.


***


“Hey you guys, take a break for a while to take some drinks and snacks!.... ( Hey kalian, beristirahatlah sejenak untuk minum dan memakan camilan! ... )”


Sementara dua casanova, yakni Damian dan Garret sudah memisahkan diri dari tiga orang yang berada di dalam kolam renang dekat Bruna saat Putra sudah ikut bergabung, dan mengambil alih untuk menemani dan menjaga Anthony di kolam renang.


Damian dan Garret sedang tebar pesona pada dua gadis muda yang berada di kolam renang pada bagian ujung yang agak jauh dari tempat istirahat mereka, dan sepertinya dua gadis muda tersebut juga merupakan tamu hotel dan merupakan seorang inlander seperti mereka.


“Seems that Anth okay .... ( Sepertinya Anth baik-baik saja .... ) Looks like he don’t have any trauma of deep water ... ( Ia terlihat tidak trauma pada air yang dalam .... )”


Addison berujar pada Putra, saat Anthony sudah terlebih dahulu dibantu naik oleh Putra untuk istirahat sebentar. Putra pun mengangguk, mengiyakan ucapan Addison barusan.


“And I’m glad for it .... ( Dan aku senang karenanya.... )”


Lalu Putra dan Addison pun ikut keluar dari kolam renang dan kembali bergabung bersama Gadis dan Bruna, juga Ramone yang baru saja menyusul mereka ke area kolam renang.


***


“I want to swim again!...... ( Aku ingin berenang lagi!..... )”


Anthony masih nampak berenergi untuk kembali berenang di kolam renang hotel tersebut.


Mereka yang sedang bersama Anthony kompak tersenyum melihat Anthony yang nampak ceria dan bersemangat itu.


Saking bersemangatnya, Anthony meneguk dengan cepat jus buah miliknya sampai habis dan menghabiskan sepotong sandwich dengan cepat.


***


“No Anth, later. Take a break for a little bit while.... ( Tidak Anth, beristirahatlah sebentar lagi... ) Beside, it’s been so long you haven’t swim, your body could be cricked if you pushed it ... ( Lagipula, kamu sudah lama tidak berenang, tubuhmu bisa pegal-pegal nanti jika kamu paksakan )”


Putra berucap untuk menahan Anthony yang sudah berjalan sendiri ke arah kolam renang, padahal dia dan Addison masih duduk-duduk mengobrol dengan Bruna, Ramone dan Gadis.


“I’m good ( Aku baik ), Papa!” Anthony bersikukuh, namun Putra segera menggeleng.


Anthony pun mencebik.


“Anth, you go inside the pool when me and Padre also go inside there..... just a few minute more okay? ( kamu masuk ke dalam kolam saat aku dan Padre juga masuk kesana ... sebentar lagi ya? )”


Putra membujuk Anthony yang sedang melayangkan protes kecil lewat cebikan nya itu, karena belum diperbolehkan kembali masuk ke kolam renang olehnya. Dan Anthony bergeming pada bujukan Putra.


“But Daddy Dami and Daddy Garret are there ... ( Tapi Daddy Dami dan Daddy Garret ada disana ... )”


Anthony menunjuk pada dua orang yang disebutkannya barusan, yang nampak sudah selesai menggoda dua wanita yang mengenakan pakaian renang yang seksi.


“See they are swimming here, and I can swim with them while you and Padre take a break ( Lihat mereka sedang berenang kesini, dan aku bisa berenang bersama mereka sementara Papa dan Padre beristirahat )”


Anthony dengan ke-kukuhan-nya. Dan Putra nampak mendengus, sembari geleng-geleng.

__ADS_1


‘Tsk!’


Putra kemudian berdecak dalam hati.


“Okay Papa?”


Anthony berucap dan sekilas saja melihat pada Putra lalu meneruskan langkahnya untuk masuk ke dalam kolam renang.


“Slowly Anth ( Pelan-pelan Anth ) ...”


Putra mengingatkan Anthony yang berjalan cepat untuk masuk ke dalam kolam renang.


“Hey Anth!”


Putra berseru setengah panik, saat Anthony menceburkan diri dengan loncat dari pinggir kolam.


Membuat semua orang juga menjadi setengah panik karenanya.


Putra bahkan bangkit dengan cepat dari duduknya untuk mengejar Anthony.


“I’m okay Papa!.... See?.... I can swim okay?????.... ( Aku baik-baik saja Papa! .... Lihat? .... Aku bisa berenang oke???.... )”


“Haish, Aaantttthh .....” Desis Putra.


Sembari Putra juga geleng-geleng pada kelakuan bocah tampan itu saat ini, yang tidak paham betapa Putra mengkhawatirkannya, karena over protektif padanya.


“Don’t you worry Papa!.... ( Papa tidak perlu khawatir! ) ....” Seru Anthony.


Putra kembali menggelengkan kepalanya, melihat Anthony yang sudah berada di dalam kolam itu sembari bergerak-gerak agar mengapung.


Damian dan Garret sudah mendekat ke tempat Anthony berada dan Putra kembali tenang.


***


Putra kembali lagi ke tempat duduknya karena saat ini sudah ada Damian dan Garret yang menemani dan menjaga Anthony di dalam kolam renang.


Dua pria itu tak nampak ingin naik dan beristirahat, jadi ya Putra tenang sudah karena Anthony tak berenang sendirian.


“Let’s dive Dads! ( Ayo menyelam Dad! )”


Anthony yang tampak bersemangat itu terdengar berseru riang pada Damian dan Garret.


“Let’s dive and swim over there! ( Ayo menyelam sambil berenang kesana! )” Seru Anthony, sembari menunjuk ke ujung kolam renang yang satunya, dengan badannya yang bergerak-gerak untuk mengapung di air.


“Better not!.... ( Sebaiknya jangan! )....”


“One two three!!!!! ( Satu dua tiga!!!! )”


Anthony nampak tak mengindahkan larangan Garret karena bocah tampan itu sudah menyelam, hingga mau tidak mau Damian dan Garret mengikuti Anthony.


“Hahaha ....” Tawa riang Anthony kemudian terdengar saat Damian yang sempat menangkap Anthony, mengangkat tubuh bocah tampan itu ke udara.


“Come, let’s go up! ( Ayo, kita naik! ).... I think it’s enough for now ( Aku rasa sudah cukup berenangnya untuk sekarang ) ....”


Damian mengajak Anthony untuk mengakhiri sesi berenang campur bermain mereka di dalam kolam renang karena sudah cukup rasanya.


“Just a little bit more Daddy Dami! .... ( Sebentar lagi Daddy Dami! )....” Rajuk Anthony.


Namun sebelum Damian menjawab, Anthony sudah kembali menyelam. Membuat Damian dan Garret geleng-geleng.


Damian dan Garret tetap di posisi mereka saat Anthony menyelam.


Berpikir Anthony hanya menyelam didekat mereka saja.


Tapi Anthony tidak muncul-muncul ke permukaan.


“Anth!!!” Damian dan Garret segera memekik, dan segera menenggelamkan diri mereka.


Membuat perhatian mereka yang di pinggir kolam teralih ke arah kolam renang sampai mereka berdiri.


Damian dan Garret tak menemukan Anthony di air kolam dekat mereka.


Hingga mereka tersentak saat sudah menyelam dan melihat tubuh Anthony yang nampak menggelepar dan luruh menuju dasar kolam, di bagian tengah kolam renang yang paling dalam, karena lantai kolam renang tersebut berbentuk undakan, dan membentuk ceruk di tengahnya.


“Anth!!!”


“Anthony!!!”


Suara pekikan dari tempat beristirahat pun terdengar, saat tubuh Anthony sudah berada di permukaan air, dimana Garret sudah mengangkat tinggi-tinggi tubuh Anthony ke udara.


“Anth!!!”


“Anthony!!!”


Putra dan mereka yang bersamanya kembali memekik sembari berlari ke arah sisi yang berlawanan dari tempat mereka berada, saat melihat tubuh Anthony yang diangkat Garret, kemudian di berikan pada Damian yang sudah memposisikan dirinya lebih dulu di pinggir kolam untuk menerima tubuh Anthony dari Garret.


Rasa takut menyelimuti Putra dan lainnya, karena Anthony nampak tak sadarkan diri saat ini.


Sungguh Putra dan kesemuanya takut, jika apa yang pernah menimpa Anthony di Ravenna saat bocah tampan itu ditenggelamkan oleh Jaeden dalam perairan dermaga hingga Anthony sampai koma dan trauma, akan  terjadi lagi pada bocah tampan kesayangan mereka itu.


“C’mon Anth.... ( Ayolah Anth ) ....” Lirih Putra dan kesemuanya saat Damian sedang memberikan pertolongan pertama untuk menyadarkan Anthony yang sudah nampak lemas dan pucat itu.


***

__ADS_1


To be continue....


Enjoooyyyy


__ADS_2