LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 301


__ADS_3

Happy reading ...


⬛⬛⬛


Bandung, West Java, Indonesia ...


“I’ve got a nightmare ( Aku mimpi buruk ) -----“ Gadis berucap lirih, diantara khawatir dan rasa tidak enak pada tiga orang yang muncul tergopoh ke kamarnya dan Putra itu.


Dimana ketiga orang tersebut datang dengan tergopoh setelah samar-samar mendengar teriakan Gadis, saat mereka sedang duduk di ruangan depan ruang kerja dalam Villa mereka.


Namun Bruna, Addison dan Ramone kemudian mengulas senyuman selepas Gadis berucap. Dimana ketiga orang tersebut sudah bisa menebak apa yang membuat Gadis bermimpi buruk hingga sampai histeris dalam tidurnya.


“About Putra ( Tentang Putra )?”


“Yes....” jawab Gadis atas pertanyaan Bruna.


“.......”


“It was so horrible ( Mimpi yang sangat buruk ) –“


Gadis yang sudah melepaskan pelukannya pada Anthony itu kemudian tertunduk dengan perasaan yang tak menentu dalam hatinya.


“I’m.... afraid.... it’s, a bad hunch ( Aku.... takut.... itu, adalah sebuah firasat buruk )”


Gadis tergugu dan melirih. Namun Ramone, Bruna dan Addison tersenyum.


Bruna kemudian meraih dagu Gadis yang sedang tertunduk itu agar berhadapan dengan wajahnya.


“Don’t think too much ( Jangan berpikir macam-macam )....”


“Bruna benar,” timpal Ramone. “Jangan berpikiran negatif.”


“Iya, Vader—“


Gadis menoleh dan menyahut pada Ramone.


“Aku hanya sangat khawatir hingga jadi paranoid.”


“Aku mengerti perasaanmu itu My Dear—“


Ramone mengusap lembut puncak kepala Gadis.


“Kamu tidak perlu khawatir, karena kami sudah mendapat kabar dari Inggris.”


“Benarkah Vader?!—“


“Yes My Dear. Putra, Dami, Garret dan semua yang bersama mereka, semua dalam keadaan baik—“


Ramone menjawab Gadis dengan tatapan kasih pada menantunya itu, sambil terus mengusap lembut puncak kepala Gadis.


“Syukurlah—“


“Jadi kamu berhenti merasa khawatir ya?”


Gadis pun mengangguk selepas mendengar ucapan Ramone.


“Iya Vader.... Sekarang aku sudah bisa merasa tenang....” sahut Gadis.


Ramone yang gantian mengangguk selepas mendengar ucapan Gadis.


“Sekarang kembalilah beristirahat....”


“Iya Vader....”


“Alright then, we’re also will get rest ( Baiklah jika begitu, kami juga akan pergi beristirahat )”


Bruna bersuara seraya ia bangkit dari duduknya.


Gadis mengangguk. “Forgive me once again for shocking all of you ( Sekali lagi aku minta maaf telah mengagetkan kalian )....”


“Don’t mention that ( Sudahlah tak perlu begitu )”


Addison yang menyahut seraya ia tersenyum pada Gadis, lalu memeluk Anthony dan mengecup kening bocah tampan tersebut.


“Good night Prince ( Selamat malam Pangeran )” ucap Addison, dimana Bruna dan Ramone juga melakukan hal yang sama seperti Addison pada Anthony.

__ADS_1


“Good night Padre, Madre, Opa.”


Anthony berucap kepada tiga orang yang ia sayangi itu, selayaknya ia menyayangi orang tua angkatnya yang lain.


Tiga orang itupun tersenyum lebar pada Anthony.


“Selamat malam Gadis..” ucap Ramone pada Gadis.


“Selamat malam Vader,” balas Gadis.


“Good night Gadis,” ucap Addison dan Bruna.


“Good night Ad, Bru..” balas Gadis pada Addison dan Bruna.


****


Gadis kembali mengajak Anthony untuk melanjutkan tidur mereka yang terganggu karena kehisterisan Gadis tadi, selepas kepergian Ramone, Bruna dan Addison dari kamarnya dan Putra.


“Mama..” panggil Anthony kala Gadis sedang merapihkan kembali bantal tidurnya, agar bocah tampan itu bisa merasa nyaman kembali saat melanjutkan tidurnya.


Gadis pun segera menyahut.


“Yes Anthony?..”


Sambil Gadis tersenyum hangat.


“I’m about a little bit to sleep I guess now.”


( Sepertinya aku sedikit sulit tidur sekarang )


“Is it because you are hungry?”


( Apa karena kamu lapar? )


Anthony menggeleng pada Gadis.


“But a little bit, I think yes ( Tapi sepertinya, sedikit iya )?” kata Anthony kemudian dan Gadis terkekeh.


“Anthony.. Anthony..” kekeh Gadis yang sekaligus merasa gemas pada bocah tampan itu.


“May I ask for a glass of milk and some cookies ( Bolehkah aku minta segelas susu dan beberapa potong kue kering ), Mama?” pinta Anthony dan Gadis segera mengangguk.


Anthony tersenyum lebar.


“Te,rima kasih, Mama!” ucap Anthony antusias.


Gadis pun juga tersenyum lebar dan mengangguk.


“Sama-sama, Anthony –“ sahut Gadis sambil ia beringsut dari tempat tidur.


****


“You want to go with me or stay here ( Kamu mau ikut denganku atau mau tinggal )?” tanya Gadis pada Anthony, saat ia hendak mengambilkan susu dan beberapa kue kering untuk Anthony sesuai permintaan bocah tampan tersebut tadi.


“Go with you ( ikut denganmu )!”


Anthony menjawab dengan antusias.


Gadis pun mengulas senyumannya.


“Ayo kalau begitu ....”


****


Gadis mengajak Anthony keluar dari kamarnya dan Putra dengan perlahan.


“Quiet, okay ( Pelan – pelan, ya )? ....”


Gadis mengingatkan, dan Anthony mengangguk sambil ia dan Gadis bergandengan.


Gadis menempatkan telunjuk di bibirnya, ketika ia dan Anthony telah keluar dari kamarnya dan Putra.


Anthony pun mengikuti gerakan Gadis yang menempatkan telunjuk di bibirnya, lalu ia terkikik tanpa suara, ketika ia dan Gadis akan sampai di tangga yang dapat langsung terhubung ke dekat dapur.


“I know ( Aku tahu ) ...”

__ADS_1


Sebuah suara tertangkap oleh telinga Gadis dan Anthony saat keduanya telah mencapai tangga.


“......”


Seperti dikomandoi, Gadis dan Anthony sama – sama menahan langkah mereka yang tadinya hendak menuruni tangga.


“We can’t tell Gadis and Anthony about that now ( Kita tidak dapat memberitahukan Gadis dan Anthony tentang hal itu sekarang ) ...”


Mendengar sayup – sayup nama mereka disebut, Gadis dan Anthony kemudian saling lempar tatap tanpa suara.


Lalu tetap tanpa saling melempar kata selain tatapan - Gadis dan Anthony seolah juga dikomandoi, kaki mereka yang tadinya hendak ke dapur, kini sama – sama tergerak ke arah sumber suara.


“Hu’um, since I’m sure that Gadis is pregnant, then thing that  Putra got shot, better should we keep for a while from Gadis and Anth ( Hu’um, karena aku yakin jika Gadis sedang hamil, maka hal tentang Putra yang tertembak, baiknya kita simpan dulu dari Gadis dan Anth )”


“Pa – Pa ..”


Ketika seseorang yang berbicara itu adalah Bruna - dimana ia sedang berada di ruang kerja Villa yang pintunya terbuka itu, selesai bicara, sebuah suara kecil yang melirih pun terdengar.


“Got, shot ( Ter, tembak )??”


“Anth!” Bruna, Ramone dan Addison sama – sama terkejut dengan keberadaan Anthony dan Gadis yang kemunculan keduanya, tidak Bruna, Ramone dan Addison duga sebelumnya. “Gadis ..”


“Benarkah, itu? ..” Gadis tergugu dengan matanya yang nampak mulai berkaca-kaca. “Apa –“ ucap Gadis,


“N-o ..” namun Gadis tak jadi melanjutkan ucapannya, karena lirihan Anthony kemudian kembali terdengar.


Anthony menggeleng dengan wajah tak percaya dan pandangannya nampak mulai nanar.


“Anth –“


“Anthony –“


Empat orang dewasa yang sedang bersama Anthony itu berbarengan memanggil si bocah tampan yang matanya juga nampak berkaca-kaca dan ia yang sudah tidak lagi bergandengan dengan Gadis nampak semakin nanar.


“Pa-Pa cannot be shot ( Papa tidak boleh tertembak ) –“


“Anthony –“ panggil Gadis pada Anthony yang terus mundur perlahan.


Ramone, Bruna dan Addison sama memanggil Anthony dengan lembut dan was-was seperti Gadis.


****


“N-o ..”


Gurat kekhawatiran mulai muncul di wajah Gadis, Ramone, Bruna dan Addison melihat Anthony yang melirih lagi, dengan bias wajahnya yang mulai pucat.


“Anthony ..” panggil Gadis dengan mengulurkan tangannya untuk menyentuh Anthony.


“Anth ..” Ramone, Bruna dan Addison pun sama.


“No-please-No ---“ ratap Anthony.


“Anth ..”


“Pa-pa cannot be-dead .. like Dad-dy and Mom-my ( Pa-pa tidak boleh-meninggal .. seperti Dad-dy dan Mom-my ) ---“


“Anthony ---“


“N-o ..”


Anthony kembali melirih dan meratap dengan air matanya yang sudah turun.


Membuat ke empat orang dewasa yang ada di dekat bocah tampan tersebut kian khawatir.


“Hey, An ---“


“NOOOO!!! ..”


Addison yang sudah berada di dekat Anthony itu hendak membawa bocah tampan tersebut dalam pelukan untuk menenangkan, namun nyatanya Anthony keburu berteriak.


"PAPA CANNOT BE DEAAAD ( PAPA TIDAK BOLEH MENINGGAAALL )!!! .."


“ANTHONY!”


“ANTH!”

__ADS_1


****


To be continue ...


__ADS_2