LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 269


__ADS_3

Happy reading..


**********


London, England.....


“Maybe we can find some things or information inside.”


“(Mungkin kita dapat menemukan sesuatu atau informasi di dalam)”


Damian berkata pada Putra yang sedang nampak menimbang – nimbang.


Tiiinnn.


Namun sebelum Putra memberika jawabannya pada Damian, sebuah suara klakson mobil mengalihkan perhatiannya, berikut Damian dan Jules yang spontan menoleh ke arah mobil yang membunyikan klakson tersebut.


“Oh damned, that Gaines (Oh sial, itu Gaines ) ..” gumam Damian setelah suara klakson dari mobil yang ditumpangi oleh Garret dan Devoss ia dengar, dan membuatnya juga Putra sontak menoleh ke arah mobil tersebut.


Dimana setelah Damian dan Putra berikut Jules yang spontan menoleh itu, melihat Devoss menunjuk samar ke satu arah. Lalu ketiga orang yang berada dalam mobil yang sama itupun kembali sama-sama menoleh pada arah yang ditunjuk samar oleh Devoss yang sedikit membuka kaca mobil di sampingnya.


Bahkan Devoss hanya menampakkan jari telunjuknya sekilas sambil mobil yang ditumpanginya berlalu, melaju melewati mobil yang ditumpangi oleh Putra, Damian, berikut Jules sebagai supirnya.


Namun begitu, kode dari Devoss yang singkat itu, tertangkap gerakan berikut maksudnya oleh Putra dan Damian, termasuk juga Jules. Jadi ketiga orang itu spontan menolehkan kepala mereka ke arah yang di tuju oleh telunjuk Devoss.


Dan saat melihat pada arah tersebut, sontak Damian serta Putra menjadi sedikit terkejut. Karena pada arah yang ditunjuk samar oleh Devoss tadi, ada seseorang yang mereka kenal, dan tampak memperhatikan ke arah mobil yang ditumpangi oleh Putra dan Damian.


Berikut Jules yang mengemudikan mobil tersebut. Damian nampak sedikit khawatir selain was-was.


“Is he notice us? (Apa dia memperhatikan kita?)..”


Damian bertanya sambil membetulkan duduknya yang tadi agak menyorong ke depan.


Namun berbeda dengan Damian yang nampak khawatir dan sedikit was-was, Putra terlihat tenang saja-selain datar ekspresi.


“He won’t notice that is us inside here (Dia tidak akan memperhatikan jika kitalah yang ada di dalam mobil ini), Dami..” ucap Putra.


“But he seeing to us (Tetapi dia melihat ke arah kita)..” tukas Damian.


“Maybe he just wondering about this car which he never saw before (Mungkin dia hanya berpikir jika mobil ini tampak asing baginya)” pungkas Putra.


“Hemm-“


Damian berdehem.


“Beside this car glasses is very dark from outside (Lagipula kaca mobil ini sangat gelap dari luar)”


“Ah ya!”


Damian pun mengiyakan ucapan Putra.


“Just keep going in this speed (Tetap melaju pada kecepatan ini), Jules,” titah Putra pada anak buahnya yang mengemudikan mobil yang ia dan Damian tumpangi itu.


“Yes, Boss (Iya, Bos) ..” jawab Jules dengan sigap.


*


“You’re right, he didn’t really notice us (Kau benar, dia nyatanya tidak terlalu memperhatikan kita)”

__ADS_1


Damian yang memperhatikan arah di belakang mobil dari kaca jendelanya itu berucap, setelah mobil bergerak menjauhi tempat mereka melihat seorang bernama Gaines yang mereka kenal.


“Go back to the first casino (Pergi kembali ke kasino yang pertama), Jules.” Putra kembali memberikan titah pada Jules.


“Yes, Boss.”


Jules menyahut dengan sigap seperti biasa.


“Are we going in at there? (Apa kita akan masuk kesana?)” tanya Damian.


“Yes.”


“Any information about that Chicago Guy, whether he is already here or not (Ada informasi tentang Pria Chicago itu, apakah dia sudah ada disini atau belum)?”


“I’m not sure about that, Sir (Aku tidak yakin mengenai hal itu, Tuan)” Jules menyahut.


“Thom said to me that he was already sent to watch that another mot*erf*k*er movement (Thom mengatakan padaku jika ia telah mengirim seseorang untuk mengawasi pergerakan satu keparat yang lain itu)---“ tukas Putra.


“Is that man know that we are coming here now?. Regarding the disturbances because of the blizzard at Salisbury that can make any call (Apa pria itu tahu kita datang kesini sekarang?. Karena ada gangguan selepas badai di Salisbury yang menyebabkan tidak dapat membuat panggilan telepon)”


“Hopefully it was already back to normal while we’re getting here (Semoga saja itu sudah kembali normal saat kita sedang mengarah kesini)”


“Ya hope so (semoga saja seperti itu)” tanggap Damian atas ucapan Putra barusan.


“Even we’re not meet that man, or he didn’t recognize us, I still want to get in (Meskipun kita tidak bertemu dengannya, atau dia tidak mengenali kita, aku tetap akan masuk)”


“And if that that another mot*erf*k*er was here already in fact\, and now he’s in his casino (Dan jika pada kenyataannya si keparat satu lagi sudah ada disini\, dan saat ini dia ada di kasinonya itu)?—“


“I’m still getting in (Aku akan tetap masuk)” sambar Putra.


“Don’t you worry if he recognize you, because it won’t impossible if Jaeden already told him about you and maybe already showed your picture to that Chicago Man (Kau tidak khawatir ia mengenalimu, karena bukan sesuatu yang tidak mungkin jika Jaeden telah mengatakan tentangmu padanya dan mungkin saja sudah menunjukkan gambarmu juga pada Pria Chicago itu)”


“Why (Kenapa)?..” tukas Putra. “Are you afraid (Apa kau takut)?”


Putra berseloroh dan Damian pun sontak terkekeh.


“I’m sorry for interrupting, Mister Putra, Mister Damian (Maaf memotong pembicaraan anda, Tuan Putra, Tuan Damian)—“


“It doesn’t matter (Tidak masalah), Jules---“ sahut Putra. “What is it?”


“About the man that Mister Thomas sent to watch the Chicago Guy (Tentang pria yang Tuan Thomas kirim untuk mengawasi Pria Chicago itu)-----“


Jules pun segera menjawab.


“I know where to find him (Aku tahu dimana menemukannya)”


Jules lanjut berkata kemudian.


“Good then (Bagus kalau begitu)”


Putra menyahut dan tersenyum tipis.


“Let’s meet him and hear some of information (Ayo bertemu dengannya dan mendengar beberapa informasi)”


“Yes Boss.”


*

__ADS_1


“Sir.” Sapa seorang pria yang masuk bersamaan dengan Jules ke dalam mobil dimana ada Putra dan Damian dalam kursi penumpang belakang.


Mobil yang ditumpangi oleh Damian dan Putra itu, diparkirkan oleh Jules di dekat sebuah bangunan tempat tinggal yang berjejer disampingnya, tak seberapa jauh dari kasino yang rencananya hendak Putra masuki.


Dan dibelakang mobil mereka, adalah mobil yang ditumpangi oleh Devoss dan Garret di dalamnya berikut dua anak buah mereka.


“This is Revel, Sirs (Ini Revel, Tuan-Tuan) –“


Jules lalu memperkenalkan pria yang masuk bersamanya ke dalam mobil pada Putra dan Damian.


“He’s the one that Mister Thomas sent to watch the Chicago Guy (Dia adalah orang yang Tuan Thomas tugaskan untuk mengawasi Pria Chicago itu)”


Lalu Jules memperkenalkan Putra dan Damian kepada pria bernama Revel itu, setelah sebelumnya Jules memberitahukan pada Revel tentang dua Tuannya tersebut.


“What an honor to meet both of you, Mister Putra, Mister Damian (Sebuah kehormatan dapat bertemu dengan anda berdua, Tuan Putra, Tuan Damian)” sapa Revel pada Putra dan Damian, sambil ia memiringkan tubuhnya.


Revel juga memberi hormat pada Putra dan Damian dengan anggukkan kepalanya. Putra dan Damian menanggapi dengan baik sapaan dari pria bernama Revel pada mereka itu. “Now tell me what you got (Sekarang katakan pada kami, apa yang kau dapat), Revel.”


Dan tanpa berbasa-basi lagi, informan yang bernama Revel itu pun memberikan setiap informasi yang ia dapat selama dalam tugasnya.


Putra dan Damian mendengarkannya dengan seksama, setiap ucapan Revel yang berisikan informasi tersebut. Informasi yang tak hanya mengenai seorang pria yang Putra dan kawanannya sebut sebagai Pria Chicago, namun juga tentang beberapa hal lain.


“He just came last night, and come through to his place at NC, then left there with anger-I guess. Seeing how the way his face look like (Dia baru saja datang kemarin malam, dan langsung pergi ke tempatnya di NC, lalu langsung pergi dengan sangat marah-Dalam pendapatku. Melihat bagaimana raut wajahnya saat ia datang kesana)”


Putra sontak menyungging miring saat Revel berbicara barusan.


“Then he just came here after (Lalu dia datang kesini setelahnya)—“


“Heemm.” Putra berdehem, dengan masih mendengarkan secara seksama setiap ucapan Revel.


“And still there until few minutes ago (Dan masih disana sampai dengan beberapa menit yang lalu)---“


Revel masih lanjut bicara dikala Putra berdehem singkat sambil manggut-manggut itu.


“And seems he has some kind of private party tonight, because I saw some of people was convey to a kind of special room apart from the crowded casino side.”


“(Dan sepertinya dia mengadakan sebuah pesta tertutup malam ini, karena aku melihat beberapa orang digiring ke sebuah tempat yang sepertinya adalah ruang khusus terpisah dari bagian kasino yang ramai)”


“I see..”


Putra kembali manggut-manggut, berikut Damian.


“My partner is still inside to find out every person who were convey to that special room (Partner-ku masih didalam untuk mencari tahu setiap orang yang digiring ke ruangan spesial itu)”


Putra dan Damian kembali manggut-manggut.


“I want to get in then. Can I just step in, or I they do running ‘only members’ who can get in (Aku ingin masuk. Apa aku dapat masuk seperti itu saja, atau mereka menerapkan peraturan ‘hanya anggota’ yang dapat masuk)?” kata Putra seraya bertanya.


“If you have money to gambling, then you’re free to get in, Sir. Different than a casino which belong to his partner names Jaeden (Jika anda memiliki uang untuk berjudi, maka anda bebas untuk masuk, Tuan. Berbeda dengan kasino milik rekannya yang bernama Jaeden)”


“Is he around at his casino (Apa dia ada disekitar kasinonya ini)?” Putra bertanya lagi pada Revel. “Looking around (Berkeliling)?..” Putra sambung bertanya, dan Revel mengangguk.


“Yes he was. He quite often get close to his guest who play in his place if he’s being around  (Iya. Dia sering berkeliling untuk mendekati tamu-tamunya yang bermain di tempatnya itu, jika dia sedang ada di tempat )”


“I see –“


“So, still want to get in and put away the risk if he knew you (Jadi, masih ingin masuk dan mengenyampingkan resiko jika dia mengenalimu)? ---“

__ADS_1


**


To be continue ...


__ADS_2