LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 323


__ADS_3

Happy reading ...


England,


“Damned (Sial)!”


Putra dan Garret spontan mengumpat pelan, kala mereka telah hampir sampai ke tempat mereka masuk untuk mengendap, yang mana tempat itu adalah lorong rahasia yang tidak diketahui siapapun dalam Mansion Kingsley Smith sampai dengan saat ini, karena begitu tersembunyi, hingga tidak akan ada yang mengira jika ada tempat rahasia di sana.


“We need to vanish them fastly-Because if not they’re from inside could see us here (Kita perlu menyingkirkan mereka dengan cepat- Karena jika tidak mereka yang dari dalam akan melihat kita disini)...” bisik Putra pada Garret, karena ada dua orang pengawal Jaeden yang menjadi hambatan bagi keduanya untuk keluar dari Mansion Kingsley Smith melalui titik tersembunyi mereka.


Putra berkata begitu pada Garret, karena memang ia mendengar langkah kaki yang akan menuju area tempat mereka berada sekarang itu.


Hal itu disadari Putra, karena ada bunyi alas sepatu yang menyentuh lantai semen di bawahnya, dan Garret juga mendengarnya.


“Hey, both of you (kalian berdua)“


Garret berbicara pada kedua orang yang nampaknya sedang mencuri waktu untuk merokok itu, setelah ia dan Putra berbicara dengan pandangan mata sesudah Putra berbisik padanya untuk sebuah tindakan cepat.


“All people were busy and both of you smoking here (Semua orang sedang sibuk dan kalian berdua malah merokok disini), huh?..”


Garret berbicara tajam pada kedua orang itu namun dengan nada suara yang rendah.


Dan dua pengawal yang sedang merokok itu, langsung dengan spontan membuang rokok mereka ke tanah.


“Sorry, but this our break time (Maaf, tapi ini waktu istirahat kami)” salah seorang dari dua pria pengawal itu menjawab Garret, sambil pria yang menjawab Garret itu serta temannya nampak mengernyit memperhatikan Garret yang meskipun pakaian Garret sama dengan mereka, namun di mata kedua orang tersebut wajah Garret nampak asing.


“Hold your break, cause both of you are needed inside (Tunda istirahatmu, karena kalian berdua dibutuhkan didalam)”


Garret berbicara cepat, sambil sesekali ia melirik ke arah belakangnya.


Berjaga -jaga jika ada orangnya Jaeden lain yang datang dari arah yang berlawanan, meskipun ada Putra yang mem-back-up-nya.


“Oh, okay.” Kedua pekerja Jaeden itupun mengiyakan ucapan Garret dan menegakkan tubuh mereka untuk berjalan ke area dalam mansion.


“Check the pool, it was consider that an intruder inside this place. I’ll check this side (Periksa area kolam renang, karena dicurigai ada penyusup di tempat ini. Aku akan periksa bagian sini)” Garret berkata lagi pada dua pekerjanya Jaeden tersebut.

__ADS_1


“Okay.”


Dua pekerja mansion sebagai bodyguard Jaeden itu menyahut pada Garret.


“Hey.”


Belum sampai dua langkah, dua orang bodyguard itu berjalan, Garret memanggil mereka lagi.


Dimana kedua bodyguard yang dipekerjakan oleh Jaeden itu langsung menghentikan langkah mereka dan berbalik lagi menghadap Garret.


Dan tepat disaat itu, Garret yang sudah menyiapkan pistolnya dan memposisikan dirinya tepat berhadapan pada satu bodyguard, menembakkan satu peluru dari pistol miliknya yang berperedam itu tepat ke jantung bodyguard yang paling dekat dengannya-sambil Garret membekap mulut si bodyguard.


Sementara bodyguard satu lagi yang sama tidak memiliki kesempatan untuk membela diri-karena langsung ditangani oleh Putra, disaat yang sama sewaktu Garret menangani yang satunya.


***


Putra dan Garret sama-sama menggunakan pistol berperedam hingga tak ada suara yang menggema saat pelurunya dimuntahkan.


Lagipun, Putra dan Garret sama-sama menempelkan ujung senjata mereka yang telah ditambahkan alat peredam itu ke pakaian dua pria yang kini sudah tak bernyawa.


Jadi  eksekusi yang Putra dan Garret lakukan pada dua bodyguard dalam Mansion Kingsley Smith yang dipekerjakan oleh Jaeden itu begitu sunyi.


“...........”


Sambil masing-masing menyeret dua bodyguard mansion yang sudah tak bernyawa itu, Putra dan Garret bergerak serempak untuk bersembunyi di balik sebuah dinding yang berada tak jauh di dekat mereka.


Putra dan Garret langsung dengan cepat merapatkan punggung mereka ke dinding tersebut, setelah menyandarkan dua jasad disamping mereka.


“...........”


Lalu Putra dan Garret kembali lagi menyiagakan pistol berperedam mereka, kala suara yang tadi samar, mulai sedikit mendekat.


“Where’s that two guy?.. They usually get here at their break time (Mana dua orang itu?.. Biasanya mereka kesini saat waktu istirahat mereka)” terdengar suara sedang bercakap masih cukup berjarak dari tempat Putra dan Garret bersembunyi.


“Maybe they’re go outside (Mungkin mereka pergi keluar)” Satu suara terdengar lagi.

__ADS_1


Putra dan Garret tetap siaga di tempat mereka.


Agar jika dua orang itu menjadi sangat dekat dengan mereka, Putra dan Garret dapat dengan cepat menghabisi keduanya, seperti dua bodyguard Jaeden yang sebelumnya.


“Clear (Aman)” Putra berucap pelan, saat kedua bodyguard lain yang tadi bercakap di area yang sama-namun cukup berjarak darinya dan Garret, tak melanjutkan langkah mereka untuk menjadi kian dekat dengan tempat Putra dan Garret berada.


Garret mengangguk. “Leave them here? (Tinggalkan mereka disini?)”


“Hem,” sahut Putra.


Lalu Putra dan Garret bergerak cepat untuk pergi dari tempat mereka untuk mencapai titik tersembunyi tempat mereka masuk ke Mansionnya Kingsley Smith tadi, setelah dua bodyguard yang tadi sempat ada-dirasa telah menjauh dari sana.


Tak ada kecurigaan situasi yang dibuat Putra dan Garret saat menghabisi dua bodyguard Jaeden yang sebelumnya. Karena selain menggunakan pistol berperedam, tembakan mereka yang tepat di jantung dua bodyguard yang telah tewas itu, tidak membuat adanya cipratan darah yang berceceran.


“Even maybe quite long that two guy were found, still we should move very fast away from here (Walaupun kemungkinan besar akan lama dua pria itu ditemukan, kita tetap harus bergerak cepat menjauh dari sini)” ucap Putra, yang langsung diangguki oleh Garret. Ketika keduanya telah sampai ke titik tersembunyi tempat mereka masuk.


“Sir’ (Tuan)”


Putra dan Garret mengangguk samar, ketika salah seorang anak buahnya yang tadi menyertainya saat berangkat dari markas langsung menyambangi dan menyapa kedua tuannya itu saat keduanya telah ia lihat dalam pandangan.


“Back to hive, Sir? (Kembali ke markas, Tuan?)” tanya anak buah Putra dan Garret tersebut pada dua tuannya itu.


“Yes (Iya)” ucap Putra setelah ia dan Garret masuk ke dalam mobil yang sebelumnya mereka berdua tumpangi.


Setelahnya mobil bergerak maju dan mulai berjalan, pandangan Putra tertuju ke arah kanannya, dimana ada Mansion Kingsley Smith yang terlihat dalam pandangan Putra meskipun agak jauh.


‘Just a little bit moment Rery, I will make everything that should be yours, become Anth’s behave your name (Hanya sedikit lagi Rery, aku akan membuat semua yang seharusnya menjadi milikmu, akan menjadi milik Anth, diatas namamu)’ batin Putra, sembari ia menyungging miring menatap pada Mansion Kingsley Smith.


“What is it (Ada apa)?-“


“Nothing (Bukan apa-apa)” Putra menanggapi pertanyaan Garret dengan cepat. “Just can’t wait for tomorrow (Hanya tidak sabar menunggu besok)”


***-


To be continue ...

__ADS_1


Terima kasih masih setia baca sampai dengan episode ini, dan terima kasih juga buat dukungan kalian yang memberikan Like, Comment, plus Vote dan Hadiah.


Loph Loph ...


__ADS_2