
Happy reading .....
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
Indo,
“Tentu, aku akan mengampunimu seperti yang aku katakan tadi.”
Ucapan Putra di hadapan dua orang perempuan yang bisa dikatakan adalah tawanannya. Hanya saja tawanannya itu tidak ditempatkan pada sebuah ruang tertutup, melainkan dua orang perempuan yang adalah ibu dan saudari tiri Gadis itu kini berada dalam tawanan Putra di suatu ruang terbuka namun jauh dari keramaian.
“Tapi hanya mengampuni untuk memberikan kematian yang cepat untukmu, bukan mengampuni nyawamu dan anak perempuanmu yang menjijikkan ini.”
Dan ucapan Putra yang satu itu tercetus pada ibu tiri Gadis yang sudah dibukakan sumpalan mulutnya, dengan ujung pisau Putra yang disentuhkan ke leher ibu tiri Gadis.
Ibu tiri Gadis membeku kelu pada posisinya, meskipun sumpalan mulutnya telah dibuka.
Wanita itu tidak berani berteriak, karena sebelum sumpalan mulutnya oleh seorang pria yang tadi menahan tubuhnya untuk terus bersimpuh sambil menekan bahunya --- atas perintah Putra, ibu tiri Gadis sudah lebih dulu mendapatkan ancaman dari Putra yang mengatakan agar ia dan anak perempuannya bisa bekerjasama dengan Putra.
Yang mana ibu tiri Gadis paham, kalau maksud ucapan Putra adalah agar dia atau anak perempuannya tidak berteriak meminta tolong setelah sumpalan mulut mereka di lepas.
Karena ancaman dari Putra, adalah pria itu akan membunuh dirinya atau anak perempuannya itu macam hewan yang disembelih. Yang mana tentu saja membuat ibu tiri Gadis mengikuti ucapan Putra untuk bekerjasama untuk tidak berteriak meminta pertolongan setelah sumpalan mulutnya dibuka.
Ibu tiri Gadis itu bahkan tidak berani untuk menelan ludah, akibat ujung pisau Putra yang menempel di lehernya.
Pun lirihan ibu tiri Gadis begitu ia tahan pada Putra yang nampak dingin menatapnya, setelah mengucapkan kalimat yang membuat ibu dan saudari tiri Gadis menjadi takut bukan main --- saking ia takut pisau Putra akan mengenai lehernya.
“Am – ampuni .. kami, Tuan .. kami .. akan melakukan apapun, yang Tuan minta ..”
Ibu tiri Gadis akhirnya memberanikan diri bersuara, namun dengan kehati – hatian. Wanita itu mengiba, menampakkan wajah yang begitu memelas dalam ketakutannya.
Selain berusaha meyakinkan Putra kalau dia akan melakukan apapun yang Putra minta.
Dimana ibu tiri Gadis berpikir, jika dia benar – benar patuh pada Putra sekarang ini, maka Putra berubah pikiran untuk membunuhnya, kemudian tidak jadi melakukan hal itu pada dirinya dan anak perempuannya.
****
Hanya saja itu harapan ibu tiri Gadis. Yang mana harapan itu hanya kosong saja adanya. Karena Putra memang sudah bertekad untuk membiarkan wanita itu hidup berikut juga anak perempuan kandungnya, karena atas perbuatan keduanya, Putra jadi harus kehilangan bakal calon anak pertamanya dan Gadis yang membuat bahagia Putra begitu membuncah ketika tahu jika Gadis sedang hamil --- dan Putra begitu menanti sampai tiba nanti anaknya dan Gadis lahir ke dunia.
Tapi karena perbuatan ibu dan saudari tiri Gadis, Putra harus kehilangan kebahagiaannya yang akan memiliki seorang anak dari Gadis itu.
Yang mana, jika menurut laporan salah satu anak buahnya, ibu dan saudari tiri Gadis telah mengakui jika mereka yang membuat Gadis sampai terjatuh dari tangga lantai dua villa Putra dan keluarganya.
Belum lagi, ada momok jika Putra dan Gadis tidak akan bisa memiliki anak darah daging mereka sendiri --- karena ada gangguan di rahim Gadis yang disebabkan juga dari hasil perbuatan ibu dan saudari tiri istri Putra itu, kini Putra rasa akan intens membayangi hari – harinya ke depan.
****
“Aku tidak perlu meminta apapun padamu. Yang aku mau kau hanya menjawab pertanyaanku. Maka aku akan memberikan kompensasi kematian yang mudah dan cepat untukmu dan anak perempuanmu yang menjijikkan ini. Itu pun jika jawabanmu memuaskanku.”
Ucapan Putra pada ibu tiri Gadis yang memohon ampun padanya sembari memberikan penawarannya pada Putra.
“Am – ampuunn .. Tuaan .. ja – ngan bunuh kami .. saya mohoon .. sa – saya sudah mengakui dosa – dosa saya dan Madya pada anak buah Tuan tadi .. ka – mi sudah meminta maaf pada Gadis .. kami bertobat, Tuan –“
“Heh! Bertaubat. Haha! –“
****
Tawa Putra terdengar, namun tawanya berkesan mengerikan.
Karena tawa Putra itu terdengar dipaksakan. Pun hanya sekejap saja.
Dimana didetik berikutnya tawa Putra lenyap.
Lalu wajah dingin Putra yang kini terlihat, dengan rahang yang terlihat sempat mengetat sambil ia memandang dengan tajam ibu tiri Gadis yang terus memohon sembari menangis.
“Kalau kau dan anak perempuanmu yang menjijikkan ini sudah bertaubat, lalu mengapa kau membuat istriku meminum teh yang sudah kau campurkan dengan bahan – bahan yang bisa merusak tubuh istriku, hah?! ..”
****
“A – pa? –“
“Kau dan anak perempuanmu ini memberikan teh yang sudah kalian campurkan dengan bahan – bahan perusak pada istriku untuk mencelakainya bukan?! –“
“Ti – dak –“
“Percuma kalian menyangkal –“
“Tu – an –“
“Aku sudah mendapatkan bukti kuat bahwa kalian telah meracuni istriku hingga dia terjatuh dari tangga bahkan membuatnya keguguran.”
“Tu – an, kami –“
“Dan hal itu sudah kalian lakukan sejak lama sekali –“
“....”
“Meracuni istriku ..”
****
Putra yang menukas terus ucapan ibu tiri Gadis yang tergugu nampak gugup itu, memandangi wanita tersebut dengan dingin, pun tajam. Aura mendominasi dari Putra begitu menguar.
“Dan aku dapat menebak, jika kalian memiliki andil pada kematian ayah dari istriku,” ucap Putra lagi sambil ia menajamkan pandangannya ke arah ibu dan saudari tiri Gadis yang kemudian nampak menelan ketat saliva mereka.
“Ti – tidak, Tuan, a – ayah Gadis memang pu – punya penyakit serius –“
“Cih! kalian dapat membodohi istriku. Tapi tidak diriku,” potong Putra.
“Ka – mi –“
“Sekarang katakan padaku,”
Putra kembali memotong ucapan ibu tiri Gadis.
__ADS_1
“Siapa diantara kalian yang telah mendorong istriku hingga ia terjatuh dari tangga?”
“....”
“Salah satu diantara kalian? atau bahkan kalian berdua yang bersama mendorongnya?”
Putra lanjut bertanya, saat ibu dan saudari tiri Gadis bungkam dan nampak saling tatap khawatir satu sama lain.
“Kuberi kalian waktu 10 detik untuk menjawab, maka aku akan menghabisi kalian dengan cara yang cepat sampai kalian tidak sadar jika kalian sudah mati.” tambah Putra. “Tetapi Jika aku tidak menerima jawaban dalam masa itu, aku akan membuat kalian merasakann kesakitan yang teramat di setiap detik menjelang kematian kalian.”
Putra memberikan penawaran pada ibu dan saudari tiri Gadis. Dimana penawarannya itu tidak ada yang dirasa kedua wanita tersebut menguntungkan mereka. Putra lalu mulai menghitung.
****
“Tujuh .. delapan .. sembilan .. sepuluh. Waktu kalian habis .. siapa yang ingin ‘pergi’ lebih dulu? –“
“AMPUUN TUAN .. Tolong ampuni kamii –“
“Lalu memberikan kalian kesempatan untuk mencoba membodohi dan mencelakai istriku lagi? –“
“Tidak Tuan! Kami tidak akan berani!” tukas ibu tiri Gadis dengan cepat. “Pen – penjarakan saja kami .. atau .. atau .. Tuan bebaskan kami, dan kami janji akan pergi jauh dari sini .. iya .. begitu saja Tuan .. kami juga janji akan tutup mulut tentang apa yang Tuan lakukan pada kami sekarang ..”
“Kau pikir aku takut jika kalian memberitahukan tindakanku sekarang ini pada orang – orang diluar sana?” cetus Putra.
Kemudian Putra tersenyum miring.
“Aku tidak takut sama sekali meski kalian pergi ke kantor polisi dan mengadukanku yang menawan kalian ini.” Lalu Putra berkata dingin setelahnya.
Sambil Putra menatap penuh remeh pada ibu dan saudari tiri Gadis secara bergantian.
****
“Tetapi tentu, kalian tidak akan memiliki kesempatan itu.” Putra berucap lagi dengan dinginnya.
“Am – ampuunn Tuaann –“
“Karena tidak satupun dari kalian mengajukan diri, maka biar aku yang memilih,” sambar Putra yang mengabaikan permintaan mohon ampun ibu tiri Gadis yang bahkan sudah menempelkan tubuhnya pada kaki Putra.
Andai tangannya tidak terikat, wanita itu pasti sudah akan memeluk kuat – kuat kaki Putra untuk memohon atas sebuah pengampunan. Dan tidak akan melepaskan kaki Putra itu sebelum ia mendapat jaminan tidak dibunuh oleh Putra.
Ibu tiri Gadis bahkan menyentuhkan kepalanya di kaki Putra. Sementara Putra menyeringai saja di tempatnya, melirik pada apa yang sedang dilakukan ibu tiri Gadis itu.
“Kau saja yang pertama kalau begitu.“
Alih – alih ibu tiri Gadis mendapatkan pengampunan dari Putra, wanita itu malah menjadi target Putra yang pertama.
“TIDAK! JANGAN TUAAN!”
Dimana rintihan mengiba dengan sangat ketakutan langsung terdengar keras dari mulut ibu tiri Gadis setelah mendengar ucapan Putra barusan --- yang atas kode dari Putra, dua anak buahnya kemudian menarik tubuh wanita itu hingga sedikit menjauh dari Putra dan tidak lagi menempel kaki suami Gadis itu.
****
Putra sudah akan mengayunkan pisaunya ke arah leher ibu tiri Gadis. Namun sebelum pisau putra sampai ke leher wanita itu, suara seruan kencang terdengar dari belakang Putra.
Membuat Putra dan orang – orang yang bersamanya, spontan menoleh ke sumber suara.
Dimana keterkejutan tampak di wajah orang – orang yang menoleh ke sumber suara yang berseru meminta berhenti saat Putra tengah akan mengeksekusi ibu tiri Gadis, termasuk juga Putra sendiri.
Putra hanya terkejut sesaat.
“Haish ..” Lalu Putra langsung mendengus setelahnya.
****
“Berhenti Putra.”
Gadis lah orang yang berseru dan membuat Putra menghentikan niatnya untuk mengeksekusi ibu tiri istrinya itu.
“GADIS!”
Dan seruan langsung terdengar dari mulut ibu tiri Gadis yang melihat kedatangannya itu.
“Tolong ibu sama Madya Gadis ..” lalu ibu tiri Gadis memohon seraya meminta bantuan pada Gadis yang sudah berhadapan dengan Putra.
“Aku mohon ..” Gadis melirih kemudian. Sambil Gadis melirik ke arah ibu dan saudari tirinya itu. Lalu menoleh dengan cepat ke arah Putra seraya ia melirih setelah dengan tergesa ia mendekat pada Putra yang memandang pada istrinya itu tak habis pikir.
****
“I’m sorry Putra.”
Bruna yang ada juga di belakang Gadis lalu angkat suara, dikala Putra kemudian melirik ke arahnya.
“She just run like that and threaten will get outside villa then will find you by herself if none of us want to take her to your place now, and I can’t be rude to her ( Dia lari begitu saja dan mengancam akan keluar dari villa lalu pergi sendiri mencarimu jika tidak ada satupun diantara kami yang bersedia mengantarnya ke tempatmu berada sekarang, dan aku tidak bisa berlaku kasar padanya )”
****
Putra hanya menjawab Bruna dengan anggukan sekali kepalanya.
Yang mana anggukkan Putra itu bermakna tak apa, selain ia paham maksud perkataan Bruna yang tidak ingin mengasari Gadis. Lalu Bruna memundurkan sedikit dirinya setelah Putra mengangguk padanya.
“Jangan lakukan itu, Putraa. Jangan bunuh merekaa,” lirih Gadis lagi. “Suruh saja mereka pergi dari kota ini .. jauh dari kita .. atau .. jika memang mereka melakukan perbuatan jahat, kamu .. kamu bisa menuntut mereka –“
“Iya .. Gadis .. tadi Ibu –“
“DIAM KAU!” sergah Putra dengan keras saat ibu tiri Gadis menyambar bicara, menimpali ucapan Gadis.
“Putraa ..”
“Bukankah kamu mengatakan jika kamu ingin meninggalkanku?”
Putra baru bicara sambil ia menelisik wajah Gadis.
Dimana istrinya itu, sedang memandanginya dengan wajah memelas. Lalu berkata,
__ADS_1
“Aku mencintai kamu, Putra –“
“Begitupun aku padamu. Tapi kamu menantangku.”
Putra menukas ucapan Gadis.
“Maaf .. aku tidak bermaksud begitu .. aku hanya tidak ingin kamu .. maksudku .. bagaimanapun masa lalu kamu yang sudah pernah membunuh orang .. biarkanlah jadi masa lalu ..”
“Maka apa yang akan aku lakukan pada mereka pun akan menjadi masa lalu di esok hari,” jawab Putra sambil menunjuk pada ibu dan saudari tiri Gadis yang kembali mulai menangis tersedu - sedan.
“Tidak .. Putraa .. jangan lagi mengotori tangan kamu,” lirih Gadis kembali. Sambil ia memegangi tangan Putra yang sedang memegang sebuah pisau. “Aku akan patuh padamu ..” tambah Gadis. “Tapi aku mohon .. ampuni mereka ..”
“Kamu membantahku demi dua orang wanita ini yang bahkan memiliki andil atas kematian ayahmu –“
“A – apa maksud kamu, Putraa? –“
“Mereka –“
“Engga Gadis! Itu fitnah! –“
“KUBILANG DIAM! –“
“Ga tau suamimu ini kenapa bisa menyangka begitu –“
PLAK!
“PUTRA!”
Seruan Gadis meninggi saat Putra melayangkan tamparannya pada ibu tiri istrinya itu yang terus saja bicara padahal Putra sudah memperingatinya agar diam.
Membuat Putra menjadi sangat kesal sekarang, ditambah wanita itu menyangkal dan mencoba membodohi Gadis lagi dalam penilaian Putra berdasarkan apa yang sempat ia baca di raut wajah ibu tiri Gadis saat Putra melontarkan dugaannya tentang kematian ayah Gadis dimana ibu dan saudari tiri Gadis itu punya andil di dalamnya.
****
Putra langsung memalingkan dirinya dari Gadis dengan sempurna dan menghadap ke arah ibu tiri Gadis yang di sudut bibirnya ada darah yang keluar dari dalamnya. Tatapan Putra yang semula datar dan dingin kepada ibu tiri Gadis, kini nampak bengis.
“Kau masih berani mencoba membodohi istriku bahkan didepanku?” ucap Putra dengan geram kemudian. Sambil mengangkat tangannya yang memegang pisau.
“PUTRA!”
Gadis berseru dengan kencangnya lagi sambil dengan cepat ia berdiri di antara Putra dan ibu tirinya.
Membuat Putra spontan tangannya yang hendak mengayunkan pisaunya kepada ibu tiri Gadis jadi menggantung di udara.
“Aku akan membencimu seumur hidup kalau sampai kamu membunuh orang lagi!” seru Gadis kembali.
****
“Kamu membela orang yang telah mencelakaimu dan menghancurkan kebahagiaan kita –“
“Aku bukan membela mereka Putra –“
“Dam. Take this –“
“No, Dami ( Tidak, Dami )!”
Gadis menyerongkan tubuhnya -- pada Damian seraya berseru, saat Putra mengestafetkan pisau dari tangannya ke salah seorang saudara angkatnya itu.
Dimana Damian langsung mengangkat tangannya, dan memberikan pisau yang tadi diestafetkan Putra padanya kepada Devoss yang ikut serta bersama Gadis dan Bruna.
“Lepaskan ikatan mereka,” sambar Putra kemudian, dimana wajah Gadis yang tegang mulai perlahan mengendur. “Waktuku sudah banyak terbuang.”
****
“Te – terima kasih Putra,” ucap Gadis yang merasa lega dan sedikit mengurai senyuman. Lalu ia memeluk Putra yang datar saja wajahnya. Tanpa Putra memeluk Gadis kembali. Dan dimomen itu, Putra memandang pada ibu dan saudari tiri Gadis yang sedang dilepaskan ikatannya, namun belum dibiarkan pergi.
“Te – terima – kasih, Tuaan ..” suara ibu dan saudari tiri Gadis terdengar, dimana satu diantara mereka telah dipegangi oleh Damian. Lalu ada senyuman miring di wajah Putra yang tidak Gadis lihat. Dimana kemudian, Putra memegang lengan Gadis.
Membuat Gadis jadi spontan mendongak. “Ayo kita pulang –“
“Terserah ..” Putra berucap didetik yang sama Gadis mendongak dan bicara padanya. “Kamu membenciku seumur hidup aku tidak peduli ..”
“Putra?” Gadis sedikit heran dengan gumaman Putra yang memandanginya dengan datar. Dimana Putra langsung terus menggumam saat Gadis bersuara sambil memandanginya dengan heran itu.
“Tapi apa yang sudah aku putuskan, akan tetap seperti itu.”
****
“Mereka yang menghancurkan kebahagiaanku pantas mati ..”
“AAA!! ..”
“TIDAAAAKKK!! –“
“Silahkan saja kamu membenciku seumur hidupmu setelah ini.”
Putra berbisik pada Gadis yang menjadi lemas dan melorot di tempatnya setelah tanpa ia sadari, ibu dan saudari tirinya yang telah dilepaskan ikatan dan sumpalannya itu, dipegangi oleh Damian dan satu anak buah mereka yang tenaganya cukup besar dan dibawa ke bibir tebing yang bawahnya adalah sebuah jurang.
“Setidaknya aku puas menghabisi orang – orang yang sudah mencari masalah denganku, terlebih sudah membuat harapanku terbayang akan hancur ke depannya –“
“Kamu .. kejam .. Putra ..” rintih Gadis yang sudah terduduk lemas di tempatnya berdiri tadi, saat Putra sedikit menggeser lalu melepaskannya.
Kemudian Putra melesat cepat menendang ibu dan saudari tiri Gadis ke arah jurang dibelakang keduanya.
Dimana Damian dan satu anak buah mereka yang memegangi 2 wanita itu, telah tahu kode Putra lewat mata.
Yang mana setelahnya, Damian dan satu anak buah mereka mengendurkan pegangannya di ibu dan saudari tiri Gadis saat telah membaca pergerakan Putra yang sudah hendak menghabisi keduanya dengan cara di dorong keras ke jurang.
Putra tersenyum miring saja mendengar rutukan Gadis yang mengatakan jika dirinya kejam. Lalu Putra berkata lagi setelah ia yang sempat merunduk berbisik pada Gadis, kini telah menegakkan tubuhnya.
“Kejam? .. ini belum seberapa dari kekejaman yang dapat aku lakukan,” kata Putra dengan datar. “Akupun sanggup menjadi kejam padamu, jika kamu begitu mengecewakanku. Gadis ..”
♦♦♦♦♦♦♦♦
__ADS_1
To be continue ...