LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 337


__ADS_3

Happy reading..


England ....


“You all leave this place, right when my brother get out ( Kalian semua tinggalkan tempat ini, tepat setelah saudaraku keluar ) ....” ucap Putra pada tiga orang yang berada di depan pintu kamar hotel tempat Jaeden dan istrinya menginap itu, setelah Putra keluar dari sana dan menutup pintunya.


“Yes, Sir.”


Tiga orang yang hitungannya adalah anak buah Putra saat ini menyahut dengan sigap.


Lalu Putra melirik sejenak keadaan di dekatnya berdiri.


Kemudian menanyakan tentang dua orang Jaeden yang katanya sedang menuju ke tempat mereka saat Putra masih berada di dalam kamar hotelnya Jaeden tadi.


“We’re already ‘took care’ two of them, Sir ( Kami sudah ‘mengurus’ keduanya, Tuan )-“


“Hem.”


Putra hanya menyahut dengan deheman seraya ia manggut-manggut.


“They won’t be found fastly ( Mereka tidak akan ditemukan dalam waktu yang cepat )”


“Just make sure that you guys won’t let anything left on them that can lead the evidence to you, your Bos and especially to me and my brother ( Pastikan saja kalian tidak meninggalkan segala bukti yang mengarah pada kalian, Bos kalian dan terutama padaku dan saudaraku )”


“We will, Sir .... We did everything cleanly ( Pasti, Tuan .... Kami melakukan segalanya dengan rapi )” jawab salah seorang anak buah pria bernama Tommy itu dengan yakin.


Putra pun manggut-manggut lagi.


Lalu Putra meneruskan langkah yang terjeda sebentar, saat pintu kamar hotel tempat Jaeden menginap terbuka dan Garret nampak disana. Dimana tak lama Garret sudah mensejajarkan langkahnya dengan langkah Putra.


**


“Are you sure he will get our message ( Apa kau yakin dia akan mendapatkan pesan kita )?” ucap Garret yang sudah keluar dari dalam kamar hotel Jaeden dan istrinya itu, seraya ia bertanya pada Putra yang kini sedang berjalan bersisian dengannya.


Garret telah menyelesaikan tugasnya.


Dan kini-ia dan Putra telah berdiri di satu sudut hotel tempat mereka berada, sambil menatap pada satu titik dimana ada keramaian disana yang kiranya semacam seperti jumpa pers.


"He will ( Pasti dia akan melihatnya )-"


“What a big smile he had, heh ( Senyumnya lebar sekali, heh )?!” sinis Garret sambil matanya menatap jijik selain sinis pada seorang pria yang sedang menghadapi para jurnalis dihadapannya dengan tersenyum lebar.


“We’ll see if he can keep smiling after this ( Kita lihat saja apa dia masih dapat tersenyum setelah ini ) –“ sahut Putra, dengan ia juga memandang pada satu objek yang sama dengan Garret sambil menyungging miring.

__ADS_1


“It’s time ( Ini sudah waktunya ) ....”


Garret berucap ketika kerumunan itu kemudian hening dan orang-orang dalam kerumunan itu menoleh ke satu arah, dimana ada sudah ada Hizkia disana.


Dan Hizkia baru saja terdengar menginterupsi dengan lantang, orang yang sedang berbicara dengan wajah sumringah penuh percaya diri sambil menunjukkan beberapa hal kepada para jurnalis di depannya itu.


Putra mengangguk sebagai tanggapannya atas ucapan Garret sambil ia menggerakkan kakinya menuju titik kerumunan, dimana ada seseorang yang sangat ingin Putra ambil nyawanya dengan cara yang paling menyakitkan.


**


Sementara itu, disudut yang berbeda dari Putra dan Garret, sebelum mereka melangkahkan kakinya lebih dekat pada kerumunan orang yang berada di dekat satu pria yang berbicara di satu podium kecil.


“I would like to thank all of you who are be willing to come here and accept my invitation. Especially to all of you, decorous reporters and journalists ( Saya ingin berterima kasih pada kalian semua yang sudah bersedia datang kesini dan memenuhi undangan saya. Terutama pada kalian semua para wartawan dan jurnalis )-“


“He was full preparation, though ( Dia penuh persiapan juga, ya )?-“


Sementara itu, disisi lain yang tak begitu diperhatikan oleh pihak mereka yang berkerumun, ada Accursio dan Hizkia yang tatapannya sama mengarah ke satu titik yang sama.


Hizkia mendengus sinis selepas mendengar ucapan Accursio tadi.


“Kingsley Smith’s wealthy is uncountable ( Kekayaan Kingsley Smith tidak terhingga banyaknya ) –“


“Ya, you’re right ( Kau benar ) –“


“That’s why he working that hard recruit influential people here to be on his side behave on Kingsley Smith’s name.”


Hizkia berujar, dengan masih menatap pada titik yang sama sedari tadi ia dan Accursio perhatikan, sambil berjalan mendekat tanpa diperhatikan oleh mereka yang sibuk dalam kerumunan.


“What a very big name that late Rery’s family name ( Sungguh suatu nama besar yang keluarganya almarhum Rery miliki )”


Accursio lalu berkomentar.


“No wonder that foxies disposed to join him and helping him getting what that m*therfuck*r wants due what they can get from Kingsley Smith’s wealthy and leverage here ( Tidak heran jika orang-orang licik itu bersedia bergabung bersama dan membantu si keparat itu mendapatkan apa yang ia inginkan mengingat apa yang akan mereka dapat dari kekayaan dan pengaruh nama Kingsley Smith )”


“But everything he did until this far will be useless, also his hardworker will be replacing by an awful tortures to death ( Tapi semua yang telah dia lakukan sampai sejauh ini akan percuma , juga kerja kerasnya akan digantikan oleh siksaan yang mengerikan hingga sampai kematiannya nanti )“


Sebuah suara bernada rendah nan santai terdengar menginterupsi percakapan antara Accursio dan Hizkia itu, yang mana membuat keduanya sejenak menghentikan langkah mereka seraya menoleh ke sumber suara-dimana ada dua pria yang mereka kenal sedang berdiri santai di satu titik.


**


Sementara itu di tempat kerumunan,


Pria yang sedang berada di podium itu kini mulai berbicara nampak serius setelah sempat beramah-tamah menyapa mereka yang sedang berada disekelilingnya itu.

__ADS_1


Seseorang kemudian mendekat padanya, dan memberikan sebuah kotak yang merupakan sebuah koper kecil yang seukuran kertas berkas.


“Is that real doucuments? ( Apakah itu berkas-berkas yang asli )? ....”


Lalu suara seorang wanita yang berpenampilan seperti seorang jurnalis itu membuat perhatian semua orang yang ada didekat wanita tersebut tertuju padanya.


Dan wanita yang barusan bertanya itupun tersenyum santai memandang pada pria yang berada di podium dan nampak sedikit fokus memperhatikannya.


Sempat terlihat serius – pria yang mendominasi pembicaraan sedari tadi, namun kemudian ia mengulas senyuman di bibirnya.


**


Setelah tersenyum pria yang berdiri di podium sementara itu, kemudian berbicara. “Maybe you to get close here to see if this real papers or not? ( Mungkin anda mau mendekat kesini untuk melihat apakah berkas-berkas ini asli atau tidak? ) ....”


Sambil pria di podium itu tersenyum dan memandang pada jurnalis wanita yang melontarkan pertanyaan padanya tadi.


“I’m just asking, Sir ( Saya hanya bertanya, Tuan ) ....” tutur jurnalis wanita tersebut, menanggapi tawaran si pria podium.


“Then may I continue? ( Maka apa saya bisa melanjutkan? )” ucap pria yang berdiri di balik podium sementara tersebut, seraya ia tersenyum.


“Please,” sahut si jurnalis wanita mempersilahkan.


“What a big sorrow I had to what happened to my foster Dad, the great Kingsley Smith – and to some people who loyal on him which become victims by the mean people who slayed them inhumane, where’s my brother and his small family – Rery Christensen Kingsley Smith was also become the victim too.”


“( Sungguh saya sangat berduka atas apa yang menimpa ayah angkatku, Kingsley Smith yang hebat – dan pada beberapa orang yang setia padanya dimana mereka ikut menjadi korban kekejaman orang seorang yang membantai mereka tanpa perikemanusiaan, dimana saudara lelakiku dan keluarga kecilnya – Rery Christensen Kingsley Smith juga ikut menjadi korban )”


“Our condolonce, Sir ( Kami turut berbelasungkawa, Tuan )” ucap salah seorang wartawan yang kemudian diikuti juga dengan yang lainnya. Yang mana memang kematian Kingsley Smith dan orang – orang setianya itu adalah perbuatan orang yang tidak suka pada kesuksesan dan kebesaran nama Kingsley Smith – setidaknya rumor itu yang berkembang, begitu menggemparkan.


“Thank you. I appreciate that ( Terima kasih. Saya amat menghargainya )” tanggap si pria yang berdiri di balik podium sementara itu.


Lalu keadaan kembali pada pembahasan penerus dari Kingsley Smith oleh si ‘pria podium’ – sebut saja begitu, dengan dia yang menjelaskan siapa saja yang berhasil selamat dari teror yang katanya ulah musuh Kingsley Smith.


**


“Ah ya, Sir ( Ah iya, Tuan )-“


“Yes?..”


“I ever heard that Rery Kingsley Smith has a son ( Saya pernah mendengar jika Rery Kingsley Smith memiliki seorang anak laki – laki )?..”


“Yes he is. But I’m afraid that boy was gone already too ( Iya memang. Tapi sayangnya, anak itu sudah tiada juga )”


“Are you sure ( Apa kau yakin )?..”

__ADS_1


****


To be continue .....


__ADS_2