
Happy reading..
Indonesia
Mereka yang berada di Villa kini sudah meninggalkan ruang kerja, selepas Addison mencoba mencari tahu soal kabar Putra dan Garret di Belanda, di Kediaman Ramone tepatnya. Namun kabar yang didapat, membuat Anthony kecewa karena tidak bisa lagi berbicara dengan Putra dan membuat Gadis semakin menjadi khawatir karenanya.
Anthony yang kecewa itu tak ayal langsung cemberut dan merajuk. Dan tentu saja membuat para ayah dan ibu angkat yang sedang bersamanya di Villa berusaha keras untuk menghibur Anthony dengan segala cara. Termasuk Gadis yang meskipun ia sedang merasakan kekhawatiran dalam hatinya mengenai keselamatan Putra, tetap ikut menghibur dan membujuk Anthony agar tidak merajuk lagi.
Namun parahnya, Anthony berlari cepat menuju kamarnya dan mengurung diri disana.
“How about me and Madre make a chocolate cake for you ( Bagaimana kalau aku dan Madre membuatkan kue coklat untukmu ), ya?..”
Itu Gadis yang sedang membujuk Anthony agar anak bocah tampan itu luluh dan tidak mengurung dirinya. Namun tidak ada sahutan dari Anthony.
“I don’t want to get out from my room before Papa come home or before Papa call and talk to me! ( Aku todak mau keluar dari kamarku sebelum Papa pulang atau sebelum Papa menelpon dan bicara padaku! )”
Dan tentu saja itu membuat Gadis, Bruna, Addison dan Damian jadi pening karenanya. Mereka yang yang sedang berusaha untuk membujuk Anthony itu mendesis prihatin dan memijat pelipis mereka sendiri, sambil memikirkan cara untuk membujuk Anthony agar tidak mengurung dirinya di kamar.
“How about this ( Bagaimana kalau begini ) ..”
Addison gantian berbicara untuk mencoba membujuk Anthony lagi.
“Let’s go to the secret mini waterfall... and play over there until you feel satisfied?”
( Ayo kita pergi ke air terjun kecil tersembunyi... dan bermain disana sampai kamu puas? ).
Addison berharap bujukannya kali ini berhasil, disaat yang sama Gadis teringat pintu penghubung antara kamarnya bersama Putra dengan kamar Anthony.
Dimana Gadis tahu, jika kunci dari pintu penghubung tersebut, hanya ada pada satu sisi saja. Yakni dari dalam kamarnya bersama Putra. Jadi dipastikan pintu itu tidak terkunci.
“If it’s not work, I will get in from the connection door to talk with him... I think that Anthony don’t remember about that door right now ( Jika ini tidak berhasil, aku akan masuk dari pintu penghubung untuk bicara padanya ... aku pikir Anthony tidak ingat dengan pintu itu saat ini ) ...”
Gadis bicara dengan nada suara yang amat pelan pada ketiga orang yang berada didekatnya saat ini.
“Okay...” Damian, Addison dan Bruna pun menyahut bersamaan tanpa suara seraya mengangguk pada Gadis.
***
“Me and Padre want to go to that secret mini waterfall now ( Aku dan Padre akan pergi ke air terjun mini tersembunyi itu sekarang ) ...” Damian kemudian bersuara, karena belum ada tanggapan berupa sahutan dari Anthony yang sedang mengurung diri di kamarnya. “You don’t want to come with us? ( Kamu tidak ingin ikut dengan kami? ) ...”
“I try to get in from my room and Putra, then try to talk with Anthony ( Aku akan mencoba masuk melalui kamarku dan Putra, lalu coba bicara pada Anthony )...”
Gadis kemudian berbicara, masih dengan nada suara yang pelan, karena tidak ada tanggapan dari Anthony pada bujukan Damian barusan. Dan Damian, Bruna juga Addison mengiyakan dengan anggukan.
Gadis pun tersenyum tipis, lalu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamarnya dan Putra untuk masuk ke dalam kamar Anthony melalui pintu penghubung agar dapat berbicara dengan Anthony seraya memberikan bocah tampan itu pengertian sekaligus membujuknya.
‘Eh???’
Gadis, Damian, Bruna dan Addison sama-sama berucap dalam hati mereka kala suara kunci terdengar dari dalam kamar Anthony. Gadis pun tak jadi melangkah ke dalam kamarnya.
“Anthony....”
“Anth ...”
Empat orang dewasa yang sedang berada di depan kamar Anthony demi membujuk si bocah tampan yang sedang merajuk dan mengunci diri di dalam kamarnya beberapa saat lalu, kini nampak kompak tersenyum kala pintu terbuka, bersamaan dengan sosok Anthony yang terlihat.
“Promise that I can play at the secret mini waterfall as long as I want? ( Janji kalau aku bisa bermain di air terjun kecil tersembunyi selama yang aku mau? ) ..” Bocah tampan yang berdiri dengan wajah berekspresi datar dan tangannya memegang knob pintu itu berbicara.
Dimana empat orang dewasa yang sedang berdiri di depan pintu kamar Anthony sambil memandangi bocah tampan itu kembali kompak dengan sama-sama mengangguk, setelah sebelumnya kompak tersenyum saat melihat Anthony muncul kala pintu kamarnya yang tadi ia kunci itu dibuka oleh si bocah tampan.
“Promise!” Dua ayah angkat Anthony juga langsung menyahut kompak dengan antusias.
Apapun permintaan Anthony saat ini akan diiyakan saja oleh Damian dan Addison, demi si bocah tampan itu berhenti merajuk sampai mengurung diri.
“Okay then, I want to go there ( Baiklah jika begitu, aku mau pergi kesana ) ...” ucap Anthony kemudian, namun wajahnya tetap datar saja.
“Let’s go then! ( Ayo kalau begitu! )”
Damian dengan cepat mengulurkan tangannya pada Anthony.
***
Damian, Addison, Bruna dan Gadis kembali tersenyum saat Anthony menyambut uluran tangan Damian padanya.
__ADS_1
“You both are also go with us, right ( Kalian berdua juga ikut, kan ), Mama, Madre?...” tanya Anthony pada kedua ibu angkatnya tersebut.
“If you go only with Padre and Daddy Dami, would that be okay? Because I want to make a chocolate cake for you, and Mama Gadis need to take some rest ( Kalau kamu hanya pergi dengan Padre dan Daddy Dami, bagaimana? Karena aku ingin membuat kue coklat, dan Mama Gadis butuh istirahat ) .....”
Bruna yang menjawab.
“Are you sick, Mama? ( Apa Mama sakit? )”
Anthony bertanya pada Gadis. Dimana Gadis kemudian merundukkan tubuhnya dihadapan Anthony.
“I’m okay Anthony, don’t you worry ( Aku baik-baik saja, kamu jangan khawatir ), ya? ...”
“Are you sure Mama? ( Apa Mama yakin? )”
Anthony memastikan dan Gadis mengangguk.
“I will make a chocolate cake for you with Madre ( Aku akan membuat kue coklat untukmu bersama Madre ) ....”
Gadis pun tersenyum pada Anthony.
“No need Mama, Madre, don’t bother yourself to make a chocolate cake for me. Beside, Madre seems right that you need some rest, Mama... Your face look exhausted ( Tidak usah Mama, Madre, jangan merepotkan diri kalian untuk membuatkan kue coklat untukku. Lagipula, Madre sepertinya benar kalau Mama butuh beristirahat ... Wajah Mama terlihat lelah ) ..”
Anthony pun bicara panjang. Menatap pada Bruna juga Gadis. Dimana kedua ibu angkatnya itu kemudian tersenyum.
“Nothing will be bothered for you ( Tidak ada yang repot untuk kamu ), Anthony..” ujar Gadis.
Bruna pun mengiyakan ucapan Gadis itu.
“No Mama, I don’t want you to feel more exhausted by making a chocolate cake for me ( Tidak Mama, aku tidak ingin Mama merasa semakin lelah dengan membuatkan kue coklat untukku ) ...”
Anthony membelai sayang wajah Gadis.
“Better Mama take a rest, would you? ... You too Madre”
( Sebaiknya Mama beristirahat, ya? ... Madre juga )
Anthony kembali menatap Gadis dan Bruna.
Anthony ingin mengurungkan niatnya pergi ke tempat ia sukai bersama Damian dan Addison.
Namun Gadis dan Bruna langsung menyergahnya.
“No Anth, you just go and play with Padre and Daddy Dami at the secret mini waterfall ( Tidak Anth, kamu pergilah bermain bersama Padre dan Daddy Dami ke air terjun kecil rahasia itu )..” tukas Bruna.
“But ( Tetapi ) ..”
“Madre was right ( Madre benar ),”
Gadis segera memotong saat Anthony hendak memberikan sanggahannya.
“You have fun with Padre and Daddy Dami ( Kamu bersenang-senanglah bersama Padre dan Daddy Dami ) , okay?...”
Gadis menyambung ucapannya.
“I’m okay. Maybe I will to take some sleep later to have a little rest ( Aku baik-baik saja. Mungkin aku akan tidur untuk sedikit beristirahat nanti ), hm?..”
Gadis tersenyum kemudian sembari mengusap kepala Anthony.
Anthony pun mengangguk. “Alright, Mama,” jawab Anthony pada Gadis.
***
“Wait ( Tunggu ) ..” ucap Gadis kala Anthony sudah akan berlalu dari hadapannya dan Bruna bersama Damian dan Addison.
Anthony, Damian dan Addison pun menghentikan langkah mereka.
“Better if Anthony bring clothes to change and towel, right? ( Sebaiknya Anthony membawa pakaian ganti dan handuk, iya kan? )....”
Gadis teringat jika Anthony yang akan bermain di air terjun pastinya akan basah-basahan.
“Ah, you’re right ( kau benar ), Gadis...” cetus Damian. “I think I will get mine too ( Aku rasa aku akan mengambil baju untuk ganti juga )”
“Let me get that for you, while I prepare for Ad too ( Biar aku saja yang ambilkan itu untukmu, sekalian aku akan menyiapkan punya Ad juga ) ...”
__ADS_1
Bruna mengajukan diri untuk membantu Damian menyiapkan pakaian ganti untuknya.
“So you guys just bring one bag to bring it ( Jadi kalian hanya perlu membawa satu tas saja untuk itu )...”
“Alright then ( Baiklah kalau begitu ) ..”
Damian dan Addison mengiyakan usulan Bruna.
“We’ll wait downstair ( Kami akan menunggu dibawah )”
“Well, I’ll prepare Anthony cloth and I will give that to you ( Ya sudah, aku yang akan menyiapkan pakaian Anthony dan aku akan memberikannya padamu ), ya Bru?”
“Yes, Gadis”
Bruna pun mengangguk mengiyakan, lalu ia pergi ke kamarnya dan Addison terlebih dahulu, baru ke kamar Damian untuk mengambil pakaian ganti saudaranya yang masih single itu.
Sementara Anthony, Damian dan Addison menuruni tangga untuk pergi ke lantai bawah Villa, sembari meminta salah seorang asisten rumah tangga untuk menyiapkan kembali kuda-kuda untuk mereka pergi ke tempat yang dituju.
“Tell Pak Abdul to prepare some food and drink for you guys to take ( Minta Pak Abdul agar menyiapkan makanan dan minuman untuk kalian bawa ) ...” Suara Bruna tak lama terdengar berseru dari lantai atas, saat Anthony, Damian dan Addison telah sampai di lantai bawah.
***
“Have fun! ( Bersenang-senanglah! )” ucap Bruna dan Gadis pada Anthony, Damian dan Addison, kala tiga orang tersebut sudah menaiki dua kuda yang berbeda. Bersama juga dengan anak Pak Abdul yang bernama Suheil, dan pria muda itu menunggangi kuda yang berbeda dengan para majikannya.
“We will! ( Pasti! )”
“If Papa called, tell him to call back again ya( Kalau Papa menelpon, katakan padanya untuk menghubungi lagi nanti ya ), Madre, Mama? .. Tell Papa I really want to talk with him! ( Katakan pada Papa aku sangat ingin berbicara padanya! ) ..”
“Okay, Anth! ..”
“Iya, Anthony!”
Bruna dan Gadis menjawab secara bersamaan.
Lalu kelima orang tersebut saling melambaikan tangan.
***
Bruna dan Gadis kemudian masuk kembali ke dalam Villa selepas kepergian Anthony, Damian dan Addison yang hendak pergi ke sebuah air terjun mini yang letaknya tersembunyi, yang diketahui pertama kali oleh Putra.
“Let’s see if we have ingredients to make chocolate cake ( Ayo kita lihat apa kita memiliki bahan-bahan untuk membuat kue coklat )..” ucap Gadis pada Bruna.
“No Gadis .. I’m the one who make that cake ( Tidak Gadis .. aku yang akan membuat kue itu ). You, go to take some rest ( Kamu, pergilah beristirahat ) ..” tukas Bruna.
“But..”
“No But. Go for a rest okay?. Anth was right, you look exhausted. That because you didn’t have enough sleep last night also you think a lot and torture by your worries ( Tidak ada tetapi. Pergilah beristirahat oke?. Anth itu benar, kamu terlihat lelah. Itu karena semalam kamu tidak cukup tidur dan juga kamu berpikir keras dan tersiksa oleh kekhawatiranmu )”
“But, Bru..”
“Don’t argue ( Jangan membantah )”
Gadis memang hendak menolak gagasan Bruna.
Namun Bruna keburu memotong sambil mendorong tubuh Gadis untuk segera menaiki tangga dan pergi ke kamarnya.
Gadis tak punya pilihan selain pasrah mengiyakan dorongan dan paksaan Bruna untuknya agar beristirahat. Memang sebenarnya Gadis juga merasakan tubuhnya sedikit lesu karena memikirkan Putra, karena takut sesuatu yang buruk menimpa suaminya itu.
***
Gadis sudah terlelap di atas ranjangnya dan Putra.
“Aku sangat merindukanmu, Putra...”
Setelah beberapa waktu ia terlelap, Gadis menggumam.
Karena Gadis bermimpi soal suaminya itu.
“Akupun merindukanmu, Gadis...”
***
To be continue...
__ADS_1