LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 152


__ADS_3

Happy reading ..


“Just me who will go and England.. All of you, stay here .. You all know what should do if something bad happened to me ..”


(Hanya aku yang akan pergi ke Inggris .. Kalian semua, tinggal disini .. Kalian semua tahu apa yang harus kalian lakukan jika sesuatu yang buruk terjadi padaku) ..


Putra berkata dengan keseriusan yang nampak jelas tergambar di wajahnya, sembari menatap satu per satu orang-orang yang sedang bersamanya di ruang kerja saat ini


Garret, Damian, Bruna dan Addison kompak menggeleng dan sama-sama mengarahkan pandangannya pada Putra. “And Anth?.. (Lalu Anth?) ..”


Garret kemudian bertanya. Dan Putra terdiam.


“If something bad happened to you, have you think what the impact of him?”


(Jika sesuatu yang buruk terjadi padamu, apa kau pikirkan bagaimana dampak hal itu padanya?)


“And also Gadis? (Dan juga Gadis?)” Timpal Bruna.


“Hem, you already make her to be at your side.. And now you want to leave her just like that? .. If something bad happened to you, don’t you think it isn’t fair for her? .. You asked her to let go everything in her life to live with you, then you just walk away to risk your life?..”


(Hem, kau sudah membuatnya untuk berada disisimu .. Dan sekarang kau mau meninggalkannya begitu saja?.. Jika sesuatu yang buruk terjadi padamu, tidakkah kau pikir itu tidak adil untuknya?.. Kau memintanya melepaskan semua dalam hidupnya untuk bersamamu, lalu kau mau pergi begitu saja untuk membahayakan nyawamu?)..


Damian juga ikut berkomentar.


“All this time you have fight for Anth..”


(Selama ini  kau berjuang untuk Anth)..


Garret kembali bersuara untuk menyampaikan pendapatnya.


“His happiness is what you always want, right?. And Anth has just get it .. You want him to become the same Anth like we brought him here after what happened in Ravenna, if something bad happened to you?..”


(Kebahagiaannya yang selalu kau inginkan, bukan?. Dan Anth baru saja mendapatkannya .. Apa kau ingin Anth menjadi Anth yang sama seperti saat pertama kita membawanya kesini setelah apa yang terjadi di Ravenna, jika sesuatu yang buruk terjadi padamu?) ..


Putra masih terdiam.


“Now your responsible is not only Anth, Putra .. Remember that you have Gadis now. So better you, us find a solution to solve this problem with unreckless way ..”


(Saat ini tanggung jawabmu bukan hanya Anth, Putra.. Ingat jika kau juga memiliki Gadis sekarang. Jadi lebih baik kau, kita mencari solusi untuk masalah ini dengan cara yang tidak gegabah)..


Addison kembali berkomentar.


“We understand you have a big concern to Kingsley's, to make everything that Kingsley’s has for Anth .. Not only you, but all of us are do.. We also want Anth to have all things that supposed to be his rights, want him to have a proper life that he supposed to get.. But we can’t be reckless for now, especially you”


(Kami mengerti kau memiliki kekhawatiran yang besar pada semua milik keluarga Kingsley, untuk membuatnya menjadi milik Anth .. Tidak hanya kau, tapi kami semua pun begitu.. Kami juga ingin Anth memiliki segala hal yang sudah sepatutnya memang menjadi hak-haknya, menginginkan dia menjalani hidup yang seharusnya ia dapatkan .. Tapi kita tidak bisa bertindak gegabah, terutama kau)


Kemudian Bruna menimpali.


“C’mon brother, not only you who have a big will to vanish Jaeden..”


(Ayolah saudaraku, bukan hanya kau yang berkeinginan besar untuk mengenyahkan Jaeden)..


Damian meletakkan satu tangannya disatu sisi bahu Putra.


“I feel the same way too .. He killed my father also, remember? ..”


(Aku juga merasakan hal yang sama .. Dia juga membunuh ayahku, apa kau ingat?) ..


Putra manggut-manggut.


“Jaeden is a cunning man .. Then we have to be smart.. (Jaeden itu pria licik .. Maka dari itu kita harus pintar)..”


Damian menambahkan.


“And if you decided to go to England now, and you want to go there by yourself just like that, we think that a stupid thing!.. (Dan jika kau memutuskan untuk pergi ke Inggris saat ini, dan kau bahkan ingin pergi sendiri kesana, kami rasa itu adalah hal yang bodoh!)..” Sambung Damian.


“I know.. (Aku tahu)..” Sahut Putra. “But .. (Tapi)..”


Tok ..


Tok ..


Sebuah ketukan di pintu ruang kerja tempat Putra dan lima lainnya berada sekarang membuat Putra tidak melanjutkan kalimatnya.


“Come in .. (Masuk)..” Ucap Putra seraya menoleh.


“Let me get it .. (Biar aku yang membukanya)..”


Danny bersuara seraya berdiri dari duduknya, karena pintu tidak juga terbuka setelah Putra mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk saja ke dalam ruang kerja.

__ADS_1


“Danny..” Gadis yang mengetuk pintu ruang kerja tersebut.


“Silahkan Gadis..”


Danny mempersilahkan.


“Maaf mengganggu ya?..” Gadis sedikit meringis pada Danny, karena merasa tak enak harus mengganggu mereka yang sedang berada di dalam ruang kerja dan sepertinya sedang membicarakan hal yang serius dalam dugaan Gadis.


Karena sampai Anthony dan dirinya selesai berganti baju serta membersihkan diri, bahkan sampai Anthony jatuh terlelap, Putra tidak juga datang menyusul Gadis dan Anthony kedalam kamar mereka.


“Masuklah Gadis ..”


Putra sudah mengkode agar mereka yang bersamanya menghentikan pembicaraan yang sedang mereka bahas itu.


“I’m so sorry for disturbing .. (Aku benar-benar minta maaf telah mengganggu)..” Ucap Gadis yang merasa tak enak pada Putra dan yang lainnya itu.


Dan mereka yang berada di ruang kerja pun sama-sama berucap jika Gadis tidak mengganggu sama sekali. “Kemarilah ..”


Putra yang sudah berdiri dari duduknya itu, kemudian berucap sembari tangannya mengkode pada Gadis agar mendekat.


“Maaf ya Putra” Ujar Gadis lagi karena masih merasa tak enak hati telah mengganggu. Putra menggeleng pelan.


“Kamu tidak mengganggu sama sekali” Tukas Putra. “Kami juga sudah selesai” Sambung Putra pada Gadis yang sudah mendekat padanya.


“Hm.. syukurlah kalau begitu ..”


Gadis menampakkan senyumnya.


“Ada apa? ..”


Putra kemudian bertanya.


“Apa Anth menanyakan ku?”


Gadis menggeleng pelan.


“Anthony tertidur. Aku kesini mau bilang jika persediaan bahan makanan di kulkas sepertinya tidak cukup untuk makan malam..”


“Kalau begitu kita pesan saja makanan dari luar ..”


Dan Gadis pun mengangguk.


Kemudian Putra meminta Danny untuk memesankan makanan dari sebuah Restoran.


**


Terkecuali Danny karena ia menunggu pesanan makanan datang. Selain itu, dirinya juga tidak memiliki kamar sendiri di Kediaman Putra dan keluarganya yang berada di Ibukota itu. Mengingat memang kamar yang ada terbatas. Tidak seperti di Villa milik Putra dan keluarganya yang berada di luar Ibukota yang memiliki belasan kamar.


Dan Danny memang sudah resmi ikut tinggal didalam Villa milik Putra dan keluarganya sejak beberapa waktu lalu.


Sementara di Ibukota, Danny tinggal di sebuah flat yang ia sewa jika ia sedang berada di Ibukota untuk mendampingi para Bosnya seperti saat ini.


***


“Putra..”


Putra yang sedang duduk landai dan nampak lesu dengan kepala yang mendongak diatas sandaran sofa itu, kontan terkesiap saat tangan Gadis mengusap lembut kepalanya.


Putra pun sedikit menegakkan tubuhnya.


“Ada apa? ..”


Gadis mendudukkan dirinya disamping Putra.


“Tidak ada apa-apa..” Jawab Putra dengan menampakkan senyumnya.


“Aku mungkin perempuan dari kalangan biasa. Mungkin juga, meskipun kamu menceritakan permasalahanmu padaku bisa saja aku tidak mengerti. Terlebih itu soal urusan para laki-laki atau mungkin soal bisnis, tapi setidaknya jika kamu mau berbagi denganku tentang sesuatu yang membebani pikiranmu, mungkin saja aku bisa membantu memikirkan solusinya..”


Gadis membingkai wajah Putra.


“Jika tidak pun, paling tidak dengan berbagi, beban pikiranmu kan tidak terlalu memberatkan mu..”


“Sungguh Gadis, tidak ada permasalahan apapun.. aku hanya sedikit lelah saja ..”


Putra menggenggam tangan Gadis.


Gadis terdengar menghela nafasnya.


“Ya sudah kalau begitu ..”

__ADS_1


Genggaman tangan Putra Gadis lepaskan.


“Paling tidak aku mengerti bagaimana posisiku bagimu”


Kemudian Gadispun berdiri dari duduknya. Dimana Putra sedikit mendongak dan menatap wajah Gadis yang nampak tersenyum tipis, bahkan terlihat dipaksakan.


“Aku mau melihat makanan yang dipesan Danny. Mungkin sudah datang” Ucap Gadis dengan gurat wajah yang nampak sedikit sendu.


***


Greb


Putra memegang pergelangan tangan Gadis dengan cepat saat Gadis hendak hengkang dari hadapannya.


“Hey Gadis,”


Putra kemudian beranjak dari duduknya, lalu memegang kedua lengan Gadis sembari menatapnya.


“Apa kamu marah?..” Tanya Putra.


“Tidak ..”


Gadis memberikan bantahan pelan, sembari tersenyum tipis.


“Hey, Gadis..”


“Sudah dulu ya?.. Aku mau mengecek makanan lalu menyiapkan nya jika memang sudah datang..”


Gadis seolah menghindari Putra.


“Kamu itu penting untukku, sama halnya seperti Anth bagiku Gadis”


Putra berucap sembari merengkuh tubuh Gadis.


Ya.. sejak Putra merasa jika ia begitu mencintai Gadis, dan setelah beberapa waktu ia dan Gadis sudah menjadi begitu dekat, sangat dekat bahkan. Putra kini menjadi lebih peka pada sikap Gadis.


Putra sendiri sebenarnya memang orang yang sangat peka pada apapun, hanya saja soal wanita dan perasaannya yang Putra belum pernah selami betul-betul, hingga saat ia memiliki Gadis disisinya.


Gadis adalah wanita pertama dalam hidup Putra yang intim baik secara jiwa maupun raga bagi Putra.


Dan rasanya juga bagi Putra, Gadis adalah wanita yang ia inginkan untuk menjadi yang pertama maupun terakhir, satu-satunya yang intim dengan Putra dalam hidupnya.


Jadi atas hal itu, semua tentang sifat Gadis, sedang Putra selami dan pahami satu per satu. Jadi katakanlah, kini Putra sudah lebih peka pada setiap gelagat Gadis. Contohnya, ya seperti saat ini.


“Jika memang aku penting bagimu, mengapa sepertinya sulit untuk berbagi bebanmu denganku?..” Ucap Gadis seraya bertanya.


“Aku hanya tidak ingin kamu nanti yang malah menjadi terbebani dan berpikiran macam-macam..” Tukas Putra.


Putra pun mengeratkan dekapannya pada Gadis, sembari meletakkan dagunya di puncak kepala Gadis.


“Aku kan berjanji untuk membahagiakanmu, bukan membebanimu dengan permasalahanku ..”


“Tapi aku mau kamu berbagi beban itu denganku” Cetus Gadis. “Aku tidak hanya ingin bisa merasakan apa yang kamu rasakan”


“Ya sudah.. Nanti aku ceritakan.. Sekarang bukankah kamu harus menyiapkan makan malam?”


“Benar ya, nanti kamu cerita kenapa wajah kamu terlihat lesu seperti ini?” Tuntut Gadis pada Putra.


“Iya, nanti akan aku ceritakan..”


“Janji? ..”


Gadis melemparkan tatapan meminta kepastian, sembari dirinya menatap ke netra Putra.


“Janji”


Putra menganggukkan kepalanya dan juga menampakkan senyumnya pada Gadis. dan Gadis pun nampak sudah tidak terlihat sendu lagi.


“Ya sudah, aku mau cek makanan yang dipesan Danny dulu. Nanti kalau sudah siap aku akan panggil kamu”


Gadis pun melepaskan diri dari rengkuhan Putra dan hendak hengkang dari hadapan Putra.


Namun Putra menahan lengan Gadis lagi. “Gadis..” Panggil Putra.


“Ya?”


“Setelah makan malam nanti, aku makan kamu ya?..”


***

__ADS_1


To be continue ..


Enjoyyyy reading yawgh pembacanya Othor yang war biasah!!..


__ADS_2