LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 46


__ADS_3

Happy reading .....


“Ehhh, bukaaaan .... maksud yes nya bukan itu, Anthonyyy ....”


Gadis menggigit bibir bawahnya sendiri, ia gemas sendiri. Sementara didepan, disalah satu kursi penumpang ada bibir yang sedang mengulum senyum menatap keluar jendela mobil.


Sementara kekehan kecil terdengar di sebelahnya.


Gadis mengusap belakang telinganya sekarang, sedikit salah tingkah.


“Wh – at is wrong with you Gadis?. ( Ka – mu kenapa Gadis? )” Tanya Anthony karena melihat sikap Gadis sekarang.


 “Euumm.... begini loh Anthony....”


Gadis berusaha menetralkan dirinya dari kegugupan.


Anthony sedikit memiringkan kepalanya.


“I – don’t understand Gadis .... ( Aku – tidak mengerti Gadis .... )”


“Hm?” Gumam Gadis.


“Yo – u haven’t teach me your language.... ( Ka – mu kan belum mengajariku bahasamu.... )” Ucap Anthony polos.


“Ah! ....”


Gadis teringat sedari tadi sejak Anthony mengatakan kesimpulan kalau Gadis menyukai Papanya, dia menyangkal dengan menggunakan bahasa Indonesia.


“I.... I.... ( Aku .... Aku .... )”


Gadis tergugu.


‘Aduh, gara – gara Anthony bilang aku menyukai papanya segamblang itu, aku jadi salah tingkah begini kan? seketika otakku jadi kosong’


Gadis membatin sembari menunjukkan senyum canggungnya pada Anthony. Ia melirik pada Putra pada akhirnya.


“Eum, Tuan Putra.... Putra..... maksudku” Panggil Gadis.


“Ya?”


“Bantu aku....”


“Bantu?”


Putra menoleh pada Gadis dengan menahan senyumnya.


Gadis mengangguk dengan wajah yang sungguh membuat Putra ingin mencubit pipinya.


“Tolong bantu aku menjelaskan pada Anthony, kalau dia salah paham menanggapi jawabanku tadi”


“Tentang kamu yang menyukaiku?”


“Iya”


Gadis menjawab sembari mengangguk


“Bantu aku meralatnya untuk mengatakan pada Anthony tentang maksud jawabanku atas pertanyaannya”


“Memang kenapa?”


“Itu, itu.... maksudku.... jawaban iya ku tadi itu untuk membenarkan pertanyaan Anthony untuk menanyakan pendapatku tentang ketam .. ketampanan papanya.... bukan menyukai papanya....”


“Jadi kamu tidak menyukaiku?”


“Hah?! ....”


“Apa kamu tersinggung atas sikapku?”


‘Aduh, ini lagi! Tadi anaknya menyimpulkan dengan salah jawabanku. Sekarang papanya malah menyimpulkan dengan salah juga maksud ucapanku’


“Jadi sebenarnya kamu tidak menyukaiku ya?. Terpaksa menerima kehadiranku karena Anthony? Iya?” Putra berbicara dengan memberi tatapan yang membuat Gadis sedikit merasa kurang nyaman.


“Ya, bu, bukan! Bukan begitu juga maksudku”


“Jadi kau menyukaiku?” Tanya Putra dengan nada suara dan wajah yang datar.


Padahal dalam hati Putra sedang tersenyum lebar melihat Gadis yang nampak gugup sekarang, hingga nampak begitu menggemaskan di matanya.


Sementara Danny mesam – mesem ditempatnya, dan Anthony memperhatikan bergantian Putra dan Gadis yang sedang berbicara dihadapannya.


“Bagaimana? ....” Putra kembali bertanya. Masih sedang menggoda perawat yang nampak salah tingkah itu.


“Apanya?”


“Kamu menyukaiku atau tidak?” Tanya Putra tanpa mengalihkan pandangannya dari Gadis. Sungguh pertanyaan yang membuat Gadis menjadi merasa ambigu. “Hem? ....”


‘Tarik nafas Gadis ..... tenangkan dirimu atas pertanyaan yang terdengar macam jebakan dari papanya Anthony itu. Jangan sampai jawabanmu mempermalukan dirimu sendiri’ Batin Gadis sembari mencari celah untuk menyusun kata – kata.


Setelah merasa dia menemukan kata – kata untuk menjelaskan termasuk meralat ucapannya pada papa tampan yang masih memiringkan tubuhnya di kursi penumpang depan dan masih menatapnya itu, barulah Gadis memulai untuk bicara.


“Jadi begini ya Putra. Kalau soal ‘menyukai’, kamu, sebagai pribadi – maksudku begini ...” Gadis menggantung ucapannya sejenak. Mencoba memilih kata lagi, takut nanti terjebak sendiri lagi dalam kecanggungan akibat pemilihan kata yang salah.


Putra tidak menginterupsi.


“Kamu kan papanya Anthony ya, kamu baik, seperti halnya Tuan Danny yang baik. Selama ini kamu memperlakukan aku dengan baik. Jadi definisi ‘suka’ yang harus aku tekankan disini ya, suka seperti itu. Suka atas sikap yang baik”


“.......”


“Apa ..... kamu paham maksudku, Putra?”

__ADS_1


“Iya aku paham”


“Hhhh..”


Gadis spontan menghela nafas lega.


“Jadi tolong jelaskan itu pada Anthony?”


Putra tersenyum lalu mengangguk. “Nanti akan aku jelaskan padanya”


Gadis pun langsung mengangguk. Dan Putra kembali meluruskan tubuh dalam duduknya.


“W –hat you and Papa talk about? ... ( A – pa yang kamu dan Papa bicarakan? ) ...” Tanya Anthony pada Gadis.


“Your Papa will ... explain, to you later. ( Papamu akan ... menjelaskan, padamu nanti )” Jawab Gadis.


Anthony pun mengangguk patuh.


***


“Terima kasih ya”


Gadis mengucapkan terima kasih saat ia sudah diantarkan sampai ke tujuan sesuai dengan tempat yang ia arahkan pada Danny.


Putra dan Danny  pun menjawab ucapan terima kasih Gadis.


“Thank you, Anthony. ( Terima kasih, Anthony )” Ucap Gadis pada Anthony sembari menangkup pipi Anthony dengan tersenyum.


“Y – ou are welcome Gadis. ( Sa – ma sama Gadis )” Sahut Anthony juga dengan tersenyum. “C – an we meet again tomorrow?. ( A – pa besok kita bisa bertemu lagi? )”


“Of course. We will take a lunch together again tomorrow, right?. ( Tentu saja. Kita akan makan siang bersama lagi besok, bukan? )”


“Tha - nk you Gadiss .. ( Te – rima kasih Gadiss ) ...”


“Y – ou are welcome Anthony .......”


***


Gadis sudah dipersilahkan turun oleh Putra dengan Putra yang membukakan pintu mobil disamping Gadis, setelah perawat cantik dan penyayang itu berpamitan pada Anthony dan Danny. “Terima kasih sekali Putra”


Gadis yang sudah berdiri berhadapan dengan Putra saat ini itu mengucapkan terima kasihnya sekali lagi pada     Putra. “Terima kasih kembali” Sahut Putra. “Aku sangat berterima kasih padamu, karena kamu begitu baik pada


Anth” Sambung Putra. “Aku benar – benar menghargainya”


Gadis pun mengangguk seraya tersenyum.


“Tidak perlu berterima kasih untuk itu Putra. Sudah kubilang sebelumnya, kalau sejak awal bertemu aku sudah menyukai Anthony, bahkan kini aku sudah menyayanginya. Itu pun jika kamu mengijinkan aku untuk menyayangi anak laki – lakimu yang tampan itu”


“Lalu aku?”


“Hum?? ...”


“Apa aku juga tampan seperti Anth?”


“Tidak ya?” Tanya Putra iseng saja.


Gadis terkekeh kecil. “Seharusnya kamu bercermin”


“Seburuk itukah wajahku?”


Gadis terkekeh lagi. “Tuh kan, benar apa yang aku bilang”


“Tentang?”


“Kalian orang Eropa selalunya terlalu serius menanggapi segala sesuatunya. Tidak paham guyonan”


“.....”


“Bahkan dari kejauhan pun, ketampanan mu tidak dapat disembunyikan Putra...”


“Oh, ya?” Putra sengaja bersikap seolah terkejut, tak percaya.


“I-ya...”


Namun tak menampik betapa senangnya hati Putra mendengar lontaran pujian dari Gadis barusan.


Senyum Putra tersungging dibibirnya, senyuman yang tidak Gadis lihat, karena sekarang ia tengah menundukkan pandangannya.


“Ehm! Ya sudah kalau begitu, aku permisi dulu”


Gadis mencoba menyelamatkan dirinya dari kecanggungan yang rasanya sudah tercipta diantara dirinya dan Putra saat ini.


“Ya sudah sampai bertemu besok ya Gadis?”


“Iya ...” Sahut Gadis sembari mengangguk. “Sekali lagi terima kasih”


Putra pun mengangguk. “Terima kasih kembali” Ucap Putra.


“Eh iya Putra” Sela Gadis saat Putra hendak berjalan dan memasuki mobil.


“Iya? Ada apa?” Sahut Putra seraya bertanya.


“Aku besok masuk siang, jadi jika memungkinkan ajak Anthony untuk menemuiku sebelum jam makan siang saja ya?”


“Baiklah” Putra mengangguk. “Pukul berapa?” Tanyanya.


“Sekitar jam sepuluh atau sebelas?” Jawab Gadis.


“Baiklah” Ucap Putra.

__ADS_1


“Sampai bertemu besok kalau begitu”


“Bagaimana jika aku menjemputmu besok?”


“Eh tidak usah! ... lagipula ini rumah temanku”


“Yang ini?” Putra menunjuk rumah yang berada didekat mereka.


“Bukan. Rumahku- rumah temanku masuk kedalam sana. Mobil tidak bisa masuk”


“Hem, ya sudah”


Putra pun bersiap pergi.


“Aku permisi kalau begitu”


Gadis mengangguk sembari tersenyum kecil.


“Iya hati – hati “


“Ah ya, satu hal lagi Gadis”


“Apa itu?”


“Hanya meminta kesediaanmu saja, dalam empat hari ini kami akan benar – benar mengganggumu tanpa henti. Karena Anth meminta untuk terus bertemu denganmu sebelum kami semua kembali ke rumah kami yang sebenarnya”


“Aku tidak keberatan sama sekali”


“Senang mendengarnya. Terima kasih sekali lagi” Ucap Putra. “Ya sudah, see you tomorrow then ( sampai jumpa besok kalau begitu ), Gadis”


Gadis mengangguk.


“Aku kira apa” Gumam Gadis.


“Memang apa yang kamu kira?”


“Eh!” Gadis terkesiap saat Putra tiba – tiba berbalik badan dan kembali mendekat padanya bahkan menundukkan sedikit tubuhnya dihadapan Gadis.


“Kamu mengira aku akan mengatakan apa memangnya?”


“Uumm .... bu-kan apa – apa” Gadis tergugu. ‘Aku perasaan hanya menggumam saja tadi. Tak sangka dia mendengarnya’


“Heem .. ya sudah jika begitu. See you tomorrow”


“O-kee ..”


 Gadis pun melambai pada Anthony setelah Putra masuk mobil dan duduk dikursi penumpang depan, sesaat sebelum Danny melajukan mobil yang ia kendarai.


“Oh Tuan Putra, terlalu sering berada didekatmu rasanya aku bisa sakit jantung”


Gadis memegang dadanya sendiri, sembari menghela nafasnya, lalu ia menyebrangi jalan didepannya.


***


“How was the date? ( Bagaimana kencannya? )”


Damian menyambut kedatangan Putra yang sedang menggendong Anthony karena bocah itu tertidur, membuat Putra berdecak sebal pada salah satu saudaranya itu.


Lalu Putra bergegas pergi ke kamarnya dan Anthony untuk membaringkan bocah tersebut di atas ranjang, agar tidurnya lebih nyaman. Sementara Danny ikut duduk dan bercengkrama bersama Damian dan Garret.


***


“How was them? ( Bagaimana mereka? )” Tanya Damian pada Danny, dan Danny paham pertanyaan itu mengarah kemana dan pada siapa.


“One thing that I can say, Mister Putra seems that he has interest, to that beautiful nurse ( Satu hal yang dapat kukatakan, sepertinya Tuan Putra memiliki ketertarikan pada perawat cantik itu )”


“By the way, where Mister Ad an Mrs. Bruna? ( Ngomong – ngomong dimana Tuan Ad dan Nyonya Bruna? )” Tanya Danny yang tidak melihat keberadaan orang yang ditanyakannya tersebut.


“Ad take Bruna for shopping. Woman you know? ( Ad membawa Bruna pergi belanja. Wanita kau tahulah? )”


Danny manggut – manggut saja.


“Then continue a discuss about that virgin Bos ( Lalu lanjutkan pembicaraan soal Bos perjaka itu ) “ Celoteh Damian.


“What do you want to know? ( Apa yang kau ingin tahu? )”


“That beautiful nurse. And what about her? ( Perawat cantik itu. Bagaimana dengannya? )”


Damian penasaran.


“Is she showing attitude that she like Putra? ( Apa dia menunjukkan sikap kalau dia menyukai Putra? )”


“I think she has that thing too ( Aku rasa dia pun sama )” Sahut Danny.


“Then? ( Lalu? )”


Danny menggeleng.


“Bos is a little bit curt to woman, I think. Slow move ( Bos sedikit kaku pada wanita, kupikir. Lambat geraknya )”


“Hahahaha ..... I knew it! ( Sudah kuduga! )” Celetuk Damian yang tergelak bersama Garret.


“Smart, handsome, pretty rich. But totally blind about how to agressive to a woman ( Pintar, tampan, cukup kaya. Tapi benar – benar buta tentang cara mendekati wanita dengan gencar )”


“Ckck.... pathetic ( menyedihkan )” Damian geleng – geleng sambil masih terkekeh.


“I guess that he will become a rusty virgin man ( Kurasa dia akan menjadi perjaka karatan )”


***

__ADS_1


To be continue ...


Jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2