
Happy reading .....
***************
England .....
“MOVE! ( AWAS! )”
Putra langsung menyeringai ketika ia mendengar satu suara yang nampak tergesa menuju ke arahnya itu.
‘I’ll give him your greetings ( Aku akan menyampaikan padanya salam darimu ), Rery....’
Sambil Putra berkata dalam hatinya, dimana disaat yang bersamaan juga, Putra memasang dua buah knuckle di tangannya.
Benda yang merupakan alat bantu bela diri dimana benda tersebut dapat membuat lawan terluka hanya dengan sekali tinju saja.
Dah gumaman Putra mengenai akan menyampaikan salam Rery itu, karena knuckle yang sudah terpasang mantap pada buku jari-jari tangannya itu adalah milik Rery.
“You!....”
Terdengar lagi suara pria yang berteriak tadi dan tertangkap telinga Putra itu sedang berjalan ke arahnya, kemudian sedikit kembali berteriak dimana sepertinya ia memanggil seseorang.
“Prepare a car at back exit of this mansion! ( Siapkan mobil di pintu belakang mansion ini! )”
Suara pria yang terdengar berteriak itu, semakin dekat dengan tempat dimana Putra berada yang sedang bersandar santai pada dinding luar sebuah ruangan yang berbatasan dengan sebuah lorong.
“What are you waiting for?! Do it! You moron! ( Tunggu apalagi?! Lakukan cepat! Dasar bodoh! )”
Terdengar satu suara lagi, yang berbeda dari suara pria yang pertama Putra dengar berteriak sebelumnya.
Setelahnya, sahutan dari suara pria yang berbeda lagi pun terdengar. Pria yang mengiyakan ucapan kedua pria sebelumnya itu Putra yakini adalah salah satu orangnya.
“I beg your pardon, Sir ( Saya mohon maaf, Tuan ),”
Pria itu berucap dengan nada yang terdengar santun.
“But which car that you are going to use? Was the same car you used when arrived? ( Tapi mobil mana yang ingin anda gunakan? Apakah mobil yang sama dengan yang anda gunakan saat datang? )”
“No.”
Suara yang menyahut itu adalah suara dari pria yang pertama.
***
“I will use different car.... There’s a LRD inside the distinctive garage. I’ll use it ( Aku akan menggunakan mobil berbeda.... Ada sebuah LRD di dalam garasi khusus. Aku akan menggunakannya )....” ucap si pria pertama, yang adalah Jaeden. “Now move! ( Ya sudah sana! )”
“Yes, Sir ( Iya, Tuan )....” sahut pria yang berpenampilan bodyguard tersebut.
__ADS_1
“Such a moron ( Dasar bodoh )....”
Jaeden merutuki satu bodyguard itu dengan setengah menggumam saat bodyguard tersebut melangkah pergi dari hadapannya.
Lalu Jaeden nampak mencari sesuatu di dalam saku jasnya dengan tergesa. Sementara bodyguard yang Jaeden serta satu orang pria yang bersamanya itu suruh sudah berjalan menuju ke tempat yang tadi Jaeden katakan.
***
Putra masih di tempatnya saat satu orang anak buah yang tadi di minta Jaeden dan satu orang lain yang bersamanya itu berlalu dari hadapan Jaeden dan melintas di tempat dimana Putra berada. Dan memanglah benar jika satu orang yang berpenampilan layaknya bodyguard itu adalah salah satu orangnya Putra yang telah mengambil alih mansion milik Kingsley Smith bersama Yona.
Karena saat satu anak buah Putra yang Jaeden kira adalah memang satu dari para bodyguard yang ditugaskan di mansion Kingsley Smith itu melintas di dekat Putra, orangnya Putra itu melirik ke arah Bosnya. Putra yang memang dengan seksama memperhatikan keadaan sekitarnya itu lantas mengangguk samar ketika satu orangnya tersebut melintas dengan melirik dan mencuri-curi kesempatan untuk mengamati keadaan terlebih dahulu sebelum ia menoleh ke arah Putra.
Dan saat matanya melihat Jaeden dan satu orang yang sedang bersama pria yang paling Putra benci dengan segenap jiwa itu sedang sibuk mencari-cari sesuatu di saku mantelnya begitupun satu orang yang bersama Jaeden itu sedang juga sibuk memperhatikan gerak-gerik Jaeden, hal itu dimanfaatkan dengan segera oleh orangnya Putra itu untuk melirik ke arah Putra yang mengangguk samar padanya. Dimana satu anak buah Putra tersebut paham maksud dari anggukan Putra barusan. Maka ia pun membalas anggukan Putra padanya itu dengan santun, selain samar.
“Where the hell is that godamned key ( Mana kunci sialan itu?! )” suara Jaeden yang menggerutu terdengar di telinga Putra.
Selepas Putra dan satu anak buahnya tadi saling mengkode dengan anggukan kepala, dimana anak buah Putra tersebut berjalan ke arah yang Jaeden perintahkan padanya.
‘Hopefully they’re locked back that door ( Semoga saja mereka mengunci kembali pintunya )’ Putra membatin saat Jaeden yang berucap itu menyinggung tentang kunci. Yang tentu saja kunci yang dimaksud adalah kunci ruangan yang merupakan tempat rahasia Jaeden untuk menyimpan ragam hal yang sangat penting untuknya.
“Are you leaving this place ( Apa kau akan meninggalkan tempat ini ), Jaeden?”
Orang yang bersama Jaeden itu terdengar bertanya pada pria itu, dimana Jaeden sedang mencoba membuka pintu ruangan yang sangat penting bagi pria yang telah membantai lebih dari setengah keluarga, kerabat dan orang-orang setia dalam lingkup Kingsley Smith termasuk juga Rery.
***
‘You’ll live this place forever, even from this world ( Kau akan meninggalkan tempat ini untuk selamanya, bahkan dari dunia ini )’ batin Putra. Dimana ia menegakkan tubuhnya saat telinganya menangkap suara pintu terbuka.
“However, why should such in hurry, while George is preparing men to kill Putra Vinson and all of people who’s with him ( Bagaimanapun, kenapa harus terburu-buru, sementara George sedang mempersiapkan orang-orang untuk membunuh Putra Vinson dan mereka yang bersamanya )?”
Pria yang bersama Jaeden itu terdengar berbicara, seiring juga terdengar di telinga Putra jika pria itu mengekori Jaeden yang masuk ke dalam ruangan rahasianya Jaeden itu. Namun sepertinya pria itu berhenti di ambang pintu ruangan, karena suara Jaeden yang menjawab ucapannya itu tertangkap sedikit berjarak.
“I’m moving all the documents that I already made for several Kingsley’s assets as mine and Jayvon\, so even that f*****n’ Putra bring that Rery’s son here\, they will just get a small part or Kingsley’s wealthy. Even I made this mansion already mine ( Aku ingin memindahkan semua dokumen atas beberapa aset Kingsley yang sudah kurubah atas namaku dan Jayvon, jadi walaupun si sialan Putra itu membawa anak lelakinya Rery ke sini, mereka hanya akan mendapat sedikit bagian dari hartanya Kingsley. Bahkan mansion ini sudah kubuat menjadi atas namaku )....”
“I didn’t expecting that he’s survived, also Damian ( Aku tidak menyangka jika dia bisa selamat, begitu juga Damian )”
Pria yang sedang berbicara dengan Jaeden itu berujar, dimana Jaeden yang sedang sibuk di belakang sebuah meja kerja, lalu menggumam juga seperti sedang bertanya-tanya sendiri.
“My mistake because I forget about them, and now I’m sure that what happen to Yanni was not an accident because of negligance of his men who make his mansion burned with nothing left was that two guys ( Kesalahanku karena aku melupakan tentang mereka, dan sekarang aku yakin apa yang terjadi pada Yanni bukanlah sebuah kecelakaan atas kelalaian orang-orangnya yang membuat mansion miliknya terbakar tanpa sisa melainkan perbuatan kedua orang itu )”
“But even they’re come now still already late for them, because we already do a lot of things of Kingsley’s Smith wealthy and they can’t do anything with that ( Tapi walaupun mereka datang sekarang juga tetap saja terlambat bagi mereka, karena kita sudah melakukan banyak hal sehubungan dengan harta kekayaan Kingsley Smith dan mereka tidak akan dapat melakukan apa-apa mengenai hal itu ) –“
“Indeed ( Benar sekali )“
Jaeden menanggapi dengan cepat ucapan kenalannya itu dimana ia menjeda kegiatannya mencari sesuatu di beberapa bagian meja kerja yang ada di hadapannya itu.
***
__ADS_1
“Even they don’t know if what Rery’s have in his account and personal saving at the Bank will be taken by me. Remind me to call Ostrich. I want him to move now, because that stupid Hizkia is still alive ( Bahkan mereka tidak tahu jika apa yang Rery miliki di rekening dan brankas pribadinya di Bank akan aku ambil juga )....”
Jaeden terkekeh.
“They’re just lucky because they’re showed up at where we’re in front a lot of people and reporters. Or else, I will slay them right away ( Mereka hanya beruntung karena muncul saat kita berada didepan banyak orang dan juga wartawan. Jika tidak, aku pasti sudah akan membantai mereka dengan cepat )....”
Selanjutnya Jaeden berujar sinis, sembari menyungging miring.
“Let them feel confidence and happy for now ( Biarkan saja mereka percaya diri dan bahagia untuk sekarang ) –“
“You’re right –“
“Before they’re realized that their coming here, were useless ( Sebelum mereka menyadari jika kedatangan mereka kesini, percuma )....”
***
“Cih! How confidence! ( Cih! Percaya diri sekali! ) –“
“Yes, they are –“
“I planned this for years, Kingsley’s wealthy and everything he has. I won’t waste the chance when I have it by just enjoy those without split and spread everything only to make that mine ( Aku sudah merencanakan ini selama bertahun-tahun, harta kekayaan Kingsley dan semua yang dia miliki. Aku tidak akan menyiakan kesempatan itu hanya dengan menikmatinya saja tanpa membagi dan menyebar semua hanya agar harta itu tetap menjadi milikku )....”
Jaeden berbicara, namun ia sudah berdiri dari duduknya sambil tangan dan matanya nampak sibuk memindahkan beberapa benda di atas meja kerja yang ada di hadapannya itu sambil juga membuka beberapa laci meja tersebut. Lalu Jaeden menggumam samar.
“Well\, I will let them live here for some times if their purposed is this mansion. And I will come here to vanish them then make sure no more survivals after the rumors that f****n’ Putra Vinson in front of reporters about me drowned.”
“( Yah, aku akan membiarkan mereka tinggal di sini sementara waktu jika tujuan mereka adalah mansion ini. Dan aku akan kembali untuk menghabisi mereka semua lalu kali ini memastikan jika tidak ada lagi yang selamat jika rumor tentangku yang dibuat oleh si Putra Vinson sialan itu di depan para wartawan telah tenggelam )”
“......”
“While that time, if they’re want to find those Kingsley’s documents of wealthies and everything, they’re get nothing ( Sementara itu, jika mereka ingin menemukan semua dokumen yang berhubungan dengan segala kekayaan Kingsley, mereka tidak akan dapat apa-apa )”
Jaeden yang menjeda lagi kegiatannya yang mencari sesuatu itu saat ia berbicara barusan, kemudian mendengus sinis dan tersenyum licik.
“But I will make them feel win now ... in the name of family ( Tapi aku akan membuat mereka merasa menang sekarang ... atas nama keluarga ) ...”
Jaeden berseloroh dengan wajah yang tampak seperti mengejek, lalu ia dan pria yang bersamanya itu terkekeh bersama.
“Where those documents? ( Dimana dokumen – dokumen itu? ) ...” gumam Jaeden kemudian, disaat pria yang bersama Jaeden itu melontarkan kalimat ejekan dari mulutnya dimana kalimat itu ia tujukan untuk Putra dan mereka yang pria itu tahu berada di pihak Putra.
“Heh, those stupid people ( Heh, orang-orang bodoh itu ) –“
“Who did you call stupid ( Siapa yang kau sebut bodoh )?”
******
To be continue....
__ADS_1