LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 362


__ADS_3

Happy reading .....


***************


England...


“You messed up this room ( Kau sudah mengacak-acak kamar ini ) ...”


“I’m sure you don’t know about this. Because if you know, you won’t go to Ravenna and did what you have did ( Aku yakin kau tidak tahu mengenai ini. Karena jika iya, kau tidak akan pergi ke Ravenna dan melakukan apa yang sudah kau lakukan )”


“Dumb mherfucker* ( Keparat tolol ) ...”


Kalimat-kalimat yang diucapkan Putra yang ditujukan pada Jaeden, ketika ia sudah berada di salah satu sudut kamar Rery.


◾◾◾◾◾◾


“Wow! ...” ucap Accursio yang takjub ketika suatu sudut lain dalam kamar lama almarhum Rery terbuka secara perlahan dan bertahap.


“Wh--at ...” sementara Jaeden yang terperangah, menggumam dengan wajahnya yang nampak terkejut saat melihat ada sebuah ruang rahasia yang dapat di akses dari dalam kamar pribadi almarhum Rery tersebut.


Putra hanya tersenyum miring saja melihat ekspresi Jaeden yang nampak terkejut itu sambil mata pria itu memperhatikan pintu rahasia yang ada di balik sebuah dinding yang sama sekali tidak terlihat janggal, karena sama sekali tidak ada hal yang terlihat jika dinding tersebut memiliki bagian lain di baliknya.


◾◾◾◾◾◾


“Surprise ( Terkejut ), heh? ...”


Putra berucap sinis pada Jaeden yang sedang melongo itu.


Lalu ia tersenyum miring. Sambil kemudian mengkode anak buahnya yang sedang mengawal ketat Jaeden itu untuk mengikutinya.


◾◾◾◾◾◾


Accursio yang tadinya memposisikan dirinya di belakang Jaeden guna mengantisipasi jika pria itu mencoba kabur, kini tertarik untuk mendekati Putra sebelum para anak buah yang mengawal Jaeden itu memaksa pria tersebut untuk melangkah mengikuti Putra.


“Prepare your heart ( Siapkan jantungmu )” ucap Putra setelah beberapa lapis dinding yang merupakan bagian dari sebuah ruang rahasia dalam kamar lama milik almarhum Rery tersebut, terbuka.


Putra menoleh pada Jaeden sekilas.


Begitu juga Accursion yang ikutan menoleh ke arah Jaeden, kala Putra memandang remeh pada pria itu.

__ADS_1


Dimana Jaeden nampak fokus sekali pada sebuah kamar rahasia yang baru saja dibuka Putra dalam kamar lama Rery di mansion keluarganya tersebut.


◾◾◾◾◾◾


“I bet you never thought about this, don’t you ( Aku bertaruh kau tidak pernah menduga soal ini, bukan begitu )?”


Suara Putra nampak membuat Jaeden yang nampak sedang tenggelam dalam pikirannya itu, terkesiap.


“Just like what I said before ( Seperti yang sebelumnya aku katakan ) ...”


Putra berucap lagi.


“If Kingsley Smith family’s wealthy that you have been aim all this time and did all bad things that you have did to almost all people behave that name include killed Rery and Madelaine also try to killed his son ( Jika harta kekayaan keluarga Kingsley Smith yang kau incar selama ini sampai kau melakukan segala hal buruk yang telah kau lakukan  pada hampir semua orang yang berada di lingkup keluarga itu termasuk membunuh Rery dan Madelaine juga mencoba membunuh anak mereka ) ...”


Sambil Putra mengeluarkan sesuatu dari saku mantel panjangnya, lalu mengeluarkan benda lain lagi yang adalah sebuah kunci------yang tergantung bersama sebuah arloji saku berwarna emas dimana sebelumnya arloji saku tersebut tidak nampak tertempel di pakaian yang saat ini sedang Putra kenakan, karena arloji itu Putra kaitkan di balik rompinya.


Lalu Putra berbalik menghadap Jaeden kembali setelah ia nampak selesai pada sebuah pintu besar yang beberapa detik sebelumnya telah dimasukkan lubang yang tersedia, dengan kunci yang Putra lepaskan dari arloji saku tersembunyi di balik rompinya.


“Then you totally dumb, by trusting your eyes ( Maka kau memanglah sungguh tolol, dengan mempercayai matamu ) ...” ucap Putra dengan kembali memberikan hinaan pada Jaeden lewat kata-katanya. Yang kemudian menyungging miring pada Jaeden untuk yang kesekian kalinya.


Putra memposisikan dirinya berdiri tegak di depan sebuah pintu kembar yang besar sekarang, sebelum ia berkata lagi pada Jaeden.


Putra menggeleng dengan tersenyum remeh.


“I’m sure you never ever imagine about ( Aku yakin kau benar-benar tidak pernah membayangkan tentang ) ...”


Putra kemudian menggantung kata-katanya sambil ia mendekati salah satu sisi tiang dekat pintu yang ia tekan setelah menyentuhnya.


“This ( Ini )-“


◾◾◾◾◾◾


“If you used your brain you will find out the Kingsley Smith’s family history ( Jika kau menggunakan otakmu kau akan mencari tahu tentang sejarah keluarga Kingsley Smith ) ...”


Pada Jaeden Putra berbicara, ketika pintu yang tadi lubangnya ia pasangkan dengan sebuah kunci telah terbuka secara otomatis selepas Putra meletakkan tangannya pada sebuah tiang yang menempel pada pintu besar tersebut.


“How Kingsley the third can got up very fast, after he ever got recessive when Kingsley’s Bank cannot closed the interbank clearing. Suspended at exchange, very big amount of money was needed to return ( Bagaimana Kingsley ketiga dapat bangkit dengan sangat cepat setelah dia terdesak saat Bank Kingsley tidak dapat menutup kliring antarbank. Saham pada bursa dibekukan, nominal uang dengan jumlah yang sangat besar sangat diperlukan untuk pengembalian ) ...”


Putra berbicara panjang lebar dengan berjalan mendekati Jaeden yang sedang membelalakkan matanya ke setiap sudut dalam ruangan yang baru saja dibuka Putra yang kemudian dimasuki bersama-sama dengan Accursio serta beberapa anak buah Putra, selain ayah angkat utama Anthony itu sendiri-----yang sebelumnya terdengar seperti sedang bercerita pada Jaeden, dimana pria itu sedang sangat tercengang sekarang atas apa yang dilihatnya.

__ADS_1


“And Kingsley the third only need three days to make every mess become normal ... because his family wealthy, is just like what you see now in real. And what have seen all this time at the surface, was nothing ( Dan Kingsley ke tiga hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk membuat semua kekacauan kembali normal ... karena harta kekayaan keluarganya yang sebenar-benarnya adalah apa yang kau lihat sekarang. Lalu yang kau lihat di permukaan selama ini, bukanlah apa-apa )-“


“This is f*****g crazy ( Ini benar-benar gila )!!!! ...” gumam Accursio dengan spontannya sambil geleng-geleng antara takjub dan tidak percaya.


Yah, tidak hanya Jaeden saja yang tercengang saat melihat isi ruangan lain dalam ruang rahasia yang tersembunyi dengan apik di kamar lama milik almarhum Rery di mansion turun-temurun milik keluarganya itu------namun juga para anak buah yang ikut masuk, termasuk juga Accursio yang tecengang takjub atas apa yang terhampar di pandangannya saat ini hingga decakan kagum tak percaya juga terdengar beberapa kali keluar dari mulut salah satu saudara angkat Putra itu.


“This what you called treasures ( Ini baru yang namanya harta karun )! ...” takjub Accursio sambil tersenyum sumringah di tempatnya.


Putra hanya menanggapi ucapan serta sikap Accursio itu dengan mendengus geli saja melihat tingkah dan gelagat Accursio seperti anak kecil yang baru saja menemukan sesuatu yang baru dan sangat menarik.


Bahkan Accursio nampak sangat antusias mendekati segala benda yang terhampar di hadapannya itu dengan ekspresi takjub dan tak percaya yang tak luntur dari wajahnya. Accursio juga terlihat menggelengkan kepala dengan tak percaya, saat melihat dan menyentuh benda-benda yang terhampar di hadapannya tersebut untuk sekedar mengecek keaslian dari benda-benda yang rasanya jika diuangkan itu dapat menjadi modal untuk membangun satu negara baru.


◾◾◾◾◾◾


“If you’re not such a dumb m*therfuck*r\, then you must be find all of these very easily ( Jika kau bukanlah seorang keparat tolol, maka kau pasti dapat menemukan semua ini dengan sangat mudah ) ...”


Putra kembali lagi berbicara pada Jaeden yang ekspresi wajahnya menggambarkan banyak arti itu.


Ya takjub, tidak percaya. Selain Putra yakin dengan sangat, jika jutaan penyesalan sedang menyelimuti hati Jaeden saat ini.


Yah, bagaimana Jaeden rasanya tidak sangat menyesal sekarang? ...


Jika ternyata dia hidup di atas harta benda yang tidak ternilai harganya, dimana keberadaan semua harta benda yang seperti di katakan Accursio adalah harta karun itu tidak Jaeden sadari bahkan kira sebelumnya------seperti dugaan Putra.


Dimana tumpukan harta karun yang tersusun dengan apik itu sungguhlah jauh sekali nilainya dari apa yang coba ia dapatkan selama ini, yang benar juga seperti Putra sempat katakan jika hal itu tidak ada apa-apanya dibanding dari banyaknya tumpukan batangan emas yang diperkirakan berjumlah ratusan yang ditumpuk dengan apik itu.


Belum lagi beberapa benda berkilau lainnya yang tersusun di sebuah rak kaca, yang terbuat dari campuran emas dan batu mulia termasuk berlian, bahkan ada satu perhiasan yang Jaeden sadari jika satu benda itu adalah perhiasan bersejarah, yang jika dijual pastilah fantastis harganya.


Belum lagi beberapa benda antik yang juga sama dirasa amat tidak ternilai harganya------dan jika dijumlahkan secara keseluruhan, benar seperti apa yang Accursio katakan jika nilai total semua harta karun tersebut dapat menjadi modal untuk membangun sebuah negara baru. Namun sialnya bagi Jaeden, semua itu sungguh sangat terlambat ia ketahui------bahkan percuma.


Karena Jaeden merasa jika ia hanya bisa melihat dan menyesal saja, tanpa punya kesempatan untuk mendapatkan semua harta karun milik keluarga almarhum Rery yang dimiliki secara turun-temurun itu.


“I give you some time to enjoy all of these with your eyes, while you said how dumb you are to yourself ( Kuberi kau waktu untuk menikmati semua ini dengan matamu, sambil kau katakan pada dirimu sendiri betapa tololnya kau ini )”


Putra menyeringai tajam.


“Because beside of this, I have another surprise for you ( Karena setelah ini, aku memiliki kejutan lain untukmu ) ...”


◾◾◾◾◾◾◾◾◾◾◾◾

__ADS_1


To be continue ......


__ADS_2