LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 333


__ADS_3

Happy reading....


**************


England,


“Isn’t it still early if we go now and there’s any risk if anyone see me around that place and recognize me? ( Tidakkah terlalu cepat jika kita pergi sekarang dan beresiko jika ada orang dari pihak Jaeden yang melihat dan mengenaliku? )” – Hiz.


“It won’t happen ( Itu tidak akan terjadi ), Hiz - We’ll be unseen before the time. Better you go and get your coat, also everything that I already asked you to prepare it ( Kita tidak akan terlihat sebelum waktunya. Sebaiknya kau pergi dan ambil mantelmu, serta semua yang sudah aku minta kau untuk mempersiapkannya )” – Putra.


-


“Do you need anything ( Apa anda memerlukan sesuatu ), Boss?...” – Thomas.


“Connect me with Stan and Richard ( Hubungkan aku dengan Stan dan Richard )” – Putra.


“Yes, Boss.”


*****


Present,


“Go and clear those men inside the surveillance’s room of that Hotel. I want to meet Mrs. Jaeden ( Pergi dan urus mereka yang berada di ruang pengawas hotel tersebut. Aku ingin menemui Nyonya Jaeden )”


Putra mengeluarkan perintah.


Tidak menunjuk pada siapa, tapi tiga anak buah langsung menyahut dan bergerak dengan sangat sigap. Tak perlu Putra jelaskan panjang lebar perintahnya, tiga anak buah yang sudah melesat untuk melaksanakan tugas yang merupakan perintah langsung dari Putra itu sudah tahu apa yang harus mereka lakukan.


Sedikit banyak, para anak buah yang menyertai Putra dan para saudara serta satu saudarinya itu cukup pengalaman – karena para anak buah yang digerakkan oleh Thomas itu adalah para anak buah dari Ramone dan Accursio, yang sudah cukup sering melakukan ragam tugas di lapangan.


Terutama dalam menghadapi beberapa musuh dari kedua Bos Besar tersebut. Jadi hal – hal tentang yang namanya ‘praktek lapangan’ sudah para anak buah itu hafal diluar kepala, selain seiring dengan pengalaman – mereka sudah kian profesional, kian cekatan dan peka untuk sebuah tugas.


Yang mana kecekatan dan kepekaan itu sebenarnya dimiliki juga oleh anak buah Putra yang mana anak buahnya almarhum Rery di Ravenna. Namun sayangnya, Putra telah kehilangan pasukannya tersebut dihari dimana Jaeden membantai almarhum Rery dan Madelaine.


Mungkin ada yang selamat, tapi sudah melarikan diri entah kemana – bersembunyi entah dimana. Yang tidak Putra salahkan tindakannya, karena memang manusiawi bagi manusia untuk menyelamatkan diri mereka saat terancam demi menjaga nyawa sendiri – selain ada pertimbangan memiliki keluarga.


Namun begitu, Putra yakin – jika mereka yang terpencar itu bukan semata – mata melarikan diri atau bersembunyi karena kepengecutan, melainkan satu usaha mempertahankan. Nekat boleh, bodoh jangan. Maksudnya, jika memang dirasa musuh lebih kuat dari kita – jangan melawan karena sudah tahu hasilnya. Mati sia – sia.


Jadi lebih baik rundukkan dulu kepala, jangan biarkan musuh melihat. Sampai nanti bila saatnya tiba, lebih kuat – lebih siap. Seperti Putra sekarang ini.


Anak buahnya di Ravenna memang – katakanlah sudah habis. Tapi mereka yang terpencar itu, Putra yakini kesetiaannya pada Rery.


Jika yang tersisa itu nanti dikumpulkan lagi, pasti tak ada kata penolakan dari mereka untuk kembali mengabdi pada Putra di ‘Kerajaan’ baru yang sedang ia bangun sekarang.


Toh ada juga segelintir orang – orang kepercayaan Putra di Italia, yang Putra yakini – jika mereka tahu apa yang harus mereka lakukan, meski sang pemimpin telah tiada.


Sudah ada yang dikirim juga ke satu bagian di Italia, untuk mencari mereka yang tersisa – sekaligus memberitahukan, bahwasanya pemimpin mereka – Rery, memang telah terkubur dalam tanah.


Tapi orang kepercayaan Rery masih tegak berdiri di atas tanah. Yang bahkan jika dia ingin pongah, kepemimpinan akan ia rebut dari Rery. Mengingat jika pria yang merupakan orang kepercayaan Rery itu, sungguhlah memang lebih kuat dari Rery.


Dia, Putra Adjieran Vinson.


Yang masih berdiri tegak di tempatnya. Bak seekor elang yang sedang menargetkan mangsa buruannya sebelum ia cengkram dan ia bawa, lalu dicabik tanpa sisa.

__ADS_1


*****


“You, what’s your name ( Kau, siapa namamu )?”


Putra berbicara pada dia yang berada di dekat monitor berbentuk tabung.


Tentu saja dengan sigapnya, pria yang diajak Putra bicara itu menjawab Putra.


“Gideon, Sir.”


“Well Gideon, do you know Stan ( Kalau begitu Gideon, apa kau mengenal Stan )?”


Putra lagi bertanya.


“Yes, I know him, Sir ( Iya, saya mengenalnya, Tuan )”


Dan satu anak buah yang diajak Putra itu pun kembali menyahut dengan sigapnya.


“Can you contact him from here? ( Apa kau bisa menghubunginya dari sini? )”


Sekali lagi Putra bertanya.


“Yes, I can, Sir ( Iya, saya bisa, Tuan )”


Putra pun mengangguk kecil, setelah mendengar jawaban satu anak buah tersebut.


“Call Stan now, and ask him if he already do what I have asked him to do ( Hubungi Stan sekarang, dan tanyakan padanya apa dia sudah melakukan apa yang aku minta dia untuk lakukan )”


“Yes, Sir.”


Yang beberapa saat kemudian suara Hiz terdengar, setelah satu anak buah yang diminta Putra telah selesai berbicara pada Stan, lalu memberitahukan jawaban Stan pada Putra.


“Seems that that guys that you sent were already in position ( Sepertinya para anak buah yang tadi kau suruh sudah dalam posisi )” kata Hiz sambil menunjuk layar monitor dihadapannya.


*****


Disaat dimana Hiz berbicara yang mana Putra juga dengan segera memfokuskan lagi pandangannya pada layar monitor dihadapan, tampak di salah satunya ada sosok salah satu dari anak buah yang Putra minta untuk mengamankan ruang kendali kamera yang nampak berdiri dekat sebuah kamar hotel seraya ia mengangguk.


“Go there if he look starting to talk with the Press and after all of his guard outside have been ‘take care’ by Tommy’s men. But don’t show up in front of him before Garret reach you ( Pergilah kesana jika dia sudah terlihat berbicara dengan para Wartawan dan setelah semua penjaganya diluar sudah ‘diurus’ oleh orang-orangnya Tommy. Tapi jangan muncul sebelum Garret menghampirimu )”


Ucapan Putra pada Hiz.


“Got that ( Aku mengerti )” jawab Hiz.


“Let’s go ( Ayo ), Gar,” ajak Putra pada Garret yang langsung menganggukinya.


*****


“However, Thomas already told you why that motherfuck*r is really hurry up to make an announcement that he’s who taking all of things about Kingsley’s Smith?”


“( Ngomong-ngomong, Thomas sudah mengatakan padamu mengapa si keparat itu begitu tergesa untuk membuat pengumuman tentang dirinyalah sekarang yang memegang hak atas semua yang berhubungan dengan Kingsley smith? )”


Accursio bersuara, saat Putra memeriksa ulang persenjataan yang ada di balik pakaiannya sebelum ia dan Garret melangkah keluar dari ruangan tempat mereka berada.

__ADS_1


“Yes, he did,” jawab Putra.


“Also I have one more information that I’ve just know on my way here to England ( Juga aku memiliki satu informasi yang baru aku tahu dalam perjalananku ke Inggris ini )...”


“Tell me ( Katakan padaku )”


“That motherfuckr was trying to kill me as you, because he couldn’t find that Anthony’s body or-sorry, bones* ( Si keparat itu mencoba membunuhku, karena dia tidak dapat menemukan tubuh atau-maaf, tulang belulang Anthony )-“


“I heard about that ( Hal itu aku sudah mendengarnya )”


“That’s the reason why he tried to pursue Dante for letting him in to Rery’s Mansion at Ravenna, right ( Itu yang menjadi alasannya untuk memberikannya ijin masuk ke dalam Mansion milik Rery di Ravenna, bukan )?” Garret ikut berkomentar.


“Yes, it is ( Iya, benar )” jawab Accursio. “Because that motherfuckr knew that Rery and everyone who dead at the same moment with him was burried inside that Mansion* ( Karena dia mengetahui jika Rery dan semua orang yang tewas diwaktu yang sama dengannya dikubur di dalam Mansion tersebut )...”


“And he wants to check if Anth’s was burried there too since he couldn’t find Anth’s body under water where he drowned him ( Dan dia ingin memeriksa jika Anth juga dikubur disana setelah dia tidak menemukan tubuh Anth didalam air tempat dia menenggelamkannya )”


Accursio mengangguk. “Indeed ( Benar )” ucapnya kemudian.


Sementara Putra mengambil bungkusan rokok dari dalam saku celananya, lalu mengambil satu batang dan menyulut ujungnya setelah ia selipkan sebatang rokok itu di bibirnya.


Sambil Putra menunggu Accursio menuntaskan ucapannya.


“And because Dante never give his permission to let that motherfuckr in to Rery’s Mansion, nor he also don’t have any guts to fight Dante since he knew that Dante is stronger now and he has not enough strong back up at Italy to start cain with Dante, then he did something according to Anthony as the only one heir of Kingsley Smith’s family.”*


“( Dan karena Dante tidak pernah memberikan ijinnya untuk membiarkan si keparat itu untuk masuk ke dalam Mansion milik Rery, selain dia tidak bernyali untuk melawan Dante yang ia tahu lebih kuat sekarang dan dia tidak memiliki dukungan yang cukup di Italia untuk memulai keributan dengan Dante, maka dia melakukan sesuatu yang berhubungan dengan Anthony sebagai satu-satunya pewaris keluarga Kingsley Smith )”


“And what is that ( Dan apa itu )?...”


Garret sontak bertanya.


“He was made a fake report of Anthony’s dead ( Dia membuat laporan palsu tentang kematian Anthony )-“


“Hem...”


“And from what I’ve known, that fake report of Anthony’s dead from Italy was already legalized by someone who has full right of authorization in that area ( Dan dari apa yang aku ketahui, laporan palsu tentang kematian Anthony sudah disahkan oleh seseorang yang memiliki hak otorisasi penuh akan hal itu )...”


Accursio menatap serius pada Putra.


“And I’m afraid even if you showed up in front of him, Anthony’s still will lose everything of his right as an heir of Kingsley Smith family ( Dan aku khawatir meskipun kau muncul dihadapannya, Anthony tetap akan kehilangan segala haknya sebagai seorang pewaris keluarga Kingsley Smith )...”


“Hem...”


“One of that motherfuckr’s allies of that thing, is quite strong here* ( Satu dari sekutu si keparat itu yang mengurus hal tersebut, cukup kuat disini )”


Accursio menghela nafasnya sedikit berat.


“Even you killed that motherfuckr and that one of his ally, it won’t make Kingsley Smith family’s wealthy, be in Anthony’s hand.”*


“( Meskipun kau membunuh si keparat itu dan satu sekutunya tersebut, itu tidak akan membuat kekayaan keluarga Kingsley Smith, dapat berada di tangan Anthony )”


*****


To be continue ...

__ADS_1


Terima kasih masih setia baca.


__ADS_2