
Happy reading .....
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
Inggris ..
“What’s wrong with that face? ( Kenapa dengan wajahmu itu? )” celetuk Damian di saat ia berikut Putra dan mereka yang bersama dengannya dalam satu kapal kecil itu, telah merapat ke satu sisi pada pelabuhan tempat mereka sebelumnya berada. Hanya saja kini mereka berada pada sudut yang berbeda dari sudut awal mereka pada pelabuhan tersebut.
“As I said, just not feel satisfied not seeing that mtherfucker burn to death in front of my eyes* ( Seperti yang aku katakan, tidak puas karena tidak melihat keparat itu terbakar hingga mati di depan mataku )”
Damian lantas menggeleng kecil setelah mendengar penuturan Putra itu. Lalu ia yang sebelumnya sempat merengkuh pundak Putra lalu melepaskannya, kini merengkuh pundak Putra kembali. “You see that? ( Kau lihat itu? ) ..” Satu tangan Damian terulur, menunjuk ke satu arah.
Yakni ke arah sebuah kapal yang tengah terbakar dan mulai nampak akan karam.
“The ship burning and was blow. Even it’s still burning, and did you remember that mtherfucker condition when we left him?* ( Kapal itu terbakar dan telah meledak. Bahkan masih terbakar sekarang, dan apa kau ingat bagaimana kondisi si keparat itu saat kita meninggalkannya? ) ..”
Damian lanjut bicara.
“His legs are broke, his hand was cut off ( Kakinya patah, tangannya pun putus )” kata Damian lagi.
🔵🔵🔵
“Also you was showered him with fuel ( Juga kau memandikannya dengan bahan bakar ) ..” celetuk Yona, yang langsung diiyakan oleh Damian juga Accursio.
“Means he’ll burn before he can reach the side of the deck to jump into the water ( Artinya dia akan keburu terbakar sebelum dia dapat meraih sisi geladak untuk loncat ke air )” timpal Damian.
“Indeed ( Benar sekali )”
Damian melanjutkan ucapan Yona, lalu Accursio menimpali.
“Heeem ..”
🔵🔵🔵
“I supposed dissolve that mtherfucker body in the acid vat so I can see him suffering to die in front of my eyes* ( Aku seharusnya melarutkan tubuh keparat itu dalam tong asam jadi aku dapat melihatnya mati dengan tersiksa di depan mataku )”
“Man ( Ya ampun ) ..” gumam Damian, Accursio dan Yona yang kurang lebih sama setelah mendengar ucapan Putra dengan datar dan dingin itu. Tak memiliki belas kasihan pada Jaeden memang ketiganya. Namun mendengar ucapan Putra soal melarutkan orang di dalam satu tong asam agar tidak mendapatkan proses pemakaman yang normal, Damian – Accursio dan Yona tercengang juga.
__ADS_1
“Damn, how can I forget about ‘Lupara Bianca’ ( Sial, kenapa aku bisa lupa soal ‘Lupara Bianca’ )”
Putra menggumam, sementara Damian – Accursio dan Yona mendengus gel.
Karena meski menggumam, namun kalimat Putra masih dapat mereka dengar.
Mereka pun baru ingat tentang suatu metode untuk menghilangkan barang bukti dalam bahasa Italia itu, setelah Putra menggumamkannya.
“But what we did to that mtherfucker can say a ‘Lupara Bianca’ also in my opinion, because I’m sure that his body won’t last in one piece now* ( Tapi apa yang sudah kita lakukan padanya termasuk juga pada ‘Lupara Bianca’ menurut pendapatku, karena aku yakin jika tubuhnya sudah bercerai berai sekarang )” ucap Accursio.
Yona dan Damian mengangguk untuk mengiyakan ucapan Accursio itu.
“Yeah, because his body already becomes fish food ( karena tubuhnya sudah jadi makanan ikan )” celetuk Damian.
Putra pun tersenyum mendengar celetukan Damian barusan.
“Remind me once if we’re here again, do not fishing here because every fish here will become mtherfucker fish after consuming those pieces of Jaeden’s body* ( Ingatkan aku jika kita kembali ke sini lagi, jangan memancing di sini karena semua ikan di sini akan menjadi ikan keparat setelah mengkonsumsi serpihan tubuh Jaeden ) ..”
Putra, Accursio dan Yona pun terkekeh setelah mendengar selorohan Damian itu.
🔵🔵🔵
Putra berikut rombongan sudah tiba di mansion lama milik keluarga Putra saat ini, dimana Addison – Danny serta Devoss telah langsung menyambut kedatangan Putra dan rombongannya itu saat mereka tiba.
“Not yet. Me, Danny and Dev was just take some rest after we’re arrived here ( Belum. Aku, Danny dan Dev langsung pergi beristirahat saat kami sampai ke sini )”
Putra pun menyahut dan mengangguk paham atas jawaban Addison.
“Beside, it’s dawn there ( Lagipula, ini sudah dini hari di sana )” kata Putra lagi sambil sambil melirik arlojinya.
Addison pun mengangguk. Lalu membalikkan badan saat Putra nampak hendak masuk ke area dalam mansion keluarganya itu.
“Oh, Thom... Have you connect the line ( Apa kamu sudah menghubungkan sambungan telepon )?...“
Langkah Putra terjeda, karena ia melihat Thomas yang sebelumnya adalah orang kepercayaan Accursio namun selama beberapa waktu ini, salah satu saudara angkat Putra yang selama ini berdomisili di Italia itu menyuruh Thomas untuk menyertai Putra untuk melaksanakan tujuannya sampai tuntas.
Alih-alih menjawab pertanyaan Putra barusan, Thomas menyebut Putra dengan ekspresi yang nampak gugup di mata Putra, seraya mendekati Putra dengan tergesa. “Mister Putra ..” ucap Thomas, dan Putra langsung saja bertanya pada pria itu dengan memperhatikan wajah Thomas.
__ADS_1
“What’s wrong ( Ada apa ), Thom? .. You look nervous? ( Kau terlihat gugup? )“ tanya Putra pada orang kepercayaan Accursio itu, yang langsung menjawab pertanyaan Putra.
“Your wife, got an accident, Sir ( Istri anda, mengalami kecelakaan, Tuan ) ..“
Dimana setelahnya, mata Putra terbelalak. Terkejut bukan main dan seolah tak percaya atas apa yang dikatakan Thomas padanya barusan.
“What did you say ( Apa katamu )?!”
Putra sontak bertanya dengan sangat gusar pada Thomas.
“Mister Garret just called, and he said that your wife was fell from the second floor at your villa ( Tuan Garret baru saja menelepon, dan dia mengatakan jika istri anda terjatuh dari lantai dua di villa anda ) ..”
Dan kemudian Putra dibuat syok dengan jawaban Thomas.
🔵🔵🔵
“Bru, how’s Gadis ( bagaimana keadaan Gadis )?!” Putra yang terkejut dan syok selain merasa takut itu, langsung saja berlari ke ruangan dimana Thomas telah memasang alat komunikasi rahasia mereka dan menghubungi villa Putra dan keluarga yang berada di Indo.
“Gadis is okay ( Gadis baik – baik saja ) ..”
Suara Bruna terdengar dari ujung saluran telekomunikasi rahasia Putra dan kawanannya.
“She has no broken bones, and her head also not seriously injured ( Dia tidak mengalami patah tulang, dan kepalanya juga tidak terluka dengan serius ) ..”
Bruna menjelaskan pada Putra tentang kondisi Gadis sekarang.
🔵🔵🔵
“But she’s shock deeply ( Tetapi dia syok cukup dalam ) ..”
Bruna masih mendominasi pembicaraannya dengan Putra pada sambungan komunikasi rahasia mereka.
“Because yours baby .. can’t survive ( Karena bayi kalian.. tidak dapat selamat ) –“
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
To be continue ..
__ADS_1
See you at the next part