LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 31


__ADS_3

Happy reading.....


 


“Uncle Dami, Uncle Ad, Aunt Bruna and Uncle Garret will be very happy when they know that you already start to talk again, Anth (Paman Dami, Paman Ad, Bibi Bruna dan Paman Garret pasti akan sangat bahagia saat mereka


mengetahui kalau kamu sudah mulai mau berbicara lagi, Anth)”


Putra berbicara pada Anthony sembari mencium gemas pipi bocah tersebut yang sudah berada dalam gendongannya setelah mobil yang dikendarai Danny sampai di rumah sewaan Bos bersama keluarganya itu. Danny yang juga sudah turun dari mobil itu tersenyum melihat kearah Putra dan Anthony.


“Ah by the way, this is Uncle Danny (Ah iya ngomong – ngomong, ini Paman Danny)”


Putra memperkenalkan Danny dengan resmi pada Anthony, karena pria tersebut sudah cukup sering wara – wiri di sekitar Putra dan keluarganya sekarang.


Namun memang Putra belum menjelaskan dan memperkenalkan Danny lebih dekat pada Anthony. Berhubung kini Anthony sudah cukup memberikan perkembangan, ditambah Anthony sudah mulai bicara. Baru sekarang Putra memperkenalkan Danny pada Anthony agar bocah tersebut tidak merasa asing pada orang kepercayaan Addison itu.


“Hi Anth, don’t be afraid to me okay? (Hai Anth, jangan takut padaku oke?)” Sapa Danny sembari mengulurkan tangannya pada Anthony.


Membuat Danny mengembangkan senyumnya yang tadi sudah tergurat, saat Anthony kemudian mengangguk dan juga menyambut uluran tangannya meski bocah tersebut tidak mengeluarkan kata – kata dari mulutnya.


Putra juga ikut mengembangkan senyumnya, lalu mengacak pelan rambut Anthony.


Pasalnya, sejak Rery masih hidup Anthony itu pilih – pilih pada orang yang berusaha dekat dengannya. Jika Anthony tidak menanggapi seseorang dengan baik, bisa diartikan ada sesuatu yang kurang bahkan tidak baik dari orang yang tidak Anthony tanggapi bahkan hindari. Dan untuk itu, kesensitifan Anthony pada orang baru cukup sering terbukti.


Pernah saat Anthony mendapatkan guru privat pertamanya, namun sedari awal Anthony tidak menyukai bahkan menolak terang – terangan. Namun almarhum Rery dan Madelaine tetap mempekerjakan guru privat tersebut.


Alhasil, guru privat pertama Anthony yang notabene seorang laki – laki itu, sering berusaha menggoda sang Mommy. Dan pada akhirnya guru privat pertama Anthony itu dihajar habis – habisan oleh mendiang Daddynya.


Sejak itu almarhum kedua orang tua Anthony selalu memperhatikan orang – orang disekeliling mereka melalui ‘kepekaan’ Anthony. Dan Putra serta orang – orang terdekat dengan Rery yang sama seperti dirinya dan Addison pun ikut memperhatikan ‘kepekaan’ Anthony hingga sekarang.


Putra sempat menaruh sedikit keraguan serta kecurigaan pada Danny, perihal apa orang tersebut bisa dipercaya atau tidak. Meski Putra juga mempercayai penilaian Addison pada seseorang yang cukup juga peka.


Tapi setelah melihat Anthony bersikap baik dan menerima Danny, jadi Putra kini sudah cukup yakin kalau Danny dapat dipercaya. “I hope you can accept me as your other Uncles also your Aunt (Aku berharap kamu bisa menerimaku seperti paman – pamanmu yang lain juga bibimu)”


Danny berujar dan Anthony mengangguk.


“Thank you (Terima kasih)” Ucap Danny ramah.


“Do yo want to say something? (Ada yang mau kamu ucapkan?)”


“Y-ou are welco-me (Sa-ma sa-ma)” Anthony berkata pelan. Membuat Danny dan Putra makin mengembangkan senyum mereka.


Lalu Putra melangkahkan kaki ke dalam rumah sewaan mereka itu dengan tetap membawa Anthony dalam gendongannya bersama juga dengan Danny.


**


Bruna menyambut kedatangan tiga orang yang baru saja tiba itu. Bruna pastinya akan menyapa Anthony meski anak itu tak menjawabnya selama ini, namun Bruna sudah cukup senang dengan anggukan atau gelengan Anthony jika ia bertanya.


“You all just get back home? (Kalian semua baru saja kembali?)” Tanya Putra pada Bruna yang hari ini pergi bersama tiga pria itu untuk mengurus sesuatu, makanya tidak menemani Putra dan Anthony ke Rumah Sakit.


“Since an hour ago (Sudah dari satu jam yang lalu)”


Putra manggut – manggut saja mendengar jawaban Bruna, kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.


“Is there any problem? (Apa ada masalah?)” Gantian Bruna yang bertanya pada Putra.


“No. Why? (Tidak. Kenapa?)” Jawab Putra.


“You all quite long comeback here (Kalian semua sedikit lama kembali kesini)”


“Ah, we were having lunch with Ilse while we waiting Danny (Kami pergi makan siang dengan Ilse saat menunggu Danny)”


“Really? .. (Benarkah?) ..” Bruna memicingkan matanya pada Putra dengan mimik wajahnya yang dibuat lucu yang membuat Putra kemudian terkekeh. Danny juga ikutan terkekeh kecil.

__ADS_1


“Don’t think too much (Jangan berpikir terlalu jauh)” Celoteh Putra. Gantian Bruna yang terkekeh pada Putra.


“Well Ilse is beautiful. Right Anth? (Ilse itu cantik kok. Benarkan Anth?)” Bruna masih menggoda Putra, sembari bercanda dengan bertanya soal pendapat Anthony. “She is also nice and taking care Anth that good (Dia juga


baik dan merawat Anthony dengan baik dan sabar)”


“I agree with that (Aku setuju dengan itu). Doctor Ilse seems that a caring woman (Dokter Ilse sepertinya wanita yang perhatian)”


Danny ikut menimpali celotehan Bruna yang sedang menggoda Putra itu.


“Ilse is suit for him. Doesn’t she, Dan? (Ilse itu cocok dengannya. Iya kan, Dan?)”


Bruna belum berhenti menggoda Putra. “She is (Iya tentu)” Sahut Danny sembari masih terkekeh kecil.


Putra memutar bola matanya malas menanggapi celotehan dan ledekan Bruna serta Danny. “Where are those godfather who are also obnoxious just like both of you? (Mana para ayah baptis yang sama menyebalkannya dengan kalian berdua?)”


Putra malas untuk menanggapi lagi ledekan Bruna dan Danny, lalu menanyakan pada Bruna tiga saudara laki – lakinya yang hari ini pergi ke Kedutaan untuk mengurus ijin tinggal mereka di negara tersebut, termasuk juga Bruna.


Makanya Putra pergi dengan diantar jemput oleh Danny untuk menemani Anthony terapi bersama Ilse hari ini. “They are in the dining room (Mereka di ruang makan)”


**


Putra pun menyambangi ruang makan didalam rumah sewaan mereka tersebut untuk menemui tiga saudara laki – lakinya yang sedang menyantap makan siang mereka yang terlambat bersama juga dengan Bruna sebelum wanita itu membukakan pintu rumah untuk Putra, Anthony dan Danny.


Damian, Addison dan Garret langsung menyambut juga kedatangan Putra, Anthony dan Danny dengan sapaan.


“Hey!”


“What takes you quite long (Mengapa kalian sedikit lama?)”


“Me.... (Aku..)”


“Putra was has a date with Ilse (Putra ada kencan dengan Ilse)”


“Totally a charterer! (Benar – benar seorang penggunjing!)” Putra menyahut cepat pada Bruna yang menyambar ucapannya itu.


“Hahaha!” Bruna spontan tergelak.


“Tell us! (Ayo cerita!)”


“Tsk!”


Putra berdecak pada Damian yang nampak antusias.


“I just having a lunch with her! (Aku hanya makan siang dengannya!)”


Putra menjawab malas.


“Beside Anth also sit with us. You all think too far!”


“(Lagipula ada Anthony juga bersama kami. Kalian berpikir terlalu jauh!)”


“I think that was a good beginning! (Aku rasa itu sebuah awal yang bagus!)”


“I just want to thank her for her commendable in helping Anth with the therapy she gave (Aku hanya ingin berterima kasih padanya atas bantuan jasa terapi yang dia berikan pada Anth)”


Putra memberikan penjelasan, karena malas mendengarkan lagi celotehan dan ledekan dari keluarganya itu.


Damian dan lainnya cengengesan melihat Putra yang nampak sewot.


“However, I have surprise for all of you (Bagaimanapun, aku memiliki kejutan untuk kalian)”


“Woo, do you want straigthly purpose Ilse, heeemmm? .. (Apa kau akan langsung melamar Ilse, heeemmm? ..)”

__ADS_1


Putra melempar serbet makan yang ada didekatnya pada Damian yang lagi – lagi meledeknya.


Damian dan lainnya pun terkekeh.


“If you talk about that kind of nonsense, I really will sew your mouth!”


“(Jika kau bicara omong kosong seperti itu lagi, aku akan benar – benar menjahit mulutmu!)”


“Hahaha!” Damian pun tergelak.


“Alright, alright. Show us the surprise you said, then”


“(Baiklah, baiklah. Tunjukkan pada kami kejutan yang kau bilang tadi, kalau begitu)”


“Show them Anth. Would you? (Tunjukkan pada mereka Anth. Mau kah kamu?)” Tanya Putra pada Anthony yang masih digendongnya.


Anthony mengangguk, lalu ia menatap pada keempat orang dihadapannya yang nampak penasaran tentang kejutan yang dikatakan Putra, lalu setelahnya pria itu berbicara pada Anthony dengan tersenyum sumringah.


“Who are they? (Siapa saja mereka?)”


Putra melemparkan pertanyaan pada Anthony, menunggu sedikit tak sabar dengan jawaban Anthony yang pasti akan mengagetkan Damian, Addison, Bruna dan Garret.


“Un-cle Dami .. (Pa-man Dami ..)”


Akhirnya yang Putra tunggu terjadi.


“Un-cle Ad.. (Pa-man Ad ..)”


Respon Anthony membuat Putra mengembangkan senyumnya pada empat orang saudaranya yang sedang melongo itu.


“A-unt Bruna .. (Bi-bi Bruna ..)”


Damian, Addison dan Garret sontak berdiri dari duduk mereka.


“Un-cle Gar ..ret (Pa-man Gar ..ret)”


Anthony selesai mengabsen tiga orang paman dan satu bibinya sambil menunjuk dan menyebutkan nama dari masing – masing mereka.


“ANTH!!” Empat orang itu melonjak girang dan langsung mendekati Anthony. Bahkan Damian merampas bocah itu dari gendongan Putra yang kemudian cekikikan bersama Danny.


“Say it again, Anth! Say it again! (Katakan sekali lagi, Anth! Katakan sekali lagi!)”


Addison nampak seperti anak kecil yang kegirangan mendapat mainan, setelah mendengar Anthony berbicara tadi walau hanya sebatas menyebut panggilannya dan tiga keluarganya itu.


Addison meminta Anthony untuk mengulang kembali menyebutnya.


Anthony pun menuruti permintaan Addison. Ia mengulang lagi menyebut Addison dan tiga orang lainnya dalam pangkuan Damian.


Damian, Bruna dan Garret nampak sangat kegirangan seperti halnya Addison. Membuat Putra geli sendiri dan geleng – geleng.


“Tacky .. (Norak) ..” Gumam Putra memandangi empat orang yang sedang mengerubungi Anthony itu.


Padahal dia sendiri tadi, selain haru saat mendengar Anthony berbicara untuk yang pertama kalinya setelah sekian lama juga sama girangnya bukan main seperti empat orang tersebut.


Jika tadi bukan di restoran dan banyak orang,  mungkin Putra sudah jijingkrakan.


**


To be continue..


Noted :


Nikmatin aja dulu

__ADS_1


__ADS_2