LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 300


__ADS_3

Terima kasih masih setia ....


***


Happy reading ..


London, Inggris ...


“You got shot ( Kau tertembak )!”pekik Damian dengan spontan karena ada noda darah di telapak tangannya setelah menyentuh pinggang Putra yang tertutup mantel hitam pekat.


Dimana semua orang tentu saja terkejut dan langsung nampak sangat khawatir.


“I’m good ( Aku baik – baik saja )” tukas Putra dengan tenangnya.


“Good My A$$ ( Baik darimana )?!”


Damian lantas merutuk dengan wajah khawatir kala ia menyibak mantel Putra, lalu melihat rembesan darah yang cukup banyak di kemeja Putra.


“I’m ( Aku ) –“


“PUTRA!!” pekikan spontan terdengar saat Putra kemudian limbung kala hendak berbicara.


Damian yang berdiri di dekat Putra bersama Garret itu langsung saja menopang tubuh Putra yang kian lama kian limbung.


“C’mon man ... hang on would you ( Ayolah kawan ... bertahan ) ...” ucap Garret dengan kekhawatiran yang teramat sangat. “Anth and Gadis waiting for you ( Anth dan Gadis menunggumu )”


“I can’t wait to see them too ( Aku tidak sabar untuk bertemu dengan mereka juga )—“


“PUTRA! ...”


“BOSS! ...”


“SIR! ...”


Mereka yang melihat Putra melemah itu sontak memekik secara bersamaan kembali.


**


Indo,


“Anth sudah tidur?”


“......”


“Sebaiknya kamu juga beristirahat Gadis.”


“Bagaimana aku bisa beristirahat dengan tenang, Vader?... Jika aku tidak tahu bagaimana kabar Putra setelah aku mendengar kalian bicara tentang adanya baku tembak yang hebat dimana dia, juga yang lainnya terlibat di dalamnya?”


“Tenanglah Gadis.”


“Bagaimana aku bisa tenang Vader, jika aku tidak tahu bagaimana keadaan suamiku sebenarnya, setelah adanya  baku tembak, lalu adanya korban dari pihak kalian? ..  jangankan untuk beristirahaat .. untuk bernafas pun, dadaku sudah se-saakk .. membayangkan jika satu dari mereka yang tewas itu adalah Pu-traa ..”


**


“Gadis.. Istriku sayang..”


“Pu-tra? ---- Ka-mu..”


“Aku pulang, Gadis—“


“Pu-tra..”


“Maaf..”


“Pu, tra?----“


“Aku pulang, tidak akan kemana-mana lagi. Tapi maaf, aku tidak bisa lagi memberikan pelukan terhangat untukmu----“


“Kenapa aku tidak bisa menyentuh kamu Putra??!!----“


“Tak apa, tak perlu menyentuhku untuk merasakan aku selalu ada di dekat kamu.. di dekat Anth.. Aku akan selalu ada, selama kamu merasakannya disini.” ucap Putra sambil menunjuk dada sebelah kiri Gadis.


“Pu-tra.. Kenapa aku ga bisa sentuh kamu?!” tanya Gadis yang nampak mulai frustasi, namun Putra tak menyahut, hanya tersenyum dengan teduhnya. “Putra! Katakan, kenapa aku tidak bisa sentuh kamu??!!..”


“I love you, Gadis.. Jaga diri kamu baik – baik, jaga Anth dengan baik –“


“Tidak.. Putra.. Putra! Kamu mau kemana?! Putra! Kamu bilang kamu pulang! --- Tidak! Putra!.. Putra! Tidak! Jangan Pergi!”


“I love you..”

__ADS_1


“TIDAK!! PUTRAAA!!!!.. Tidak, Putraaa, tidaaakkk.. jangan tinggalkan akuu!!! --- Kenapa??— KENAPA YA TUHAN?!  --- Kenapa Kau ambil dia dari aku?? ---“


**


“Ke.. na.. pa?..”


Isakan memilukan terdengar dari atas ranjang di dalam sebuah kamar.


“Mama?..” sebuah suara kecil memanggil lirih penuh kekhawatiran.


“Kem.. ba.. li.. Pu.. tra..”


“Mama..”


“Ja.. ngan.. per.. gi..”


“Mama..”


“PUTRAAA!!..” Pekikan kemudian terdengar nyaring menggema di seluruh kamar.


“MAMA!..”


Lalu terdengar pekikan lain yang suaranya tidak hanya terdengar khawatir namun juga panik-selain karena keterkejutan yang teramat sangat.


“Pu-traaa-“ lirihan masih terdengar, meski ia yang memekik kencang barusan itu telah terjaga dengan tiba-tiba sampai tubuhnya yang terbaring itu terangkat keras hingga terduduk.


“Mama..”


Suara kecil melirih itu terdengar lagi.


“Mama Gadis..”


Iya, Gadislah yang barusan memekik nyaring hingga ia terjaga dari tidurnya.


Yang kemudian terperanjat, ketika ia mendengar suara kecil yang melirih memanggilnya, berikut guncangan tergesa di salah satu lengan Gadis.


Hingga Gadis langsung saja menoleh ke sampingnya, tanpa menunggu lama.


“An-thony???----“ ucap Gadis yang terkejut, dimana Anthony langsung berhambur memeluk Gadis.


“Did you have a nightmare ( Apa Mama bermimpi buruk )?...”


Anthony berucap, dimana ucapan Anthony itu kemudian menyadarkan Gadis, yang tadinya kebingungan sendiri, karena seingatnya ia sendirian saja di kamar saat ‘Putra’ datang.


Gadis menjerit dalam hatinya.


‘Hanya mimpi.’ Gadis menghela nafasnya sedikit lega. ‘Syukurlah jika itu memang hanya mimpi. Jangan jadikan mimpiku itu nyata Ya Tuhan.’


Hati Gadis berharap.


Kemudian Gadis tersenyum pada Anthony yang sedang memeluknya khawatir.


Lalu Gadis menciumi pucuk kepala Anthony, dan menangkup wajah bocah tampan itu.


“I’m sorry if I shock you ( Maaf jika aku mengagetkanmu ), Anthony....” ucap Gadis, seraya tersenyum dan menciumi wajah Anthony, kemudian memeluk bocah itu lagi.


**


“What happened ( Apa yang terjadi )?!”


Pekikan kekhawatiran terdengar dari arah pintu kamar dimana ada Gadis dan Anthony didalamnya, berikut tiga orang yang segera masuk karena pintu tidak terkunci dengan wajah yang panik selain khawatir.


Gadis dan Anthony spontan langsung menoleh ke arah tiga orang yang muncul dengan tergesa itu, yang langsung menghampiri Gadis dan Anthony yang terduduk berpelukan di atas ranjang Gadis dan Putra.


“Both of you are okay ( Kalian berdua baik-baik saja )?!....” tanya Addison dengan tergesa.


“We’re okay ( Kami baik-baik saja ), Ad....”


Gadis langsung menjawab.


“What happened?!....” Bruna ikut bertanya.


“Kami mendengar teriakanmu, Gadis ---“ timpal Ramone.


“Maafkan aku....”


Gadis merasa tak enak.


“Forgive me for disturbing all of you ( Maafkan aku yang telah mengganggu kalian )”

__ADS_1


“It doesn’t matter. We’re also haven’t sleep yet ( Itu tidak masalah. Kami juga belum tidur )”


Bruna menyahut dengan dirinya yang sudah duduk di tepi tempat tidur dekat Gadis.


“I’ve got a nightmare ( Aku mimpi buruk ) -----“


Gadis berucap lirih, diantara khawatir dan rasa tidak enak pada tiga orang yang muncul tergopoh ke kamarnya dan Putra itu.


Namun Bruna, Addison dan Ramone kemudian mengulas senyuman.


“About Putra ( Tentang Putra )?”


“Yes....”


“.......”


“It was so horrible ( Mimpi yang sangat buruk ) –“


Gadis yang sudah melepaskan pelukannya pada Anthony itu kemudian tertunduk.


“I’m.... afraid.... it’s, a bad hunch ( Aku.... takut.... itu, adalah sebuah firasat buruk )”


Gadis tergugu dan melirih. Namun Ramone, Bruna dan Addison tersenyum.


**


London, Inggris ...


“You got shot ( Kau tertembak )!”pekik Damian saat ia menyadari Putra kena tembak.


“I’m good ( Aku baik – baik saja )” tukas Putra dengan tenangnya.


“Good My A$$ ( Baik darimana )?!”


“I’m ( Aku ) –“


“PUTRA!!”


“C’mon man ... hang on would you ( Ayolah kawan ... bertahan ) ...” ucap Garret dengan kekhawatiran yang teramat sangat. “Anth and Gadis waiting for you ( Anth dan Gadis menunggumu )”


“I can’t wait to see them too ( Aku tidak sabar untuk bertemu dengan mereka juga )—“


“PUTRA! ...”


“BOSS! ...”


“SIR! ...”


Mereka yang melihat Putra melemah itu sontak memekik secara bersamaan kembali.


“And I need a help to realize my wish to meet my son and wife ( Dan aku membutuhkan pertolongan untuk mewujudkan keinginanku bertemu lagi dengan anak dan istriku )-“


Putra berucap.


“So better you all take me somewhere to get this fuc*i*’ bullet out of my body than just sreech like a cat that wedged the door ( Jadi lebih baik kalian membawaku ke suatu tempat untuk mengeluarkan peluru sialan ini dari tubuhku daripada memekik macam kucing terjepit pintu )....”


Damian, Garret, Yona dan Devoss pun terkekeh dan geleng – geleng, karena meski Putra nampak pucat dan melemah, pria itu masih saja sempat berguyon.


“Now move your a$$ to me help stupido! not just seeing me like I’m dying out ( Sekarang bantu aku bodoh! Jangan hanya melihatku seperti aku sedang sekarat )!....”


Damian CS pun mendengus geli lalu segera membantu Putra untuk masuk mobil.


“Angel of death seems already finish their shift now, that’s why you still breathing ( Malaikat maut sepertinya sudah menyelesaikan waktu kerja mereka sekarang, makanya kau masih bernafas )----“


Damian berkelakar melihat Putra yang hanya melemah saja, namun matanya tetap terus terbuka.


‘What a tough guy ( Benar – benar pria tangguh )----‘ batin Devoss yang takjub pada Putra.


Karena meski kehilangan cukup banyak darah dan melemah, namun Bosnya itu tidak nampak akan tumbang.


“I promise to comehome ( Aku berjanji untuk pulang )”


Putra menggumam.


“And I’ll be home ( Dan aku pasti akan pulang )”


Putra tersenyum tipis. Meski ia merasakan sakit pada bagian tubuhnya yang terkena peluru.


“Alive ( Dalam keadaan hidup )!”

__ADS_1


**


To be continue....


__ADS_2